
Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menjalani hubungan mereka. Meski memiliki cerita yang sama, namun respon mereka tetap saja berbeda dengan kita. Seperti halnya kehidupan, suatu hubungan juga memiliki fase yang harus terus dilalui. Meski dituntut untuk menjadi pasangan yang selalu harmonis, saling pengertian dan setia. Tidak bisa dihindari akan muncul banyak konflik yang menguji hubungan kita.
Pernikahan yang bahagia sampai akhir hayat menjadi impian semua orang. Namun jalan menuju rumah tangga yang harmonis tidaklah mudah. Anda akan menemui banyak pertentangan, perbedaan pendapat, sehingga terkadang sikap romantis yang dimiliki pasangan pun berkurang.
Menjaga kelanggengan rumah tangga bukan hanya tugas seorang istri atau suami saja, melainkan tugas keduanya sebagai pasangan. Upaya mewujudkan rumah tangga yang harmonis tidak akan tercapai jika hanya sebelah pihak yang berusaha.
Komunikasi adalah pondasi dalam membangun hubungan yang sehat termasuk keluarga. Jika membangun komunikasi yang baik dengan pasangan, hubungan akan berjalan lebih lancar.
Sekalipun ada masalah, komunikasi bisa jadi jalan untuk mendapatkan penyelesaiannya. Jadi, perhatikan apa yang pasangan pikirkan dan rasakan.
Dalam hubungan rumah tangga, baik suami maupun istri memiliki peran masing-masing. Tapi kadang karena telah terbiasa, kita kerap tidak menyadari hal kecil yang dilakukan oleh pasangan kita.
Ingin dimengerti merupakan perasaan yang alami. Akan tetapi, terkadang kita maupun pasangan kita mungkin tidak dapat sepenuhnya mengerti apa yang dirasakan.
Sekarang Alesha tengah menemani Rey yang sedang meeting.
"Udah selesai Mas?" tanya Alesha menutup bukunya.
"Udah, sekarang kita mau langsung pulang? tanya Rey diangguki Alesha.
Rey menggandeng Alesha keluar ruangannya, banyak pasangan mata yang menatap iri kedua pasangan tersebut, namun Alesha dan Rey hanya acuh dengan tanggapan mereka.
Di perjalanan Rey terus saja menggenggam dan mencium tangan Alesha.
Nikmat mana lagi yang kau dustakan, bisa menikah dengan orang yang di cintai adalah suatu hal yang sangat di impikan bagi semua orang termasuk Rey.
*****
Friza tak sadar jika dia menyetir mobil dalam keadaan melamun.
"MAS FRIZA,AWASS!! " teriak Ainun saat melihat truk besar dan mobil yang dia tumpangi melaju kencang.
Friza tersadar saat Ainun berteriak, tapi naas,dia tidak bisa menghindar lagi hingga kecelakaan pun tak bisa terhindarkan.
Braaak
Mobil Friza terguling beberapa kali,saat bertabrakan dengan truk tersebut.
Semua orang yg ada di sana berhamburanĀ untuk menolong para korban. Friza dan Ainun sudah pingsan di tempat. Tak lama ambulan datang dan membawa korban termasuk Friza dan Ainun.
Prang !
Nesa yg sedang mencuci piring seketika merasakan sakit di dada nya, dan akhirnya gelas yg ada di genggamannya nya jatuh hingga pecah.
Alesha berlari ke dapur saat mendengar suara pecahan."Ada apa Nes?" tanya Alesha dengan raut wajah cermas .
Nesa memandang wajah Alesha, lalu dia menggeleng lemah."Aku gak tau, Tan. Tiba-tiba dadaku sakit dan aku langsung ingat ayah sama bunda." ucap Nesa.
"Kamu gak usah khawatir,ayah sama bunda kamu pasti baik-baik aja." ujar Alesha mengusap pundak Nesa.
Lalu Alesha membawa Nesa duduk di kursi,dan memberinya air putih. Nesa yakin jika perasaan dan firasat nya tidak salah. Dia bisa merasakan sesuatu hal telah terjadi pada kedua orang tuanya.
Nesa mengeluarkan ponselnya dan berusaha menelpon bundanya,nomor Ainun malah tidak aktif,dan itu membuat Nesa semakin cemas. Kemudian ia menelpon nomor Friza,tapi sayang nomor ayahnya juga tidak aktif.
