Until the End

Until the End
Tindakan Rey



Intan Femina, gadis yang sangat sok berkuasa disekolah ini. Gayanya sangat angkuh, sering me.mbully dan mencari gara-gara kepada orang yang tidak sengaja melakukan kesalahan padanya. Tapi hanya mendapat satu tamparan dari Reysha ia malah mengadu pada orang tuanya. Dan kini Reysha sedang berada diruang BK, ia bersedekap dan menatap Intan dengan kesal.


"Apa benar kamu menampar Intan?" tanya Pak Sam.


"Iya" jawab Reysha dengan santai dan tanpa ada raut penyesalan.


"Maksud kamu apa nampar anak saya?" tanya ibu Sonia marah.


"Saya gak bakal kasar kalau bukan anak ibu yang mulai duluan." sahut Reysha tak terima dimarahi.


"Jadi maksud kamu Intan yang main kasar duluan?" tanya Ibu Sonia lagi dengan menatap tajam Reysha.


Reysha tertawa renyah "Mau dengar cerita saya bu?" tanya Reysha sambil mengubah posisinya agar lebih mantap bercerita tentang keburukan Intan selama ini.


"Pertama yang harus ibu tau, Intan itu sering membully orang-orang tidak bersalah, dia juga nggak akan segan main fisik sama adek kelasnya. kedua, ibu harus tau kalau anak ibu itu pernah buat anak orang keluar dari sekolah ini. Dan yang ketiga, kemarin dia mengurung saya di toilet!!" jelas Reysha penuh penekanan.


Sonia mendelik tajam ke arah putrinya. Lalu kembali menatap Reysha. "Saya gak percaya, kamu pasti bohong kan? Udah pak panggil aja orang tuanya. Anak ini kurang didik makanya saya harus bicara sama orang tuanya" Kata Ibu Sonia membela putrinya.


"Maaf bu-" ucapan Pak Sam terpotong.


"Yakin mau ketemu orang tua saya?" tanya Reysha angkuh sambil menaruh kaki kanannya diatas kaki kiri.


"Orang tua saya sibuk loh bu" ujar Reysha sambil memainkan kuku-kukunya yang panjang.


"Memangnya siapa orang tua kamu?" tanya ibu Sonia seolah menganggap keluarga Reysha rendah.


"Rey Prayoga dan juga Alesha Prasetia, pasti nama itu tidak asing bagi anda." jawab Reysha sambil memajukan wajahnya.


Bahu Sonia langsung turun, jantungnya tiba-tiba berdebar tak karuan. "R-rey Prayoga?" tanyanya gelagapan saat mendengar nama ayah Reysha.


"Seratus buat ibu." jawab Reysha sambil menjentikkan jarinya. "Boleh deh saya telpon Papa kalau itu mau ibu, apa sih yang Papa tolak kalau anaknya butuh sesuatu, pasti dalam lima belas menit aja dia udah dateng kok." kata Reysha sambil mengotak-atik ponselnya.


"emhh... jangan-jangan, maaf saya tidak tau kalau kamu putri dari Rey dan Alesha." cegah Sonia dengan nada yang sedikit melunak.


"Yah terlanjur ke telpon. Gak sabar mau tau reaksi Papa kalau denger anaknya dikunci dalam toilet dan juga di siksa sama orang." ucap Reysha mengesalkan dimata Intan dan Ibunya.


Sonia, ibu Intan itu tampak gusar saat Reysha menelpon Rey. Siapa yang tak kenal dengan Rey Mahardika di dunia bisnis? Pria itu sangat kaya dan berwibawa. Bahkan sekarang Sonia baru saja akan membuat proyek baru dengan Rey, namun bisa-bisa semuanya gagal karena ulah putrinya.


"Papa sebentar lagi datang, tunggu ya bu" ucap Reysha kembali ramah.


Pak Sam hanya diam, ia tidak tau mau berbuat apa. Orang tua Reysha adalah Donatur tetap sekolah ini, jadi semua guru disini menyegani Reysha. Bahkan kepala sekolah yang mengetahui status Reysha dan Azzam telah menikah saja ia Rahasia kan.


