Until the End

Until the End
Ulah Intan



"Mama hiks..." air mata Reysha jatuh begitu saja. memori saat ia di rumah ini terputar begitu saja. Saat ia sedang makan bersama Mama, Papa dan adiknya, menonton bersama dan banyak hal yang ia rindukan. Siapa sangka takdirnya akan seperti ini sekarang? Dosa apa yang telah ia perbuat sampai Tuhan menghukumnya dengan cara yang mengerikan.


"Mama Kakak kangen masakan Mama, Kakak kangen manja sama Mama" gumannya, tak lama setelah itu ia terlelap.


Inah sudah menghubungi majikannya saat Reysha pulang, tetapi ponsel Alesha tidak aktif, mungkin dia sedang sibuk mempersiapkan untuk acara fashion show busananya. Sedangkan Haidar tengah mengikuti olimpiade di luar kota dan Rey yang sibuk mengurus proyek barunya dengan Danu.


Disisi lain Azzam mencari Reysha yang tidak ada di rumah, sampai pukul sembilan malam gadis itu belum juga pulang. Yang membuat Azzam kesal adalah pesannya yang tidak dibalas oleh gadis itu, di telfon pun tak diangkat.


Gadis itu benar-benar mengira bahwa Azzam dan Intan berpacaran. maka dari itu Reysha marah padanya dan sampai saat ini belum pulang.


...Kutu kupret🦭...


...Online✔️...


lo dmn?


Reysha


angkt tlp gw


Skli lg gw tlp ga diangkat, gw laporin bunda dan Mama lo.


Reysha berdecak kesal lalu mengangkat telpon Azzam dengan berat hati. Niatnya ingin tenang disini malah kacau.


"lo dimana?" tanya Azzam di seberang sana.


"Rumah Mama" jawab Reysha.


tut...


sambungan terputus, membuat Reysha yang kesal bertambah kesal. efek pms nya belum hilang, dan kini rasanya Reysha ingin sekali melampiaskan kekesalannya pada seseorang. Tangannya sangat sakit untuk sekedar digerakkan saja, rasanya juga sangat perih.


Tak lama setelah itu Azzam datang dan langsung menanyakan dimana Reysha pada Bi Inah.


"Non Reysha ada di atas den, dia belum makan dari pulang sekolah" ucap Bi Inah terlihat khawatir.


"Ya udah bi makasih" balas Azzam lalu pergi menghampiri Reysha.


Saga membuka ruangan bernuansa pink itu. Dilihatnya Reysha yang sedang tidur sambil memeluk boneka. ia menghela nafas dan berniat membangun kan Reysha. Tatapannya jatuh pada luka ditangan Reysha yang tambah merah dan belum kering.


"Sha" panggil Azzam.


"hm" guman Reysha setengah sadar.


"Bangun" ucap Azzam lalu duduk di samping Reysha.


"Ngapain kesini?" tanya Reysha sambil mengucek matanya.


"Jemput lo pulang." balas Azzam.


"Ini rumah gue." jawab Reysha.


"Rumah bokap lo lebih tepatnya, gue punya tanggung jawab sama lo semenjak pernikahan itu, makannya gue ajak lo pulang."


"Gue mau tidur disini, kalau lo mau pulang, ya pulang aja." ucap Reysha lalu menyilangkan kakinya.


"Lo belum makan?" tanya Azzam.


"Ck, sok peduli" cibir Reysha.


Azzam menghela nafas "Lo kenapa kesel sama gue?" tanya Azzam yang mulai jengah.


"Pikir aja sama lo" jawab Reysha ketus.


"Karena Intan? Gue nggak pacaran sama dia." jujur Azzam.


"Bohong" ketus Reysha sambil memanyunkan bibirnya.


"Kapan gue pernah bohong?" tanya Azzam.


"Bagus deh kalau lo gak pacaran sama dia. Gue saranin nih ya, kalau mau cari cewek tuh yang selevel, jangan yang kaya si loreng." ujar Reysha.


"Buat apa gue cari pacar? Gue sadar udah punya tanggung jawab" balas Azzam lalu melangkah keluar "Gue ambil makanan buat lo dulu."


"Tuh kan makin bersalah gue, Kalau gini dosa gue nambah banyak sama dia." guman Reysha merasa sedih.


