Since You Married Me

Since You Married Me
Aku merindukanmu



Zaya terkikik geli saat mendengar kata-kata Aaron. Ia pun kembali menghentikan kegiatannya dan berbalik kearah Aaron. Diciumnya pipi suaminya itu dengan gemas.


"Mana ada perempuan sedang memasak terlihat seksi, dengan perut besar pula." Ujar Zaya di sela tawanya. Kemudian ia kembali meneruskan kegiatannya memasaknya lagi.


"Aku serius. Mungkin kau satu-satunya ibu hamil di dunia ini yang terlihat seksi saat memasak." Bisik Aaron ditelinga Zaya hingga Zaya kembali tertawa.


"Sudahlah, Honey. Nanti aku malah gagal memasak karena kamu ganggu terus." Ujarnya kemudian.


Zaya kembali meracik sayuran pelengkap mi instan yang akan di masaknya. Lalu saat air sudah memdidih, Zaya mulai memasukan mi, sayuran dan juga telur ke dalam panci. Beberapa menit kemudian, mi rebus masakan Zaya sudah jadi.


Zaya pun la segera menghidangkan mi hangat itu pada Aaron.


"Aromanya enak, tapi apa ini sungguh bisa di makan?" Tanya Aaron ragu.


Zaya berdecak.


"Sudah makan saja. Siapa suruh tadi kamu tidak makan dulu sebelum kesini." Ujar Zaya kesal.


"Aku tidak meragukan rasanya, tapi bagaimana dengan gizinya?" Gerutu Aaron lagi.


"Astaga, disaat-saat seperti ini kamu bahkan masih bisa cerewet?" Gumam Zaya semakin kesal. Diambilnya mangkuk mi di hadapan Aaron, kemudian ia mengarahkan satu suapan pada lelaki itu.


"Buka mulutmu. Ini sudah aku tambah sayuran dan telur, sudah pasti ada nutrisinya. Mau kamu yang makan atau aku yang makan?" Zaya terdengar seperti sedang memarahi anak kecil yang tidak mau makan.


Mau tidak mau Aaron pun membuka mulutnya. Satu suapan berhasil Zaya masukan kedalam mulut Aaron.


"Enak, kan?" Ujar Zaya sambil mengarahkan satu suapan pula pada dirinya sendiri.


Segera Aaron menahan tangan Zaya dan mengambil alih mangkuk mi tersebut.


"Aku akan membelikanmu makanan apa saja nanti, Sayang. Tapi tolong jangan makan yang ini. Nanti kau dan anak yang ada dalam perutmu itu ketagihan dan hanya mau makan ini saja." Ujar Aaron sembari menyuap kembali satu suapan ke mulutnya.


Zaya tersenyum dengan sedikit tertahan. Selang beberapa menit mangkuk mi tadi telah kosong tak ada isinya lagi. Tampaknya suaminya itu benar-benar lapar hingga melahap habis mi instan yang sangat di bencinya itu beserta kuahnya.


Setelah selesai, Aaron pun masuk kedalam kamar, lalu menyusul Zaya dengan membawa secangkir susu hangat. Satu lagi yang di benci oleh Aaron. Susu putih dengan rasa tawar dan aroma yang sedikit amis.


"Siapa yang akan minum itu, Sayang?" Tanya Aaron.


"Kamu. Memang siapa lagi?" Zaya balik bertanya.


"Aku tidak mau." Tolak Aaron cepat.


"Tadi kan kamu makan dengan menu yang minim gizi. Jadi sekarang kamu harus minum susu supaya nutrisimu terpenuhi." Bujuk Zaya, persis seperti saat ia sedang membujuk Albern.


Aaron melengos.


"Aku bukan anak dalam masa pertumbuhan. Jadi sesekali kekurangan nutrisi tidak akan jadi masalah." Kilahnya.


"Oh, ya?"


Zaya meletakan gelas susu yang sedari tadi di bawanya di atas nakas.


"Tapi bagaimana kalau kamu jadi kekurangan tenaga?" Bisik Zaya dengan nada menggoda.


"Maksudmu?" Aaron menautkan kedua alisnya.


Zaya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada." Ujarnya.


Aaron yang baru mengerti pun tersenyum menyeringai.


"Tidak." Jawab Zaya.


"Benarkah?"


Aaron meraih gelas susu yang diletakkan Zaya diatas nakas, lalu menenggaknya hingga tandas.


"Sudah. Sekarang aku tidak akan kekurangan tenaga. Bisa kita mulai?" Tanya Aaron.


"Mulai apa?" Zaya pura-pura tak mengerti.


"Sayang.. " Aaron menarik tangan Zaya dan merengkuh tubuh Zaya kedalam pelukannya.


"Yang ku katakan tadi hanya agar kamu mau minum susunya. Jangan salah paham. Sekarang kamu boleh tidur." Ujar Zaya sembari ingin melepas pelukan Aaron.


Aaron menahan tubuh Zaya agar tak bisa kemana-mana.


Zaya semakin tak bisa menahan hawa panas yang perlahan menjalar di tubuhnya dan mulai membakarnya.


Aaron kembali tersenyum. Ternyata benar kata orang jika perempuan hamil itu di penuhi dengan libido, akan mudah terpancing dengan sedikit godaan saja.


"Sayang..." Panggil Aaron.


"Hmm ..." Zaya merespon dengan napas berat.


"Katakanlah sesuatu." Pinta Aaron.


Zaya berhenti sejenak


"Aku merindukanmu." Ujar Zaya kemudian.


"Dan?" Tanya Aaron.


"Dan apa?"


"Kau merindukanku, dan?"


"Honey, berhentilah terus menggodaku. Tidak bisakah kita langsung mulai saja?" Zaya yang telah di selimuti hasrat tampak kesal karena Aaron seperti sengaja menunda- nunda.


Aaron terkekeh. Dia sangat suka melihat wajah tak sabar Zaya saat ini.


"Katakan saja, Sayang. Setelah itu aku akan langsung mulai." Kilah Aaron.


Zaya menghela nafasnya.


"Baiklah... Sekarang dengarkan baik-baik."


Zaya terlihat sedang mencari kata-kata yang tepat.


"Honey, aku merindukanmu dan merindukan semua hal yang ada pada dirimu. Maukah kau melakukannya malam ini?"


Astaga. Zaya tidak tahu kalimat ajaib apa yang diucapkannya barusan. Otaknya pasti sudah terganggu.


Sedangkan Aaron yang mendengar pertanyaan Zaya tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia berhasil menaklukan istrinya ini. Tangannya pun langsung merengkuh tubuh Zaya. Tentu saja dia langsung memberikan apa yang Zaya inginkan.


Bersambung...


Gaje bgt mereka😁


Happy readingā¤ā¤ā¤