
Hai semua aku punya cerita baru nih dengan genre yang berbeda. Ayo mampir di ceritaku yang berjudul dari sekertaris malah jadi selingkuhan.
...sinopsis cerita...
"Zefanya Eleanor aku tidak tau otak mu terbuat dari apa, barang ini sudah jelas harganya jutaan, bahkan bisa mencapai puluhan juta atau ratusan, suami kamu sendiri saja belum tentu sanggup memberikan nya, dan kamu tau siapa yang memberikan ini, Manager Arya Biantara! Manager, Zefa. Aku tidak habis pikir dengan pikiranmu itu!!" pekik Davira kesal dan serasa ingin mencakar wajah polos temannya itu.
Zefanya menundukkan kepala mendengar teriakan Davira di telinga nya. "Tidak perlu barang seperti itu, cinta saja sudah cukup bagiku!"
"Hah?! Cinta? Ini sudah tahun 2022 dimana-mana harus ada uang, bahkan kamu mau pipis ke toilet umum saja pakai uang, tidak ada cinta yang bertahan jika tanpa uang!" ujar Davira dengan emosi, baginya cinta cuma belakangan, percuma jika cinta tapi susah, cinta bisa tumbuh belakang, tapi harta tidak bisa belakangan.
Zefanya sudah kebal dengan ceramah Davira, ia tetap pada pendirian nya. Yaitu setia kepada Reno suami tercintanya. Ya walaupun selama ini Reno belum pernah membahagiakannya dengan materi.
"Ada buktinya aku dan Mas Reno, dia setia dan aku juga." ujar Zefanya.
"Kalian juga tidak akan bertahan lama, kamu ingin bertaruh? Jika kamu tidak bertahan maka kamu harus memberikan aku uang seratus juta, dan juga sebaliknya jika kamu bertahan, maka aku yang akan kasih kamu seratus juta."
Entah kenapa Zefanya merasa tertantang ia merasa Reno selalu di remehkan oleh Davira, padahal suami nya itu pria yang baik sederhana dan penyayang.
Menurut Zefanya, menikah itu soal hati bukan hanya sekedar materi.
Materi itu penting, sebagai aset masa depan. Tapi jika hati tidak mengehendaki, apa bisa di pertahankan?
Terkadang tanpa kita sadari , kita menilai seseorang dari kendaraan apa yang dibawanya , pekerjaan apa yang sedang ditekuni , rumah seperti apa yang ditinggalinya bahkan kita menilai seseorang dari sekaya apa keluarga besarnya. Padahal menikah itu bukan hanya perkara dunia saja. Ada yang lebih penting , yang harus di perjuangkan mati-matian , yaitu Hati.
Kamu bisa menjadi orang yang kaya harta namun tidak bahagia. Mengapa? Karena kamu tidak memilih dengan hati. Kamu bisa menjadi orang sederhana yang hanya memiliki tak seberapa tapi merasa bahagia luar biasa. Mengapa? Ya karena kamu memilih dengan hati.
Menikah itu perkara mudah. Hidup bersama setelah hari pernikahan itu yang susah. Menyelaraskan kebiasaan-kebiasaan ajaib yang tidak kita temui dikala perkenalan , kadang membuat diri merasa tertipu. Tapi jika kamu mengikutkan hati di kehidupan bersama setelah pernikahan , kamu akan tertawa. Keajaiban pasanganmu adalah awal kebahagiaanmu.
Materi itu penting. Tapi hati yang menentukan , apakah akan bertahan atau ditinggalkan?
Sekali lagi , percayalah jika hatimu tidak ragu maka sesungguhnya materi pun tidak akan menyulitkan mu. Mungkin setelah menikah , banyak hal yang tidak bisa kamu lakukan seperti waktu kamu masih sendiri. Tapi bukankah menikah itu berdua? Jadi buat apa masih meributkan hal lama yang hanya kamu lakukan sendiri?
"Deal" Davira mengulurkan tangan nya, kali ini benar-benar kesal.
"Dea!" Zefanya menjabat tangan Davira dan itu berarti mulai detik ini taruhan mereka telah resmi."