
Masa muda adalah momen banyak orang merasakan kebahagiaan. Mengenal satu sama lain, mempelajari banyak hal baru, dan mencoba berbagai pengalaman seru. Masa-masa muda juga sering dikaitkan dengan masa pencarian jati diri. Naik-turunnya fase ini akan memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidup. Nggak ada jaminan semua akan berjalan menyenangkan. Meski ada banyak rintangan, masa muda akan memberikan kenangan nggak akan terlupakan.
Berbeda dengan Azzam dan Reysha, masa remaja mereka harus terenggut gara-gara kesalahan pahaman konyol pihak sekolahnya.
Kini Reysha tengah berada di dalam kelas,sedangkan Azzam dan teman temannya sudah dipastikan sedang latihan di lapangan. Namun Reysha tiba tiba merasa lemas dan kepalanya mendadak pening.
"Lo kenapa, Sa?" tanya Cika yang kini duduk di bangku sebelah Reysha
"Kepala gue sedikit pusing, Cik." ujar Reysha merebahkan kepalanya di atas meja.
"Kalo lo sakit,mending gue anterin ke UKS aja deh." ajak Cika.
"Tanggung bentar lagi juga istirahat."
Kring kring kring
Bel istirahat berbunyi, semua murid berbondong bondong pergi keluar kelas.
"Kita ke kantin ya ra,lo pasti belum makan." ajak Cika.
"Nggak mau gue males." tolak Reysha menggelengkan kepalanya.
"Lo tuh harus makan, nanti Mama khawatir sama lo." ucap Cika sambil berkacak pinggang.
"Nggak deh, lo pergi aja bareng Sasa sama Syifa."
"Ya udah lo mau nitip makanan nggak?" tanya Syifa.
"Gak usah,"
"Ya udah kita duluan ya sa."
"Hm"
Kelas Reysha kini benar-benar kosong dan membuat Reysha sedikit tenang untuk tidur sebentar agar rasa pusingnya sedikit menghilang.
Tiba-tiba Reysha merasakan ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya membuat ia mendongakkan kepala menatap orang yang melingkarkan tangannya di pinggang Reysha.
"Lo kebiasaan banget sih bikin gue kaget mulu." gerutu Reysha.
"Kenapa lo gak ke kantin." tanya Azzam menatap manik mata Reysha.
"Kepala gue pusing,makannya gue gak ke kantin." keluh Reysha sambil memegangi kepalanya.
"Kenapa gak chat gue sih," kata Azzam menatap datar Reysha.
"Lupa" jawab Reysha dengan malas.
"Nih gue bawa roti sama minuman buat lo." ucap Azzam menyerahkan satu buah roti dan air mineral.
"Gue gak nafsu makan." tolak Reysha.
"Cepet makan."
"Lo tuli? Gue bilang gak mau." ketus Reysha menelungkupkan kembali wajahnya di atas meja.
"Makan atau gue cium." ancaman Azzam membuat Reysha membulatkan matanya dan menghembuskan nafas kasar, ia memakan roti yang dibawa Azzam dengan sangat amat terpaksa.
"Reysha" panggil Azzam.
"Kenapa?" tanya Reysha yang masih sibuk mengotak atik ponselnya.
"Lo mau punya anak bareng gue gak?" tanya Azzam tiba-tiba membuat Reysha mengernyitkan dahinya
"Gak"
"Ck! Ya udah ganti pertanyaan."
"Emang lo Tukul ya,yang suka nanya nanya."
"Gue serius sa."
"Ya udah cepetan nanya apa."
"Lo mau punya anak berapa?"
"2 cukup" jawab Reysha tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
"Dikit banget elah"
"Ya udah sedikasihnya aja"
"Kalo dikasihnya 11 gimana?" goda Azzam menaik turunkan alisnya.
"Gila kali ya lo" ucap Reysha menatap Azzam dengan tatapan tajam dan melemparkan bantal ke wajah Azzam.
"Kan lo sendiri yang bilang gitu sedikasihnya aja," ledek Azzam.
"Ya kalo suaminya Jung Jaehyun sih gue mau mau aja punya anak 11."
"Cih waras lo? Halu aja bangga." ujar Azzam melemparkan bantal hingga mengenai wajah Reysha.
"Lo kenapa nanya tentang anak aneh banget." heran Reysha karena Azzam tiba-tiba menanyakan perihal anak yang jelas-jelas tidak terpikirkan oleh Reysha.
"Ya nanya aja masa gak boleh,kita harus ngerencanain gimana kedepannya Sa."
"Gak usah di rencanain zam, kalo mau ke depan ya tinggal maju aja susah amat."
"Gini nih kalau punya istri gila, tertekan banget hidup gue."
"Kalau gue gila lo namanya apa, mau nikah sama orang gila?"
"Terpaksa elah."
"Serah"
Azzam langsung memeluk dan mencium pipi Reysha. "Lo ngapain sih Al, kesurupan?"
"Nggak, gue lagi bayangin aja kedepannya rumah kita rame, bakal ada bayi-bayi kecil yang ngisi rumah kita ra." ucap Azzam seolah-olah sedang membayangkan masa depannya dengan Reysha.
"Sekolah aja bolos mulu, bisa-bisa anak gue bodoh kaya bapaknya." cibir Reysha.
"Kalo gue bodoh lo tolol dong."