Until the End

Until the End
Pernikahan atau awal kekecewaan



“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Rey Prayoga bin


Aldi Airlangga dengan anak saya Alesha Prasetia dengan maskawinnya berupa uang 10 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar Tunai.”


"Saya terima nikah dan kawinnya Alesha Prasetia binti Bimo Prasetia dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"


"Gimana para saksi sah?"


"SAH"


Rey memejamkan matanya kala kata sah menggema di telinganya, Safira tersenyum haru akhirnya impian semua orang akan terwujud dengan adanya pernikahan ini.


Ira tersenyum bahagia kala putranya akan menjadi seorang lelaki yang sesungguhnya dan akan menjadi seorang ayah suatu saat kelak, sedangkan Kinan dan Danu tersenyum simpul, ia menatap iba pada Safira yang terlihat begitu tegar.


Bimo dan Alan tak kalah bahagia, princess satu-satunya dikeluarga mereka akan mendapatkan jati diri sesungguhnya walau mungkin ini akan berat kedepannya.


Disisi lain Mega tengah menemani putrinya yang menangis di dalam kamar ketika kata sah terucap.


"Selamat ya sayang sekarang kamu udah sah menjadi seorang istri" ujar Mega mencium puncak kepala Alesha sembari menangis haru.


"Bunda-- Alesha b-belum siap" cicit Alesha


"Sayang, bunda yakin kamu pasti bisa menjalankan semua ini, turuti apa kemauan suami,dengarkan segala ucapannya dan jangan sekali-kali kamu berteriak kepadanya, sesungguhnya seorang istri harus patuh dan berbicara dengan nada rendah pada suami"


"Suatu saat jangan pernah mengeluh ketika kehidupan dilanda musibah, karena dengan musibah tersebut kita bisa belajar apa kuat dari cobaan,jagalah harta dan kehormatannya beserta keluarganya"


Nasihat bunda sebelum beranjak keluar kamar meninggalkan aku sendiri di dalam kamar menunggu pria yang sudah menjadi suamiku itu menjemput ku agar turun.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat jantung Alesha hampir melompat, ia merasa gugup kala akan melihat tampang wajah suaminya itu.


"M-masuk" ujar Alesha terbata-bata


Cklek!


Pintu terbuka menampilkan sosok pria bertubuh tinggi berdiri di ambang pintu, Alesha langsung menunduk takut-takut melihat wajah pria tersebut.


Rey melangkahkan kaki mendekati istrinya.


"Assalamualaikum" salam Rey ketika berada dihadapan Alesha.


"Waalaikumsalam" jawab Alesha mendongakkan kepalanya.


Deg


Seketika detak jantung Alesha rasanya berhenti untuk sesaat, apa ia sedang berhalusinasi, sedangkan Rey juga tak kalah terkejutnya mendapati seorang perempuan yang sudah menjadi istrinya tersebut.


"P-pak Rey"


"Alesha" ucap mereka bersamaan.


"J-jadi bapak yang jadi suami Asha?" tanya Alesha ragu-ragu


"K-kalau kamu yang j-jadi mempelai wanitanya berarti saya mempelai pria dan kamu sekarang sudah menjadi istri saya" gugup Rey


"A-apa bapak nggak tau kalau Asha yang akan menikah?" tanya Alesha dibalas gelengan oleh Rey.


Rey maju selangkah ke hadapan Alesha dan menyodorkan tangannya membuat Alesha bingung.


"Salam" ujar Rey


Alesha langsung mencium punggung tangan Rey, dan Rey memegang ubun-ubun istrinya seraya membacakan doa.


Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


"Ayo turun, pasti mereka semua sudah menunggu" ujar Rey menarik lembut tangan Alesha agar ikut turun bersamanya.


Alesha menuruni tangga dengan digandeng Rey, ia langsung disambut hangat oleh Ira dan Kinan selaku ibu mertua dan kakak iparnya.


"Alhamdulillah selamat ya sayang, sekarang kamu sudah menjadi menantu ibu" ucap Ira memeluk Alesha, sedangkan Alesha hanya tersenyum canggung karena pertama kali bertemu dengan Ira.


"Iya makasih bu"


"Semangat ya sha, semoga rumah tangga kalian langgeng sampe maut memisahkan" ujar Kinan ikut memeluk Alesha.


"Aamiin mba"


Alesha mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan, ia ingin bertemu dengan kakak madunya yang telah berbaik hati berbagi suami.


