
Kabar buruk menghampiri keluarga Prayoga dimana Safira telah menghembuskan nafas terakhirnya saat sedang melakukan pengobatan di luar negri.
Mega tentu langsung menangis histeris kala tau anaknya telah tiada, bahkan ia sempat berkali-kali pingsan tak kuasa menerima kenyataan.
Alesha pun tak jauh berbeda dengan Mega, ia yang masih lemas karena baru saja melahirkan harus merasakan sedih yang mendalam.
Tak lama kemudian Jenazah Safira sudah sampai di rumah duka, baik kerabat atau teman-teman dekat mereka sudah berkumpul di rumah Rey.
Mega langsung pingsan, Alesha dan Ira menghampiri jasad Safira yang sudah terbujur kaku dan badan yang kurus.
"Mba, Mba pasti becanda kan, Mba janji bakal jaga anak aku tapi Mba malah ninggalin aku." lirih Alesha memeluk tubuh madunya.
Tidak ada seorang pun yang bisa menghindar dari kematian yang sudah ditakdirkan Allah SWT. Kematian tidak memandang usia, jabatan, paras, waktu, dan lain sebagainya.
Tak ada yang abadi di dunia ini. Kematian adalah sebuah kepastian yang pasti menghampiri setiap manusia. Dunia ini hanya tempat persinggahan untuk menuju rumah di akhirat.
Perlu disadari bahwa kehidupan di akhirat adalah abadi. Pada hakikatnya, makin hari kita makin menjauh dari alam dunia untuk menuju alam akhirat.
Keyakinan ini harus ditanamkan sejak dini agar manusia bisa menyiapkan kehidupannya dengan baik.
kematian bisa menjadi pengingat sederhana yang mengharapkan kita untuk menyiapkan bekal saat menghadap Sang Pencipta.
Kematian bisa datang secara tiba-tiba dan amalan-amalanlah yang dapat membantu kita kelak ketika sudah tidak ada di dunia.
"Maafin semua kesalahanku Mba, aku udah banyak salah sama Mba Safira." lirih Alesha sebelum kehilangan kesadarannya.
Rey yang hendak menggendong Alesha langsung di cegah Alan."Mending abang di sini aja, ini terakhir kalinya abang liat Mba Safira, masalah Alesha biar Alan yang nanganin."
******
Melepas kepergian orang yang kita sayang tentunya cukup sulit dan berat, tapi merelakan kepergiannya dengan penuh keikhlasan adalah cara terbaik yang dapat kalian lakukan.
Pertemuan dan perpisahan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dimana ketika ada pertemuan, maka kalian juga harus siap menerima terjadinya perpisahan.Perasaan sedih, kecewa tak terbendung lagi jika harus merelakan kepergian orang tersayang.
Merelakan kepergian seseorang tentunya jadi peristiwa terberat yang kalian terima sehingga memerlukan waktu untuk bisa melupakannya. Namun sayang, ikhlas bukan hal yang mudah dilakukan semua orang. Tahapan ikhlas itu tinggi, butuh mental kuat untuk itu. Terutama di tinggal oleh orang yang di cintai.
"Andai aku tau kamu akan meninggalkanku secepat ini mungkin aku akan berusaha membahagiakanmu di sisa-sisa hidup kamu Humaira." lirih Rey memegang bingkai foto dimana itu adalah foto pernikahannya dengan Safira.
"Sekarang hanya untaian doa yang bisa aku kirimkan, agar kamu senantiasa tenang bersama Sang Maha Kuasa."
Bagaimanapun, kematian adalah hukum alam yang tidak dapat dilawan. Manusia tidak diberi kesempatan untuk menawar, melainkan kekuatan untuk sabar.
"Hanya doa yang kini bisa menghapus rasa rindu padamu,Setiap kali aku merindukanmu, aku juga ingat betapa beruntungnya aku pernah menjadi suamimu, walau aku bukan yang terbaik untukmu.Dalam setiap langkahku dan dalam setiap doa-doaku ku selipkan namamu selalu."
Jangan lupa vote,like dan komen❤️