
Saat bel istirahat berbunyi Reysha dan teman-temannya langsung bergegas keluar kelas untuk mengisi perutnya yang lapar. Reysha tidak akan bersedih, ia tidak mau Marvel sampau melihatnya terlihat sedih. Bisa-bisa nanti cowok itu malah besar kepala, mungkin memang salah Reysha yang tidak mendengarkan ucapan Meisa kala itu saat sepupunya itu menyuruh Reysha agar segera memutuskan Marvel. Mungkin takdirnya memang takdir Reysha adalah bersama Azzam, bukan Marvel lelaki brengsek itu.
Reysha, Sasa,Syifa dan Cika melangkah dengan sangat angkuh menuju kantin. Memang banyak yang mengenal mereka, tapi hanya sekedar tau nama saja. Reysha Larissa, dialah yang paling menonjol diantara sahabat-sahabatnya apalagi dia terkenal sebagai putri dari CEO besar dan juga desainer ternama. Sikap Reysha seperti bunglon yang selalu berubah dilain tempat, Reysha seperti punya banyak kepribadian. kadang jutek, gemesin, banyak tingkah, cengeng dan galak. Tapi jangan pernah membuat gadis itu sampai marah, karena kadang Reysha malah menangis bukan melawan. Tapi jika sudah melawan jangan diragukan lagi, Reysha itu bisa sangat licik . Entahlah putri dari Rey itu susah ditebak, ia lebih sering menjadi gadis cerewet dan galak.
"Lo pada mau pesen apa? Gue yang pesenin nih mumpung lagi baik." tanya Reysha yang belum duduk, sedangkan sahabatnya sudah mengambil posisi.
"Gue batagor sama pop ice leci" jawab Sasa.
"em...gue Bakso sama es teh aja." sambung Cika.
"Gue samain aja kayak lo" kata Syifa tanpa menoleh ke arahnya, gadis itu sedari tadi sibuk melirik kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Rendi yang tak lain sahabat Marvel.
"Oke bentar gue pesen dulu" ucap Reysha, saat berbalik ia melihat Marvel yang baru saja memasuki kantin bersama Mita sambil bergandengan tangan. Sahabatnya!! Oh mungkin sudah resmi berpacaran sekarang.
Rendi tidak bersama dengan Marvel saat ke kantin, cowok itu bilang ia ingin bersama Mita. Dan jadilah Rendi duduk bersama teman yang lain.
"Ayang" panggil Farel saat melihat Cika bersama temannya.
"Sayangku" panggil Bian pada Sasa.
Kedua gadis itu lantas tersenyum malu, bagaimana tidak? satu kantin kini menatapnya. Catat ini, untuk meluluhkan hati Bian dan Farel itu bukan hal yang mudah, tapi karena sikap dan paras Mereka cantik cowok itu mudah terpikat.
Farel dan Bian menghampiri masing-masing kekasihnya lalu duduk disebelah mereka. Untung saja bangku kantin cukup panjang, jadi muat untuk menampung mereka.
Reysha datang dengan seorang ibu kantin yang membawa pesanan, hal itu langsung membuat Syifa merampas pesanan-nya lalu berlari kecil menuju meja Rendi yang tak terlalu jauh darinya .
"Kak Azzam gabung aja" ucap Sasa.
"Iya kak disini aja, masalah pasangan tuh ada yang baru putus" kata Cika sambil meninggikan kata Baru putus agar Marvel mendengar suaranya.
Sontak hal itu langsung membuat Reysha melotot pada Cika karena kesal. Setelah itu Azzam dan Reysha duduk bersebelahan. Walaupun bukan hal yang baru berdekatan dengan Azzam, kini Reysha cukup malu dan kesal karena fans-nya Azzam menatap Reysha dengan tajam.
Brakk..!
"Heh ngapain lo duduk di samping cowok gue" bentak intan sambil menggebrak meja, membuat mata para pengunjung kantin melihatnya terkejut.
"Gak usah halu lo di siang bolong kaya gini " kata Bian yang kesal karena acara makanya terganggu.
