Until the End

Until the End
Tingkah aneh Alesha



Mata Rey terbuka seketika terbuka sempurna karena kaget. Ia bangun dengan tangan yang memegangi perutnya sendiri. Pria itu bangkit perlahan sambil sesekali meringis karena kesakitan.


"Alesha!" pekik Rey tertahan. Hatinya dongkol setengah mati. "Kenapa kamu nendang Mas sayang?"


Alesha meneguk ludah takut-takut. "Maaf, Mas. Tapi aku nggak kuat lagi," tuturnya sedikit merasa bersalah.


"Tidak kuat ?" tanya Rey tidak mengerti dengan apa yang di maksud istrinya.


"Iya." jawab Alesha.


Rey mengerutkan alisnya bingung. Batinnya mengatakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Karena terakhir kali Alesha mengatakan hal itu, memang begitulah adanya. "Nggak kuat kenapa memangnya ?" tanya Rey sedikit was-was.


"Mas Rey bau!" celetuk Alesha yang membuat Rey membelalakkan matanya. Seumur-umur, selama hampir dua puluh delapan tahun Rey hidup di muka bumi ini, pertama kalinya ada orang yang mengatainya bau.


"Jangan sembarang sayang,mana mungkin Mas bau." Amuk Rey sedikit tidak terima.


"Aku nggak bohong, kok. Mas benar-benar bau!" Alesha memajukan kepalanya sedikit ke arah Rey.


"Euw, bau sekali!" Gadis itu lekas mundur semakin menjauh dari Rey sambil menahan mual karena perutnya yang bergejolak.


Rey yang masih tidak percaya mencium pakaiannya sendiri. Tidak bau, kok. Batin pria itu.


Rey kemudian mengangkat lengannya, memiringkan kepala dan mengendus-ngendus di sekitar lipatan lengan pangkal atasnya -ketiak-, ingin lebih memastikan bahwa memang apa yang dikatakan istrinya salah.


Ini juga tidak bau. Aku memang belum mandi, tapi bau badanku masih enak-enak saja, tuh. Sambungnya dalam hati.


Selanjutnya, Rey menghembuskan udara dari dalam mulutnya ke arah telapak tangannya sendiri, sebelum menaruh telapak tangannya ke depan hidung.


"Istrimu aneh Rey, kenapa dia jadi seperti ini, perasaan waktu hamil Risa dia gak aneh.!" guman Rey,ia maju beberapa langkah untuk mendekati Alesha.


Alesha yang melihat itu menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya. "MAS REY! JANGAN MAJU! JANGAN MENDEKAT!" Teriaknya heboh.


"Sayang, kamu ini keterlaluan sekali! Mas nggak bau kok." ujar Rey tidak terima atas respon istrinya.


Rey menghela nafas kasar. Pria itu berkacak pinggang sambil melanjutkan langkahnya. Membuat Alesha berlari terbirit-birit ke kamar mandi. Gadis itu menutup pintu kamar mandi dengan kasar, menguncinya dari dalam, dan dapat Rey dengar bahwa gadis itu sedang mengeluarkan isi perutnya di dalam sana.


Rey yang diserang rasa panik segera menyusul istrinya. Sebenarnya pria itu masih tidak habis pikir, sebau itukah dirinya menurut Alesha hingga gadis itu bereaksi sampai seperti ini ?


"sayang buka pintunya, Kamu baik-baik aja ?" tanya Rey penuh dengan nada cemas.


"Sayang, Alesha ? jangan membuat Mas khawatir." ujar Rey berdiri di depan pintu kamar mandi.


Tidak ada jawaban dari Alesha, membuat Rey semakin kelimpungan. "Mas dobrak pintunya sekarang kalau kamu gak keluar Sha.!"


"Jangan!" teriak Alesha dari dalam sana.


"Kenapa Mas nggak mengerti juga. Aku nggak tahan deket-deket sama Mas!"


Rey menjambak rambutnya sendiri dengan rasa frustasi.


"Oke, oke baiklah. Mas akan mandi, kamu bisa keluar setelah ini." putus Rey pada akhirnya. Toh tidak ada salahnya juga untuk mandi.


Tidak lama kemudian pintu kamar mandi itu terbuka menampilkan wajah pucat Alesha yang membuat Rey semakin khawatir.


"Kamu gak papa kan sayang?" tanya Rey yang hampir memegang tangan Alesha.


"Stop! jangan mendekat, Mas mandi aja sana, aku gak mau deket-deket Mas kalau Mas belum mandi." ujar Alesha keluar kamar ingin mengecek keadaan putrinya yang tidur di kamarnya sendiri.


Rey lagi-lagi menghela nafas panjang, apakah calon anaknya ini akan menyiksanya setiap hari.


Oh tidak, rasanya kehamilan Alesha yang kedua benar-benar membuatnya pusing, jika dulu ada yang merawat Alesha yaitu Safira, sekarang dia harus kelimpungan sendiri dengan tingkah-tingkah aneh istrinya.


"Sabar Rey, itu anak kamu, jangan sampai kamu mengumpat hanya gara-gara tingkahnya." ujar Rey yang langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Bersambung.........