Until the End

Until the End
kebohongan yang terbongkar



Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini kandungan Alesha sudah memasuki bulan ke delapan dimana hanya tinggal satu bulan lagi Alesha harus angkat kaki dari rumah ini.


Alesha benci pura-pura menjadi orang yang baik, dan Alesha benci berusaha terus tegar di hadapan orang lain. Anggaplah Alesha jahat telah menjadi istri kedua dari Rey dan membuat Safira sengsara selama ini.


Jika boleh memilih, wanita mana yang mau menjadi istri kedua? Tentu saja tidak ada. Alesha pun sama, dia tidak mau menjadi istri kedua dalam hidup seseorang.


Kalian tau fakta apa yang membuat hati Alesha hancur? fakta yang sama sekali masih Alesha tidak percayai namun nyatanya itu semua nyata.


Mega, bunda Alesha ternyata bukanlah ibu kandung Alesha dan Alan, dia hanyalah ibu sambungnya, dan Alesha baru mengetahui fakta itu sekarang, sedangkan Alan? Dia sudah lebih dulu tau tentang fakta itu semua.


Dan kebenaran apa lagi yang membuat Alesha sempat stress, Mega adalah ibu kandung Safira Khumaira istri pertama Rey Prayoga.


Kesalahan apa yang pernah Alesha perbuat di masa lalu sampai kenyataan itu mampu menyakiti perasaan Alesha. Mega adalah istri pertama dari abi-nya Safira. Pernikahan Mega dan Abi Safira tidak di restui lantaran Mega bukanlah wanita dari latar keluarga yang jelas hingga pada saat Safira lahir Mega berpisah dengan Safira dan suaminya, ia mengikhlaskan suaminya menikah lagi dan berakhir Safira di rawat oleh Abi dan Umi sambungnya.


Selama ini Alesha sangat menyayangi Mega seperti Mega yang sangat menyayanginya, Bimo sengaja merahasiakan siapa ibu kandung Alesha dan Alan lantaran dia tidak mau Alesha sampai sedih jika ibunya telah pergi meninggalkan demi pria lain.


Padahal faktanya tidak, Maura ibu kandung Alesha hanyalah korban dari kejahatan Mega, dia telah di tuduh selingkuh dengan pria lain yang bahkan tidak dia kenali sama sekali. Dan liciknya Mega selama ini yaitu berpura-pura baik di depan semua orang agar dia bisa hidup tentram dengan segudang kekayaan.


Dan kalian tau siapa kedua wanita paruh baya yang berada di rumah sakit menemani Safira terapi? Mereka adalah Ira dan Mega, ibu dari Rey dan ibu kandung Safira.


Ira memang menyuruh Rey menikah lagi, tapi itu atas dasar paksaan dari Safira lantaran kasihan melihat Rey. Dan rencana mereka berjalan dengan sempurna dengan melibatkan Alesha terjerat dalam ikatan palsu tersebut.


Jangan kira Safira sama jahatnya dengan Mega, tentu tidak. Safira hanya berusaha menyatukan kembali cinta Rey yang pernah ada pada Alesha.


Rey seorang pria berusia 17 tahun sangat menyukai gadis yang selalu menemaninya saat dia berada di taman tempat yang cocok untuk dia menenangkan diri kala pikirannya kacau. Di sana dia bertemu dengan Alesha,  gadis ceria yang mampu membuat Rey jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun tiba-tiba Rey mengalami kecelakaan yang membuatnya hilang ingatan.


Dua tahun berlalu Rey menjalani hari-hari dengan ingatan baru, suatu ketika Rey membuka buku diary yang selama ini selalu menemaninya kala susah maupun senang, di sana terdapat jika kisah jika dia mencintai seorang gadis kecil yang selalu membuatnya bahagia.


Suatu ketika Rey kehilangan buku diary tersebut, tapi anehnya buku itu tiba-tiba berada di dalam tasnya setelah beberapa hari menghilang, hingga pada akhirnya ada seorang gadis yang mengaku adalah orang yang di cintai Rey, dia Safira Khumaira gadis cantik dengan segudang prestasi yang mampu meluluhkan hati Rey hingga mereka menjalin hubungan yang lebih serius.


Safira bukanlah wanita yang jahat, dia hanya mempertahankan cintanya dengan cara yang salah dengan mengaku menjadi diri orang lain. Dan Alesha tidak pernah tau perasaan Rey terhadapanya, yang ia tau sewaktu itu dia hanya menganggap Rey seperti kakaknya sendiri.


