Since You Married Me

Since You Married Me
Medan Pertempuran Sang Nyonya Muda



Seminggu setelah menikah, Aaron dan Zaya telah kembali pada aktivitas mereka masing-masing. Zaya sibuk dengan pembukaan kafe barunya di Bali, sedangkan Aaron juga sibuk dengan skenario pemulihan Brylee Group. Mereka berdua sama-sama sibuk sehingga memutuskan meniadakan bulan madu.


Meski begitu, tentu saja hal itu tidak mengurangi semangat Aaron untuk terus memainkan permainannya bersama Zaya. Kapanpun ada kesempatan, lelaki itu akan selalu meminta haknya pada sang istri, sampai-sampai Zaya menjuluki suaminya itu sebagai seorang maniak, karena tidak pernah puas menjamahnya.


Terkadang Zaya bertanya-tanya dalam hati, kemanakah perginya Aaron Brylee yang dingin dan selalu mengabaikannya dulu? Sungguh sekarang suaminya itu telah berubah menjadi lelaki paling manis sekaligus paling mesum sedunia. Meski terkadang Zaya kewalahan dibuatnya, Zaya sangat bersyukur karena Aaron kini benar-benar telah mencintainya dengan sepenuh hati.


Zaya pun berusaha sebaik mungkin agar suaminya itu selalu merasa senang saat didekatnya.


Hari-hari selanjutnya, Zaya kembali ke rumah besar Aaron. Semua orang menyambutnya dengan suka cita, terutama Bu Asma. Mereka semua senang karena Zayalah yang kembali datang sebagai Nyonya mereka, bukan perempuan lain. Mereka semua bahkan bercerita jika selama ini selalu berdo'a agar Zaya kembali pada Aaron lagi.


Zaya semakin bersyukur. Ternyata kehadirannya berarti dan diharapkan orang lain disekitarnya.


Tapi tentu saja masa tenang itu tidak berlangsung lama. Zaya harus menerima kenyataan jika kedepannya jalannya bersama Aaron bisa dikatakan penuh dengan tantangan. Hidup sebagai istri Aaron dan juga sebagai Nyonya Muda Brylee menuntut Zaya harus menjadi tangguh dan tak terkalahkan seperti Aaron.


Meski musuh yang selama ini ingin membahayakan Aaron telah mendekam didalam penjara, tetap saja banyak pihak yang kini akan mempertanyakan kemampuan Zaya dalam mendampingi Aaron, mengingat latar belakang Zaya yang bukan berasal dari kalangan atas.


Tapi Zaya bertekad, Ia akan membuktikan pada semua orang jika ia layak berdampingan dengan Aaron, dan tak akan mempermalukan suaminya itu.


Dan malam ini menjadi ajang pembuktian Zaya yang pertama. Sebuah pesta yang diadakan Brylee Group untuk merayakan sebuah proyek besar yang berhasil didapatkan baru-baru ini.


Zaya akan tampil sebagai Nyonya Muda Brylee untuk yang pertama kalinya.Tentu saja ia harus membuat semua orang terkesan agar ia dapat membuat Aaron bangga.


Secara penampilan, Zaya tampil dengan sangat mempesona. Ia begitu serasi berjalan bersama Aaron saat memasuki aula pesta sebagai bintang utama malam ini. Zaya yang cantik, lembut dan anggun melangkah dengan percaya diri sembari merangkul lengan suaminya itu. Tatapannya menyiratkan jika ia siap memulai pertempuran.


Aaron juga tampil dengan gagah dan menawan seperti biasanya. Lelaki itu menjadi sosok yang paling ditunggu kehadirannya di pesta. Dan saat Aaron muncul, langsung saja dia menjadi pusat perhatian para perempuan yang hadir disana. Tapi tentu saja kali ini mereka semua harus gigit jari karena sang pangeran idaman telah menggandeng seorang istri yang juga mempesona.


Semua orang takjub kepada Zaya. Tapi fakta jika dia hanyalah seorang seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, membuat sebagian dari mereka tetap saja meremehkan Zaya. Secantik dan semempesona apapun Zaya, tetap saja mereka menganggap jika Zaya hanyalah sebuah cangkang kosong yang tak mempunyai isi.


Zaya tetap hanya perempuan biasa yang tidak pantas mendampingi Aaron. Begitulah pemikiran mereka.


Setelah kata sambutan dari Aaron Brylee, sang Direktur Utama, pesta pun dibuka. Orang-orang mulai berbaur, begitu pula dengan Aaron dan Zaya.


Aaron mengenalkan Zaya pada beberapa koleganya.


Sejauh ini Zaya bisa memainkan perannya dengan apik. Ia menyapa para kolaga Aaron dengan ramah, namun tetap anggun. Kesan wanita kelas rendahan yang tak punya tata krama sama sekali tidak nampak padanya, hingga para kolega Aaron pun mulai sedikit merubah persepsinya tentang Zaya. Mereka mulai mengagumi sosok Nyonya Muda ini.