"Tapi gimana caranya gue putusin Marvel? Gak ada alasan yang jelas dan sekarang gue masih cinta sama dia." ucapnya sambil mengusap wajah kasar.


Setelah itu Azzam datang membawa makanan dan minuman. "Sebenarnya Azzam emang peduli atau takut kena omel orang tuanya kalau ngga peduli sama gue?" Reysha membatin.


"Makan" ucap Azzam setelah meletakkan makanan itu didepan Reysha.


"Makan pakai tangan kiri nggak kan?" ucap Reysha memberi kode pada Azzam.


Azzam menatap Reysha lalu gadis itu bersuara "Suapin gue"


Tanpa membalas ucapan Reysha, Azzam mengambil alih piring dan sendok. Lalu Reysha mendekatkan dirinya pada Azzam.


******


Pulang sekolah Reysha sudah tak melihat Marvel di kelasnya. Cowok itu sedikit berubah padanya, lebih cuek dan seperti menyembunyikan sesuatu. Reysha menghela nafas lalu mengirim pesan pada Azzam untuk pulang bersama, setelah itu Azzam membalas bahwa ia tak bisa mengantar Reysha Karena ada jadwal latihan futsal.


"hufft" Reysha kembali menghela nafas.


"Heh bocah tengil" tegur Intan.


Sepertinya Reysha akan bertempur dengan Intan lagi sekarang. "Lo yang bikin kotor mobil gue kan?" tanya Inyan sambil mendorong bahu Reysha.


"Kalau iya emang kenapa?" tanya balik Reysha.


"Lo kurang ajar ya, lo tuh adek kelas. Yang sopan kalau ngomong, tundukin kepala lo itu." ucap Intan yang terus mendorong bahu Reysha sampai tersudut ditembok.


Intan mencengkeram pipi Reysha dengan kencang "Jangan pikir gue takut sama lo" Ucapnya, setelah itu menarik paksa Reysha menuju Toilet.


"Ini hukuman buat lo yang udah buat masalah sama gue" pekik Intan sambil menghempaskan tubuh Reysha.


"Selamat menikmati malam yang gelap" ucap Intan, setelah itu ia berlari menutup pintu utama Toilet perempuan.


Setelah terkunci Intan tertawa keras "Jangan pernah berpikir kalau lo mau cari masalah lagi sama gue." Kata terakhir yang Intan katakan sebelum ia menendang pintu Toilet.


"Sialan" teriak Reysha.


"Buka pintunya" teriak Reysha.


"Tolong...."


Reysha menangis dan menjatuhkan tubuhnya, ia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya. kini sudah pukul empat sore, sudah tidak ada siapapun disekolah. Reysha merogoh saku roknya mencari ponsel, hanya nama Marvel yang ia ingat di otaknya.


Sambungan tersambung, Reysha tersenyum senang dan langsung berkata "Marvel kamu dimana?"


"Aku lagi sibuk"


"Marvel tolong aku"


"Aku gak bisa"


"Tolong...tolong jangan dimatiin telponnya"


Sambungan terputus bertepatan dengan matinya ponsel Reysha. "Sialan" teriak Reysha sambil membanting ponselnya.


Reysha kembali bangun dan menggedor pintu Toilet dengan keras "Buka pintunya..."


"Hiks...Mama, Papa" Reysha terisak dan mulai ketakutan.


Setelah selesai latihan Futsal Azzam langsung mengganti bajunya dan membasuh wajah di toilet. Samar-samar ia mendengar suara isakan dari toilet sebelah yang tak lain adalah Toilet perempuan.


Azzam ragu dengan pendengarnya, untuk memastikannya ia mendekat lalu isakan itu mulai terdengar jelas. Ia mengetuk pintu itu lalu berkata "Siapa?" Tanya nya.


Reysha tersentak dengan suara itu, lalu secepat mungkin ia bersuara "Tolong...tolong buka pintunya"


Saga sangat terkejut saat tau siapa pemilik suara itu "Reysha?" panggil Azzam.


Reysha langsung mengubah posisinya, ia langsung sumringah. kenapa ia melupakan bahwa Azzam masih disekolah? kenapa ia tadi tidak menelpon Azzam saja? Reysha sangat lupa. "Iya gue Reysha, zam tolong buka pintunya gue takut hiks"


"Mundur, pintunya bakal gue dobrak" ujar Azzam, dengan tenaga yang tersisa Reysha mundur, ia sudah sangat lemah karena menangis terus.


