
Rey baru saja sampai mengantar Alesha ke butik miliknya.
"Udah sampai." ujar Rey menepikan mobilnya di depan butik yang bernama Alesha butique.
"Alhamdulillah, makasih ya Mas." jawab Alesha.
"Kok cuma makasih doang." ujar Rey menatap kagum wajah istrinya. Memang setiap hari Alesha mampu membuat Rey semakin kagum.
"Terus harus apa?" tanya Alesha mengerutkan keningnya.
"Cium." jawab Rey menunjukkan bibirnya dengan jari.
"Ish mesum! ini kan udah di depan butik Mas, takut ada yang liat." jawab Alesha.
"Nggak akan ada yang liat sayang, lagian kaca mobil Mas kam gelap." jawab Rey berusaha meyakinkan Alesha.
Alesha menghela nafasnya, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Rey dan menempelkan bibirnya kepada bibir suaminya.
Saat hendak melepaskan, Rey malah memperdalam ciumannya sambil menelusup kan tangannya di balik kerudung Rey agar bisa memegang leher istrinya secara langsung.
Siapa yang tidak akan terbuai jika diperlakukan dengan lembut, oleh karena itu Alesha hanya pasrah saja tanpa bisa mencegah.
tok tok tok
Tiba-tiba kaca mobil Rey ada yang mengetuk, mereka yang sedang dimabuk oleh nafsu pun langsung menghentikan kegiatannya.
"Ganggu banget sih." guman Rey.
"Mampus, Mbak Kinan Mas." ujar Alesha yang melihat Kinan sudah berdiri di luar mobil sambil bersedekap dada.
Rey pun dapat melihat jika tatapan Kinan seperti orang yang akan memangsa. Lalu Alesha langsung bergegas turun dan membiarkan Rey pergi.
"Ngapain sih nggak turun-turun, kalau mau mesra-mesraan ya di rumah aja Sha." ujar Kinan memutar bola matanya jengah.
"Kita nggak lagi ngapa-ngapain Mbak, gimana sama orang yang mau bikin baju hari ini, udah dateng?" tanya Alesha mengalihkan pembicaraan.
"Udah, dia udah nunggu di atas." jawab Kinan.
Desainer baju adalah salah satu profesi seseorang yang menciptakan desain unik serta gaya melalui penggunaan kain. Seorang desainer baju umumnya memiliki kreativitas yang tinggi karena dalam merancang sebuah baju dimulai dari membuat sketsa serta menggambar berbagai baju yang akan dibuat lalu menciptakannya menjadi baju yang dapat digunakan oleh banyak orang.
Desainer baju bertugas memvisualisasikan ide serta memproduksi desain dengan tangan atau menggunakan komputer. Desainer baju diminta untuk melakukan kerja sama dengan tim desain untuk mengembangkan produk yang akan dibuat
Desainer baju memastikan produk sesuai dengan pelanggan, pasar serta harga. Desainer baju mengadaptasi desain yang ada untuk dilakukan produksi secara massal. Desainer baju melakukan pengawasan terhadap kegiatan produksi. Desainer baju juga melakukan negosiasi dengan pelanggan serta para supplier.
Menjadi desainer tentunya tidak mudah, Alesha harus menguasai kemampuan artistik dan kreatifitas. Ia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi sangat berguna bagi desainer untuk mengembangkan produk-produk yang telah dirancang dan dibuat. Menjadi seorang desainer baju juga tidak lepas dengan bekerja secara tim, sehingga kemampuan komunikasi sangat penting untuk mendengarkan saran-saran dari anggota dalam tim
Kemampuan menjahit serta menggambar merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang desainer baju. Beberapa desainer baju pemula biasanya mengembangkan pengetahuan mereka seputar menjahit dan menggambar pola-pola baju. Pada awalnya, seorang desainer baju akan mempelajari lebih dalam seputar produksi desain serta mempelajari jenis dan sifat kain untuk membantu memilih bahan yang tepat untuk baju yang akan dibuat.
"Halo selamat pagi, Bu Putri ya?" tanya Alesha menjabat tangan wanita yang dipanggil putri.
"Pagi Bu Alesha." jawab Putri.
