
Dalam Islam pernikahan adalah sesuatu hal yang sangat sakral dan apabila hubungan tidak dapat dilanjutkan maka harus diselesaikan secara baik-baik. Perceraian memang tidak dilarang dalam agama Islam, namun Allah membenci sebuah perceraian. Bercerai adalah jalan terakhir ketika terjadi permasalahan dan saat semua cara telah dilakukan untuk mempertahankan rumah tangga, namun tetap tidak ada perubahan.
Dengan adanya perceraian, maka gugurlah hak dan kewajiban keduanya sebagai suami dan istri.Artinya, keduanya tidak lagi boleh berhubungan sebagai suami istri.
Islam memang mengizinkan perceraian, tapi Allah membencinya. Itu artinya, bercerai adalah pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya.
Allah berfirman: "Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui," (Al-Baqarah: 227)
Ketika perceraian perebutan hak asuh pun tak terelakkan. Meski tak lagi tinggal bersama, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Baik ayah maupun ibu tentu memiliki cara tersendiri untuk mendidik anak, dan inilah yang menjadi penyebab utama hak asuh anak diperebutkan, dikutip Kantor Pengacara.
Dalam Islam, hak asuh anak di dalam perceraian disebut dengan hadhanah, yang artinya merawat, mengasuh, dan memelihara anak. Hadhanah dikaitkan dengan upaya merawat, mengasuh, dan memelihara anak yang masih di bawah umur,sekitar kurang dari 12 tahun.
Menurut ajaran Islam, ibu adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan hak asuh anak. Ini disebabkan karena ibu menjadi sosok yang paling dekat dengan anak, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga menyusui.
Ibu mendapatkan hak asuh anak sepenuhnya apabila anak masih di bawah umur atau berusia kurang dari 12 tahun. Namun, ayah juga bisa mendapatkan hak mengasuh anak apabila ibu dinilai memiliki tabiat buruk yang membahayakan anak.
Sementara itu, apabila anak sudah baligh atau dewasa atau berumur di atas 21 tahun, dia sudah memiliki hak untuk memilih akan tinggal bersama ayah, ibu, atau hidup sendiri.
"Nak, kamu yakin mau berpisah dengan suami kamu?" tanya Maura memeluk erat tubuh putrinya yang selama ini terpisah hanya gara-gara perceraiannya dengan sang suami, dan dia tidak mau sampai cucunya pun mengalami hal seperti dia dan Alesha.
Satu jam yang lalu Alesha datang menghampirinya sambil menangis dan menjelaskan kalau dia adalah putri kandungnya, dan itu cukup membuat Maura terkejut sekaligus terharu bisa bertemu dengan anaknya.
"Aku gak tau ma, yang pasti aku capek kaya gini terus, di saat aku berusaha memperbaikinya,tetapi Mas Rey sendiri yang menghancurkan niatku."
"Perceraian bukan cara yang tepat, apalagi suami kamu baru saja berduka, mungkin dia banyak pikiran sehingga tanpa sadar acuh terhadap kalian."
"Apa aku bisa ma? rasanya aku gak sanggup, apalagi di dalam rumah tangga kita masih banyak keraguan, apa aku mencintainya? apa dia mencintaiku? aku masih ragu dengan perasaanku sendiri."lirih Alesha, ia sering merasa jika ia sudah mencintai Rey,bahkan dia juga pernah mengungkapkan itu kepada suaminya, tapi rasa cintanya kepada Alvin jauh lebih besar sehingga masih banyak keraguan di benaknya.
Dan masalah Rey yang mencintainya, ia pun masih tidak percaya, apakah Rey mencintai dia sebagai masa lalunya ataukah masa depannya yang sekarang.
Maura takut Alesha akan menjadi pergunjingan luar biasa. Apalagi di jaman sekarang dimana kata janda masih awam sekali di telinga mereka. Menjadi janda itu sangat rentan dari segala permasalahan dan pandangan masyarakat sehingga banyak dari mereka yang sedikit berlebihan dalam menanggapi status itu.
Saat akan melangsungkan pernikahan pernahkah kita terpikir akan menjadi janda atau duda? Tentu tidak. Semua orang berharap agar pernikahannya langgeng sampai kakek nenek, saling mencintai walaupun punya banyak cucu, bahagia berdua selamanya. Tapi apakah semudah itu implementasinya saat benar benar sudah berumah tangga? Bagaimana dengan wanita lain yang tidak beruntung dan berakhir menjanda?.
Seorang janda sebenarnya berada di posisi yang sulit. Dia bukan lagi anak gadis yang berada di bawah lindungan orangtuanya dan juga tidak lagi berada di lindungan suaminya. Keadaan ini membuat masyarakat menganggap janda sebagai wanita yang statusnya lemah bahkan lebih rendah daripada anak lajang.
Setiap pasangan suami istri tentu akan memiliki masalah sendiri dalam kehidupan pernikahan mereka.Setiap pernikahan layak, kepercayaan dapat kembali, kalian dapat berbagi nilai dan pandangan yang sama serta menghormati satu sama lain, jika konflik rumah tangga berhasil diatasi.
Pada kenyataannya, cinta saja tidak cukup untuk memperbaiki hubungan pernikahan yang dimulai kembali. Namun, bukan berarti perceraian merupakan jalan keluar yang dianggap terbaik.
*****
Dilain sisi Rey sedang merenungi sifatnya yang akhir-akhir ini sering membuat Alesha sakit hati, Rey berduka atas kepergian Safira, dia juga sedang membiasakan diri karena Alesha pernah mengatakan akan memberi waktu satu tahun untuknya dan itu mampu membuat Rey berusaha menjauhi Istri keduanya itu.
Rey hanya sedang menata diri takut suatu saat Alesha pergi juga dan membuat luka dalam di hati Rey. Ia tidak tau bagaimana caranya agar Alesha kekuatannya tidak pergi meninggalkan dirinya sendiri.
"Aku salah dalam mengambil jalan, aku serba salah, aku sudah mencintainya tetapi dia belum melupakan masa lalunya, dia sudah tiada tetapi dia masih ada di hati Alesha." monolog Rey menatap langit-langit kamarnya.
"Kapan rasa cintamu tumbuh Sha, aku selalu menunggu kamu mencintaiku, kini kamu satu-satunya wanita yang ada di sampingku, tetapi aku bukan satu-satunya di hatimu, apa kita memang tidak berjodoh?" lirihnya mengusap bulir bening yang membasahi pipinya.
"Kamu tau bukan? gimana rasanya di abaikan,sakit Sha sakit, aku ingin kamu berjuang untuk mempertahankan rumah tangga kita, jika kamu mau berjuang, aku pun pasti dengan senang hati berjuang bersamamu kembali."
"Humaira, maafkan aku karena telah membagi cinta ini untuk Alesha, aku berjanji namamu akan selalu tersimpan rapih dalam ingatanku."
Setelah lelah dengan persoalan hari ini, Rey berusaha memejamkan mata untuk merilekskan tubuh dan pikirannya, biarkan Alesha menyenangkan diri di rumah Maura.
Rey memang mengetahui keberadaan istrinya karena takut akan terjadi sesuatu dengan Alesha, pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar Alesha mencintainya dengan tulus tanpa harus ada nama Alvin lagi dalam kehidupannya.
Jika Rey mampu menyimpan nama Safira di hatinya, kenapa Alesha tidak mampu menyimpan kenangan Alvin dan melanjutkan masa depannya bersama keluarganya kelak.
Bersambung.......