Semua ini memang rumit, sangat rumit hingga membuat Alesha harus bersikap seperti apa kepada Mega dan Safira. Ada kalanya Alesha merasa lelah dengan keadaan cobaa yang dia hadapi dalam hidup.


Ujian ini seakan datang bak pukulan bertubi-tubi, tanpa memberikan kesempatan bagimu untuk beristirahat meskipun hanya sejenak.


Kehidupan yang dijalani setiap manusia saat ini, pastilah tidak lepas dari masalah. Kita pun tahu, bahwa Allah SWT tidak akan membebani setiap hamba-Nya dengan cobaan yang melebihi batas kemampuan dan itu adalah salah satu janji Allah SWT yang sudah pasti benar.


Sebagai manusia kita harus mampu mengatasi segala macam masalah dan menerima segala sesuati yang bisa menimbulkan ketidakbahagiaan. Untuk mengingatkanmu bahwa Allah SWT Maha Penyayang.


Wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa antumul-a'launa ing kuntum mu'miniin.


Melalui ayat tersebut, Allah SWT mengingatkan kita untuk tidak terlalu larut meratapi nasib, tidak lemah dan cengeng di saat kamu merasa sulit sekali dalam menghadapi masalah.


A hasiban-naasu ay yutrakuu ay yaquluu aamannaa wa hum laa yuftanun. Wa laqad fatannallaziina ming qablihim fa laya'lamannallaahullaziina sadaqu walaya'lamannal-kaazibiin.


Artinya: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.


Allah SWT mengingatkan kita bahwa cobaan dan ujian sudah pasti akan dialami semua hamba-Nya. Namun, setiap permasalahan yang datang dalam hidup, Allah SWT tidak akan berpaling.


"Kamu melamun lagi" ujar Rey duduk di samping Alesha yang sedang menatap jendela kamarnya dengan pandangan kosong.


"Kamu ngelamun apa lagi?" tanya Rey mengusap kepala Alesha yang tidak tertutup hijab.


"Satu bulan lagi, aku sedang melamunkan satu bulan lagi waktunya aku pergi meninggalkan kehidupan yang penuh dengan kebohongan, andai Alvin bisa menjemput ku, aku ingin ikut bersmaanya" ucap Alesha dalam hati, iya dalam hati. Dia tidak akan mampu berani mengucapkan kata-kata itu.


"Ngga Mas, Alesha gak ngelamun kok"


"Kenapa selama ini kamu kaya menghindari Mas Sha?" tanya Rey serius.


"Mungkin perasaan Mas aja" jawab Alesha mengalihkan pandangannya tanpa mau menatap Rey.


"Mas gak suka kamu kaya gini Sha, kalau Mas ada salah kita bicarakan baik-baik jangan malah hindarin Mas" ujar Rey memegang kedua bahu Alesha agar mau menatapnya.


Alesha menurunkan tangan Rey yang ada di bahunya "Mas, mood aku lagi buruk akhir-akhir ini, dan mungkin ini bawaan bayinya, jadi maaf kalau itu membuat Mas gak nyaman"


"Nggak papa Sha" jawab Rey tersenyum" Mas cuma takut ada salah dan itu membuat kamu marah"


Alesha hanya mengangguk dan beranjak untuk segera tidur tanpa memperdulikan Rey.


Rey lagi-lagi menghela nafas kasar merasa Alesha terlalu sering mengabaikan keberadaannya, dia segera beranjak untuk tidur di ruang tamu. Dia ingin menenangkan dirinya sejenak.


Di kamar Safira dia bimbang kapan akan jujur kepada Rey tentang penyakitnya dan tentang siapa dia, tetapi Ira menyarankan agar Safira tidaklah memberi tau tentang masa lalu Rey.


Ira takut itu semua akan berdampak pada kesehatan Rey, selagi Safira,Rey dan Alesha baik-baik saja, masa lalu cukup untuk dikubur bukan untuk di gali kembali dan mengingatkan luka lama yang sudah terobati Kembali terbuka.


"Semoga sebelum semuanya terlambat aku mampu jujur kepada semua orang termasuk Mas Rey, aku takut jika tidak mendapatkan maaf darinya"


"Dan aku juga harus membujuk bunda agar mau jujur kepada Alesha, aku takut Alesha sakit hati jika tau orang yang selalu ada untuknya ternyata bukan ibu kandungnya"


Anggap saja semua tokoh yang ada di sini egois, Rey yang mencintai dua wanita, dan Alesha yang mencintai Alvin seorang dan Safira yang mempertahankan cintanya hanya untuk Rey.