"Oke silahkan duduk." ucap Alesha.
"Jadi gini bu Alesha, saya mau ibu mendesainkan baju pernikahan untuk saya dan suami."
"Bisa, desain seperti apa yang diinginkan?" tanya Alesha.
"Saya ingin gaun pernikahan yang syar'i, maksudnya gaun yang tertutup dengan tampilan yang sederhana namun terkesan elegan, saya juga mau baju tersebut berwarna putih yang memiliki Payet keabuan." jelas Putri.
"Bisa, Mbak boleh ikuti Bu Kinan untuk mengukur bahan terlebih dahulu, nanti beliau yang akan mengatur semuanya dan saya tinggal mendesain kemauan anda."
Putri pun mengikuti Kinan, sedangkan Alesha sibuk dengan gawainya karena ada beberapa pesan masuk.
"Tentu.." jawab Alesha menatap sekilas lawan bicaranya.
"Bukannya ibu ini istri dari pengusaha ternama Rey Prayoga?" tanyanya.
"Benar..." jawab Alesha.
"Pantas saja tidak asing, ya ampun Mbak Alesha, kamu masih ingat saya? Saya Reza sepupu Mas Rey." ucapnya yang membuat Alesha mengernyitkan dahinya.
"Reza?"
"Iya Reza, saya terakhir kali bertemu saat resepsi pernikahan Mbak Alesha dan Mas Rey dulu." jawabnya.
"Oh kamu yang dulu pernah belain saya saat dipermalukan di acara resepsi?" tanya Alesha saat mengingat siapa Reza.
"Alhamdulillah kalau ingat, gimana kabar Mas Rey?"
"Alhamdulillah Mas Rey baik-baik aja." jawab Alesha.
"Kata Mbak Kinan kalian udah punya anak dua ya?" tanyanya.
"Ah iya Alhamdulillah, kamu mau nikah ya?" tanya Alesha.
"Iya Mbak, sebenarnya ini pernikahan kedua saya."
"Kamu poligami juga?" tanya Alesha memotong pembicaraan Reza.
"Bukan Mbak, ini pernikahan kedua saya karena pernikahan pertama saya gagal." jawab Reza membuat Alesha tidak enak hati.
"Alesha." panggil Rey saat melihat Alesha bersama seorang pria tengah saling mengobrol satu sama lain.
"Loh kok Mas Rey udah di sini, bukannya tadi udah ke kantor." tanya Alesha.
"Iya tapi tas kamu ketinggalan di mobil nih." ucap Rey menyerahkan tas Alesha, sang empunya hanya menyengir kuda lantaran buru-buru takut kepergok Kinan saat tengah asik berduaan sampai lupa membawa tasnya.
"Mas Rey apa kabar?" tanya Reza memeluk Rey.
"Loh Reza, kamu apa kabar? udah lama kita nggak pernah ketemu nih." tanya Rey.
"Alhamdulillah baik Mas."
"Ngapain kamu disini?" tanya Rey.
"Beli batagor! ya lagi fitting baju pernikahan Mas, aku kan mau nikah."
"Lah nikah lagi?"
"Nggak, sama yang dulu udah cerai, benar kata Mami, ternyata istri aku selingkuh gara-gara aku sibuk kerja terus, makannya sekarang aku mau nikah lagi biar ada yang ngurus."
"Kalau cuma mau ada yang ngurus ya cari art aja." celetuk Alesha.
"Ya nggak gitu juga Mbak, ya intinya pengen biar ada temennya tidur bareng." lanjut Reza.
"Kamu nih ngilang bertahun-tahun tau-tau mau nikah lagi, mana nggak sebar undangan ke Mas." ujar Rey dengan bercanda.
"Undangannya belum jadi, kalau udah jadi ya pasti kasih undangan lah, siapa tau pengusaha sukses ini mau kasih amplop yang banyak atau nggak bantu-bantu bayar sewa gedung." jawab Reza.
"Lha nyewa gedung, padahal udah tua nggak cocok pesta-pesta meriah, malu sama yang muda."
"Ada juga yang muda harus malu, kan yang tua lebih banyak duitnya Mas."