"Tante,nomor mereka nggak ada yang aktif." ucap Nesa panik.
"Mereka kan lagi sibuk sayang,mungkin aja gak pegang handphone, kita berdoa aja supaya ayah dan bunda baik-baik aja." ujar Alesha berusaha menenangkan Nesa.
Ddrrrttt ddrrrtt
Tiba tiba ponsel Nesa bergetar dan terdapat nomor telpon tanpa nama yang memanggilnya.
"Siapa Nes?" tanya Alesha.
"Assalamu'alaikum." salam Nesa.
".........."
" Iya,maaf ini siapa ya?" tanya Nesa lagi.
".........."
"Apa!"
".........."
" Baik . .. " lirih Nesa. Telpon terlepas dari tangan Nesa, dada Nesa terasa sakit,air mata nya sudah tak bisa lagi dia bendung.Badan nya bahkan luruh ke lantai,untung Alesha sigap menahan tubuh Nesa.
"Nesa,ada apa?" tanya Alesha dengan cemas.
"Ayah sama bunda tan--" tubuh Nesa ambruk seketika.
"Nesa, bangun Nes." panggil Alesha saat melihat Nesa pingsan. Alesha segera menidurkan Nesa dengan paha sebagai bantalan.
Rey dan Haidar terlihat khawatir saat melihat Nesa pingsan.Pikiran mereka sudah tidak enak,saat mendengar Nesa memanggil nama kedua orang tuanya sebelum pingsan.
"Ma, sebenernya siapa yang nelpon?" tanya Rey cemas melihat Nesa tidak sadarkan diri.
"Aku juga nggak tau Mas,perasaan aku jadi gak tenang." ucap Alesha.
Tak lama Nesa tersadar,dia mengerjapkan mata nya berkali kali.Lalu Alesha membantunya untuk duduk.
"Tante, ayah sama bunda udah ngabarin kan?" tanya Nesa lirih.
"Belum, Nes. kenapa dengan mereka?"
Deg!
Dada Nesa terasa sesak, dia langsung teringat saat tadi dia mendapatkan telpon dari asisten ayahnya. Air mata nya kembali mengucur deras. Nesa mencoba berdiri dan melangkah,namun badan nya seketika oleng.
"Nesa, kamu mau kemana?" tanya Rey khawatir.
"Ayah sama bunda, Om." Nesa menangis histeris memanggil nama ayah dan bundanya.
"Kenapa Nes? Ada apa sebenernya." ujar Alesha menahan tubuh Nesa.
"Ayah dan bunda, mereka--- mereka kecelakaan tan. "ucap Nesa mampu membuat semua orang terdiam.
"Nesa pasti salah, ayah sama bunda kan lagi sibuk."
"Nggak, Om. Tadi asisten ayah nelpon aku."
"Kamu sabar dulu Nes, biar Om cari tau dulu kebenarannya, lagian kita juga nggak tau kan keberadaan kedua orang tua kamu itu dimana, bisa jadi dia udah nyampe New York atau belum." ucap Rey.
"Tante..." lirih Nesa memeluk tubuh Alesha, dengan sigap Alesha pun memeluk tubuh rapuh Nesa.
Alesha juga masih syok atas apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, dia akan menghubungi Rendi, Ciko dan Kaivan untuk meminta mereka mencari tau.
"Mas, lebih baik kamu telpon Rendi, Ciko sama Kaivan untuk tau keadaan Friza, kalau kita minta bantuan sama mereka pasti kita lebih cepet dapat informasi tentang Friza sama Ainun." ucap Alesha.
"Iya kamu bener, nanti biar Mas hubungi teman-teman kamu sekaligus suruh orang biar cari titik keberadaan Friza."
"Kamu tenang ya sayang, kita berdoa aja supaya nggak ada yang terjadi sama kedua orang tua kamu, minat perlindungan supaya dijauhkan dari marabahaya." ucap Alesha.
Nesa hanya mengangguk lesu, dirinya tidak bisa berpikir jernih saat ini, bahkan rasa-rasanya Nesa tidak memiliki tenaga untuk sekedar berdiri saja.