Until the End

Until the End
Terbongkar



Tiba-tiba ada yabg mengetuk pintu, Reysha langsung menoleh dan membuka pintu itu. Ia melirik Azzam yang terlelap dengan earphone yang menyumpal di telinganya.


"Ada apa bi?" tanya Reysha.


"Ada temennya Mas Azzam non" jawab bibi itu, Reysha langsung membelakan matanya terkejut.


"Em...suruh tunggu di luar aja bi, jangan disuruh ke atas ya," ucap Reysha, bibi itu mengangguk lalu segera turun.


Reysha panik lalu segera membangunkan Azzam. Ia mengguncang tubuh cowok itu tak sabaran. "Zam bangun Zam bangun,"


Azzam membuka matanya lalu menatap Disya bingung. "Ada temen-temen lo diluar" ucap Rey.


Azzam bangun sambil mengusap wajahnya, untuk apa kedua sahabatnya itu kesini? Astaga mengganggu weekend saja. "Lo disini gak usah keluar" kata Azzam dan Reysha segera mengangguk.


Azzam turun untuk menemui Bian dan Farel. Kedua cowok itu menyengir lebar saat melihat Azzam. "Hai bro baru bangun lo" ujar Bian.


"Ngapain kesini?" tanya Azzam datar.


"Main lah masa maling." jawab Farel mantap.


"Lagi nggak nerima tamu" ucapnya jutek. Bian dan Farel terkekeh, sudah biasa dengan jawaban Azzam.


"Kita ke kamar lo ya," ucap Bian. "Yuk Rel" ajak Bian, Farel langsung bangkit dan mengikuti Bian.


"Jangan" cegah Azzam panik.


"Kenapa dah?" tanya Bian bingung.


"Kamar gue berantakan" jawab Azzam, ia tidak tau harus beralasan apa agar kedua temannya itu tidak memasuki kamarnya.


"Santai ntar Bian yang bantu beresin" sahut Farel dengan santai.


Bian menjitak kepala Farel. "Enak bener lo ngomong" setelah itu Bian menendang bokong Farel.


"Setan" umpat Farel lalu mengejar Bian yang berlari ke kamar Azzam. Azzam yang melihatnya langsung panik dan mengejar kedua temannya itu takut jika mereka melihat Reysha ada di kamarnya.


Suara pintu yang dibuka kasar mengagetkan Rey yang sedang rebahan di kasur. Reysha langsung bangun dan menatap kaget pada kedua makhluk dihadapannya.


"Loh Reysha?" ujar Bian dengan bingung.


"Astaghfirullah setan yan setan, ini kenapa di kamar Azzam ada anak perawan," ucap Farel berteriak histeris melihat Reysha.


Azzam masuk dengan wajah datar, Farel dan Bian langsung menatap horor pada Azzam. "Bro lo udah berani bawa anak orang ke kamar? Gak nyangka gue, gila parah lo kalau ketauan tante Marisa sama om Arkan gimana." ucap Bian geleng-geleng.


Farel mengusap dadanya. "Reysha lo udah di apain sama si Bangor ini? biar gue hajar nih orang."


Reysha ingin menangis rasanya, apakah rahasianya akan terbongkar? Reysha tidak siap untuk menerima ejekan teman-temannya nanti. Reysha hanya menunduk tidak tau harus berbuat apa jika semuanya terbongkar begitu saja.


"Jelasin woy" ucap Bian yang merasa kesal kepada Azzam karena tidak menyangka akan perbuatan temannya itu.


Azzam melewatinya lalu mengambil sesuatu di lemarinya. Ia melempar buku nikahnya kepada Bian dan Farel, sontak kedua cowok itu menangkapnya dengan sempurna.


"WHAT? DEMI APA LO?" tanya Bian kaget.


"ZAM...INI SERIUS? GUE GAK LAGI MIMPI KAN" tanya Farel tak kalah kaget.


Azzam mengangguk membuat kedua cowok itu semakin kaget. Reysha terisak, ia takut kalau temannya Azzam itu membongkar rahasianya.


Azzam mendekat lalu mengusap pundak Reysha. "Lo tenang aja, mereka gak akan bongkar rahasia ini." ucap Azzam menenangkan.


