Until the End

Until the End
Menolak sadar



Setelah bel istirahat berbunyi kini empat sejoli ini sedang makan di kantin. Tidak ada yang mengganggu mereka makan seperti Marvel ataupun Bagas, kedua cowo itu sedang sibuk latihan basket karena beberapa hari lagi pertandingan akan dimulai.


Kening Reysha berkerut saat tidak ada satupun uang di sakunya, astaga apakah dia lupa membawa uang? Kemarin telat dan sekarang lupa membawa uang, kenapa masalah selalu menghampirinya.


Akhirnya Reysha memutuskan untuk mengirim pesan pada Azzam. Laki-laki itu tidak terlihat di kantin saat ini, semoga saja Azzam membalas pesannya.


Setelah mendapatkan balasan dari Azzam, Reysha pun bangun dari duduknya.


"Guys, gue ke toilet dulu ya bentar" ucap Reysha.


"Kenapa lo mules?" tanya Cika.


"Panggilan alam nih, bentar ya" balas Reysha lalu pergi meninggalkan kantin.


Ia melangkah dengan cepat, semoga di samping perpustakaan sepi sekarang. Karena biasanya disana sering ada anak kelas 12 yang merokok. Setelah sampai ternyata Azzam sudah lebih dulu berada disana, cowo itu sedang bersender pada tembok dengan satu tangannya berada di dalam saku, dan itu terlihat sangat cool.


"Gue minta uang" ucap Reysha tanpa dosa sambil menyodorkan tangannya.


"Sekarang lo kan suami gue, jadi boleh dong gue minta uang sama lo." sambung Reysha masih setia menyodorkan tangannya.


Azzam menghela nafas lalu mengeluarkan dompetnya, saat itu juga Reysha memanjangkan lehernya untuk mengintip isi dompet Azzam.


"Itu tuh yang biru" tunjuknya.


"Ini" kata Azzam sambil memberi uang itu pada Reysha.


"Nah" pekik Reysha senang "ok thanks, gue ke kantin lagi"


Reysha membalikan badannya lalu pergi meninggalkan Azzam "eh? Lo gak ke kantin?" tanya Reysha sebentar.


"Nggak" balas Azzam singkat.


Reysha kembali ke kantin lalu segera menyeruput pop ice bubble kesukaannya. Berjalan dari kantin sampai perpustakaan sangat membuatnya haus.


"Buset lama bener lo, abis pup ya?" tanya Sasa sambil menggoda.


"Mencret ya?" tanya Syifa.


"Jorok njir gue masih makan" rengek Sasa.


"Hehe sorry" balas Syifa.


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Tapi Reysha meminta mereka agar menemaninya menonton Marvel dan tim nya yang sedang latihan. Masih ada waktu lima belas menit sebelum bel masuk.


"Semangat sayang" pekik Reysha sambil tersenyum. Sungguh Reysha sangat berlebihan padahal hanya latihan bukan tanding. Meisa yang melihat itu menjadi kesal, bukan karena cemburu. Tapi karena Meisa tau kalau omnya itu melarang Reysha untuk berpacaran.


Meisa adalah anak kedua dari Kinan dan Danu, dia selalu mengawasi pergerakan Reysha. Meisa sudah beberapa kali menegur adiknya itu agar meninggalkan pacarnya, tetapi Reysha selalu acuh terhadap tegurannya.


"Fa, gak ada niatan menyemangati gue lo?" tanya Bagas setengah berteriak.


"Ogah...." balas Syifa berteriak kencang.


"Marvel minum dulu nih" panggil Reysha.


Marvel menghentikan sebentar permainannya lalu menghampiri Reysha. Ia tersenyum sangat manis sampai membuat beberapa cewe yang lewat terpekik histeris tapi hanya sebentar karena Reysha langsung memberi mereka wajah garang.


Reysha mengelap dahi Marvel dengan tissue lalu cowo itu menengguk air mineral yang Reysha berikan. Ya ampun Reysha sangat lemah saat jakun Marvel naik turun seperti itu.


"Hei Reysha jangan ganggu Marvel latihan" tegur Pak Joko guru olahraga.


"Kaya gak pernah muda aja pak" ejek Reysha setelah itu mereka kembali ke kelas sebelum bel masuk berbunyi.


*****


Sepulang sekolah Meisa sengaja menunggu Reysha, ia ingin menegur kembali adiknya itu. Saat melihat Reysha keluar kelas, ia pun langsung menghampirinya.


"Reysha.." panggil Meisa membuat langkah Reysha terhenti.


"Kenapa?" tanya Reysha dengan mata memincing.


"Kakak mau ngomong sebentar..." ujar Meisa membawa Reysha ke belakang sekolah.


Sesampainya disana Meisa melipat kedua tangannya di depan dada seraya menatap tajam Reysha.


"Kenapa sih, ada perlu penting?" tanya Reysha memainkan kukunya.


