
BACA DULU MPOK, Ella minta maaf dulu misal ada kata, typo yang gak sreg di hati readers. Final Episode, Alhamdulillah meski sempat hiatus lama akhirnya bisa terselesaikan. Part terakhir nih, tinggalkan jejak di kolom komentar ya, 4500-an yg favorit semoga pada tergerak jemarinya untuk memberikan kritik dan saran. Ella tunggu♥️
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Selamat Membaca!
🌹
Kenzo berjalan dengan penuh percaya diri, dia mengamati satu persatu wajah penumpang wanita yang dia lewati. Sampai akhirnya, dia tiba di depan pintu kelas bisnis, dan belum juga menemukan wajah sang istri. Saat ia hendak melangkah lagi ....
“Maaf, Pak. Anda tidak boleh masuk sembarangan!” peringat pramugari yang tiba-tiba menghadang langkahnya menggunakan kedua tangan.
Entah berasal dari mana, tiba-tiba wanita itu berdiri di depannya. Kenzo heran, terkejut juga, kenapa semua orang mendadak hari ini berubah sangat cerewet terhadapnya? Kenzo manarik nafas dalam, membuangnya lewat bibirnya yang tipis. Lalu menatap lekat mata pramugari di depannya.
“Saya tidak akan mencuri. Saya cuma ingin mencari istri saya yang kemungkinan satu pesawat denganku. Jadi tolong menyingkirlah!” Kenzo mengibaskan tangannya memberi isyarat pada pramugari itu untuk menepi.
Pramugari cantik itu hanya diam, menelisik wajah Kenzo, dia sempat memuji ketampanan pria di depannya, tatapannya seperti terhipnotis. Tapi mengingat Kenzo mengatakan akan mencari istri, pramugari itu akhirnya memberi kesempatan untuk Kenzo.
“Baiklah ... saya beri waktu Anda lima menit. Kalau Anda tidak menemukan istri Anda, silakan Bapak kembali ke tempat duduk!” pramugari itu manarik gorden pintu yang bertujuan sebagai pembatas kelas ekonomi dan kelas bisnis. Memberi jalan Kenzo supaya bisa masuk.
Tanpa mengucapkan sepatah kata Kenzo segera masuk ke area kelas bisnis. Dia mengamati wajah penumpang wanita satu persatu, kakinya berjalan mantap ke arah depan, sedangkan tangannya berada di saku celana, menggepal erat untuk meredam kecewanya, karena sampai sejauh ini dia belum menemukan Riella.
Tanpa mengubah raut wajahnya yang panik, Kenzo bisa melihat Riella yang hendak memejamkan matanya. Dia segera mendekat ke arah kursi yang ada di depan pintu kokpit. Bibir tipisnya menghitung jarak langkah yang dia tempuh untuk sampai di kursi Riella.
“Kenapa tidak menemuiku?” tanya Kenzo dengan nafas yang masih kembang kempis. Dia menatap lekat ke arah Riella yang masih diam tak bergerak.
“Kenapa kamu tidak menemuiku?” tanyanya lagi.
Karena wanita di depannya itu masih belum membuka matanya. Dia terlihat hanya menarik bibirnya ke samping, membuat Kenzo menggelengkan kepalanya.
Merasa diabaikan, Kenzo mendaratkan bokongnya di samping Riella. Duduk berdesak-desakan dengan sang istri. Membiarkan dia seperti ini untuk sementara waktu.
“Ngapain kamu di sini?” tanya Riella dengan nada ketus, tanpa membuka matanya, dia sudah yakin jika yang berada di sampingnya ini adalah suaminya.
“Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu di sini?” Kenzo berusaha mengimbangi pertanyaan Riella.
“Aku ….” Riella membuka mata, dan mengalihkan tatapannya ke arah jendela. Dia salah tingkah saat Kenzo berada di sampingnya. Bingung apa yang harus dia katakan saat ini.
“Kamu kenapa?” tanya Kenzo, mencoba mengamati wajah Riella yang bersemu merah.
