
Kini Rey tengah berada di ruang tamu karena sedang menunggu Alesha bersiap siap untuk pergi ke acara Prom night. Sekarang mereka tengah berada di rumah keluarga Prasetia sebab Alesha ingin menginap disini dan Safira pun sedang pergi ke luar kota menghadiri acara temannya
Saat mendengarkan langkah kaki yang menuruni tangga Rey pun mengalihkan pandangannya yang sedari tadi sedang memainkan ponsel.
Seketika Rey terpaku melihat penampilan Alesha yang malam ini begitu sangat sangat luar biasa.
Abaya hitam yang cocok ditubuh Alesha dan sedikit polesan make up yang menghiasi wajah Alesha membuatnya 2 kali lebih cantik dari biasanya.
Rey menatap Alesha tanpa berkedip, Ini tidak bisa dibiarkan jika para lelaki diluar sana memperhatikan penampilan Alesha yang sangat cantik bagaimana?
Sedangkan Alesha merasa gugup karena Rey menatapnya dengan tatapan tajam.
"Mas Rey" ucapan Alesha membuyarkan lamunan Rey.
Rey melangkahkan kaki mendekati Alesha lalu memeluknya dengan erat.
"Mending kita di rumah aja deh gak usah pergi" ucap Rey menumpukan dagunya di bahu Alesha.
"Ih emangnya kenapa sih" tanya Alesha kesal
"Mas gak suka kamu pakai makeup kaya gini, mas gak rela lelaki diluaran sana liatin kamu"
Alesha terkekeh mendengar penuturan Rey, ayolah suaminya ini sedang kesal karena makeup yang sama sekali tidak mencolok seperti ini.
"Enggak mas gak akan ada"
"Pokoknya kamu hapus makeup nya atau kita gak jadi pergi" ucap Rey
"Tapi ini acara Prom night mas"
"Ya udah hapus aja lipstick nya, mas gak suka bibir kamu terlalu merah"
"Ck! Iya iya" ujar Alesha mengerucutkan bibirnya.
*****
Sekarang Rey dan Alesha sudah sampai ditempat acara.
Alesha lebih dahulu masuk karena Rey sedang menerima telpon penting .
"HELLO seorang primadona datang ke acara prom night sendiri? Berita yang sangat menggemparkan bagi kaum jantan" ujar Resa disambut gelak tawa Friza
"Tunggu aja kejutan dari gue semua murid disini pasti bakal teriak histeris melihat gue sama pasangan gue" ujar Alesha menyombongkan diri.
Karena ia dan Rey sepakat akan mempublikasikan hubungannya karena Ira menyuruh mereka untuk mengadakan resepsi setelah ini.
"Sha foto dong yok buat kenang kenangan" ajak Friza
"Setiap hari juga kita foto,kenang kenangan apaan?"
"Gue mau lanjut kuliah di New York ra "
"What? Terus Nadine gimana"
"Kita bakal LDR ra"
"Ih gak like LDR kan susah"
"Ya kita jalanin aja ra" ucap Friza menunduk lesu.
"Yaudah Ayuk kita foto, suruh siapa kek yang fotoin"
"Lo kok baru bilang sekarang, lo kalo udah disana jangan lupain sahabat lo yang cantik ini ya" ujar Alesha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lagi kaya gini masih aja pede sha" ujar Friza memutar bola matanya malas.
"Ekhem! Maaf sha saya lama tadi ada telpon penting" ujar Rey yang baru saja menghampiri Alesha.
Keempat sahabat Alesha membulatkan matanya tidak percaya akan kehadiran Rey ditengah-tengah mereka.
"Gila liat deh Alesha lagi sama pak Rey"
"Cocok juga sih pak Rey ganteng Alesha cantik"
"Sakit hati woy"
"Potek hatee gue"
Ya begitulah sorakan teman temannya melihat Alesha bersama Pak Rey.
"Sha Pak Rey gak lagi salah orang kan atau mungkin gue salah denger" Tanya Resa dengan raut wajah shock.
"Iya gue kesini emang sama Pak Rey"
"Lo punya hubungan apa sama Pak Rey Sha?" Kini Ciko yang membuka suara.
