Until the End

Until the End
Cemburu



Azzam yang melihat Reysha sedang berhadapan dengan seorang pria pun langsung menghampirinya.


"Ayo" ucap Azzam sambil menarik tangan Reysha untuk berbalik dan membawanya.


"Eh dia balik sama gue" cegah Gema tak terima.


"Apaansi gue gak mau" ketus Reysha.


"Lo dengar dia bilang gak mau" ucap Azzam datar.


Gema terkekeh sambil menatap tajam Saga. "Songong juga lo," ujar Gema.


Azzam kembali melangkah bersama Reysha, tiba-tiba Gema berteriak. "Besok lo bakal pulang sama gue Reysha Larissa."


Setelah sampai diparkiran Azzam melepas lengan Reysha lalu memberikannya helm. Reysha penasaran kenapa Azzam tidak bertanya padanya tentang Gema tadi, setidaknya cowok itu harus merasa cemburu walau sedikit.


"Kak Gema tadi nembak gue." ucapan Reysha membuat Azzam mengurungkan niatnya yang mau menyalakan mesin motor.


"Naik" ucap Azzam, Reysha langsung cemberut.


"Lo nggak cemburu?" tanya Reysha sambil naik ke motor Azzam.


Azzam tak merespon, cowok itu langsung melajukan motornya. Reysha langsung mendengus kesal, ternyata Azzam tak tertarik padanya. Kalau seperti ini lebih baik tadi Reysha menerima tawaran Gema untuk pulang bersama.


"Dasar cowok batu, ditanya diem mulu." ketus Reysha pelan, namun Azzam mendengarnya.


Azzam menghentikan motornya di taman kota, Reysha langsung kebingungan. Untuk apa Azzam menghentikan motornya disini?.


"Kok kesini?" tanya Reysha heran.


"Main sebentar. lo mau beli ice cream?" tawar Azzam. Reysha spontan langsung mengangguk senang.


"Mana uangnya?" tanya Reysha sambil menyodorkan tangannya pada Azzam. Persis seperti seorang anak meminta uang kepada ayahnya.


Azzam memberikan selembar uang berwarna biru, Reysha langsung menerimanya dan berlari ke tempat penjual ice cream yang tidak terlalu jauh itu.


Azzam duduk di kursi taman sambil menunggu Reysha. Ia kepikiran ucapan Reysha tadi, Gema menembaknya. Sebenarnya ia tak terima saat mendengar itu tapi Azzam bisa mengontrol emosinya.


"Nih satu ice cream buat lo" ucap Reysha.


Azzam menggeleng. "Buat lo aja" katanya.


"Beneran gak mau? Ini enak banget tau" ucap Reysha lagi, Azzam tetap menggeleng membuat Reysha pasrah.


"Kenapa lo bisa kenal sama Gema?" tanya Azzam tanpa mengalihkan pandangannya.


"Dia yang nyamperin gue tadi di kantin." jawab Reysha sambil menjilati ice creamnya.


"Jauhin Gema. Dia gak cocok sama lo, lagian emang lo nggak kapok pacaran?" ucap Azzam membuat Reysha tersenyum malu lalu menyenggol tubuh Azzam.


"Terus gue cocoknya sama siapa?" Tanya Reysha malu-malu.


"Udin kali, kan lo partner ribut." jawab Azzam datar.


"Ngelawak lo?" tanya Reysha kesal.


"Nggak" jawab Azzam sambil menatap Reysha.


"Kak Azzam ada perasaan gak sama gue?" tanya Reysha.


"Gak tau" jawab Azzam.


"Ck, jawabnya itu iya atau nggak. Bukan gak tau" ketus Reysha lalu membuka kembali ice cream kedua.


"Iya" jawab Azzam yang mampu menghentikan gerakan tangan Reysha yang membuka ice creamnya.


"Iya apa?" Goda Reysha.


"Iya lo jelek, ayo pulang" ajak Azzam sambil berdiri.


"Dih, satu lagi icenya belum abis" rengek Reysha.


"Pulang atau gue tinggal?" tanya Azzam sambil menghampiri motornya.


"Iya iya," ketus Reysha. "Tapi lo suka ya sama gue?" tanya Reysha lagi sambil tertawa.


Azzam hanya diam, ia merasa malu dan tidak tau harus berbuat apa. "Ciee Kak Azzam suka gue." ucap Reysha sambil naik ke motor Azzam lalu memeluk cowok itu.


