Until the End

Until the End
Putus



Malamnya Reysha dan Azzam pergi ke supermarket untuk membeli beberapa camilan dan keperluan. Azzam membawa mobil karena tau pasti Reysha akan belanja banyak, jarak antara supermarket dan rumahnya cukup jauh dan kini mereka diperjalanan hanya diam.


Setelah sampai keduanya langsung masuk dan mengambil troli, Azzam yang mendorong sedangkan Reysha yang memilih. Reysha mengetuk-ngetuk dagunya, ia bingung mau membeli apa lagi. Saat ia mau mengambil snack tangannya tidak sampai dan perlu bantuan Azzam. Azzam yang mengerti pun langsung peka dan mengambilkannya untuk Reysha.


"Zam mau beli apa lagi?" tanya Reysha.


"Ngga ada" jawabnya dan Reysha hanya mengangguk.


Saat mereka berdua kembali mencari apa saja yang mau dibeli. Reysha melihat Marvel dengan seorang cewek yang tidak Reysha kenal sama sekali. Sungguh hatinya sangat sakit sekarang, apa mungkin sibuk yang Marvel katakan itu adalah sibuk berselingkuh? Reysha sangat kecewa sekarang. Ia mendekat lalu menundukan kepalanya agar Marvel tidak melihatnya, Azzam yang menyadari itu hanya diam. Ia tau Reysha kepo pada cewek yang bersama pacarnya, kini Reysha membelakangi Marvel sambil berpura-pura mencari belanjaan.


"Habis ini mau kemana lagi?" tanya Marvel pada cewek itu, seketika Reysha langsung menajamkan pendengarannya.


"Pulang aja" jawab cewek tersebut dengan lembut, sangat berbeda dengan Reysha.


"Gak mau jalan-jalan dulu?" tanya Marvel lagi.


"Ngga, kita udah dari sore loh keluar Vel" jawab cewek itu.


"Ya udah kalau itu mau kamu." balas Marvel seraya terkekeh lalu mengacak rambut cewek itu gemas.


"Aku kamu?" guman Reysha.


Reysha mengepalkan tangannya, Azzam yang menyadari itu langsung menarik Reysha agar menjauh. Setelah menjauh Reysha melepaskan genggaman Azzam lalu mengusap air matanya.


"Gue duluan" ucap Reysha lalu pergi ke mobil. Sedangkan Azzam pergi membayar semua belanjaan itu.


Reysha masuk kedalam mobil lalu menangis, ia harus berpikiran positif. Tidak boleh salah sangka dulu sebelum tau jawaban yang sebenarnya. Tapi apa itu alasan Marvel mengabaikannya? Ketika mengingat itu hati Reysha langsung berdenyut nyeri. Ia memegang dadanya yang terasa sakit, dengan susah payah ia menahan air matanya agar tidak tumpah.


Azzam datang membawa belanjaan, Reysha yang menyadari itu langsung mengusap air matanya. Azzam menghela nafas, lalu menyalakan mesin mobilnya lalu segera melaju. Reysha masih terisak, akibat menahan tangis kini ia sesegukan.


"Nangis aja jangan ditahan" ucap Azzam tanpa mengalihkan tatapannya.


Dan pada saat itu juga tangis Reysha pecah "Huaaa...hiks" Azzam tercengang, ia pikir Reysha tidak akan menangis sekencang itu.


"Marvel nggak mungkin selingkuh kan? Pa-pasti gue yang salah paham hiks" Reysha sesegukan, sesekali menghapus air matanya.


"Tenang" ucap Azzam sambil mengusap kepala Reysha lembut "besok lo coba minta jawabannya"


"Maaf" kata Reysha disela isaknya.


"Untuk?" Tanya Azzam bingung.


"Gue egois, gue tetep pacaran sama Marvel" jawab Reysha lalu kembali menangis.


"Gak masalah, kita menikah juga karena terpaksa. Jadi lo ga perlu merasa bersalah, kalau lo mau coba buka hati lagi kasih tau gue Sha." setelah itu Azzam kembali melajukan mobilnya.


*****


"Sha, kenalin dia Mita sahabat aku" ucap Marvel memperkenalkan Mita.


Mita mengulurkan tangannya pada Reysha, tapi gadis itu tak kunjung membalasnya. "Sahabat? sampe kamu lupain aku?" tanya Reysha sambil terkekeh dengan wajah sedih.


"Kamu pikir aku gak tau dari kemarin kamu cuekin aku itu karena dia?" tanya Reysha sambil menunjuk wajah Mita. "Dan kamu nolak gitu aja saat aku minta tolong? Brengsek tau gak!!" Setelah mengatakan itu Reysha langsung berlari keluar kantin.