"Kasian mana masih muda" sindir Sasa sambil menyuapkan batagor ke mulutnya tanpa menatap lawan bicaranya.
"Diem lo" ketus Intan sambil melipat tangannya angkuh.
"Pergi sana ngapain deket-deket pacar gue." usir intan kepada mereka.
"Idih halu Mbak" kata Cika yang sangat dongkol, ingin sekali rasanya ia menumpahkan sambal yang ada dihadapannya ke wajah nenek lampir itu.
"Sayang ayo kita pindah" rengek Intan sambil memeluk lengan besar Azzam.
Azzam rasanya sudah tidak berselera makan lagi, Intan sudah membuatnya kesal dan risih. Apalagi disampingnya ada Reysha, ia tidak mau menambah luka gadis itu lagi. Walaupun Azzam tau Reysha tidak mencintainya tapi Azzam cukup peka bahwa gadis itu tidak suka kalau dirinya dekat dengan wanita lain.
Intan menarik-narik lengan Azzam agar cowok itu beranjak. Tapi yang dilakukan Azzam adalah menepis kasar tangan Intan. "Gue gak mau." tegas Azzam lalu kembali diam.
Semua yang berada dimeja itu tertawa melihat Intan yang baru saja ditolak oleh Azzam."Pergi sana Azzam nya nggak mau deket sama cewek halu kaya lo. " usir Farel
Intan berdecak kesal lalu mendorong pundak Reysha yang sedang asik makan. "Gak usah sok cantik lo" ketus Intan berkacak pinggang dihadapan Reysha.
"Emang cantik, mata lo gak buta-kan buat liat gue?" ujar Reysha yang terlihat kesal.
Intan berteriak kesal sambil menghentikan kakinya. "Awas lo, bakal gue kasih hukuman lagi" ujar Intan sebelum berbalik lalu pergi.
"Lo pikir gue takut sama ancaman lo?" tanya Reysha setengah berteriak. Mendengar hal itu membuat Intan menghentikan langkahnya kemudian berbalik lagi.
Reysha bangun dari duduknya, selera makannya sudah benar-benar hilang. "Lo pikir lo bisa buat semua orang takut dan tunduk sama lo?" tanya Reysha marah.
Intan bersedekap "iya" jawabnya angkuh.
"Gue bukan orang yang mau tunduk sama lo, lo pikir setelah ngurung gue di toilet itu bakal bikin gue takut sama lo? Gak sama sekali!" kata Reysha yang sudah tersulut emosi.
"Kurang ajar lo ya" ujar Intan lalu mendorong bahu Reysha. "Lo itu masih adek kelas, seharusnya menghormati yang lebih tua" Intan terus mendorong bahu Reysha, gadis itu belum melawan.
"Kalau lo kurang ajar ngapain gue harus hormat?" tanya Reysha lalu menepis tangan Intan dengan kasar.
"Sa, udah" ujar Cika, ia tidak mau temannya itu membuat keributan lagi di kantin.
"Haha pantesan Marvel lebih milih Mita, ternyata pacarnya ini kurang sopan santun. Ups mantan maksudnya." ucap Intan yang terlihat menjengkelkan.
"Gak usah sok ngomongin sopan santun, seharusnya lo tuh ngaca. Gak punya kaca di rumah?" tanya Reysha.
Sudah cukup, Intan sangat kesal pada Reysha. Dengan sekali dorongan Reysha terjatuh. Reysha sangat marah saat ini, ia akan membuat Intan malu. Reysha segera bangkit kembali lalu menyerang Intan, ia menarik rambut kakak kelasnya itu lalu menamparnya cukup keras.
"Lawan aja kebiasaan" seru seseorang yang tidak Reysha kenal.
"Lanjutin" tambah seseorang.
"Ayo Sa, gak usah takut kita dipihak lo" seru mereka yang memang tidak suka dengan Intan.
"Cukup Sa" ucap Azzam mendekati Reysha.
Emosi Reysha sedikit turun saat mendengar suara Azzam. "Lo berurusan sama gue" kata Intan sambil memegang pipinya yang memerah lalu segera pergi