
Bagi perempuan yang sudah menikah, kehamilan adalah hal paling istimewa dan dinantikan. Tidak heran jika kebahagiaan menyelimuti hati keluarga tatkala mengetahui kabar kehamilan Alesha.
Begitu berat perjuangan ibu hamil demi sang anak seringkali bisa dijadikan pelajaran berharga bagi setiap orang. Misalnya saja pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, perjuangan, cinta kasih dan seterusnya.
Hamil adalah momen yang gembira, karena sebentar lagi sosok yang tercinta akan segera hadir di sisi kita.
Saat memasuki trimester 3 kehamilan, ini menjadi pertanda Alesha harus segera bersiap menjelang kelahiran. Janin akan terus tumbuh dalam berat, ukuran, dan sistem tubuh hingga akhirnya dilahirkan.
Masa-masa yang paling krusial saat hamil adalah ketika ibu masuk dalam trimester pertama dan ketiga. Pasalnya trimester pertama, tubuh Anda akan merasa ‘kaget’ untuk menghadapi semua perubahan yang terjadi saat kehamilan. Dan pada trimester ketiga, tubuh akan merasa jauh lebih berat dan penuh.
Di fase trimester ketiga, janin terus berkembang dan membuat perut semakin membuncit. Tak heran akan menimbulkan stretch mark. Proses-proses perkembangan seperti organ dan sistem tubuh bayi sudah hampir selesai, sehingga perkembangan janin akan fokus pada penambahan berat badan.
Alesha merasa tidak nyaman karena berat badan yang terus bertambah, dan mulai mengalami kontraksi persalinan palsu atau disebut kontraksi Braxton-Hicks.
Selama trimester ketiga, Alesha mulai mengikuti kelas melahirkan sebagai persiapan untuk melahirkan terutama dalam kehamilan pertama adalah ide yang bagus.
Tapi akhir-akhir ini Alesha memiliki banyak pikiran dan stres berat akan kenyataan-kenyataan yang kian terbongkar.
Alesha wanita ceria segudang tawa kini telah berubah menjadi pendiam, tidak ada lagi Alesha yang ceria, tidak ada lagi Alesha yang selalu memperlihatkan semua ekspresi wajah baik senang atau pun sedih.
Dan perubahan itu dirasakan Safira dan Rey. Entah apa yang mereka pikirkan tentang Alesha saat ini, yang pasti Alesha akan langsung marah jika ketenangannya di usik.
Hari ini rencananya Rey akan mengantar Alesha check up dan menanyakan banyak hal tentang kehamilan pertama Alesha yang akan menjelang hari persalinan.
"Udah siap?" tanya Rey ketika melihat Alesha sudah memakai gamis berwarna tosca dengan kerudung senada.
Alesha hanya mengangguk, mereka pergi menggunakan mobil yang di berikan Ira, karena Ira tau semakin kandungan Alesha membesar maka Alesha pun akan cepat lelah. Sebab itu ia memberikan mobil takut Alesha capek jika kemana-mana harus memakai motor.
Sesampainya di sana mereka harus menunggu antrian, Alesha merasa sangat lelah berjalan dari dari parkiran hingga memasuki rumah sakit, sungguh rasanya sangat lelah, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan anaknya.
"Cape banget ya?" tanya Rey mengelap peluh Alesha, ia tidak tega melihat Alesha kelelahan seperti ini.
"Lumayan sih" jawab Alesha menyandarkan tubuhnya.
tentang masa lalu dapat di jadikan sebagai bahan perenungan serta pelajaran untuk menatap ke masa depan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Masa lalu merupakan momen yang sudah terlewat dan tidak perlu selalu diingat. Tengkoklah sebentar ke masa lalu, hanya untuk membuatnya sebagai pelajaran agar tidak salah langkah pada masa kini dan masa depan.
Terdapat ungkapan "jangan pernah menengok ke belakang, teruslah menatap ke depan" Hal tersebut dapat diartikan masa lalu harus segera dilupakan agar lebih mudah menjalani kehidupan selanjutnya.
Tetapi Alesha tidak mudah begitu saja melupakan masa lalunya, sungguh itu semua tidak semudah membalikan telapak tangan.
Bayangkan kalian mencintai seseorang yang sudah lama kamu nanti tapi dia harus pergi secepat itu, pergi meninggalkan Alesha sendiri dengan dunia kejam yang ia tinggali.
Lamunan Alesha buyar kala namanya di panggil yang berarti giliran dia untuk memeriksa calon anaknya.