“Nggak papa. Aku baik-baik saja.” Riella menjawab. “Bukannya besok kamu mau menikah? Kenapa justru di sini? Ow …” Riella mengangguk paham, belum ingin menatap Kenzo, hatinya masih terasa nyeri karena mendengar ucapan Kenzo dan Lintang tadi. “Jangan-jangan kamu mau pamer ya, kalau sudah bisa menemukan penggantiku?” Riella memaksakan senyumnya menoleh sebentar ke arah Kenzo, lalu kembali menatap jendela. Meski dia tahu, hatinya saat ini tengah menangis mengeluarkan darah.
Kenzo tersenyum menyembunyikan deretan giginya yang putih, “jadi, karena ini ... kamu tidak mau menemuiku?” tanya Kenzo memastikan.
Riella tampak kebingungan, “Emmm nggak juga, ngapain?” Masih seperti dulu memperlihatkan wajah judesnya ke arah Kenzo.
Kenzo lalu memeluk tubuh Riella dari arah samping, kursi yang seharusnya dipakai untuk satu orang, mau tidak mau harus digunakan dua orang, beruntung kursi kelas bisnis lebih lebar dari kelas ekonomi.
“Bukan aku yang akan menikah. Ada anak panti yang akan menikah besok pagi.” Kenzo mulai menjelaskan pada istrinya. “Dan seharusnya aku yang akan menikahkannya.” Kenzo melanjutkan lagi penjelasannya.
“Benarkah?” Riella mendongak menatap wajah Kenzo. Wajah pria tampan yang dia rindukan, wajah yang beberapa bulan ini selalu mengisi kehaluannya.
“Lalu ... kenapa kamu langsung pulang? Apa aku menyakitimu? Sampai kamu tidak mau menemuimu?” tanya Kenzo penuh curiga.
“Nggak!” Kenzo menjawab cepat, lalu menangkup wajah Riella dengan kedua tangannya. “Tidak ada yang bisa menggantikanmu. Meski kamu tidak pernah mau membalas cintaku!” Kenzo menjelaskan sambil menatap mata bening Riella.
“No, aku tidak pernah bilang begitu, Ken! Aku hanya butuh waktu.” Riella membalas tatapan Kenzo, lalu melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya. “Sekarang aku mencintaimu. Aku tidak mau kamu meninggalkanku. Aku tidak ingin kamu pergi lagi. Maafkan aku … karena aku terlambat menyadari—jika kamu berarti di hidupku.” Tanpa Riella sadari kini ada tetesan air bening membasahi pipinya. Air mata kelegaan karena satu bebannya sudah ia utarakan. Rasanya seperti dia terbebas dari ikatan tali tambang yang sudah lama mengikat tubuhnya.
Sedangkan Kenzo hanya tersenyum tipis. Dia masih bingung, dengan apa yang didengar saat ini. Menerka apa benar Riella sudah mencintainya? Jika begitu, dia patut dijuluki pria sempurna saat ini. Karena menurutnya, kesempurnaan dirinya jika bersanding dengan Riella. Menghabiskan sisa hidupnya dengan Riella.
“Apa kamu tidak mencintaiku lagi. Ku mohon maafkan aku atas ucapanku malam itu.” Riella melepas pelukannya, saat tidak mendapat respon apapun dari Kenzo. Bibirnya kini berubah manyun saat respon Kenzo hanya diam.
“Apa aku yang harus mengejar cintamu, Ken!” Riella diam, berganti posisi, kini menyandarkan kepalanya di lengan Kenzo. “Aku jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk minta maaf dan mengatakan ini padamu. Tapi, kalau kamu sudah tidak mencintaiku lagi …, apa aku harus melepasmu pergi?”
Kenzo masih tersenyum, sambil menahan dagunya dengan tangan, mencoba menatap wajah Riella yang lebih rendah darinya. “Cinta ini masih untukmu, tidak perlu khawatir. Karena, selama nafas ini masih berdesah ... hanya ada namamu di hatiku!”
Riella mengamati wajah Kenzo, diam-diam dia mengamati bibir merah yang beberapa bulan selalu ia rindukan.
“Terima kasih!” Riella tidak tahan untuk tidak memeluk erat tubuh Kenzo. “Maafkan aku yang membuatmu menunggu terlalu lama, Ken. Aku hampir saja terlambat untuk mengatakan ini padamu. Aku bersyukur Allah masih memberiku kesempatan kedua,” ucap Riella yang semakin memeluk erat tubuh Kenzo, tidak ingin kehilangan moment penting dalam hidupnya.