"Maaf" ucap Mita.


"Bukan salah kamu, dia memang kaya gitu" balas Marvel lalu menarik lengan Mita kembali ke tempat mereka tanpa mau mengejar Reysha.


"Dia cemburu ya sama aku?" tanya Mita setelah kembali duduk.


"Ya jelas lah" jawab Bagas.


"Reysha memang gitu, dia cepet ngambek. Nanti juga baikan" ucap Marvel enteng.


"Nanti aku yang jelasin deh sama dia" kata Mita yang merasa bersalah.


"Ngga usah, biar aku aja" balas Marvel.


"Gue cuma mau kasih tau, kalau Reysha kemarin malam liat lo sama Mita di supermarket. Satu lagi dia kemarin ke kunci di toilet dan bodohnya orang yang dimintain pertolongan malah sama cewek lain." ujar Azzam setenang mungkin. Marvel menoleh kebelakang melihat sang pemilik suara.


"Gak lucu bego" ucap Marvel marah.


"Dia gak ngelawak bro." ketus Farel.


"Kalau gak percaya lo tanya aja sama anak futsal. Mereka liat Reysha pingsan." sambung Bian.


"Tau dari mana lo kalau Reysha liat gue sama Mita di supermarket kemarin malam? Ada hubungan apa lo sama Reysha?" tanya Marvel yang mulai emosi.


"Bukan urusan lo" setelah itu Azzam pergi mencari Reysha.


Azzam menemukan Reysha yang sedang menangis ditaman sekolah. Ia tidak tega melihat gadis itu menangis, ingin rasanya Reysha mengatakan pada Reysha bahwa Marvel bukanlah cowok yang setia. Dulu Azzam pernah sekelas dengan Marvel dan ia cukup tau kalau cowo itu sering sekali mengganti pacar.


"Lo gak perlu nangis gitu." ujar Azzam yang baru saja duduk disamping Reysha.


"Lo pergi aja, gue lagi mau sendiri." balas Reysha sambil menghapus sisa air matanya.


Azzam mencoba berani menyentuh Reysha untuk menghapus air matanya. Dan kini tangannya berhasil menghapus air mata Reysha yang malah bertambah banyak setelah ia sentuh. "Lo jangan baik gini sama gue kak, gue jadi merasa bersalah hiks" ucapnya kembali menangis.


"Reysha" suara itu mampu membuat Reysha dan Azzam kaget dan langsung menoleh.


Reysha membuang muka saat Marvel menghampirinya. Cowok itu memberi tatapan pada Azzam agar segera pergi, Azzam yang mengerti akhirnya pergi meninggalkan mereka.


"Kamu jangan marah sama aku." bujuk Marvel sambil menggenggam Reysha.


"Aku nggak marah, cuma kecewa aja." ujar Reysha sambil menunduk.


"Aku minta maaf." ucap Marvel sambil memasang wajah memohon.


"Kamu janji gak bakal buat aku kecewa lagi?" tanya Reysha sambil mengangkat jari kelingkingnya.


Marvel menyatukan jari mereka "Aku janji" jawabnya.


"Kamu janji gak akan ninggalin aku lagi?" tanya Reysha.


"Aku janji"


"Jangan di ingkari ya?" Tanya Reysha lagi, Marvel mengangguk lalu memeluk Reysha.


"Siapa yang kunci kamu ditoilet?" tanya Marvel mulai membelokan perbincangan.


"Intan" jawab Reysha singkat.


Marvel menghela nafas "Maafin aku karena kemarin gak ada pas kamu butuh pertolongan." ucap Marvel.


"Ga masalah, kamu bisa jelasin siapa Mita?" tanya Reysha penasaran.


"Dia sahabat aku dari kecil, jadi kamu jangan cemburuan ya?" Jawab sekaligus tanya Marvel.


"Cemburu itu wajar Vel, jadi kamu jangan salahin aku kalau aku cemburuan." balas Reysha yang kesal kembali.


"Ya udah kamu ceria lagi dong" ucap Marvel lalu menarik sudut bibir Reysha agar terseyum.


"Nah gitu kan cantik" katanya sambil mengacak rambut Reysha


******


Reysha menutupi wajahnya karna sinar matahari begitu menyengat kulitnya. Ia menghentakan kakinya kesal, kalau begini bisa hitam kulitnya.


"Kamu belum pulang?" Tanya seseorang dibelakangnya.


Reysha sedikit kaget karna Marvel membonceng Mita dibelakangnya. "Belum, kalian pulang bareng?" Tanya Reysha kesal.