"Eh Reysha kok malah nangis?" tanya Bian bingung.


"Santai aja Sa, kita mah gak ember. Tapi, ceritain dong gimana kalian bisa nikah. Di jodohin?" tanya Bian, Reysha menggeleng membuat kedua cowok itu makin bingung.


"Jangan-jangan lo ham--mphh" Farel membekap mulut Bian yang lemes.


"Duduk dulu" ucap Saga pada kedua temannya. Mereka berempat pun duduk di sofa kamar Azzam.


"Sebenernya waktu itu ingat kan pas kita telat masuk ke kelas dan berakhir kita dikejar guru piket?" tanya Azzam.


"Apa hubungannya?" tanya Bian.


"Dengerin dulu ngapa sih." kesal Farel menoyor kepala Bian.


"Sialan, lo seneng banget noyor kepala gue." ujar Bian mengusap kepalanya.


"Lanjut Zam."


"Gue lari ke perpustakaan, Reysha lagi ngambil buky tapi tiba-tiba gue lari-lari masuk perpustakaan dan nggak sengaja nabrak Reysha, akhirnya gue jatuh diatas tubuh Reysha."


"Tapi Pak Alvaro nggak percaya karena baju kancing baju gue kebuka, apalagi tangan gue mendarat dengan tidak senonoh." jelas Azzam.


"Dan atas kejadian itu akhirnya gue dinikahkan dengan Reysha, padahal orang tua kita awalnya menentang, tapi mau gimana lagi?"


"Terus lo udah anuan belom?" tanya Farel asal.


Reysha langsung merona malu, Azzam menatap tajam Bian lalu Farel menjitak kepala cowok itu. "Santai gak usah ngegas gitu." ucap Farel lalu tertawa.


"Mantep bener lo Zam, sekalinya dapet yang bening gini,mantan Marvel lagi." ujar Bian sambil terkekeh.


"Terus pasti udah pernah cium peluk cium peluk kan?" goda Farel sambil memonyongkan bibirnya.


"Kotor bener otak lo Rel" ucap Bian heran.


"Iya kan gue nanya doang dodol" balas Farel.


"Ya udah kita pulang, sekali lagi gue minta maaf ya." ujar Bian karena mereka telah masuk ke kamar pasutri dengan tidak sengaja.


"Eh besok jangan lupa traktir kita ya, lo kan gak ngundang kita ke acara nikahan," kata Farel.


"Nah kalau yang itu gue setuju, jangan luoa traktiran, anggap aja syukuran pernikahan lo berdua." balas Bian.


Azzam hanya diam tidak membalas ocehan kedua sahabatnya. "Yuk ah pulang, ngomong sama si Azzam mah di kacangin terus" ucap Bian yang pura-pura merajuk malah membuat Azzam terasa mual.


"Tunggu," cegah Reysha saat kedua cowok itu ingin keluar. "Jangan kasih tau Sasa sama Cika ya Kak, kalau bisa Syifa juga jangan sampai tau," ujar Reysha.


"Tenang aja Sa, kita berdua mah aman. Mana mungkin kita beberin rahasia kalia." balas Bian seraya tersenyum.


"Makasih" ucap Reysha yang diberi acungan jempol oleh Bian dan Farel.


"Jangan sedih, gue percaya sama mereka" ucap Azzam setelah bian dan Farel keluar dari kamarnya


"Iya" balas Reysha.


Tanpa persetujuan Reysha, Azzam memeluknya dari belakang."Mulai sekarang kita pacaran, bukan cuma sekarang tapi sampai nanti-nanti kita bakal tetap pacaran versi halal," ucap Azzam sambil mengelus rambut Reysha.


Reysha tersenyum lalu membalas pelukan Azzam."Jangan pernah kecewain gue ya Zam, gue takut kecewa untuk yang kedua kalinya." ucap Reysha.


"Nggak, gue akan berusaha buat bikin lo bahagia, asal lo buang-buang nama mantan lo dan ganti dengan nama gue." ujar Azzam.


"Iya, gue bakal gantiin nama itu dengan nama lo, dan selamanya akan tetap menjadi nama lo kak." ujar Reysha.