“Maafkan aku yang sudah membuat Zea pergi.”
“Kita akan buat lagi setelah ini!” sahut Kenzo lalu melepas pelukannya, mengusap air mata Riella yang masih terus menetes dengan kedua ibu jarinya.
Perlahan dia mendekatkan bibirnya untuk mengecup bibir Riella yang selalu ia rindukan. Dia merindukan bibir merah ini, rasanya, aromanya, yang selalu ia tangisi sebelum berangkat menuju alam mimpi. Bibir Kenzo bergerak lama di sana, membungkam bibir Riella yang hendak bersuara. Kali ini dia tidak ingin buru-buru mengakhirinya, dia ingin menikmati setiap detiknya saat mereka berada di atas awan.
Sekarang Kenzo bisa merasakan rasa bibir Riella, rasanya sungguh berbeda, dari beberapa bulan yang lalu. Mungkin, bisa dikatakan lebih nikmat dari sebelumnya, karena Riella bisa menerima dan membalas apa yang dia lakukan dengan perasaan cinta. Sampai akhirnya, mereka terhanyut dalam buaian gairah kerinduan, seolah tidak ingin berhenti untuk sedetik saja, tidak peduli dengan tatapan semua orang yang mengawasinya saat ini.
“Maaf, Pak. Lima belas menit lagi pesawat akan landing. Harap kembali ke tempat duduk Anda!” Pramugari di samping Kenzo bersuara, menganggu sepasang manusia yang tengah melepas kerinduannya. Tak terasa waktu hampir dua jam itu sudah mereka lewati, tapi saat ini Kenzo tidak ingin lagi berpisah dengan Riella.
“Nggak saya mau duduk di sini saja. Saya punya seatbelt terbaik yang tidak akan bisa tergantikan!” Kenzo tersenyum ke arah Riella sambil melingkarkan kedua tangan Riella di pinggangnya.
“Tapi Pak!”
“Sudah biarkan saja, beri mereka seatbelt tambahan!” ucap seseorang yang tidak jauh dari mereka.
Sepasang manusia itu langsung menoleh ke arah kursi belakang. Tak terkecuali pramugari yang berada di samping Kenzo.
“Papa!” teriak Riella dan Kenzo bersamaan. Mereka berdua terkejut saat melihat Erik berada tak jauh dari tempat duduknya.
Sedangkan pria yang sudah tidak muda itu, hanya pura-pura tidak mengenali mereka berdua. Padahal sejak tadi dia menjadi saksi bagaimana mereka kembali rujuk.
Riella yang malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenzo, mengalungkan tangannya di pinggang Kenzo. Melihat itu Kenzo hanya mampu tersenyum bahagia sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Riella. Mereka berdua akhirnya saling bersautan mengatakan cinta dengan suara berbisik karena malu di dengar orang.
Setelah ini kita bulan madu ya. Kita ke Jepang aku ingin menepati janjiku yang tertunda. Kita akan memasang gembok cinta di sana dan membawa kuncinya pulang ke rumah.
Riella mengangguk setuju saat mendengar tawaran Kenzo. Mulai hari ini, dia berjanji untuk melayani Kenzo sepenuh hatinya. Mengawali semuanya dari awal lagi.
...--------THE END--------...
Cinta datang tepat pada waktunya! Yang terlambat hanyalah pemahaman Riella terhadap perasaannya sendiri.
...****************...
Sekali lagi pesan dari Ella. Ambil yang baik dan buang yang buruk dari kisah Riella dan Kenzo. Jadikan sebagai pelajaran, di agama manapun tidak membenarkan perbuatan zina. Karena itu adalah dosa. Dan setiap dosa yang kita lakukan, akan ada upahnya. Entah kita akan menerima di dunia atau di akhirat. Satu yang pasti, kita akan menerima upah dari dosa yang kita lakukan. SEKIAN dan TERIMA KASIH sudah membaca dari awal sampai akhir cerita mereka. Love sekebon dari Ella.♥️😍
Untuk mengetahui info lebih lanjut bisa Follow IG saya ya! ketik Rehuella1