"Iya, kita searah" jawab Mita.


Tatapan Reysha jatuh pada tangan Mita yang memeluk Marvel. "Tapi gak usah pelukan segala kan?" Sinis Reysha sambil memutar bola matanya.


"Takut jatuh, aku mau ngebut. Duluan ya" ucap Marvel berlalu begitu saja.


"Ih jahat banget" guman Reysha dengan mata yang berkaca-kaca.


******


Saat namanya dipanggil Reysha maju dan bertepatan dengan kelas 12 yang masuk, karna jadwal olahraga mereka sama. Saat Pak Joko memberi intruksi, Reysha disenggol oleh seseorang hingga masuk kedalam kolam renang yang termaksud dalam itu, karna jarak antara dua kolam itu tidak jauh.


Byurr...


Semua orang yang berada disana terpekik kaget. Reysha yang tidak bisa berenang pun meminta pertolongan. Dengan sigap seseorang masuk kedalam kolam itu untuk menolong Reysha.


Marvel menarik lengan Reysha lalu memeluk tubuh gadis itu dan membawanya ke permukaan. Semua menghela nafas lega, untung saja Reysha tidak pingsan. "Maaf Reysha gue gak sengaja nyenggol lo" ucap Mita pada Reysha yang sedang menangis.


Sasa datang dan mendorong bahu Mita "lo sengaja, gue tau itu" sinis Sasa.


"Munafik lo" ketus Cika.


"Jangan pegang-pegang sahabat gue." ucap Syifa lalu mendorong tubuh Marvel agar melepaskan Reysha.


"Sudah-sudah, kalian lanjutkan kembali. Reysha silahkan ke uks" ucap Pak Joko.


"Pak kita yang antar ya?" Tanya Sasa dan diangguki oleh Pak Joko. Setelah itu mereka membawa Reysha ke toilet dulu untuk mengganti bajunya yang basah.


"Marvel aku gak sengaja." ucap Mita sedih.


"Aku tau, ya udah kita baris" balas Marvel lalu menarik lengan Mita menuju barisan.


*****


Malamnya Reysha sudah siap dengan dress indah selutut. Ia merias dirinya secantik mungkin. Azzam yang melihat itu pun tau, pasti Reysha akan keluar bersama pacarnya.


"Gue izin keluar ya?" Tanya Reysha.


"Mau gue anter?" Tanya Azzam dan Reysha terseyum canggung.


"Em...boleh deh" jawabnya. Setelah itu Azzam mengambil kunci mobilnya.


"Eh mau kemana kalian" tanya Marisa penasaran dengan senyum jahil.


"Mau keluar dulu bun sebentar" jawab Reysha seraya terseyum. Kemarin ibu mertuanya itu baru saja pulang dari luar kota.


"Ya udah hati-hati ya" ucap Marisa.


Di perjalanan hanya ada keheningan. Azzam maupun Reysha tidak ada yang membuka suara hingga mereka sampai di depan cafe. "Makasih ya, nanti kalau pulang gue kabarin" ucap Reysha, Azzam hanya mengangguk.


"Hati-hati" guman Reysha setelah Azzam melajukan mobilnya.


Resha masuk kedalam Cafe, ia tidak tau mau duduk dimana karena Marvel belum datang. Mungkin cowo itu belum memesan tempat, jadi Reysha hanya duduk disalah satu kursi yang kosong.


Sambil menunggu Marvel, Reysha memainkan ponselnya. Sampai ada seseorang yang menyapanya "hai"


"Hai" balas Reysha, itu Marvel yang datang bersama Mita?


"Kok kamu sama dia?" Tanya Reysha tak suka.


"Tadi ketemu di jalan, dia abis dari toko buku. Ya udah aku ajak aja sekalian." jawab Marvel.


"Oh" balas Reysha jutek.


"Mbak" panggil Marvel pada salah satu pelayan cafe.


Pelayan cafe itu datang dengan buku menu. "Kamu mau pesen apa?" Tanya Marvel pada Reysha.


"Samain aja kaya kamu" jawabnya dengan nada sangat jutek.


"Kalau kamu?" Tanya Marvel pada Mita.


"Chocolate" jawab Mita


Setelah memesan makanan keadaan menjadi canggung. Rasanya Reysha ingin menangis karna Mita menganggu acara makan malamnya. Wanita itu sangat tidak tau malu!!


"Aku punya sesuatu buat kamu" ucap Marvel sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi kalung.


"Selamat anniversary sayang." kata Marvel sambil memasangkan kalung itu pada Reysha.


