Until the End

Until the End
Menghadiri rapat orang tua



Sekarang Alesha tengah menemani Rey yang sedang meeting, niatnya Alesha akan menunggu Rey menjemputnya,tetapi Rey malah menyuruh Alesha menemaninya ke kantor dan setelah selesai meeting mereka akan langsung pergi ke sekolah Haidar.


Setelah menyelesaikan meeting Rey memasuki ruangannya dan duduk di samping Alesha yang sedang membaca buku.


"Udah selesai Mas?" tanya Alesha menutup bukunya.


"Udah, sekarang kita mau langsung ke sekolah Haidar, yang?" tanya Rey diangguki Alesha.


Rey menggandeng Alesha keluar ruangannya, banyak pasangan mata yang menatap iri kedua pasangan tersebut, namun Alesha dan Rey hanya acuh dengan tanggapan mereka.


Di perjalanan Rey terus saja menggenggam dan mencium tangan Alesha.


Nikmat mana lagi yang kau dustakan, bisa menikah dengan orang yang di cintai adalah suatu hal yang sangat di impikan bagi semua orang termasuk Rey.


Alesha dan Rey sudah sampai disekolah Haidar. Mereka ikut berkumpul pada barisan bangku orang tua yang sudah disiapkan.


"Hai Pak Rey, apa kabar? Tumben dateng ke acara sekolah Haidar."  ujar  seorang wanita bertubuh gempal yang terlihat sedikit seksi dengan baju ketat dan belahan dada yang rendah.


Rey tersenyum singkat dan menggenggam tangan Alesha." Iya saya sedang tidak sibuk." jawab Rey.


Tatapan mata wanita itu beralih melihat kedua tangan Alesha dan Rey yang saling bertautan."ini keponakannya ya?"


"Bukan, dia istri saya,apa ibu tidak melihat berita pernikahan kami? Bahkan acaranya di gelar mewah, pasti semua orang juga tau kalo dia wanita saya, hm kayaknya ibu kurang update deh, masa saya udah ada anak dua tapi masih belum tau istrinya." ujar Rey membuat wanita itu bungkam.


"Duh pasti repot ya Pak nikah sama yang lebih muda, apalagi keliatannya umur istri Pak Rey masih terlalu muda." Rey tidak menggubris ucapan wanita itu, ia lebih fokus menatap putranya yang sedang tampil.


"Istrinya pasti gak bisa masak sama beres-beres rumah ya, jagonya pasti cuma belanja-belanja aja, eh tapi kayanya engga deh di lihat dari penampilannya." cibirnya.


Hukum menutup aurat adalah wajib. Hal tersebut sesuai dengan perintah Allah yang tercantum dalam surat An-Nur ayat 31.


"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."


Menjadi fitrah bagi seorang wanita untuk berusaha tampil sebaik dan secantik mungkin saat akan menghadiri acara maupun untuk berkumpul bersama teman.


Berhias dalam ajaran Islam bukanlah sesuatu hal yang dilarang. Malah, Islam mengajarkan cara berhias yang baik tanpa harus merugikan atau merendahkan martabat wanita itu sendiri.


Dalam HR Muslim disebutkan. "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." Dalam hadist ini sudah jelas jika Allah menyukai umatnya yang mampu menjaga diri, utamanya dalam hal kebersihan dan mempercantik diri. Termasuk untuk muslimahnya apalagi jika ditujukan untuk ibadah."


Ayat lain yang menegaskan jika Allah SWT tidak melarang umatnya berhias disebutkan dalam QS Al-A'raf ayat 32. Dalam surat tersebut Allah bersabda, "Katakanlah: 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?' Katakanlah: 'Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat'. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."


Penampilan yang berlebihan seperti mengenakan perhiasan, atau pakaian yang menunjukkan lekuk tubuh, akan menarik perhatian laki-laki untuk menatapnya. Karena itu, hukum make up dalam Islam yaitu tabaruj dalam Islam dilarang dan perempuan tidak diizinkan untuk menunjukkan kecantikannya kecuali pada suaminya.


Wanita itu berlalu pergi dengan wajah menahan malu, banyak orang yang menatap ke arahnya.


                                           


"Eh, Pak Rey sama istrinya apa kabar?" tanya seorang ibu-ibu wali murid yang hadir juga di acara ini.


                         


"Alhamdulillah baik." Balas Rey.


"Ibu namanya siapa? Saya Rena ibunya lula." ujar Rena mengulurkan tangannya ke depan Alesha, Alesha menerima uluran tangan Rena sambil tersenyum hangat.