Since You Married Me

Since You Married Me
Rencana Pernikahan



Zaya berusaha menetralkan rasa gugupnya dengan meremas ujung gaunnya. Dihadapannya tampak Carlson dan Ginna, kedua orang tua Aaron, sedang menatap serius kearahnya.


Malam ini Aaron mengajak Zaya makan malam keluarga bersama Albern dan kedua orang tuanya di sebuah restoran bintang lima. Di kesempatan itu pula, Aaron menyampaikan kepada kedua orang tuanya jika dia dan Zaya sudah kembali bersama. Aaron juga mengatakan jika dia sudah melamar Zaya, dan rencananya mereka berdua akan kembali menikah dalam waktu dekat.


Carlson dan Ginna sama-sama terdiam beberapa saat sambil menatap kearah Aaron dan Zaya secara bergantian. Mimik wajah mereka berdua sangat tidak bisa ditebak, hingga Zaya menjadi sangat gugup dan tegang dibuatnya.


"Apa kalian serius?" Suara Carlson akhirnya memecah keheningan.


"Tentu saja kami serius." Jawab Aaron mantap.


"Zaya?" Kali ini Carlson meminta jawaban dari Zaya.


Zaya terdiam sejenak.


"Iya...kami serius." Ujarnya kemudian.


Carlson kembali terdiam. Kemudian tiba-tiba saja senyuman terbit di wajahnya.


"Baguslah jika kalian kembali bersama, aku ikut senang mendengarnya. Albern juga pasti akan sangat senang jika kalian menikah lagi." Ujar Carlson akhirnya sambil melihat kearah Albern.


Albern menanggapinya dengan tersenyum cerah.


Ya. Selain Aaron dan Zaya sendiri, Albern adalah sosok yang paling bahagia saat ini. Bocah itu terus menyungging senyumnya saat tahu Mama dan Papanya kembali bersama.


Melihat itu, Zaya jadi semakin merasa mantap jika keputusannya untuk kembali pada Aaron adalah hal yang tepat.


Tapi sejurus kemudian, Zaya kembali diliputi perasaan gugup. Pasalnya Ginna masih mempertahankan ekspresinya yang tak terbaca. Raut wajah perempuan paruh baya itu terlihat sangat datar, hingga sulit ditebak saat ini ia tengah merasa senang atau sebaliknya.


Aaron yang melihat raut wajah tak biasa Mamanya itu pun ikut merasa heran. Dia menyadari jika ada hal yang janggal dibalik sikap Ginna itu.


"Jadi...sekarang kau memutuskan untuk kembali bersama Aaron lagi, Zaya?" Tanya Ginna akhirnya sambil menyesap minumannya satu tegukan. Entah kenapa, Zaya merasa ada nada tidak senang dari kalimat yang baru saja diucapkan Ginna barusan.


"Bukankah kau bilang sudah tidak mau menjalani hidup demi siapapun lagi? Lalu kenapa sekarang kau tiba-tiba mau melakukannya?" Tanya Ginna lagi dengan tajam.


Zaya hanya bisa menelan salivanya. Tampaknya pertemuan terakhir dengan mantan mertua yang kini sudah kembali menjadi calon mertuanya lagi ini, sangat membekas dihati Ginna.


Mungkinkah saat ini Ginna tidak merasa senang melihat Zaya dihadapannya kini. Atau mungkin ia sedikit menaruh dendam karena Zaya sudah menolaknya mentah-mentah sebelumnya.


Ah, Zaya hampir melupakan jika waktu itu Ginna sampai rela merendahkan dirinya dengan berlutut memohon kepada Zaya agar ia kembali pada Aaron. Tapi Zaya justru menolaknya tanpa ragu.


Lalu sekarang, Zaya muncul bersama Aaron dengan mengatakan mereka sudah kembali bersama dan akan segera menikah. Wajar saja jika perempuan paruh baya itu merasa dipermainkan oleh Zaya, kan?


Zaya menghela nafasnya. Ia berusaha menenangkan diri dan menyusun kata yang tepat untuk membalas pertanyaan dari Ginna.


"Saat ini apa yang saya lakukan memang untuk diri saya sendiri, Nyonya." Jawab Zaya akhirnya. Berusaha untuk memberikan jawaban yang memuaskan kepada Ginna.


"Benarkah? Lalu kenapa saat itu kau menolak dengan tegas permintaanku seolah selamanya tidak akan bersama Aaron lagi?" Tanya Ginna lagi tak kalah tajam. Kali ini Zaya kehabisan kata untuk menjawabnya.


Zaya menundukkan kepalanya. Entah kenapa ia jadi merasa buruk. Mungkinkah saat itu dia berubah menjadi seseorang yang egois dan plin plan? Seseorang yang mementingkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Benarkah ia sudah menjelma menjadi sosok seperti itu?


Zaya kembali menghela nafasnya. Ia benar-benar merasa tidak enak hati.Tapi kemudian Zaya merasakan seseorang mengenggam tangannya.


Zaya menoleh. Tampak Aaron mengenggam jemarinya erat seakan ingin mengisyaratkan jika saat ini Aaron bersamanya.