Rey dengan sigap langsung menuntun Alesha memasuki ruangan tersebut.
"Hal apa yang bisa membuat proses persalinan lebih mudah dok?" tanya Rey.
Rey memegang tangan Alesha, dia tidak sabar ingin bertemu dengan malaikat kecilnya yang akan menjadi pelengkap rumah tangga mereka.
Sesudah dari ruangan dokter,Rey menebus vitamin untuk Alesha.
"Yuk kita pulang" ajak Rey menggandeng tangan Alesha.
"Aku mau pergi ke suatu tempat dulu boleh gak Mas?" tanya Alesha.
Rey tersenyum dan mengangguk " Mau kemana, biar Mas antar"
Alesha ingin bertemu dengan ibu kandungnya,Sepertinya tak ada ungkapan yang bisa menggambarkan sosok ibu. Karena ibu adalah segalanya untuk anak-anaknya. Kerap kali perasaan rindu muncul di hati seorang anak tentang sosok ibu yang telah melahirkannya.
Ya sosok ibu adalah begitu penting dan berarti bagi semua orang. Selama sembilan bulan, ibu mengandung hingga bertaruh nyawa untukmu. Dari lahir ia merawat, mendidik dan membesarkan tanpa pamrih. Ibu berjuang melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya.
Sudah sepatutnya seorang anak juga mempunyai rasa yang besar untuk wanita yang penuh kasih itu. Rasa kasih sayang, rela berkorban dan membahagiakannya.
"Ibu aku merindukanmu. Tanganku tak mampu menggapaimu, mataku tak mampu menatapmu. Namun tahukah ibu, hatiku tak pernah mencoba berhenti berkata-kata bahwa aku sangat merindukanmu, aku ingin berada di pelukanmu ibu" ucap Alesha dalam hati melihat ibunya harus bekerja keras mengumpulkan kardus-kardus bekas demi sesuap nasi untuk menyambung hidupnya.
"Maafin Asha Bu, Asha belum sanggup untuk bertemu saat ini, tapi Insya Allah, Asha akan segera menemui ibu. Tunggu Asha satu bulan lagi"
Rey menatap Alesha yang terus memperhatikan pemulung jalanan itu, tatapan Alesha begitu sendu ketika melihatnya.
"Kamu kenapa Sha?" tanya Rey memegang tangan Alesha yang sejak tadi menganggur.
"Nggak papa Mas, aku boleh minta tolong nggak?"
"Minta tolong apa?"
"Kamu beliin ibu itu makan ya, aku kasian liatnya" ujar Alesha menunjuk Maura ibu kandungnya.
"Iya sayang, kamu tunggu di sini ya Mas beliin makanan dulu" ucap Rey kemudian turun dari mobil untuk membeli makanan.
Alesha menatap sendu ibunya, sungguh Alesha sakit melihat ibunya harus terlantar seperti itu, dan Mega dengan seenaknya harus berbahagia di atas penderitaan Maura.
Alesha tidak benci Mega, karena selama ini Mega menyayanginya dengan tulus, tapi ada rasa marah kala tau dia penyebab rumah tangga ibunya hancur dan dia hanya tau kalau ibunya adalah Mega bukan Maura.
Niat Alesha meninggalkan bayinya bersama Rey dan Safira sama saja mengulang masa lalu antara Bimo dan Maura.
Jika Alesha saja merasa sakit ketika tidak mengetahui siapa ibu kandungnya, bagaimana dengan anaknya nanti?
Begitu juga anaknya, dia pasti akan membenci Alesha karena sudah meninggalkannya, tapi ini yang terbaik untuk dirinya, Rey dan Safira.
Alesha ingin memulai hidup barunya dengan Maura, hanya Maura. Mereka akan pergi jauh dan hidup bahagia hanya berdua.
Semoga saja ini jalan terbaik untuk mencapai bahagia masing-masing, biarlah dia tidak dikenali anaknya nanti, tapi anaknya harus bahagia dengan hanya memiliki satu ibu yaitu Safira Khumaira, bukan Alesha Prasetia.
"Semoga kamu menjadi anak yang shaleh dan shaleha ya nak, maafin mama. Ini keputusan terbaik untuk kamu juga, mama bukanlah wanita yang sempurna untuk menjagamu" lirih Alesha mengelus perut buncitnya, ia tidak tau apa jenis kelamin anaknya karena mereka sepakat untuk merahasiakannya.