
Malam ini Reysha akan pindah ke rumah orang tua Azzam.
"Bonekanya gak usah dibawa sayang" ucap Alesha kesal melihat Reysha repot membawa bonekanya.
"Mama kan tau dari kecil Reysha nggak bisa tidur kalau nggak meluk sesuatu."
"Ya jangan boneka yang besar juga Reysha,malu sama mertua. Lagian kan udah ada Azzam tinggal peluk aja."
"Papa." adu Reysha kepada Rey, sedangkan Rey hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku keduanya.
"Ya udah nggak bawa, tapi kamar Kakak harus rapi terus ya." ujar Reysha.
"Yaudah sana, Azzam udah nungguin tuh" ucap Alesha.
"Mama, Papa doain Kakak supaya betah di sana ya." ujar Reysha memeluk kedua orang tuanya.
"Iya sayang hati-hati di jalan ya."
"Kakak bakal kangen sama adek bandel ini." ujar Reysha mengacak rambut Haidar.
"Jadi istri yang baik Kak." ujar Haidar.
"Kalau gitu Azzam pamit ya, Ma, Pa." ujar Azzam mencium kedua tangan mertuanya.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Setelah beberapa menit diperjalanan menuju rumah Azzam, akhirnya mereka berdua sampai. Keduanya disambut hangat oleh orang tua Azzam, Marisa terseyum manis kepada Reysha lalu memeluk gadis itu.
"Selamat datang sayang" ucap Maris dan Reysha hanya mengangguk.
"Ayo masuk" ajak Arkan, mereka semua masuk dengan sopir yang membawa koper Reysha.
"Kita langsung ke kamar aja" Ucap Azzam lalu pergi ke kamarnya disusul oleh Reysha.
"Reysha ke kamar dulu ya yah,bund" ucap Reysha
"Iya istirahat yang cukup sayang." ujar Marisa
"Hehe iya Bun, duluan ya" Ucapnya kembali.
Mereka berdua pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Azzam.
"Lah ini kamar apaan serem banget" ucap Reysha saat masuk kedalam kamar Azzam yang bernuansa hitam polos itu.
"Yang penting nyaman" balas Azzam acuh.
"Pokoknya nanti bakal gue dekor jadi warna pink." ucapnya sambil berkacak pinggang.
"Gak!!" Ketus Azzam.
"Dih, ini juga udah jadi kamar gue ya asal lo tau" cibirnya.
Azzam yang tak ingin berdebat pun akhirnya mengambil koper Reysha lalu meletakan koper itu diatas kasur "beresin baju lo" ucap Azzam
"Gak dibantuin nih?" tanya Reysha.
"Iya nanti gue bantuin taro" jawab Azzam.
Azzam menghela nafas lalu bangun dari duduknya untuk membantu Reysha meletakan baju kedalam lemari. Sepertinya Reysha tidak kuat untuk membereskan sekaligus baju malam ini, baru satu koper saja dirinya mulai lelah dan mengantuk.
"Hoammm" Reysha menguap sambil menutup mulutnya.
"Kalau ngantuk tidur aja, biar bi wati yang beresin" ucap Azzam.
"Beneran nih?" tanya Reysha dengan mata yang Sayu.
"Hm" jawab Azzam.
Reysha mengangguk dan naik keatas kasur milik Azam. Dalam beberapa detik Reysha sudah tertidur pulas, posisi tidur Reysha yang lucu membuat Azzam gemas melihatnya.
Azzam pun menutup pintu kamarnya, ia juga merasa sedikit lelah dan memilih untuk segera tidur. Setelah naik keatas kasur Azzam menyelimuti dirinya dan Reysha, dalam lima detik Azzam terpesona dengan wajah istrinya.
*****
Jam weeker sudah berdering sejak sepuluh menit yang lalu, suara bising itu tak mampu membuat kedua pasangan ini goyah akan nikmatnya alam mimpi. Selimut sudah tak tertata rapih, posisi merekapun sangat absrud saat ini. Reysha tertidur dengan kepala yang melewati pembatas kasur sedangkan Azzam tertidur dengan posisi melawan arah kasur.
Reysha mulai tak nyaman dengan posisinya, ia menggeliat seraya menguap. Ia merasakan nyeri pada lehernya karena posisi tidurnya yang tidak wajar. Reysha melirik jam yang berada di nakas, matanya langsung membulat sempurna.
"Mama kakak telat huaaa." teriaknya sambil bangun
Reysha menepuk keningnya saat melihat Saga "Astagfirullah gue udah punya suami ya? Zam bangun" panggil Reysha.
"Ishh kebo banget" Reysha memutuskan untuk mandi terlebih dulu, ia berlari menuju kamar mandi. Saat sampai didepan pintu dia menepuk kembali keningnya karena lupa membawa handuk. Reysha berlari untuk mengambil handuknya yang tergantung lalu kembali berlari menuju kamar mandi.
Setelah menghabiskan waktu sepuluh menit untuk mandi Reysha langsung membangunkan Azzam. Ternyata kakak kelasnya ini sangat susah untuk dibangunkan. Ketukan pintu membuat Reysha menoleh, ia langsung membuka pintu itu.
"Loh Azzam nya belum bangun?" tanya Marisa.
"Belum Bun, susah banget di banguninnya" jawab Reysha.
"Dia memang susah kalau dibangunin, kalian udah telat loh? Sepuluh menit lagi bel masuk, jewer aja dia, pasti bangun." ujar Marisa terkekeh pelan.
"Emang nggak papa bun? nanti kalau marah gimana" tanyanya polos.
"Bilang aja bunda yang suruh" ucap Diana "Bunda ke kantor dulu ya, jangan lupa sarapan."
"Iya Bun" jawab Reysha.
Reysha terkekeh membayangkan reaksi Azzam dengan tingkah jahilnya saat ia menarik bulu kakinya. Reysha tidak mau menjewer Azzam melainkan dengan wajah jahil ia menarik bulu kaki Azzam yang cukup lebat, ia meringis saat mendengar teriakan Azzam.
"Hehe maaf" kekeh Reysha sambil mengacungkan jari tengah dan telunjuknya membentuk V.
"Udah kesiangan, gue duluan ya bye" ucap Reysha kabur.
"Tunggu" panggil Azzam.
"Apa?" Tanyanya.
"Bareng" ucap Azzam sambil bangun.
"Ogahhhh, dah lah assalamualaikum" pamit Reysha , ia pun melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah.
"Udah tau telat kenapa harus buru-buru toh bakal kena hukum juga akhirnya" guman Azzam lalu beranjak dari kasur.