Tak lama kemudian Rey dan Alesha datang memasuki ruang BK. Sonia yang melihat itu langsung panas dingin, ia tersenyum canggung pada dua orang yang ada dihadapannya.


"Ada apa sayang?" tanya Rey setelah duduk bersama Alesha.


Alesha dan Rey sontak langsung menatap Intan dan Sonia tajam. Bisa-bisa nya ada yang memperlakukan putri kesayangannya dengan kejam "Saya tidak menyangka kalau anak anda seperti itu bu Sonia. Sebelumnya Saya minta maaf kalau Reysha lancang menampar anak anda karena memang ini sudah keterlaluan." ucap Rey tegas.


"Nggak masalah Pak Rey, saya minta maaf atas kejadian ini." ujar Sonia yang merasa bersalah.


"Mi.." panggil Intan tidak suka karena Maminya malah meminta maaf.


"Pa, kata tante Sonia juga aku kurang didikan, aku tau Mama sama Papa sibuk kerja tapi itu gak sampai buat aku kurang didikan. Bagaimanapun Reysha tau caranya menghargai, karena Papa sama Mama pernah mengajarkan Reysha untuk menghargai seseorang kan." ujar Reysha mengadu lagi. Sudah dikatakan bukan jika ia marah akan sangat licik? Seharusnya ia tidak mengatakan hal itu pada orang tuanya, tapi ia sudah terlanjur kesal dengan Intan dan ibunya.


Alesha menatap tajam Sonia "Jaga mulut anda Bu Sonia, kami telah mendidik anak kami dengan baik, seharusnya anda introspeksi diri dan mengajarkan anak anda agar tidak menganggu murid lain, bukan malah membela kesalahannya dan malah menyudutkan korban, Saya sebagai ibu dari Reysha merasa tersinggung atas ucapan anda." ujar Alesha yang terlihat marah.


"Sudahlah kita batalkan saja proyek itu. Saya tidak mau punya partner seperti anda, bukankah anak cerminan dari orang tuanya, dan saya yakin anda dan anak anda tidak jauh beda." setelah itu Rey berdiri disusul oleh yang lainnya.


Alesha memeluk putrinya "Sekarang kamu gak nggak kenapa-kenapa kan sayang?" tanya Alesha yang terlihat khawatir.


Reysha menggeleng dengan manja memeluk mamanya "Aku nggak kenapa-kenapa, Mama jangan khawatir, maaf juga udah bikin Mama sama Papa jauh-jauh kesini."


"Nggak masalah sayang, Azzam dimana?" tanya Alesha.


"Dikelas Ma" jawab Reysha.


"Kalau kamu ada apa-apa jangan lupa kasih tau Papa m" ucap Rey sambil mengelus puncak kepala Reysha lalu mengecupnya singkat.


"Kami permisi" ucap Rey setelah itu mereka pergi.


"Sudah Reysha kamu masuk kelas ya" ucap Pak Sam.


Setelah Reysha pergi Sonia langsung saja memarahi Intan dihadapan Pak Sam. "Keterlaluan kamu Intan. Kenapa kamu gak bilang kalau orang anak itu Rey Prayoga? Hilang sudah proyek besar Mami dan Papi, kamu kira gampang untuk membujuk seorang Rey Prayoga agar mau berkerja sama dengan perusahaan kita? enggak Intan. Butuh beberapa tahun untuk membujuknya, dan sekarang kamu malah mengacaukan semuanya." Kata Sonia dengan wajah yang memerah.


"Maaf Mi, Intan gak tau" ucap Intan.


"Maaf bu, Sebaiknya ibu selesaikan semuanya di rumah, dan jangan lupa kalau Intan harus meminta maaf kepada Reysha."


"Iya benar, sana minta maaf kamu sama Reysha" suruh Sonia.


"Mi" tegur Intan tidak setuju..


"Cepat Intan Femina." bentak Sonia marah.


Dengan berat hati Intan melangkah keluar. "Anak ibu saya skor selama satu minggu." ucap Sam memberikan amplop kepada Sonia.


Sonia mengambilnya kemudian berlalu pergi.