"Kakak udah pernah bilang sama kamu, akhiri hubungan kamu sama Marvel." ujar Meisa, Reysha langsung menatap tajam Meisa yang mengatakan hal itu.


"Lo siapa main nyuruh-nyuruh gue, lo terlalu ikut campur sama hubungan gue dan Marvel, mau lo apa sih? lo suka sama pacar gue?" tanya Reysha menunjuk wajah Meisa.


"Kakak nggak suka sama pacar kamu, tapi bukannya kita sebagai wanita dilarang untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis yang haram baginya? kita harus pandai menjaga diri kita Reysha, apalagi kamu udah nikah sama Azzam, status kamu sekarang adalah seorang istri.


Istri, istri , istri dan istri. Reysha kesal dengan kata-kata itu, siapa juga yang mau menjadi seorang istri diusia muda, dan itu hanya kesalahpahaman semata.


"Nggak usah diingetin juga gue inget kalau gue punya suami, jadi please jangan pernah ikut campur sama kehidupan gue, suami gue juga biasa-biasa aja gue pacaran sama Marvel."


"Azzam memang biarin kamu, tapi apa Om Rey nggak marah kalau tau semuanya? dia pasti kecewa sama kamu Reysha, kamu nggak kasihan sama Tante Alesha? apa mereka pernah ngajarin kamu untuk bertentangan dengan syariat Islam?"


"Aku pengen seperti Tante Alesha, tapi kamu yang anaknya malah nggak mencontohkan kebaikan ibu kamu sendiri."


"Papa nggak bakal tau kalau lo nggak ngadu." ketus Reysha melipat kedua tangannya di depan dada.


Pernikahan merupakan ikatan suci bagi pasangan suami istri. Pernikahan juga bentuk komitmen antara laki-laki dan wanita yang saling mencintai untuk hidup bersama. Tidak mudah menyamakan persepsi bagi dua insan yang berbeda, baik secara fisik maupun psikis. Maka, Islam mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan, mulai dari akad nikah, hak-hak dan kewajiban pasangan, hingga persoalan talak. Hal ini dimaksudkan agar tujuan pernikahan sebagaimana yang disyariatkan agama Islam dapat tercapai. Di antara tujuan pernikahan adalah terciptanya keluarga yang sakinah (tenteram dan bahagia), yang berdiri di atas pondasi mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang.


"Pernikahan itu ikatan suci Reysha, dan kamu menodainya dengan masih berhubungan dengan laki-laki lain, dimana pikiran kamu Reysha." pekik Meisa dengan suara bergetar menahan kekesalannya.


"Ingat Meisa, gue punya hubungan lebih dulu sama Marvel daripada Azzam, gue juga nikah sama Azzam karena terpaksa, jadi lo nggak usah nuntut gue buat jadi istri yang baik buat Azzam, gue pastiin beberapa bulan lagi gue bakal cerai sama dia."


"Apa Om Rey bakal biarin kamu cerai sama Azzam? nggak bakal Reysha, kenapa kamu nggak mencontoh Haidar adik kamu, dia selalu membanggakan Om Rey dan tante Alesha, kalau Om dan Tante tau kamu berpacaran, mereka pasti akan menangis karena gagal mendidik putri kesayangannya." ujar Meisa kemudian pergi meninggalkan Reysha yang masih diam mematung di sana.


Membanggakan? Reysha tidak pernah berbuat apa-apa untuk membanggakan kedua orang tuanya, selama ini dia selalu membantah perkataan orang tuanya. Bahkan di suruh berpakaian tertutup saja Reysha tidak mau.


Semakin kita bertambah usia, maka semakin bertambah tua juga kedua orang tua kita. Saat kita semakin dewasa, kadang kita makin menyadari betapa pentingnya keberadaan orang tua kita selama ini. Yang paling kita sesali pun adalah kita merasa belum bisa benar-benar membahagiakan mereka.


Seumur hidup, kita takkan bisa membalas cinta kedua orang tua kita. Cinta mereka adalah cinta paling sejati yang pernah kita dapat. Cinta mereka adalah cinta tanpa syarat. Selamanya kita takkan bisa menandingi kehebatan cinta mereka kepada kita.


Rasa penyesalan biasanya akan semakin besar saat satu demi satu harapan orang tua ternyata belum bisa kita penuhi sepenuhnya. Seiring bertambahnya waktu dan usia, kita malah membuat mereka kecewa dengan keputusan-keputusan yang kita ambil. Kadang ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Sehingga kita masih gagal menjadi anak yang baik untuk orang tua kita.


Hidup ini kadang memang berat. Ada hal-hal yang terjadi di luar harapan dan keinginan kita. Namun, waktu terus berjalan. Hidup masih berputar.


"Bodoamat lah dia mau ngomong apa, selagi Papa sama Mama nggak tau, ya gue bakal tetep jalani hubungan gue sama Marvel, masalah membanggakan orang tua kan udah ada Haidar, pasti Mama sama Papa udah cukup sama itu semua." ujar Reysha menolak sadar juga.


Bersambung.......