
Rey langsung tancap gas ke kantornya karena dia ada meeting dan kemungkinan akan telat beberapa menit.
Sepuluh menit kemudian, Rey telah sampai dikantornya. Ia pun buru-buru berjalan hingga tidak sadar ada seseorang di depannya.
Brak!
Jas Rey tidak sengaja terkena tumpahan kopi.
"M-maaf! Saya nggak sengaja!" ujar wanita itu.
"Nggak apa-apa! Saya buru buru permisi!" Rey langsung lari ke arah lift.
Wanita yang tidak sengaja di tabrak Rey pun langsung menuju ke HRD.
"Han! Itu siapa?" tanya dia sambil nunjuk Rey yang sedang menunggu lift.
"Itu?? Itu Pak Rey Prayoga, dan dia CEO disini!" ujar Hanum.
"HAH?? CEO?? SERIUS??" Hanum mengangguk.
"Iya kenapa?" tanya Hanum kepada Vera temannya.
"G-gue tadi gak sengaja numpahin kopi ke jas dia!"
"SERIUS??" Vera mengangguk.
Vera baru saja akan melamar menjadi sekertaris di kantor ini, tapi dia akan terkena masalah telah menumpahkan kopi di jas pemilik perusahaan itu.
"Lo gimana sih Ver, jas Pak Rey itu mahal-mahal dan buatan desainer terkenal! Lo tau desainer Alesha Prasetia yang sempat booming itu, dia istrinya Pak Rey."
"Hanum! Gue harus gimana?? Masa gue udah dipecat sebelum diterima?" tanya Vera panik.
*****
"Mas Rey ngeselin banget sih, ini jadi berantakan semua!!" Alesha geleng geleng liat kamar mereka yang berantakan karena ulah Rey yang sibuk mencari dasi karena tadi pagi Alesha sibuk menyiapkan sarapan pagi.
Rey emang orangnya berantakan banget super berantakan. Dulu Rey emang sangat rapih tapi makin hari, dia jadi manja dan malas ngurus dirinya sendiri.
Alesha memunguti barang barang yang berantakan dibawah, Alesha memutar bola matanya melihat meja kerjanya suaminya.
Semalem Rey lembur makanya dia bangun kesiangan.
Alesha mulai membersihkan semua barang-barang, ia pun langsung memasukan baju kotor ke keranjang baju.
"Nggak nyangka ya, aku udah lama aja sama Mas Rey, Lika-liku hidup aku kayaknya rumit banget deh, nikah paksa, jadi istri kedua, untung Mas Rey masih menerima aku, padahal aku udah pernah dilecehkan sama orang." guman Alesha merebahkan dirinya sejenak.
"Capek sih sama kehidupan, tapi senengnya juga banyak, diumur aku yang masih muda harus dipanggil Mama dan nggak nyangka aja anak aku udah dua, malah udah ada yang nikah."
"Kangen Mbak Safira, kangen Bunda, buat Kak Alvin maafin aku ya, aku udah kubur hidup-hidup perasaan aku buat kamu, aku udah punya kehidupan baru, dan aku berharap di atas sana Kak Alvin juga bahagia. Aku selalu doain yang terbaik buat Kak Alvin, bunda dan Mbak Safira."
Alvin adalah sosok pria yang menjadi cinta pertama Alesha. Mega juga menjadi sosok wanita pertama yang Alesha panggil bunda, sebab selama ini Mega lah yang mengurus Alesha terlepas dari semua niatnya. Dan Safira adalah bentuk sedikit luka bagi Alesha.
Karena Safira, Alesha kehilangan cinta pertamanya, dan karena Safira pula Alesha harus menjadi istri kedua. Tapi dibalik itu semua pasti ada hikmahnya juga dan Alesha tidak menyesalinya, karena jika Alesha menyesal, maka dia juga termasuk menyesal atas kehadiran putrinya.
Drrttttt drtttt.
"Halo Assalamualaikum? Kenapa bang?" tanya Alesha saat menerima panggilan dari Alan.
"Wa'alaikumussalam, Jadi sha?" tanya Alan.
