
Pagi harinya Azzam merasakan ada beban diperutnya. Saat mendongak ia melihat Reysha yang tertidur pulas diperutnya. Azzam melirik jam beker yang sudah menunjukan pukul enam, masih ada waktu satu jam lagi untuk bersiap.
Azzam mencoba mengubah posisinya, tapi pergerakannya tidak membuat Reysha bangun. Kepala gadis itu merosot ke paha Reysha saat Azzam mencoba untuk duduk. Ia terkekeh melihat Reysha yang tidur sangat nyenyak sampai gadis itu membuka sedikit mulutnya. Azzam mencoba menepuk pipi Reysha agar gadis itu bangun, tapi reaksi yang ditunjukan Reysha malah mengeluh dan memeluk pinggang Azzam.
"Ayo bangun kita harus sekolah" ujar Azzam yang mencoba melepas pelukan Reysha.
"Nghh..."guman gadis itu.
"Sa bangun nanti telat" ulang Azzam mencoba membuat Reysha bangun.
Reysha bangun lalu duduk bersila dengan mata yang masih terpejam. Ia menggaruk pipinya yamg terasa gatal. "Masih ngantuk" ucapnya.
Azzam menepuk dua kali pipi Reysha. "Gue mandi duluan" ucap Azzam dan Reysha hanya membalasnya dengan gumanan.
Tiga puluh menit kemudian keduanya sudah siap dengan seragam sekolah. Kini mereka sedang sarapan bersama kedua orang tua Azzam, sesekali Marisa mengajak Reysha berbicara.
"Em...gue bareng lo ya" ucap Reysha sedikit canggung lalu menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.
"Ayo" ajak Azzam sambil menarik tasnya.
"Boleh?" Tanya Reysha.
"Kenapa gak boleh?" Tanya balik Azzam.
"Takutnya cewek yang suka sama lo ngamuk ntar nyalahinnya gue" kata Reysha sambil memegang kedua ujung tasnya.
"Ga usah peduli, ga penting juga" ucap Azzam lalu berjalan duluan ke halaman rumahnya.
Saat sampai disekolah semua yang ada diparkiran dan yang tak jauh dari parkiran menatap Reysha dan Azzam yang baru saja datang. Reysha yang menyadari itu langsung mencengkeram jaket Azzam karena malu. Azzam yang menyadari itu mengusap tangan Reysha lalu segera membuka helmnya begitupun dengan Reysha.
"Kak, Reysha malu" cicitnya pelan.
"Gak usah peduli" balas Azzam sambil meletakkan helmnya.
"Ya udah Reysha duluan ya" ucap Reysha lalu segera berlari meninggalkan Azzam.
"Widihh..udah bonceng cewek aja lo zam" ujar Farel yang mengagetkan Azzam.
Azzam tidak menggubrisnya lalu segera pergi meninggalkan Farel yang sedang menggerutu. Azzam melangkahkan kakinya menuju kelas, tapi didepan kelas sudah ada manusia yang akan mengganggu nya.
"Selamat pagi sayang." sapa Intan dengan girang.
Azzam hanya memasang wajah dingin lalu menepis tangan Intan saat ingin menyentuhnya. "Ck, minggir" usir Azzam karena Intan menghalangi jalan masuk.
"Kalau gak mau?" tanya Intan sambil mengibaskan rambutnya.
"Gatel banget sih jadi cewek" jawab Farel dan Bian sambil menarik lengan Intan agar menjauh dari pintu, tadi saat Azzam meninggalkan Farel ia bertemu dengan Bian. Mendapat jalan masuk Azzam pun segera memasuki kelas.
"Apaan sih pegang-pegang" ketus Intan sambil menepis tangan Farel dan Bian dengan kasar.
"Gak bisa" jawab Intan songong sambil melipat tangannya.
"Nah ini nih ciri-ciri orang yang bego nya mengalir jauh" hardik Farel sambil menunjuk wajah Intan.
"Kaya pernah denger tuh" guman Bian sambil mengusap dagunya "wah copas iklan pipa rucika ya lo?" tanya Bian sambil mendorong bahu Juna lalu tertawa ngakak.
"Dasar sinting" hardik Intan lalu pergi meninggalkan kedua cowok itu.
"SINTING TERIAK SINTING" Farel dan Bian berteriak keras.
Disisi lain Reysha diwawancarai oleh ketiga sahabatnya yang pada kepo akut. ia hanya menghela nafas saat mereka selalu memberi pertanyaan tanpa membiarkan Reysha menjawabnya.
"Terus kenapa lo bisa bareng Kak Azzam? emang Marvel gak marah?" tanya Syifa.
"Tadi gak sengaja ketemu dijalan, soalnya Papa gak bisa nganter gue. Ya udah gue cari taxi eh malah ketemu Ka Azzam terus dia nawarin gue bareng." jawab Reysha jelas tapi sedikit berbohong.
"Serius lo Ka Azzam yang ngajak bareng? lo gak lagi halu kan?" tanya Cika sambil memicingkan matanya.
"Terus gimana sama Marvel? Kok lo gak minta jemput dia?" tanya Sasa sambil bersedekap dada.
Reysha kembali menghela nafas "Gue gak halu anjir, kalau gak percaya tanya aja sono sama orangnya. Masalah gue sama Marvel kita udahan." jawab Reysha sambil memainkan ponselnya.
"WHAT? ALHAMDULILAH " ucap mereka bertiga bersyukur atas kesedihan yang sahabatnya rasakan.
"Astaga kalian jahat banget." Kata Reysha sambil meletakkan ponselnya dimeja lalu menatap ketiga sahabatnya kesal.
"Seharusnya dari kemaren tuh lo putus sama Marvel. Gue udah gak suka lo sama dia, masalahnya gue udah sering liat Marvel sama cewek yang berbeda. sebenernya gue mau bilang masalah itu tapi gua pikir biar lo aja yang liat langsung." ucap Sasa panjang lebar.
"Udah lah gak usah di bahas basi." Kata Reysha kesal.
"Ya udah iya, nah berarti disini lo doang dong yang jomblo? hahaha" ejek Cika, karena kemarin ia baru saja resmi berpacaran dengan Farel.
"Lah iya? nasib-nasib" ucap Reysha sabar sambil mengelus dadanya.
"Jang lo mau daftar nggak, Reysha lagi jomblo nih." Sasa berteriak membuat orang-orang yang berada dikelasnya menoleh ke sumber suara.
"Aih-aih kasian amat, udah gak bisa ngadu lagi nih sama ayang Marvel" ejek ujang sambil menghampiri mereka.
"Bacot lo" ketus Reysha menghentakkan kakinya.
"Kasian cantik-cantik jomblo" ejek ujang sambil menaik turunkan alisnya.
"Masih mending gue jomblo cantik nah elo. Udah jomblo, jelek, hidup lagi." balas Reysha lebih kejam.
"Jomblo teriak jomblo." ucap ketiga sahabatnya.