Zaya tersenyum dan merasa jauh lebih baik. Ia pun kembali menemukan kepercayaan dirinya setelah kembali mendapatkan dukungan dari Aaron.


"Mungkin waktu itu saya sedang tidak berpikir dengan jernih, Nyonya. Tapi keputusan saya sekarang sudah benar-benar saya pikirkan dengan matang." Jawab Zaya akhirnya.


Ginna tampak masih belum puas dengan jawaban dari Zaya. Tapi melihat orang-orang di sekelilingnya yang sudah terlanjur merasa senang, Ginna memilih untuk menahan diri. Ia pun tak bertanya lebih jauh lagi.


Makan malam itu akhirnya berjalan lancar. Setelah Albern dijemput oleh pengasuhnya untuk tidur lebih awal, mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan mengenai rencana pernikahan Zaya dan Aaron.


Baik Zaya maupun Aaron, mereka berdua menginginkan pesta pernikahan yang tidak terlalu besar. Tapi kali ini Aaron akan mengundang semua kolega bisnisnya dan membuat semua orang tahu seperti apa sosok perempuan yang dinikahinya.


Diam-diam Zaya merasa senang. Kali ini Aaron benar-benar akan memperkenalkan dirinya kepada semua orang. Dan Zaya akan menjadi istri Aaron yang sesungguhnya.


Sepanjang perjalanan Aaron dan Zaya sama-sama hening. Sepertinya mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Meski begitu, raut bahagia sangat terlihat dari wajah mereka.


"Sebenarnya ada apa antara kau dan Mama tadi?" Suara Aaron akhirnya terdengar memecah kesunyian.


Zaya agak kaget dan sedikit kelabakan.


"Ceritakan padaku. Aku ingin mendengarnya." Pinta Aaron kemudian dengan nada bicara tak ingin dibantah.


Zaya diam sejenak.


"Sebenarnya Mamamu pernah datang menemuiku sebelumnya. Beliau memintaku untuk kembali padamu, demi Albern dan juga perusahaan. Tapi aku menolaknya." Ujar Zaya akhirnya.


Zaya melirik Aaron yang tengah fokus menyetir. Ia agak was-was dengan tanggapan Aaron.


Tapi diluar dugaannya, Aaron malah menyungging sebuah senyuman.


"Pantas saja." Gumam Aaron.


Zaya menautkan kedua alisnya, bingung dengan tanggapan Aaron.


"Kau adalah orang pertama yang berani menolak keinginannya. Pantas saja jika dia merasa sangat terkesan." Ujar Aaron akhirnya sambil tertawa kecil.


"Akhirnya Nyonya Besar itu mendapatkan lawan yang sepadan sekarang." Tambah Aaron lagi sambil masih terus tertawa.


Zaya semakin bingung dibuatnya. Apakah Aaron sedang mengatakan jika Aaron akan mengadu Zaya dangan Mamanya? Tidak mungkin, kan?


Tapi kemudian Zaya merasakan tangan Aaron membelai rambutnya sambil masih fokus menyetir.


"Jangan terlalu khawatir. Meski perkataannya seringkali terdengar tajam, tapi sebenarnya Mama punya hati yang baik. Kau hanya belum terlalu mengenalnya saja." Ujar Aaron sambil masih membelai kepala Zaya.


Zaya hanya mengangguk mengiyakan. Setelah itu mereka pun kembali hening hingga mobil yang dikemudikan Aaron sampai didepan rumah Zaya.


Zaya turun dari mobil, disusul okeh Aaron.


"Sampai jumpa besok." Zaya berpamitan hendak langsung masuk kedalam.


"Kau melupakan sesuatu." Gumam Aaron.


Zaya menoleh dan tersenyum. Ia sangat paham apa yang dimaksud Aaron. Zaya pun kembali mendekat dan mengacak-acak rambut lelaki itu.


"Yang lain nanti setelah kita menikah," ujar Zaya.


Aaron tersenyum dan terlihat cukup puas. Sikap Zaya yang manis sudah cukup baginya dibandingkan sesuatu yang lain.


"Aku pulang dulu. Langsunglah beristirahat setelah ini." Ujar Aaron.


Zaya mengangguk. Lalu Aaron kembali masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya meninggalkan kediaman Zaya.


Zaya memandangi mobil itu sampai menghilang diujung jalan sebelum akhirnya ia berbalik dan memasuki pekarangan rumahnya.


Seulas senyuman masih tersungging dibibirnya mengingat interaksinya dengan Aaron tadi.


Tapi sejurus kemudian, senyum itu memudar saat Zaya mendapati seseorang tengah berdiri menunggunya diteras rumah dengan memandangnya tajam.


Zaya terkesiap. Orang itu terlihat dalam mood yang tidak terlalu baik, nampak dari raut wajahnya yang mengeras. Sebesit rasa takut menyusup di dalam hati Zaya saat melihatnya. Tanpa sadar mulutnya pun bergumam sendiri.


"Kak Evan...."


Bersambung....


Jgn lupa like, komen dan vote ya


Happpy reading❤❤❤