Hari ini ia akan pulang dan langsung menuju kantor Rey. Rey dan Alan memang memutuskan bekerja sama dalam mengelola kantor kakak iparnya, karena Alan juga mengurus kantor ayahnya.
"Jadi kok! Sesuai rencana ya bang!" Alan hanya tertawa saat mengingat ide adiknya.
"Sip sip! Udah dulu suami kamu dateng! Assalamualaikum" Alan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Wa'alaikumussalam Mas." jawab Alesha ketika sambungan telponnya telah terputus.
Alesha langsung bersiap-siap, ia sedikit memoles wajahnya dan juga mengganti pakaiannya.
"Ma gimana?" tanya Reysha yang sudah siap dengan pakaiannya.
"Ma, nanti kita langsung ke kantor Papa atau gimana?" tanya Reysha lagi.
"Kamu langsung ke kantor Papa aja, nanti jangan lupa kabarin Azzam ya."
Reysha pun pergi lebih dulu ke kantor papanya, dia juga sudah diberi tau Alesha jika disana Alan yang akan menunggu Reysha.
Rey melepas jasnya yang kotor akibat tumpahan minuman, ia kemudian duduk di meja kerjanya.
"Jas lo kenapa bang?" tanya Alan yang melihat jas Rey terlihat kotor.
"Tadi nggak sengaja kena tumpahan minuman pas buru-buru masuk." jawab Rey menghela nafas kasar.
"Tadi Pak Deon minta ketemu di cafe depan!" ujar Rey yang langsung diangguki Rey.
"Tapi kan ini meeting bang, sopan nggak sih kalau meeting nggak pakai baju formal." ujar Alan.
Rey mengangguk, ia rasa juga tidak terlalu sopan jika tidak memakai jasnya. "Kalau gitu dikamar pribadi saya juga ada jas, nanti saya ambil." Alan hanya mengangguk-angguk saja.
Setelah selesai memakai jasnya, Rey dan Alan berjalan keluar kantor menuju kafe depan, mereka akan mengadakan beberapa proyek yang akan ditangani langsung oleh Rey.
Dilain sisi Alesha tengah mempersiapkan rencana untuk memberikan kejutan kepada suaminya, bahkan anak-anak serta mantan suaminya pun ikut andil dalam rencana Alesha.
Alan dan Alesha bekerja sama untuk memberikan suprise kepada Rey.
"Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko tersebut.
"Ada kue ulang tahun Mbak?" tanya Alesha yang dijawab anggukan.
"Sebelah sini!" ujar pelayan toko mempersilahkan Alesha.
Alesha mulai memilih-milih kue ulang tahun untuk Rey. "Yang itu aja!" pelayan toko pun langsung membungkus kue yang dimaksud Alesha.
"Terimakasih!" ucap Alesha sambil senyum ramah.
"Alesha.." Alesha menoleh saat ada seseorang yang memanggil namanya.
"Rafdy..." teriak Alesha dengan heboh.
"Lo dari mana?" tanya Rafdy selaku teman sekelas Alesha dulu, bahkan Rafdy pernah menaruh perasaan terhadap Alesha waktu itu.
"Dari toko kue barusan!" ujar Alesha.
"Gimana kabarnya? Pak Rey juga sehat?" tanya Kaivan.
"Alhamdulillah sehat, kamu gimana kabarnya?" tanya Alesha.
"Baik Sha, Oh iya kita ngobrol di sana aja." ajak Kaivan yang diangguki Alesha.
*****
"Saya Minta maaf yang sebesar besarnya Pak!" jawab Rey sambil nunduk hormat kepada Pak Deon rekan kerjanya. Pak Deon mengangguk dan meninggalkan cafe tersebut.
"Lan gimana ini, kalau Pak Deon batalin kerjasamanya, lagian kenapa saya bisa telat sih, kesel banget." keluh Rey.
"Lagian udah tau telat malah ngeyel." sahut Alan.
"Eh itu Alesha kan?" ujar Alan menunjuk seorang wanita yang tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Eh masa? Alesha kan di rumah" Rey mengikuti arah pandangan Alan.
"Eh bener bang, itu Alesha istri lo!"
