Until the End

Until the End
Marvel



"Selamat pagi adikku tercinta," sapa Reysha sambil menarik kursi dan duduk untuk sarapan.


"Kakak mau sarapan ya?" tanya Haidar, Reysha pun mengangguk. "Ajak Kak azzam juga Kak." ucap Bi Haidar


"Harus banget ajak dia?" tanya Reysha.


"Harus Kak, kakak ingat kan pesan Mama sama Papa." jawab Haidar.


"Oke deh kakak panggil dulu" ucapnya dengan malas.


Reysha menaiki anak tangga satu persatu, setelah sampai ia langsung mengguncang pelan tubuh Azzam. "Zam, bangun sarapan" ucap Reysha


Azzam mengerjapkan matanya, lalu melihat jam di ponselnya. Sudah pukul sembilan, ia bangun seraya mengusap wajahnya. "Gue mandi dulu" ucapnya.


"Oke" balas Reysha malas,


Sambil menunggu Azzam, Reysha memainkan ponselnya. Banyak pesan grup dari teman-temannya yang menanyakan kenapa ia tidak masuk sekolah, dan ada beberapa pesan dari Marvel.


Marvel💕


Kenapa gak sekolah?


Kamu sakit?


Kok nggak bilang sama aku?


Reysha ragu untuk membalasnya, lagi pula pasti sekarang sedang ada guru yang mengajar.


Azzam keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah, Azzam melongo saat melihat Reysha bergoyang seperti itu, ia menahan tawanya agar tidak pecah.


"Ekhem..." Azzam berdehem agar Reysha sadar.


"Eh.." Reysha terseyum kikuk sambil mematikan lagunya.


"Lo sejak kapan selesai mandinya?" tanya Reysha canggung.


"Sejak lo joget-joget gak jelas" jawab Azzam dengan wajah jahilnya.


"Ih gue jadi malu" pekiknya sambil mengusap wajah.


"Emang punya malu?" tanya Azzam sambil berjalan keluar mendahului Reysha.


"Punya lah" omel Reysha yang mengikuti langkah Azzam dari belakang.


"Lo alergi udang?" tanya Reysha yang melihat Azzam tidak mengambil udang


"Kok cuma sayur? Tuh ada ayam juga"


"Kebiasaan banget kalau orang ngomong selalu didiemin"


"Tau etika makan gak?" tanya Azzam dingin.


"Tau, Gak boleh ngomong" jawab Reysha ketus.


Setelah itu keadaan menjadi hening, hanya terdengar bunyi sendok dan piring yang saling bertabrakan. Tak lama setelah itu merekapun menyelesaikan makannya dan pergi untuk melakukan aktivitas masing- masing.


Reysha datang sambil menyodorkan ponselnya didepan wajah Azzam. Azzam menatap bingung pada Reysha, ia belum paham dengan maksud cewe itu.


"Apa?" tanya Azzam.


"Minta nomor hape lo" jawabnya.


"Buat?" Tanya Azzam.


"Buat main togel" balas Reysha ketus "Ya buat disimpen lah, lo ngaco banget zam!!" Ketusnya.


Azzam mengangguk dan mengetikan nomor ponselnya diponsel Reysha. "Bener gak nih?" Tanya Reysha.


"Hm" jawab Azzam yang kembali memainkan ponselnya.


"Eh Haidar, kamu nggak sekolah?" tanya Azzam yang melihat Haidar duduk di taman belakang.


"Iya Kak, Mama ijinin aku buat nggak sekolah, katanya nggak usah masuk takut capek karena nikahan Kakak." ujar Haidar.


Azzam hanya mengangguk paham. "Kak, aku boleh minta tolong nggak?" tanya Haidar.


"Boleh mau minta tolong apa?"


"Aku ada tugas sekolah, tapi aku nggak ngerti, kakak bisa bantuin aku ngerjain nggak?"


"Bisa, emang selama ini biasanya yang bantu kamu siapa?" tanya Azzam.


"Biasanya Papa, dulu kan Papa seorang guru, ya walaupun jadi guru agama, kadang Mama juga mau bantuin aku, tapi kalau Kak Reysha nggak mau sama sekali bantu." ujar Haidar.


"Ya udah kamu bawa semua buku tugas kamu, nanti Kakak bantuin, kita ngerjainnya di ruang keluarga aja ya." ajak Azzam yang diangguki Haidar.