Until the End

Until the End
kekhawatiran Rey



Rey memasuki kamar Safira dengan pikiran-pikiran yang takut, apakah ini akhir dari segalanya.


Akhir dari kisahnya dengan Alesha dan ia harus memulai hidup baru dan bahagia bersama Safira.


Apakah Safira bisa melawan penyakit yang bersarang di tubuhnya, Alesha mengorbankan dirinya untuk Rey, ia akan menjaga Safira hingga sembuh dan setelahnya ia akan pergi dari kehidupannya.


"Mas" panggil Safira membuyarkan lamunan Rey.


"Kenapa? Ada yang sakit." tanya Rey mengusap kepala Safira.


Safira menggeleng, ia menarik Rey agar berbaring di sampingnya." Nggak, cuma mau gini aja sama Mas Rey sampe pagi boleh ya?" pinta Safira.


"Boleh sayang, biasanya juga boleh-boleh aja." jawab Rey mengecup singkat kening Safira.


Rey mendekap erat tubuh kurus Safira, kemana saja ia selama ini sampai banyak hal yang tidak ia ketahui.


Mulai dari drama ibunya dan Safira, sampai kenyataan bahwa Safira memiliki penyakit leukimia.


Apa Safira sengaja menyuruhnya menikah lagi sebab dia tau jika Alesha adalah gadis kecil Rey kala itu, dan dengan itu Safira tidak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan di masa lalu.


Berbohong untuk mendapatkan Rey, setelah mendapatkannya dia malah menyuruh Rey menikahi Alesha, Rey bukan barang yang bisa di oper sana sini, Rey punya perasaan.


Ia mulai ragu akan perasaannya saat ini, siapa sebenarnya Rey yang dulu, ia ingin mengingat dirinya sebelum mengalami amnesia.


Di tempat lain Alesha sedang duduk di depan jendela kamarnya, ia memandang gelapnya malam yang mampu membuatnya tenang.


"Keputusan aku emang tepat, aku gak mau menyakiti hati bunda dan Mba Safira, ku mohon takdir, biarkan aku bersatu dengan bunda Maura. Aku ingin berada di dekapannya, mengadu keluh kesal ku selama ini." lirih Alesha memejamkan matanya.


Alesha memegangi perutnya yang terasa keram, rasanya sakit dan dia hanya bisa merasakannya sendirian.


Rumit memang, Safira mencintai Rey, Rey mencintai Alesha,tetapi Alesha mencintai Alvin. pemenangnya adalah Alvin membawa cinta Alesha tanpa harus di minta.


Cinta pertama adalah cinta yang sama sekali gak akan hilang dari kenangan setiap orang. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali merasakan cemburu, pertama kali patah hati, semuanya serba pertama, dan Rey merasakan itu kepada Alesha waktu masih remaja. akan tetapi Alesha yang masih belum mengerti apa-apa waktu itu tidak mengerti Rey.


Alesha menganggap cinta pertamanya adalah Alvin yang selama ini selalu ada untuknya menemani suka suka Alesha semasa sekolah. Alesha seolah menutup mata dengan orang-orang di sekitarnya jika menyangkut cinta.


bahkan Kaivan sahabatnya pun dia abaikan saat mengatakan cinta pada Alesha.


cinta pertama menjadi satu hal yang sangat sulit untuk dilupakan.


cinta pertama tidak hanya mengingatkan pada kegembiraan, namun juga perasaan takut karena pada saat itulah Anda merasakan sesuatu yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya.


Perlu diingat bahwa hanya karena cinta pertama sulit dilupakan, bukan berarti itu adalah cinta sejati yang Anda miliki.


Rey yang merasakan gelisah dengan keadaan Alesha meminta ijin kepada Safira untuk menengok Alesha sebentar.


Rey terkejut saat melihat wajah pucat Alesha dan tubuh yang terbaring lemah di atas ranjang.


"kamu kenapa sayang?" tanya Rey panik.


"aku nggak papa Mas,mungkin cuma capek aja." lirih Alesha mengeratkan selimutnya.


"Mas temenin ya"


"nggak usah, hari ini jatah Mba Safira."


"Mas nemenin kamu sampai tidur, setelah itu mas balik lagi ke kamar Fira." ujar Rey diangguki Alesha.