Since You Married Me

Since You Married Me
Jeje Couple



"Uhukk uhukk uhukk...!" Jennifer terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah. Gadis itu sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan, sampai-sampai tersedak liurnya sendiri.


"Kamu bilang apa tadi?" Tanyanya pada Jeff.


Jeff menghela nafasnya dan mengulang kembali kalimatnya tadi.


"Jenn, jadi pacarku, ya? Oke?" Kali ini Jeff bertanya dengan sedikit penekanan.


Jennifer terdiam sebentar, mencoba mencerna apa yang didengarnya tadi. Sejurus kemudian ia tertawa dengan terbahak-bahak, hingga Jeff yang sedang menunggu jawabannya menjadi terperangah.


Sekali lagi Zaya harus berjuang sekuat tenaga agar tak ikut tertawa dari persembunyiannya.


"Kenapa kamu malah tertawa?" Tanya Jeff bingung.


"Yang tadi itu prank, kan?" Tanya Jennifer setelah menghentikan tawanya.


Jeff menggeleng.


"Kalau begitu, kamu sedang latihan mengutarakan perasaan pada gadis pujaanmu?" Tanya Jennifer lagi.


Sekali lagi Jeff menggeleng.


"Aku bukan sedang latihan, tapi memang sedang mengutarakan perasaanku pada gadis pujaanku." Jawab Jeff.


Jennifer menoleh ke kiri dan ke kanan, seolah sedang mencari sesuatu.


"Memangnya dimana gadis pujaanmu? Rasanya cuma ada kita berdua disini?" Tanya Jennifer lagi penasaran.


"Gadis pujaanku berada tepat dihadapanku saat ini."


Jennifer menautkan kedua alisnya dan tampak berpikir.


"Maksudmu...aku??" Tanya Jennifer terkejut.


"Iya, gadis yang aku sukai itu kamu. Sekarang kamu mau kan jadi pacarku?" Jeff mengulang pertanyaannya sekali lagi.


Jennifer tampak syok dengan apa yang di dengarnya. Ia diam tak menjawab dan hanya melihat kearah Jeff saja.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya Jeff.


"Baru kali ini ada lelaki yang mengutaran perasaanya dan meminta aku jadi pacarnya. Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa." Jawab Jennifer terus terang.


"Kamu harus jawab iya." Ujar Jeff penuh harap.


"Harus jawab iya?"


"Tentu saja."


"Begitu, ya?"


"Itu kalau kamu mennyukaiku juga."


Jennifer terdiam dan tampak berpikir. Sedangkan Jeff masih menunggu jawaban Jennifer dengan harap-harap cemas.


"Aku beri kamu waktu seminggu untuk berpikir." Akhirnya Jennifer membuka suaranya.


Jeff menautkan kedua alisnya. Harusnya kan dia yang bilang seperti itu, bukannya Jennifer.


"Maksud kamu?" Tanya Jeff bingung.


"Aku masih tidak bisa percaya kamu ingin aku jadi pacarmu, Jeff. Aku takut kamu cuma terbawa suasana saja. Makanya aku beri kamu waktu seminggu untuk berpikir, apa kamu benar-benar ingin aku jadi pacarmu." Jawab Jennifer.


"Aku tetap mau kamu jadi pacarku, Jenn. Walaupun seminggu lagi, pikiranku tidak akan berubah." Jeff mencoba meyakinkan.


"Kalau begitu, katakan saja seminggu lagi." Balas Jennifer lagi.


Jeff terdiam dan berusaha memahami keinginan Jennifer. Kemudian dia menghela nafasnya.


"Baiklah." Ujar Jeff kemudian.


"Tapi, Jenn. Kamu jangan terima orang lain jadi pacarmu duluan sebelum waktu seminggu itu, ya?" Pinta Jeff lagi.


Diluar dugaan, Jennifer malah tertawa.


"Kamu tidak usah khawatir, walaupun satu abad lagi pun aku tidak akan menerima orang lain untuk jadi pacarku, karena tidak akan ada yang meminta aku jadi pacarnya selain kamu tadi." Jennifer berterus terang.


Jeff terdiam lagi. Dia senang sekaligus sedih mendengar penuturan Jennifer barusan.


"Kalau seminggu lagi aku tetap memintamu untuk jadi pacarku, apa kamu akan menerimanya, Jenn?" Tanya Jeff.


Jennifer mengangkat bahunya.


"Kita lihat saja nanti." Jawabnya.


"Ya, sudah. Jangan lupa makan saja makanan tadi." Ujar Jeff lesu sambil kembali ke mejanya. Tampaknya pemuda ini sedikit kecewa karena harus menunggu seminggu lagi.


Zaya yang masih dalam persembunyiannya pun ikut merasa kecewa juga karena harus ikut menunggu seperti Jeff untuk tahu kelanjutan dari kisah Jenn dan Jeff.


