The Delayed Of Love Stories

The Delayed Of Love Stories
Hatinya Bergetar



Matahari mulai menampakkan cahaya senja. Sinarnya tepat mengenai tubuh Kenzo yang berdiri di balik jendela rumahnya. Ia mengawasi rintik kecil yang mulai turun. Perasaan cemas hinggap di hatinya. Dalam hatinya berharap Riella akan segera pulang, meski ia tidak tahu akan bersikap bagaimana nanti saat mereka bertemu.


Alby memang benar, ia tidak pernah melihat Riella bertemu dengan sahabatnya di sini. Jadi, tidak mungkin kalau Riella pulang ke rumah temannya. Mungkinkah Riella pulang ke Jakarta, apa jangan -jangan dia pergi menemui mantan tunangannya, mengakui jika ia hamil anaknya? Itu yang di pikirkan Kenzo saat ini. Ia belum mau mengakui sebelum hasil tes kesehatannya keluar.


Sedari tadi Kenzo terus mondar-mandir, layaknya orang bingung. Ia mencoba mengirim pesan ke Riella, tapi pesan itu tidak terbaca oleh istrinya. Ia sebenarnya ingin melaporkan pada polisi saja. Supaya tidak repot mencari keberadaan Riella. Tapi sayangnya, pihak kepolisian tidak menerima laporan sebelum 2 x 24 jam.


Kenzo yang melihat kedatangan Alby hanya menatapnya saja. Sudah seharian lelaki itu mencari keberadaan Riella, tapi masih juga belum menemukan di mana Riella berada.


“Apa mungkin Riella pulang ke Jakarta ya, Bang? Cobalah untuk menghubungi orang yang ada di Jakarta, siapa tahu mereka melihat Riella.” Alby yang khawatir mencoba menerka keberadaan Riella.


“Bagaimana jika tidak ada? Apa yang akan aku katakan pada papa Erik?” tanya Kenzo yang kebingungan.


“Salah Abang juga sih! Kenapa pakai tidur di rumah Reva segala! Sekarang repot kan jadinya!” ujar Alby menyalahkan kelakuan Kenzo, mengingatkan jika abangnya itu sudah kelewatan.


“Aku mabuk dan aku tidak mungkin pulang dengan kondisi seperti itu?” terang Kenzo, mencoba mencari pembenaran atas kelakuannya.


“Jadi Abang lebih memilih pulang ke rumah simpanan Abang. Begitu?!’ ujar Alby diiringi seringai licik dari bibirnya. Kenzo hanya diam menunduk, menyadari jika ia bersalah karena tidak pulang ke rumah apalagi tidak memberi kabar pada Riella.


“Dahlah, aku lelah terserah apa yang akan kamu lakukan, Bang. Itu urusan pribadimu juga, tidak seharusnya aku mencampurinya.” Alby lalu meninggalkan rumah Kenzo, ia ingin pulang ke rumah dan membersihkan diri. Setelah sia-sia mencari keberadaan Riella tapi tidak menemukannya.


Sepeninggal Alby, Kenzo mulai merasa kehilangan istrinya. Dia memang keterlaluan sudah mendiamkan Riella selama ini. Dan membiarkan masalahnua berlarut-larut. Tapi ia juga belum bisa menerima bayi yang dikandung Riella. Ia terlalu takut untuk membahas bayi yang ada di perut Riella. Takut menerima kenyataan jika bayi itu bukanlah anaknya.


Mata Kenzo menangkap foto USG yang ada di meja televisi. Mungkin Riella lelah memintanya untuk melihat foto USG bayinya itu. Hingga kemarin saat terakhir Riella periksa ia tidak memperlihatkan foto USG nya. Di sana tertulis jika usia kandungan Riella sudah 16 Minggu 4 hari. Dan di belakangnya ada tulisan tangan Riella.


Kamu boleh mengabaikan aku Ken! Tapi lihatlah dia begitu kuat, sama seperti aku!


