
Haidar memang banyak disukai banyak teman sekelasnya, walaupun masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, pasalnya karena banyak menerima penghargaan membuat banyak temannya yang suka sekaligus iri terhadap Haidar.
"Haidar, ini aku bawain makanan buat kamu." ucap seorang gadis bernama Bella.
"Makasih Bella, tapi kamu makan sendiri aja, aku mau makan bekal dari Mama aku, maaf ya." ujar Haidar menolak halus pemberian Bella membuat gadis itu menunduk kecewa.
"Tolong terima ya, aku udah susah-susah masak bawa bekal buat kamu." ucap Bella.
"Maaf Bella, Mama aku juga udah susah-susah masakin buat aku, dia udah sempatkan bawain bekal padahal dia juga sibuk di butiknya, jadi aku mohon mengerti, kamu kasih aja ke orang lain." setelah mengatakan itu Haidar pun pergi meninggalkan Bella sendirian.
Haidar berjalan menuju perpustakaan, ia disana mencari kesunyian lalu mengeluarkan Al-Qur'an kecil dari saku bajunya. Setiap hari Haidar akan selalu menyempatkan membaca ayat suci Al-Quran. Rey dan Alesha selalu berusaha untuk membimbing putranya untuk menjadi pemimpin yang hebat dimasa depan untuk keluarganya.
Walaupun begitu, Rey dan Alesha juga selalu mengajarkan Reysha untuk menjadi wanita saliha, tapi semuanya balik lagi kepada diri kita sendiri untuk mau menjadi apa.
"Assalamualaikum Haidar." salam Nesa gadis cantik yang selalu memakai kerudung panjang kebesaran disekolah.
"Wa'alaikumussalam, ada apa ya?" tanya Haidar tetapi tidak menatap wajah Nesa.
"Bisa minggir sebentar? aku mau ambil buku disitu." ujar Nesa.
"Oh maaf, kalau gitu aku pamit, assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh." jawab Nesa.
Nesa Diana adalah putri dari Friza dan Ainun. Friza sendiri adalah sahabat Alesha sewaktu masih sekolah SMA.
Nesa dikenal sebagai sosok gadis alim, bahkan banyak teman yang memusuhi gadis itu lantaran dianggapnya sebagai gadis sok suci. Ia tidak marah dianggap seperti itu, sebab ibunya selalu mengajarkan Nesa untuk bersabar. Bahkan Friza yang terkenal urakan mampu Ainun rubah menjadi sosok suami dan ayah yang baik bagi keluarganya.
Setelah bel pulang sekolah, Haidar langsung menuju angkutan umum untuk pulang ke rumah, ia hari ini ada les mengaji yang dilaksanakan pada sore hari, sebab pada malam hari ia akan fokus untuk belajar kenaikan kelas.
"Assalamualaikum Ma." salam Haidar saat melihat mamanya sedang duduk di ruang tamu.
"Wa'alaikumussalam, sini sayang." ajak Alesha kemudian Haidar menyalami tangan orang tuanya.
"Gimana sama sekolahnya hari ini, lancar?" tanya Alesha mengusap lembut rambut Haidar.
"Lancar Ma, makan bekal yang dibuatin Mama juga lancar hehe." ucap Haidar menampilkan senyum manisnya.
"Nggak kerasa ya anak-anak Mama udah besar, perasaan dulu kalian masih belajar jalan, umur Mama semakin hari semakin tua." ujar Alesha terkekeh pelan.
"Terimakasih karena Mama udah sabar merawat aku, terimakasih juga karena Mama mau melahirkan aku dan menyayangi aku setulus hati, aku sayang Mama, I love you Ma." kata Haidar memeluk tubuh Mamanya.
"I love you too my son"
"Apa ini sayang-sayangan, Mama mah sayangnya Papa." ujar Rey yang baru saja memasuki rumah.
"Sayangnya Papa lah, kan dia istrinya Papa."
"Udah-udah, semuanya sayangnya Mama, sini peluk." Haidar dan Rey kompak langsung memeluk Alesha dengan erat.
"Terimakasih karena sudah menjadi istri, dan ibu yang baik, aku berharap keluarga kita akan seterusnya kaya gini." Rey mencium pipi kiri Alesha dan Haidar mencium pipi kiri mamanya.
Sebab kebahagiaan ini akan selalu berkorelasi dengan kebahagiaan diri.
Namun untuk memperolehnya dibutuhkan sebuah perjuangan dan kerja keras.
Tidak semudah itu menciptakan keluarga yang bahagia dan rukun di masyarakat.
Maka dari itu, jika ingin menciptakan kebahagiaan untuk keluarga kecil yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik, saling bertukar cerita, meluangkan waktu untuk makan bersama,menghabiskan liburan bersama.
Dan keluarga kecil Alesha sudah melalui itu semua.
"Udah yuk makan, tadi Mama udah masak buat kalian, kalian bersih-bersih dulu sana."
"Siap ibu negara." ucap keduanya lalu bergegas memasuki kamar masing-masing.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi yang menandakan ada tamu yang berkunjung ke rumah Alesha.
"Assalamualaikum Bu." salam Rangga guru mengaji Haidar.
"Wa'alaikumussalam, mari masuk, kita makan sama-sama ya." ajak Alesha.
"Nggak usah Bu," jawab Angga dengan sopan.
"Nggak ada penolakan oke, kita ini keluarga juga kan, jadi mari." Rangga pun terpaksa masuk dan mengikuti Alesha menuju ruang makan.
Sejujurnya Rangga canggung dengan semua kebaikan keluarga ini, ia bersyukur juga karena ayahnya dikelilingi keluarga baik salah satunya keluarga Haidar.
"Gimana sama keadaan ayah kamu? apa dia udah mendingan?" tanya Alesha menata semua piring.
"Alhamdulillah baik Bu, tapi masih harus dirawat di rumah sakit."
"Kenapa nggak ngomong? nanti kita jenguk ayah kamu, kamu juga kenapa kesini,seharusnya jagain ayah di rumah sakit."
"Kalau saya jagain ayah nanti saya korupsi waktu, saya udah digaji tapi tidak melaksanakan pekerjaan."
"Bukan gitu, selagi kamu ngomong kita nggak masalah, kita ngerti keadaan kamu, nanti sehabis makan kita jenguk yah." sahut Rey yang berjalan ke arah meja makan diikuti Haidar.