Brakk


"Zam, gue takut hiks" ucap Reysha sambil memeluk Azzam dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Tenang, ada gue" kata Azzam membalas pelukan sambil mengelus rambut Reysha.


"Hiks...dia jahat" setelah mengatakan itu tubuh Reysha ambruk.


"Reysha" panggil Azzam khawatir. Ia langsung membopong tubuh Reysha dan membawanya keluar.


Anak Futsal yang masih berada disana langsung bingung melihat Azzam membopong tubuh seorang gadis yang mereka kenal sebagai adik kelas. "Bian, gue pinjem mobil lo" ucap Azzam.


Bian dan yang lain memandang Azzam bingung "Nanti gue jelasin, mana kuncinya" setelah mengatakan itu Bian memberikan kunci mobilnya pada Azzam.


"Kunci motor gue ada di tas, nanti lo pakai motor gue dulu." ucap Azzam lalu meninggalkan semuanya


*******


Reysha mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya. Wajahnya sangat pucat dan terlihat lelah. "Lo gapapa? Ada yang sakit?" tanya Azzam lembut tak seperti biasanya.


Reysha menggeleng lemah, Bi Sari datang membawa teh hangat setelah itu pergi kembali "minum dulu" ucap Azzam.


"Gue nggak papa" jawab Reysha setelah menengguk teh hangat itu.


"Ya udah gue mandi dulu, kalau butuh apa-apa panggil aja." ucap Azzam lalu meninggalkan Reysha.


Reysha mengubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di kepala ranjang. Ia memikirkan apa yang Marvel lakukan tadi sampai tidak mau menolongnya. Setetes air mata jatuh begitu saja membuat Reysha langsung menghapusnya kasar.


Setelah lama melamun ia disadarkan oleh Azzam yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan terlihat sangat tampan.


"Zam" panggil Reysha.


"hm?" balas Azzam.


"Makasih" Ucapnya nyaris tak terdengar. Setelah itu Reysha langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan tubuh serta pikirannya.


Azzam tersenyum "Manis, " gumannya.


Setelah beberapa menit Reysha telah selesai mandi dan sekarang ia sudah mengenakan baju putih polos dan celana hotpans. Reysha turun kebawah untuk mengambil susu kotak, disana terlihat stok camilannya sudah berkurang. Mungkin nanti malam ia akan ke supermarket bersama Azzam.


Reysha duduk diruang tamu sambil menyeruput susu kotaknya. Suara deru motor tak terdengar olehnya karena asik melamun. Sampai orang itu masuk dan mengucapkan Salam pun Reysha tidak sadar.


"Lo?" tanya Bian membuat Reysha langsung terkejut lalu berdiri.


Wajah Reysha langsung tegang, ia tak tau harus berbuat apa. Bagaimana nanti kalau temannya Azzam itu tau status mereka? Astaga Reysha sangat ceroboh. Ia tersenyum untuk mencairkan suasana, Bian membalas senyuman Reysha lalu menghampiri gadis itu.


"Kok disini?" tanya Bian yang bingung.


"em..." mampus Reysha harus jawab apa?


"Dia sepupu gue, tadi lo liat sendiri kan dia pingsan. makanya gue bawa kesini, orang tuanya ga ada di rumah." jelas Azzam membuat Reysha menghela nafas lega.


"Widihh... tumben ngomong panjang bro, gue sampai terkejut" kata Bian dramatis.


"Nih kunci mobil lo" ucap Azzam melemparnya pada Bian.


"Gue baru tau dia sepupu lo. Lo pacarnya Marvel kan?" tanya Bian. Reysha mengangguk ragu, pacar katanya? pacar mana yang meninggalkannya saat sedang dibutuhkan.


"Udah? pulang sono" usir Azzam.


"Tega lo ngusir gue. Eh btw nama lo siapa?" tanya Bian pada Reysha.


"Reysha" jawabnya.


"Nama yang manis kaya orangnya" puji Bian sambil mengedipkan matanya. Hal itu langsung membuat Azzam melempar tatapan tajam.


"Sans bro, gue pulang, bye Reysha..." ucap Bian.


"Eh kunci motor lo" ucap Azzam balik lagi.


"Kalau punya sepupu cantik bagi-bagi dong." bisik Bian saat memberi kunci motor Azzam.


Bersambung........