Kenzo menatap tulisan Riella, “andai kamu anakku, aku pasti akan sangat bahagia ... sayangnya kamu memang bukan anakku. Aku bingung harus bersikap bagaimana terhadapmu.” Kenzo mengusap gambar foto calon anak Riella. Ia menunduk dalam, entah apa yang dipikirkannya saat ini, hatinya bergetar setelah mengatakan dan mengamati foto hitam putih di tangannya.


Kenzo berlalu meninggalkan rumahnya. Karena hari sudah gelap, dia harus segera menemukan Riella. Tepat pukul 7 malam dia melajukan mobilnya untuk mencari Riella. Ia menyusuri jalanan menuju rumah Reva. Jalanan yang kemungkinan dilewati istrinya. Tapi ia tidak menemukan jejak Riella di sana. Hanya jalanan Sepi yang ia temui.


“Ken! Gimana sudah ketemu Riella?” tanya Nindi yang sedari tadi menunggu kedatangan Kenzo di depan teras rumah.


Kenzo menggeleng lemah, sontak membuat Nindi mengeluarkan buliran bening dari matanya. “Apa yang harus mama katakan pada keluarganya!” keluh Nindi di tengah tangisnya.


Kenzo yang melihat Nindi bersedih, ia langsung membawa Nindi kepelukannya. Mencoba menenangkan mamanya, jika ia akan segera menemukan Riella.


“Ini semua gara-gara kamu, Ken! Coba kamu tidak mengabaikan Riella pasti dia masih berada di sini!” maki Nindi sambil memukuli dada Kenzo.


“Sudahlah, Ma! Jangan seperti ini! Kenzo tahu Kenzo salah, tapi ini bukan kesalahan Kenzo sepenuhnya, Mama nggak tahu saja apa yang sebenarnya terjadi!” timpal Kenzo, ia menyadari kesalahan yang sudah ia perbuat selama ini, dan ini juga ada sebabnya, kenapa dia melakukan itu.


“Ken apa Riella jadi sasaran mafia itu lagi?!” tanya Nindi melepas pelukan Kenzo, ia menatap wajah anaknya dengan perasaan cemas.


Kenzo hanya bisa diam, dia membenarkan ucapan mamanya. Bisa saja hal itu terjadi, karena semenjak keluarganya pindah ke Banjarmasin, tidak ada yang tahu menahu keberadaan mereka. Mungkin setelah Kenzo menikah dengan Riella, ia tahu jika Riella adalah menantunya, maka Riella lah yang dijadikan korban.


“Jika itu benar terjadi, Kenzo sendiri yang akan menangani ini, secepatnya Kenzo akan membawa Riella pulang ke rumah.”


“Berjanjilah, Ken. Semua akan baik-baik saja!” ucap Nindi meminta Kenzo. Ia yakin Kenzo bisa mengatasi masalahnya kali ini.


“Iya, pergilah istirahat, Ma!” perintah Kenzo meminta Nindi untuk pulang ke rumah.


Setelah melihat Nindi pergi dari rumahnya, Kenzo juga masuk ke dalam rumah. Kini Kenzo tinggal sendirian di rumah, tidak ada Aslan dan Riella yang menemani. Rumahnya terasa semakin sepi, Kenzo menjatuhkan tubuhnya di ranjang sambil memijit kepalanya. Bingung akan mencari di mana lagi keberadaan Riella. Ia terlalu sungkan untuk menelepon mertuanya yang ada di Jakarta. Mungkin besok pagi saja ia akan menelepon pelayan di rumah Erik menghubunginya melalui telepon rumah. Dan memintanya untuk merahasiakan itu dari Erik.


...----------------...


#Note :


Biar update nya lancar, dukung terus kisah mereka ya😉 saya ingin menyerah kalau lihat pendapatan novel ini. Tapi demi readers tercinta saya tetap bertahan 💪💪. Doain biar Ella sehat terus ya! Amin🤲