
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Happy reading!!!
Rey memegang amplop tersebut dengan tatapan tidak percaya.
"Kalian semua jahat" teriak Alesha menatap tajam Rey yang ada di depannya karena sudah tidak sanggup lagi menutupi kebenaran ini.
"Apa maksud kamu sha?"
"Kamu gak usah pura-pura bodoh Mas, kamu udah biarin penjahat hidup bebas dan berkeliaran dengan tenang"
"Aku gak ngerti maksud kamu sha"
"Safira Khumaira wanita yang berusia 23 tahun tersebut adalah pelaku tabrak lari seorang remaja yang bernama Alvin Alvian"
Deg!
Bagai ditusuk beribu jarum, jantung Rey berdegup dengan kencang mendengar penuturan istri keduanya.
"Dan lebih parahnya lagi, aku terjebak dalam ikatan pernikahan ini, dimana aku harus menjadi madu dari seseorang yang telah merenggut kebahagiaanku bersama Alvin" ujar Alesha
"K-kamu pasti bohong kan sha? Gak mungkin Safira yang menabraknya"
"Terserah kamu mau percaya atau nggak yang pasti aku benci sama kalian berdua"
"Pasti kamu mau jatuhin Safira, aku tau seluk beluk Safira dan aku juga udah kenal dia lama, dan kamu bilang dia nabrak Alvin, bukannya Alvin meninggal satu tahun yang lalu, sedangkan Safira sudah menikah denganku, jadi bagaimana bisa Safira pelaku korban tabrak lari itu tapi aku nggak tau"
Alesha mengepalkan kedua tangannya, tatapannya menajam menatap Rey di depannya.
"Untuk apa aku jatuhin mbak Safira sedangkan dari awal aku gak mau pernikahan ini terjadi" ucap Safira pergi meninggalkan Rey yang masih menatap ke depan dengan pandangan kosong.
Alesha berlari dengan air mata yang terus membasahi wajahnya, Alesha menyesal sungguh menyesal. Orang yang dia sayangi ternyata dia yang telah membunuh Alvin.
Sedangkan Safira yang baru saja pulang dari luar kota memasuki rumahnya dengan tatapan heran.
Ia melihat Rey yang tengah duduk bersandar di sofa dengan memejamkan kedua matanya.
"Assalamu'alaikum" salam Safira menghampiri Rey.
"Wa'alaikumussalam" jawab Rey membuka kedua matanya.
Safira hendak meraih tangan suaminya namun Rey langsung menepis kasar tangan Safira.
"Kamu kenapa Mas?"
"Apa benar kamu yang telah menabrak Alvin Alvian satu tahun yang lalu" tanya Rey langsung pada intinya.
Deg!
Badan Safira seketika menegang, lidahnya tampak kelu untuk menjawab iya ataupun tidak.
"M-maksud kamu apa Mas?" tanya Safira dengan gugup.
"JAWAB PERTANYAAN AKU SAFIRA" bentakan Rey mampu membuat mata Safira berkaca-kaca.
"M-maafin aku Mas, aku gak sengaja nabrak dia hiks hiks" ucap Safira yang akhirnya mengakui perbuatannya.
Mata Rey refleks memejam kala mendengar kejujuran Safira, tanpa terasa air matanya lolos begitu saja mengingat Alesha begitu mencintai Alvin dan cintanya harus terenggut walaupun itu takdir.
Rey berlari ke luar rumah, ia menaiki motornya dengan kecepatan tinggi mencari Alesha, Rey berniat pergi ke rumah Bimo, semoga saja Alesha berada di rumah orang tuanya.
*****
Dalam hadis riwayat Nasai No. 2356, Ahmad No. 21753, dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, disebutkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah saat di mana catatan amal setiap manusia akan dilaporkan kepada Allah SWT.
"Syaban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Syaban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa."
Tak hanya itu, momen tersebut juga menjadi istimewa karena merupakan malam dikabulkannya doa atau Lailah Al-Ijabah, seperti yang disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas.