Tapi kemudian Zaya mulai merasakan adanya cikal bakal sebuah pertempuran yang sedang menunggunya. Seorang lelaki paruh baya yang hadir bersama putrinya datang menghampiri Aaron untuk menyapa. Lelaki yang diketahui bernama Johan itu adalah seorang pengusaha yang juga pemegang saham di Brylee Group. Dia tidak bersebrangan dengan Aaron, tapi di sangat mengharapkan Aaron menjadi menantunya sejak lama. Entah apa yang saat ini akan dia lakukan saat melihat Zaya.


"Tuan Aaron. Selamat untuk proyek yang baru saja Anda dapatkan. Saya yakin setelah ini Brylee Group akan semakin bersinar." Johan tampak sedang berbasa basi.


"Oh, iya. Perkenalkan ini Natasya, putri saya." Johan memperkenalkan putrinya pada Aaron. Aaron hanya menanggapi dengan seperlunya saja.


Melihat Aaron yang tampak tak terpengaruh, Johan pun beralih pada Zaya.


"Nyonya, perkenalkan ini putri saya Natasya. Dia ini satu almamater dengan Tuan Aaron. Tahun lalu dia juga baru menyelesaikan Magisternya di Oxford, London." Johan juga dengan bangga memperkenalkan putrinya itu pada Zaya.


"Selamat malam, Nyonya." Gadis bernama Natasya itu menyapa dengan sopan.


"Selamat malam, Natasya. Senang berkenalan denganmu." Zaya juga menanggapi dengan sopan.


"Saya sangat mengagumi Nyonya. Diusia yang masih tergolong muda Nyonya sudah menjadi bagian dari Brylee Group. Saya penasaran apakah Nyonya juga menempuh pendidikan yang sama dengan Tuan Aaron."


Zaya terdiam sesaat. Ia mulai merasakan jika gadis dihadapannya ini punya maksud tertentu padanya.


"Tidak. Saya dan Aaron tidak menempuh pendidikan yang sama." Jawab Zaya jujur.


"Benarkah?" Natasya pura-pura terkejut.


"Lalu kalau boleh tahu, Nyonya mengambil jurusan apa saat kuliah?" Tanyanya lagi.


Zaya tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan Natasya. Kini jelas jika gadis ini sedang ingin memprovokasinya.


"Saya tidak kuliah. Saya belajar bisnis dan banyak hal lainnya secara otodidak." Jawab Zaya lagi dengan jujur.


"Oh, ya?" Natasya tampak seperti sedang terkejut.


"Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung Nyonya." Gadis itu pura-pura merasa menyesal.


Zaya yang mendengarnya pun kembali tersenyum.


Zaya paham apa yang berusaha Natasya lakukan. Ia ingin agar Zaya merasa rendah diri dan menyerah berada disamping Aaron. Tapi tentu saja hal semacam ini tidak akan terlalu mempengaruhi Zaya. Zaya bahkan sudah mempersiapkan dirinya untuk yang lebih dari ini sekalipun.


"Kalau begitu Nyonya tidak perlu sungkan untuk bertanya pada Natasya jika ada yang Nyonya tidak pahami tentang Bisnis. Natasya adalah lulusan terbaik dari Fakultas Bisnis di Oxford. Dia pasti akan senang jika bisa membantu Nyonya." Johan ikut menimpali.


"Terima kasih, Tuan Johan. Anda baik sekali. Tapi jika ada yang ingin saya tanyakan, saya akan menanyakannya pada suami saya saja." Jawab Zaya.


"Benar." Tiba-tiba suara berat Aaron datang menginterupsi.


"Istriku ini punya suami yang hebat. Tentu saja dia hanya akan bertanya dengan suaminya ini." Aaron yang tadi sejenak menghilang, kini tiba-tiba muncul layaknya pahlawan yang sedang menyelamatkan seorang putri.


"Oh iya, Tuan Johan. Apa anda ingat kafe yang baru dibuka di Bali tempat putri Anda berulang tahun dua minggu yang lalu?" Tanya Aaron kemudian.


"Iya, tentu saja." Jawab Johan. Wajahnya terlihat sedikit heran.


"Anda juga bahkan merekomendasikan tempat itu pada teman Anda yang lain karena sangat puas dengan pelayanan yang ditawarkannya. Anda mengatakan jika pemiliknya adalah seorang pengusaha muda yang sangat sukses dan menginspirasi karena mampu merintis bisnis mulai dari nol. Apakah Anda tahu siapa pemiliknya, Tuan Johan?" Aaron menatap Johan tajam.


Johan hanya terdiam dengan penuh tanda tanya.


"Pengusaha yang Anda bilang Sukses dan menginspirasi itu adalah Istri saya. Kafe itu milik Zaya Diandra, Istri saya yang belajar bisnis secara otodidak, bukan dengan menempuh pendidikan di Oxford."


Bersambung...


Pertempuran Zaya blm selesai ya, mari kita liat apa yg terjadi sm Natasya setelah ini di part berikutnya.


Jgn lupa vote,


Happy reading❤❤❤