"Alesha adalah istri saya" ucap Rey membuat bola mata keempat manusia yang ada didepannya hampir melompat.
"APA!" teriak Bu Sinta dari belakang
"Alesha istrinya Pak Rey?" Tanya Bu Sinta
"Iya Bu, kita sudah menikah, dan sebentar lagi kita akan mengadakan resepsinya"
Alesha yang mendengar penuturan Rey memutar bola matanya malas.
"Lo utang penjelasan sama kita ra" ujar Friza di angguki Ciko dan Kaivan.
"Ya nanti gue ceritain"
"Saya rasa hubungan antara murid dan guru itu...." Ucapan Bu Sinta terpotong
"Saya bukanlah orang seperti yang ibu maksud, saya masih bekerja dengan profesional dan tidak pilih kasih terhadap murid saya"
"Maaf saya gak bermaksud menyinggung" cicit Bu Sinta yang merasa tidak enak telah menyinggung Rey.
"Kita permisi" Rey langsung menarik tangan Alesha menjauh, Resa masih saja shock dengan apa yang ia liat dan ketiga pria yang melihat itu semua menganga tidak percaya.
"Gila ya si Alesha sekali gebet langsung, Pak Rey " ujar Ciko
"Iya mana kita gak di kasih tau lagi" kesel Friza, sedangkan kaivan hanya diam dengan tatapan kosong memandang wanita yang selama ini ia cintai sudah menikah.
*****
Sepulang dari acara Alesha melemparkan tasnya ke sembarang arah, moodnya tiba-tiba buruk karena gunjingan dari para teman-temannya, sungguh apa yang mereka pikirkan sampai-sampai mengira jika Alesha menjual tubuhnya dan menggoda Rey.
Niat nikah dengan Rey aja tidak ada, bagaimana mereka mengira Alesha menggodanya.
"Alesha kamu kenapa?" tanya Rey yang melihat tingkah istrinya.
"Kenapa sih orang-orang ngira aku yang nggak-nggak, mereka nyangka aku hamil di luar nikah sama guru aku sendiri, padahal aku gak ada niat nikah seperti ini, bahkan mungkin jika mereka tau mereka bakal mencaci maki aku kalau aku pelakor" pekik Alesha menumpahkan segala unek-uneknya.
"Aku nggak menginginkan semua ini, pernikahan ini, kenapa mas. Aku masih ingin menikmati masa-masa remaja aku tetapi aku dipaksa menjadi seorang istri kedua dan merusak kebahagian rumah tangganya"
"Kamu tau, andai Alvin masih ada mungkin sekarang aku udah bahagia sama dia, masa depan kita juga bakal indah"
"ALESHA" bentak Rey merasa ucapan Alesha sudah keterlaluan." Jangan pernah kamu sebut nama pria lain dihadapan saya, saya tau kamu tidak mencintai saya, tapi tolong hargai saya sha, ini semua takdir. Kamu bukan pelakor dan kamu bukan perusak"
"Jangan pernah dengerin perkataan orang, jika kita selalu menuruti perkataan mereka maka kita akan selalu salah, mereka yang menganggap kita buruk belum tentu lebih baik dari kita, kita juga tidak perlu terlihat baik dimata orang hanya untuk menyenangkannya, kita hanya perlu berlomba-lomba baik kepada Allah"
"Kenapa ayah dengan teganya menyuruh aku menjadi istri kedua, ayah mana yang tega mas hiks hiks" tangis Alesha pecah, rasa kesal dan amarah bercampur menjadi satu, andai ia bisa, ia ingin pergi menyusul Alvin yang sudah tiada.
"Kenapa kamu harus datang menerima perjodohan ini kalau kamu sendiri sudah mempunyai istri" Alesha membuka tasnya dan menyerahkan sebuah amplop kecil ke hadapan Rey.
Rey menerima amplop tersebut sambil membukanya perlahan, dan betapa terkejutnya ketika mendapati isi amplop tersebut.
"Apa maksudnya sha?" tanya Rey menatap dalam Alesha yang masih menunduk.
Bersambung.........