"Lima malam tidak akan ditolak doa di dalamnya, Malam Jumat, Malam Pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Lailatul Qadar, malam hari raya Idul adha dan Idul fitri."
Di sisi lain, malam Nisfu Syaban juga menjadi saat di mana dosa-dosa orang mukmin diampuni, seperti yang dijelaskan dalam hadis riwayat Baihaqi.
"[Rahmat] Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian [kemunafikan]."
Oleh sebab itu, pada malam Nisfu Syaban ini, umat Islam pun dianjurkan untuk melakukan amalan sebanyak-banyaknya, seperti membaca doa, membaca dua kalimat syahadat, dan memperbanyak istigfar.
Tak sedikit pula yang membaca surat Yasin sebanyak tiga kali karena dalam hadis riwayat Tirmizi dikatakan, "Sungguh setiap sesuatu memiliki jantung, dan jantung Alquran adalah surah Yasin. Barangsiapa yang membacanya, niscaya Allah akan mencatat [pahala] untuknya [seperti pahala] membaca Alquran sebanyak 10 kali."
Alesha mendengarkan ceramah tersebut dengan baik tanpa memikirkan beban lainnya.
Lain halnya dengan Rey, sekarang ia sedang berada di kamar Alesha sambil berdoa supaya segera dipertemukan dengan Alesha.
Rey juga ingin menjelaskan jika mungkin Safira tidak sengaja melakukan kesalahan dan takut terkena pidana hingga akhirnya Safira memilih kabur.
Bukan, bukan Rey membela Safira, tetapi ia cukup mengerti situasi Safira saat itu pasti sedang panik.
"Alesha kamu dimana, Mas mau ketemu sama kamu, Mas mau minta maaf"
Ira yang tau permasalahan antara Rey, Alesha dan Safira langsung mengunjungi rumah anaknya. Sesampainya di sana ia langsung menyeret Safira dan menamparnya dengan keras.
Plak!
"Dasar gak tau diri, saya sudah muak melihat kamu, gara-gara kamu menantu saya pergi dari rumah ini, kamu itu tidak berguna, PEMBUNUH" ucap Ira menekankan kata pembunuh diakhir kalimat.
Air mata Safira langsung jatuh tanpa di minta, hatinya sakit kala Ira mengatakan dirinya pembunuh.
"Bukankah aku juga menantu ibu?"
Ira mencengkram pergelangan Safira dengan kuat.
"Saya tidak sudi mempunyai menantu sepertimu, dosa apa anak saya mempunya istri sepertimu"
"Ibu harus tau, jika Alvin masih hidup Alesha gak bakal mau nikah sama Mas Rey bu, udah jelas Alesha bakal lebih memilih Alvin daripada Mas Rey"
"Kalau itu terjadi, saya akan bahagia karena Alesha pun bahagia, saya tidak memaksa Alesha menjadi menantu saya tetapi Pak Bimo lah yang menyerahkan putrinya karena perjanjiannya"
"Dan asal kamu tau Safira, kamu aib terbesar di keluarga Prayoga, kamu tidak bisa memberikan keturunan dan kamu adalah seorang pembunuh"
"Bukankah kamu tau kesalahan kamu sangat besar, tapi selama itu kamu hidup tenang di atas penderitaan seseorang, keluarga Alvin terpuruk, dan Alesha hampir terkena gangguan mental" bentak Ira
Rey langsung berlari menuju sumber suara dimana Safira tengah menangis sambil bersimpuh sedangkan Ira berpegangan pada lemari dengan air mata yang mengalir.
"Ibu" ucap Rey menghampiri ibunya tanpa ada niat menghampiri Safira.
"Alesha bu" lirih Rey
"Cari dia sampai ketemu nak, ibu gak bakal maafin kamu kalau sampai sesuatu terjadi sama Alesha, kamu tau sebentar lagi acara resepsi kalian digelar"
Rey mengangguk meminta doa kepada ibunya agar dipermudah dalam mencari Alesha.
Bersambung.........