Rey membulatkan matanya saat mengetahui Alesha tengah tertawa bersama seorang pria, Hal itu sontak membuat Rey panas. Bisa-bisanya saat Rey tengah pusing memikirkan kontra kerjasamanya, Alesha malah enak-enak ketawa-ketawa.
"Bang mau kemana?" teriak Alan saat Rey berlalu begitu saja menghampiri istrinya.
"Alesha.." panggil Rey, sudah pasti dirinya sangat marah, karena biasanya Rey akan memanggil dengan sebutan sayang walaupun di depan umum.
"Mas Rey? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Alesha dengan raut terkejut bukan main.
"Kamu yang kenapa disini sama pria lain lagi!" tanya Rey menatap tajam istrinya.
Cemburunya Rey bukan main, dulu juga Rey sering cemburu terhadap Alvin yang sudah tiada, dan sekarang siapa lagi makhluk yang sedang mendekati istrinya itu.
"Ya emang kenapa sih Mas?" tanya Alesha tanpa rasa salah.
"Kamu keluar nggak ijin lagi, gimana sih kamu." ketus Rey.
"Emang kenapa sih Mas." jawab Alesha.
"Sorry-sorry ini sebenernya ada apa sih." tanya Rafdy.
"Diam!" Bentak Rey dan Alesha bersamaan. Rafdy hanya diam dan mengangguk.
"Ayo pulang!" ajak Rey menarik tangan Alesha.
"Nggak, kamu apa-apaan sih Mas." ketus Alesha menatap tajam netra suaminya.
"Kamu yang kenapa?!" sahut Rey,tatapan matanya pun tak kalah tajam dari Alesha.
"Aku nggak papa!"
"Alesha, Mas serius!" pekik Rey.
"Udah ah males! Kamu terlalu cemburuan tau nggak!"
"Rafdy, ayo pergi." ajak Alesha.
"Alesha!" Rey mengacak-acak rambutnya frustasi.
Dilain sisi Rafdy terlihat gelisah, dia seperti tersangka kasus perselingkuhan dengan istri orang.
"Eh itu Pak Rey? Ngada-ngada ya lo Sha, nanti kalau dia salah paham gimana?" kata Rafdy sambil jalan di samping Alesha.
"Sengaja! Dia kan lagi ultah hehe" jawab Alesha sambil menyengir kuda.
"Oh ini kue buat laki lo?" Alesha pun mengangguk mengiyakan.
"Dia aja ga ingat hari ini dia ultah saking sibuknya!" sahut Alesha.
******
Rey memasuki kantor, tatapan begitu tajam membuat semua orang menunduk karena takut jika melihat Rey yang seperti itu.
Alan tadi sudah berkirim pesan agar ia menahan Rey agar tidak balik ke kantor lebih dulu, dan ia berhasil karena tadi sempat mencari Alesha pergi.
"Tadi beneran istri saya kan Lan?" tanya Rey.
"Wah gila lo bang, masa nggak ngakuin adik gue." kata Alan memelototi Rey.
"Bukan gitu Lan, tapi Alesha biasanya selalu nurut."
Rey membuka pintu ruangannya, dan betapa terkejutnya dia saat mendapati istrinya tengah tersenyum manis sambil membawa kue, tentu saja tanpa lilin.
Menurut sejarahnya, nyala lilin seperti membayar upeti kepada Artemis seperti dewa bulan dalam mitologi Yunani.
Kue bulat yang digunakan pun bentuk bulan dan lilin yang diletakkan di atas menyiratkan cahaya bulan. Sebelum berdoa terlebih dahulu, orang Yunani Kuno berdoa terlebih dahulu.
Bagi orang Yunani Kuno, secepatnya dari tradisi tiup lilin adalah penghantar doa kepada sang dewi dan cahaya kehidupan bagi orang-orang nonmuslim.
Tradisi tiup lilin pun dilakukan ketika berulang tahun maupun setiap saat memiliki keinginan tertentu.
Kini, sebagian besar orang turut menerapkan tradisi tiup lilin saat berulang tahun termasuk umat muslim.
bertambah, bertambahnya usia seseorang menjadi momen yang ingin dibagikan bersama kerabat dengan penuh kebahagiaan, seperti makan bersama dan berbagi hadiah.