"Selamat anniversary juga sayang" balas Reysha seraya terseyum tipis. "Makasih ya"


"Iya" balas Marvel sambil mengelus pipi Reysha. Dan disini Mita berasa menjadi pelakor dan patung yang hanya menghiasi tempat itu.


Pesanan datang dan Marvel menawarkan kembali makanan kepada Alya "Beneran gak mau pesen makan?" Tanya Marvel.


"Ngga Vel, lo tau kan gue lagi diet" jawab Mita sedikit kesal.


"Haha iya lo kan gendutan sekarang" ejek Marvel.


"Ih kok gitu, enggak kok" ucap Mita kesal sambil melihat tubuhnya yang sedikit berisi sekarang.


Reysha menguatkan pegangannya pada Sendok dan garpu. Rasanya sangat panas saat kedua sahabat itu bercanda bersama, kini Marvel mengabaikan Reysha lagi.


"Aku ke toilet dulu ya" ucap Mita.


"Kamu kenapa sih harus ajak dia?" Tanya Reysha sedih sambil menunduk menatap makanan nya yang sudah tidak berselera.


"Kamu cemburu?" Tanya Marvel.


"Kamu tau itu." jawab Reysha.


"Jangan gitu lah yang." ucap Marvel yang melihat wajah Reysha mulai bete.


"Apaan kamu yang jangan begitu." balas Reysha ketus sedikit meninggikan suaranya.


"Jangan gitu lah, malu yang diliatin" ucap Marvel


"Kamu yang malu-maluin."


"Ya udah lah jangan marah-marah, jangan cemburuan" kata Marvel lagi.


"Mikir dong, kalau gini terus gue mau putus sama lo." ketus Reysha.


"Kok kamu gitu, kamu childs tau nggak."


"Terserah pokoknya kita putus." ujar Reysha keluar dari tempat itu.


Reysha menangis sesegukan di pelukan Azzam. Ternyata cowok itu melihat semua yang terjadi pada Reysha dan Marvel. Azzam tidak pulang saat mengantar Reysha, ia balik lagi setelah Reysha masuk kedalam cafe.


Dengan lembut Azzam mengusap rambut Reysha, sesekali menepuknya agar gadis itu tenang. "Hiks...dia jahat" ucap Reysha merengek seperti anak kecil.


Azzam melepas pelukannya lalu menatap Reysha. "Lupain dia" kata Azzam sambil menghapus air mata Reysha dengan kedua tangannya.


"Pasti, gue pasti lupain dia kok" balas Reysha kemudian menangis lagi.


"Udah jangan nangis, nanti mata lo bengkak. Ayo senyum." ucap Azzam sambil membenarkan poni Reysha.


Reysha menatap Azzam dengan mata yang berkaca-kaca, lalu kembali memeluk cowok itu. "Biarin gini dulu, bentar aja." katanya sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Azzam.


Mereka berdua ada disebuah taman kota, tidak mungkin Azzam membawa Reysha pulang dengan keadaan seperti itu. Make up Reysha sudah sedikit luntur, gadis itu melepas pelukannya lalu mengusap air matanya. Ia mengaca di kaca ponselnya sambil merapihkan rambutnya.


"Gue nggak boleh nangisi cowok kaya dia." ucap Reysha setelah itu menghela nafas dan tersenyum.


"Ayo pulang" ajak Reysha.


Azzam tersenyum kecil saat melihat Reysha sedikit ceria, walaupun ia tau bahwa hati gadis itu masih terasa sakit. Satu berpacaran hanyalah waktu yang singkat bagi Reysha, tidak butuh waktu lama untuk melupakan cowok seperti Marvel. Azzam akan membantu Reysha untuk melupakannya.


Tepat pukul sepuluh Reysha dan Azzam sampai dirumah. Kedua orang tuanya sudah tidak terlihat, mungkin mereka sudah tidur. Mereka berdua pergi ke kamar dengan langkah yang sejajar, setelah sampai Azzam langsung membuka pintunya.


"Gue ganti baju dulu." ucap Reysha lalu pergi ke kamar mandi sambil membawa baju ganti.


Azzam melepas sweaternya lalu menyalakan AC. Tak lama kemudian Reysha sudah mengganti bajunya dengan sebuah piama berwarna maron yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Azzam menggeser duduknya agar Reysha segera tidur dan tidak memikirkan hal yang membuatnya sakit hati.


Tak butuh waktu lama bagi Reysha untuk tertidur pulas. Azzam sudah mendengar gadis itu mendengkur kecil, tanpa disadari Azzam pun. mengukir senyuman.