"Selamat ya dek, Abang gak nyangka kamu nikah duluan, ashanya abang harus nurut sama semua perkataan suami ya, jangan jadi istri durhaka melawan perintah suami" ujar Alan mencium pucuk kepala adiknya.


Bimo memalingkan wajahnya menahan tangis, putri kecilnya yang dulu selalu merengek meminta digendong sekarang sudah mempunyai suami, dan sekarang ashanya keluarga Prasetia sudah bukan tanggung jawabnya lagi.


"A-ayah" cicit Alesha


Alesha langsung berlari menabrak tubuh Bimo untuk menumpahkan rasa sedihnya, Bimo mendekap erat tubuh putri sematawayangnya.


"Sayang, putri ayah, ayah bahagia sekarang kamu sudah menikah, ayah sangat sayang sama kamu nak, tapi sekarang kamu bukan tanggungjawab ayah lagi, sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu, ayah hanya ingin berpesan, belajarlah menjadi istri yang Sholehah yang bisa membanggakan keluarga, ayah juga berharap kamu ikhlas menjalani ini semua, ikhlas berbagi, jangan saling cemburu dengan kakak madu kamu, tapi ayah harap kamu bahagia, kamu harus ingat suamimu bukan hanya milikmu saja jadi maklumilah dan hormatilah suamimu dan istri pertamanya" pesan Bimo


Alesha menangis sesenggukan, ia pun berharap bisa menjadi apa yang ayahnya inginkan, ia berharap bisa membahagiakan keluarganya kelak.


"Udah dong sayang jangan nangis lagi" ujar Mega mengusap bahu putrinya.


"Dimana istri pertama pak Rey" tanya Alesha setelah cukup tenang.


Safira yang tidak sengaja mendengar ucapan seorang wanita langsung menghampiri mereka semua.


"Itu Safira Khumaira istri pertama saya" ujar Rey memperkenalkan istri pertamanya.


Alesha langsung memeluk erat tubuh Safira, ia menangis sambil mengucapkan kata maaf untuk Safira karena telah merebut kebahagiaannya.


"M-maafin Asha mba hiks hiks, Asha udah ngrebut kebahagiaan mba hiks hiks" tangis Alesha


"Syutttt....kamu gak merebut Al, justru kamu membawa kebahagiaan kepada keluarga saya yang sekarang sudah menjadi keluarga kamu juga, inget Al kamu bukan perebut, ini semua murni kemauan mba selain amanah tersebut" ujar Safira menenangkan Alesha.


"Jangan nangis lagi dong nanti mas Rey malam ini aku rebut kalau kamu masih nangis, kan gak lucu pengantin wanita dandanannya luntur" seru Safira membuat Alesha tersipu.


"Ya udah gih kamu istirahat ya, mba mau pulang dulu ini kan udah hampir sore"


"Kenapa mba nggak nginep aja disini, nanti temenin Asha tidur" ujar Alesha dengan tampang polosnya.


Bimo dan Mega terkekeh pelan oleh tingkah putrinya, bisa-bisanya disaat malam pertama ia malah mengajak madunya tidur bersama. Tapi maklum saja remaja berusia 18 tahun itu masih belum mengerti apa-apa.


"Lo polos atau pura-pura polos sih dek, ya kali lo mau main bertiga" ujar Alan menoyor pelan kepala adiknya.


"Ish apaan sih bang, kan tadi mba saf nyuruh Asha tidur, ya udah kenapa gak bareng aja" Alan yang mendengar jawaban adeknya langsung menepuk jidat.


"Serah lo dek"


Ira mendekati menantunya.


"Sayang, ini kan malam bahagia kalian sebagai pasangan suami istri jadi lebih baik kalian berdua disini dulu biar nanti Safira pulang kerumahnya, kamu gak mau kan cepet-cepet pindah dari rumah ini?"


"Kenapa harus pindah bu?"


"Karena kamu akan tinggal bersama suami kamu, tapi malam ini kamu disini dulu ya sayang, nikmati waktu kamu bersama keluarga dan juga suami kamu" ujar Ira


Sejujurnya Alesha bukan sepolos itu, ia mengerti akan yang dimaksud keluarganya karena pergaulan Asha yang cukup bebas hingga memiliki teman-teman pria yang memiliki otak mesum, tapi ia berusaha sebisa mungkin agar terlihat polos didepan keluarganya, sebab ia malu jika mereka mengetahui dirinya tidak polos.