Haisshh, Kenapa sekarang ia menjelma jadi orang yang kepo? Kalau saja Ginna sampai tahu apa yang sedang dilakukannya sekarang, pasti ia akan mendapatkan ocehan yang panjang.


Tiba-tiba Zaya dikejutkan dengan sebuah pesan yang masuk di ponselnya.


'Sayang, kau bilang tadi sudah dilobi, kenapa belum sampai juga ke ruanganku. Apa kau tersesat? Haruskah aku turun untuk menjemputmu?'


Astaga. Zaya sampai lupa kalau tujuannya datang kemari adalah untuk membawakan makan siang suaminya. Bisa-bisanya ia malah asyik mengintip Jeff mengutarakan perasaannya pada Jennifer disaat suaminya yang kelaparan sedang menunggunya.


Bergegas Zaya keluar dari persembunyiannya dan berjalan seolah baru saja sampai disana.


"Selamat datang, Nyonya Muda." Jennifer dan Jeff bangkit dari meja mereka dan membungkuk hormat pada Zaya.


Zaya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada dua sejoli ini sebelum akhirnya masuk keruangan Aaron.


"Akhirnya kau sampai juga. Aku baru saja mau turun untuk menjemputmu." Ujar Aaron saat Zaya masuk.


Zaya hanya tersenyum sambil meketakkan food bag yang dibawanya keatas meja, lalu merebahkan diri di sofa ruang kerja Aaron.


Karena berdiri agak lama tadi, ia jadi merasa agak lelah. Aaron mendekati Zaya dan duduk juga di sofa itu. Diamatinya istrinya yang tampak kelelahan.


"Lain kali tidak usah membawakanku makan siang." Ujar Aaron sambil mengusap lembut perut Zaya yang telah semakin besar.


Bayi didalamnya merespon dengan aktif, ia bergerak kesana kemari saat mendapatkan sentuhan dari Papanya.


"Honey, berhentilah mrmbuatnya jungkir balik di dalam perutku." Protes Zaya sambil mengusap-usap perutnya untuk menenangkan bayi didalamnya.


Aaron tertawa kecil.


"Albern dulu justru menjadi tenang saat aku sentuh, kenapa dia malah sebaliknya?" Tanya Aaron dengan sedikit heran.


Zaya menghela nafasnya.


"Mungkin karena dia tidak terima kamu terlalu sering mengunjunginya." Jawabnya asal.


"Benarkah? Bukannya dia malah senang?" Tanya Aaron sambil menggoda Zaya dengan usapan yang tak lagi diperut, melainkan turun ke pahanya.


"Honey!" Sergah Zaya.


Aaron kembali terkekeh dan meraih istrinya itu kedalam pelukannya, lalu menciumi wajahnya.


"Apa perutmu akan kenyang hanya dengan memelukku?" Tanya Zaya saat Aaron tak juga menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan pelukannya.


Aaron tak menjawab, malah semakin mengeratkan pelukannya pada Zaya.


" Makanlah dulu, Honey..." Bujuk Zaya dengan sedikit gemas.


Aaron masih tak bergeming.


"Rasanya aku tidak ingin makan, tapi ingin tidur siang." Gumam Aaron.


Zaya mendelik dan berusaha untuk keluar dari pelukan Aaron, tapi gerakannya itu malah menimbulkan gesekan yang memicu bangkitnya sesuatu yang tadinya tengah tertidur. Sepertinya Zaya telah salah bertindak.


Langsung saja Aaron menyergap bibir Zaya dan memagutnya dengan dengan lembut. Tak lupa tangannya juga mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh istrinya itu.


"Sebentar saja, Sayang. Setelah ini baru kita makan siang." Bisik Aaron di tengah cumbuannya.


Sebentar katanya? Entahlah, Zaya tidak yakin. Saat Aaron mengatakan sebentar saja setiap dia akan memulai bercinta, itu adalah kalimat paling tidak bisa di percaya dari seorang Aaron Brylee.


Zaya tak punya pilihan selain pasrah.


"Honey, apa pintunya sudah dikunci?" Tanya Zaya. Ia khawatir seandainya sampai ada yang masuk dan memergoki apa yang saat ini sedang Aaron lakukan padanya. Mau ditaruh dimana mukanya nanti.


"Hmm.." Jawab Aaron sambil semakin gencar mencumbui Zaya.


Mungkin itu artinya ya. Zaya berusaha untuk tidak merasa cemas lagi dan mulai nenikmati permainan yang Aaron mainkan. Tapi dalam hatinya Zaya berjanji jika ia tak akan mau lagi mengantarkan makan siang untuk suaminya ini.


Bersambung...


Pliss, jgn minta visual Jennifer, susah carinya😅


Kalo penasaran Jennifer kyk apa, bayangin aja Deddy Courbuzier pake wig😁


pis, Om Ded✌✌😂😂😂


Happy reading❤❤❤