
Ponsel Alesha yang lagi-lagi bergetar membuat Rey membuka perlahan kedua kelopak matanya. Sore hari ini Rey dan juga Alesha sedang duduk di kursi santai yang ada di balkon kamar rumah barunya sambil menikmati betapa asri dan sejuknya pekarangan samping rumah barunya ini.
Rey menoleh dengan mata memincing curiga melihat Alesha yang begitu antusias dengan ponselnya. wanita itu terlihat lihai mengetikkan sesuatu sambil tersenyum bahagia dengan mata melebar.
"Siapa yang menghubungimu ?" tanya Rey memincingkan matanya curiga dengan sikap Alesha
Alesha yang terlalu fokus sepertinya tidak mendengar pertanyaan yang Rey ajukan sehingga membuat pria itu berdecak tak suka. Rey bangkit, merampas ponsel yang sedang istrinya genggam, kemudian menatap Alesha itu garang. Rey tidak suka jika istrinya itu mengabaikan keberadaannya.
"Eh ?" refleks Alesha kaget dengan gerakan Rey yang tiba-tiba.
"Apa benda ini lebih penting dariku sampai kamu mengabaikan omongan Mas?" Kesal Rey.
Alesha bergeming, menggigit bibir bawahnya sambil takut-takut menjawab. "Maaf, Mas. Tadi aku nggak dengar Mas berbicara."
"Bagaimana bisa dengar kalau kamu hanya fokus pada ponsel ini!" ujar Rey.
"Maaf," ulang Alesha dengan nada yang lebih pelan.
Rey mendesah kasar. Pria itu mengalihkan atensinya pada ponsel yang baru saja ia rampas dari tangan istrinya. Mengecek siapa orang yang sedari tadi mengirimkan pesan kepada Alesha sehingga istrinya itu terlihat begitu senang.
Rey mengeratkan gigi-giginya membaca pesan dari Kaivan yang tengah menggoda istrinya itu.
Pria itu menscroll ke atas dan yang lebih menjengkelkan lagi adalah ia menemukan kebenaran bahwa selama ini Alesha kerap kali berkirim pesan singkat dengan sahabatnya itu. Marah bukan main, Rey menatap tajam gadis itu. Rey mengangkat ponsel Alesha tinggi-tinggi, sudah berniat untuk membanting benda berbentuk pipih itu kalau-kalau istrinya tidak segera menahannya.
"Apa yang sudah kamu lakukan, Sha! Jelaskan kepada Mas kenapa kamu sering berkirim pesan dengan seorang pria ?!" Bentak Rey dengan nada yang begitu tinggi dan mata yang berkilat marah. Beruntung Rey masih mampu mengontrol dirinya untuk tidak melakukan hal-hal kasar pada Alesha,entah saat ini dia tidak bisa mengontrol emosinya karena urusan kantor, dan juga rasa cemburunya yang berlebihan.
Walaupun susah untuk menahan emosi yang membuncah saat ini, Rey masih sadar bahwa posisi Alesha yang sedang mengandung.
"Kenapa sih, akhir-akhir ini Mas berubah jadi kasar, lagian aku cuma berkirim pesan sama Kaivan bukan selingkuhan."
"Apapun alasannya, Mas tidak suka jika kamu berkirim pesan dengan pria asing."
"ALESHA" bentak Rey.
Alesha mengepalkan tangannya di bawah. wanita itu menggigit bibir bagian dalamnya, berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara isakan.
"Mas marah hanya gara-gara sebuah pesan?"
Rey mengusap wajahnya kasar."Bukan begitu." ucap Rey gelagapan.
"Mas tidak marah, Mas hanya kesal karena kamu sering bertukar pesan dengannya." Sambungnya dengan nada penuh penekanan, tapi juga berusaha untuk tidak kembali membentak.
Alesha menyeka kedua sudut matanya yang mulai berair. wanita itu bergumam kata maaf sekali lagi, kemudian berjalan cepat menuju kamar, dan menguncinya dari dalam.
Cemburu adalah emosi kompleks yang menimbulkan rasa curiga,Emosi negatif ini bisa memengaruhi hubungan.
Setiap orang bisa merasakan cemburu. Rasa ini kerap muncul terutama pada hubungan percintaan.
cemburu datang karena tidak ingin kehilangan atau ingin melindungi sesuatu yang dianggap berharga.
"Kok jadi dia yang marah sih. Apa aku keterlaluan ya." guman Rey tersadar saat dirinya tadi membentak Alesha.
"Apa salah jika seorang suami cemburu pada istrinya? apalagi Alesha cantik dan banyak di gilai kaum Adam, sifatnya yang penyayang dan sholehah mampu membuat banyak orang kagum dengannya."
"Apakah ini sebuah keberuntungan tersendiri bagiku, atau musibah karena banyak saingan di luar sana jika aku membuatnya kecewa untuk yang kedua kalinya?" ujar Rey menatap pepohonan di sana.
Rey langsung beranjak guna mencari istrinya dan meminta maaf atas sikapnya tadi.
Bersambung.......