Semenjak kejadian di taman itu Reysha semakin gencar menggoda Azzam. Seperti sekarang ini, Reysha terus menempeli Azzam kemanapun cowok itu pergi kecuali kamar mandi.


Hari ini weekend, Reysha tidak ada jadwal pergi kemanapun. Di rumah saja sudah senang karena bisa menggoda Azzam dan membuatnya kesal.


"Hape mulu dari tadi yang di pantengin, gue kapan?" tanya gadis itu sambil menatap Azzam yang berada disampingnya.


"Lo mau apa?" tanya Azzam jengah.


"Di seriusin" jawab Reysha seraya tersenyum manis. Mereka berdua kini ada dikamar setelah selesai mandi.


"Kurang serius apa pernikahan kita?" tanya Azzam lalu kembali memainkan ponselnya.


Reysha tidak bisa menjawab pertanyaan Azzam itu. Tidak mungkinkan ia bilang kalau dirinya mau jadi pacar Azzam sedangkan sekarang statusnya sudah menikah.


Reyhan kesal lalu menarik ponsel Saga. "Main game terus, kerja sana" omel Reysha.


"Kerja apa? Gue belum lulus" kata Azzam yang mulai kesal.


"Ya apa aja yang dapetin duit." jawab Reysha lalu tertawa ngakak.


Azzam memasang wajah datar, apakah hal itu lucu? Pikirnya. "Balikin hape gue" ucap Azzam.


"Gak mau" balas Reysha sambil menjulurkan lidahnya.


Azzam mencoba mengambil ponselnya dari Reysha. Tapi gadis itu malah menggigit jarinya. Azzam meringis lalu pasrah dan meninggalkan Reysha sendirian.


"Foto ah...," ujar Reysha lalu menyalakan ponsel Azzam.


"Yah di sandi lagi hapenya." ucap Reysha sedih. Ia keluar dari kamar dan mencari Azzam.


"Bunda, liat Kak Azzam nggak?" tanya Reysha saat berpapasan dengan Marisa.


"Di luar kayaknya, coba deh kamu liat." jawab Marisa. Reysha pun mengangguk lalu segera keluar mencari Azzam.


Reysha melihat Azzam sedang mencuci motornya, sepertinya cowok itu sangat sayang dengan motornya itu. Sekolah pun Azzam lebih memilih membawa motor daripada mobil.


Reysha mendekat untuk mengagetkan Azzam. Ia berjalan pelan sambil menahan tawa. "DORR"


"HUAAA....," Reysha berteriak karena Azzam menyiramnya dengan air yang keluar dari selang.


"Kak Azzam kan Reyhan udah mandi," ucapnya kesal saat melihat tubuhnya basah.


"Yah ponsel Kak Azzam basah, bukan salah gye ya kan kakak yang nyiram Reysha," ujar Reysha dengan cemberut sambil mengangkat tangannya.


Azzam terkekeh lalu kembali menyiram Reysha. "Aish...," decak Reysha lalu berlari.


"Ngeselin ih, Reysha kan udah mandi." ketusnya sambil mencoba merebut selang dari Azzam.


Akibat rebutan selang baju mereka berdua basah. Marisa datang sambil geleng-geleng kepala.


"Kalian ini, kenapa main air?" Omel Maris. Sontak mereka berdua menghentikan aksinya.


"Kak Azzam duluan Bun, masa Reysha tiba-tiba di siram." ucap Reysha Cepu.


"Azzam, kamu jangan jail dong." tegur Maris membuat Reysha tersenyum senang karena dibela.


"Kalau mau cuci motornya biar ke cuci steam aja." lanjut Marisa.


"Sekarang kalian masuk lewat belakang dan ganti baju" ucap Marisa lagi.


"Siap" balas Reysha sambil menyengir sedangkan Azzam hanya mengangguk. Marisa pun kembali masuk kedalam rumah.


"Nih hape lo," ucap Reysha sambil memberikan ponsel Azzam yang basah kuyup.


Azzam mengambilnya lalu pergi duluan. Reysha mengejarnya, tapi entah kesialan dari mana kakinya terpeleset karena kakinya licin.


"Huaa...sakit," pekik Reysha sambil memegang kakinya.


Azzam mengehentikan langkahnya lalu segera menghampiri Reysha. "Makanya hati-hati" omel Azzam.


"Makanya jangan ninggalin" balas Reysha lalu merentangkan tangannya. "Gendong" ucapnya.


Azzam membangunkan Reysha lalu membalikan badannya, ia membungkuk agar Reysha mudah untuk naik ke punggungnya.