Namun, tradisi tiup lilin ini merupakan warisan budaya orang-orang nonmuslim sehingga perlu dihindari.
Masalah umat muslim karena tradisi tiup lilin sesuatu yang diajarkan dalam Islam tapi oleh kaum dan Nasrani.
Rasulullah pun tidak pernah menganjurkan tradisi tiup lilin dalam perayaan ulang tahun sehingga tradisi tersebut semestinya tidak menjadi bagian dari kewajiban umat muslim setiap tahun.
Bahkan, pesta ulang tahun yang berlebihan adalah sikap pemborosan yang dibenci oleh Allah Swt. Uang untuk membeli lilin ulang tahun pun dapat dialihkan pada amalan yang bernilai sesuai ridha-Nya, misal bersedekah.
Umat muslim dianjurkan menghindari tradisi tiup lilin sebab itu menyerupai ajaran bagi umat nonmuslim. Jika meniru kebiasaan suatu kaum disebut sebagai tasyabuh, dan itu pun dilarang dalam Islam.
"Selamat ulang tahun, Papa." seru Alesha berjalan menuju suaminya yang sedang berdiri di depan pintu.
Rey langsung saja memeluk istrinya, sungguh dia tidak ingat kalau hari ini adalah hari kelahirannya, disana juga sudah ada Ira, Kinan dan Danu serta kedua orang tua Alesha dan tentunya anak-anaknya.
"Aku kira kamu selingkuh, tapi bener kan kamu nggak selingkuh di belakang aku?" tanya Rey sambil mencium kedua pipi Alesha.
"Nggak Mas, Mas Rey tetaplah raja dihari Alesha. Dia Rafdy Mas teman sewaktu sekolah sekaligus murid Mas sendiri waktu dulu."
Para pegawai pun menyaksikan langsung keharmonisan rumah tangga atasannya, bahkan ada yang senyum-senyum sendiri sambil membayangkan jika bisa mendapatkan suami seperti Rey.
"Maafin Mas udah berburuk sangka, Mas cuma takut aja kamu berpaling karena Mas makin hari makin tua."
"Lah emang udah tua kan." sahut Haidar.
Rey terus mengabaikan putranya, ia mendekati Ira untuk mengucapkan terimakasih kepada ibunya.
"Ketika aku sedang demam ibu selalu rela begadang demi untuk menjagaku, terima kasih ibu atas rasa perhatian dan kasih sayang yang telah kau berikan.Terima kasih untuk selalu mendorongku melakukan yang terbaik. Berkat ibu kini aku telah tumbuh dewasa menjadi manusia yang lebih mengerti apa arti kehidupan. Terima kasih."
Ira memeluk putranya, dia meneteskan air mata saat mengingat masa-masa anak-anaknya masih kecil.
"Semoga kamu selalu bahagia Rey."
"Papa cepetan potong kuenya, pasti Haidar udah ngiler dari tadi." kata Reysha membuat Haidar melotot.
"Sebelum potong kue, Papa mau foto bersama dulu, Mbak Kinan, Mas Danu, ibu. Mama Maura sama Papa Bimo juga, kamu dan Azzam, Mama dan Haidar, serta Alan dan Resa." Rey menyerahkan kameranya pada salah satu karyawan untuk memfotonya.
"Satu."
"Dua."
"Tiga."
Saat mengambil foto, tiba-tiba Rey memeluk dan mencium Alesha, sedangkan Kinan dan Danu saling pandang, Alan mencubit pipi Resa, dan tentu saja Reysha menggandeng lengan Azzam.
Kisah Rey dan Alesha sudah selesai, mereka hidup dengan kebahagiaan masing-masing, jika Alesha sekarang hidup bahagia bersama Rey, tentu saja Maura pun kembali bahagia bersama Bimo. Seberapapun kira jauh melangkah, jika jodoh kita dia, maka kita akan kembali bersama.
...Tamat...
Sebenernya belum selesai sih, tapi aku nggak bisa up dan fokus gara-gara kerja, terpaksa aku bikin tamat cerita ini.
Makasih banget buat kalian semua yang udah support aku sejauh ini. Sampai ketemu di cerita-cerita selanjutnya🙏