Since You Married Me

Since You Married Me
Menonton Bersama



"Jadi kau marah bukan karena tidak bisa melihat aktornya?" Tanya Aaron.


Zaya menghela nafasnya.


"Aku bahkan tidak ingat nama aktornya. Lagipula dia juga tidak setampan kamu." Ujar Zaya.


"Benarkah?" Tanya Aaron tak percaya.


"Kenapa juga aku bohong. Aku hanya suka dengan jalan cerita dramanya."


"Oh ya?" Aaron masih melihat Zaya dengan agak tidak percaya.


"Honey, ceritanya itu tentang suami istri yang terpisah, lalu mereka bertemu lagi, tapi ternyata suaminya kehilangan ingatan sehingga tidak ingat dengan istrinya sendiri." Zaya menjelaskan. Sedangkan Aaron yang mendengarnya tampak sedikit menautkan kedua alisnya.


'Cerita tak masuk akal apa itu? Mana ada suami tidak ingat dengan istri sendiri?'


Melihat Aaron yang tidak berkomentar, Zaya pun melanjutkan ceritanya.


"Istrinya berusaha untuk mengembalikan ingatan suaminya dengan pura-pura menjadi tetangga suaminya. Istrinya mengajak suaminya berinteraksi setiap hari sampai mereka berteman. Tapi suaminya itu ternyata sudah berpacaran dengan perempuan lain." Zaya terlihat sedih.


Aaron malah semakin mengerutkan keningnya.


'Tentu saja itu cuma akal-akalan lelaki brengsek yang bosan dengan istrinya dan ingin berhubungan dengan perempuan lain.'


"Istrinya sedih sekali, Honey. Hatinya hancur melihat suaminya bersama perempuan lain. Tapi dia tidak putus asa, dia terus berjuang supaya ingatan suaminya kembali. Sampai-sampai dia rela di pecat dari pekerjaannya karena dia lebih memilih menemaninya suaminya saat bosnya memberikan pekerjaan mendadak." Ujar Zaya semakin bersemangat.


Aaron menghela nafasnya.


'Berlebihan sekali.'


"Sampai akhirnya, saat sang suami akan bertunangan dengan pacarnya, barulah ingatannya perlahan kembali. Dia pun baru menyadari jika tetangga yang selalu mendekatinya selama ini adalah istrinya sendiri. Mereka akhirnya bersama, tapi suaminya harus menyelesaikan urusan dengan pacarnya. Dan ternyata pacarnya tidak terima jika mau ditinggalkan begitu saja. Dia bersikeras untuk melanjutkan pertunangan mereka." Lanjut Zaya lagi.


Aaron kembali menghela nafasnya.


'Tentu saja tidak mau di tinggalkan jika sudah sering di tiduri. Benar-benar lelaki brengsek, sudah puas ingin main tinggal saja.'


"Honey, yang ku tonton tadi episode terakhirnya. Mereka berdua sedang berusaha mencari solusi agar bisa kembali bersama tanpa ada penghalang lagi. Aku penasaran bagaimana akhirnya pacar suaminya itu. Apa dia pergi keluar negeri? Apa dia bunuh diri? Atau dia bertemu lelaki lain?"


"Aah... Aku penasaran, Honey." Zaya mengacak-acak rambutnya sendiri.


Aaron yang melihatnya semakin menautkan kedua alisnya dengan mata membulat. Dia semakin yakin untuk melarang Zaya menonton drama itu. Benar-benar berpengaruh buruk. Bagaimana bisa istrinya yang lembut dan anggun jadi bertingkah seperti itu.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Aaron dengan nada khawatir sambil beranjak dari posisi berbaringnya. Diamatinya wajah Zaya dengan seksama. Memastikan jika istrinya ini tidak kenapa-napa.


Zaya ikut bangkit. Dihelanya nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


"Jika kamu masih tidak mengizinkan aku menonton episode terakhir drama tadi, aku mungkin tidak baik-baik saja." Jawab Zaya dengan nada putus asa.


Kini berganti Aaron yang menghela nafas panjang.


"Apa sampai sebegitu penasarannya?" Tanya Aaron kemudian.


"Kenapa kamu tidak mengerti juga, sih? Honey? Aku kan ingin tahu endingnya bagaimana. Masa kamu tega membuat istrimu yang sedang hamil ini tidak bisa tidur karena penasaran?" Zaya akhirnya menggunakan senjata terakhirnya untuk membujuk Aaron.


Aaron memejamkan matanya karena mulai pusing dengan ocehan Zaya tentang drama yang menurut Aaron tidak ada bagus-bagusnya itu. Sekali lagi dia menghela nafasnya sebelum akhirnya kembali membuka matanya.


"Baiklah..." Desah Aaron kemudian.


Zaya membulatkan matanya.


"Benarkah, Honey?" Tanya Zaya senang.


"Tapi ingat, jangan terlalu sering menonton drama seperti itu. Nanti kau jadi berhalusinasi dan tidak realistis."


Zaya tersenyum.


"Oke, suamiku tersayang. Aku hanya akan menonton sesekali saja, sumpah." Ujarnya sambil mengacungkan dua jarinya.


"Honey, mau menonton bersamaku?" Tanya Zaya kemudian.


Aaron menoleh.


"Ayolah, temani aku. Kalau kamu ikut menonton kan kamu jadi tahu dramanya bagus apa tidak." Bujuk Zaya sambil menyungging senyum manisnya.


Aaron kalah. Dia tidak bisa menolak jika istrinya sudah mengeluarkan senyuman mautnya itu. Dia pun pasrah saja saat Zaya mulai memutar kembali drama yang tadi di tontonnya. Kali ini menggunakan layar televisi dikamar mereka yang lebih besar.


Drama di mulai dengan adegan suami dan istri tersebut berjalan-jalan menelusuri tempat yang menjadi tempat bersejarah bagi mereka. Adegan-adegan romantis mulai disuguhkan, membuat Aaron merasa bosan dan mengantuk. Ingin rasanya dia tidur saat ini juga. Tapi melihat Zaya yang begitu antusias, Aaron pun mengurungkan niatnya untuk tidur.


Dilihat Zaya yang tak berkedip menatap kearah layar televisi. Ekspresi wajah istrinya itu berubah-ubah mengikuti alur cerita yang disuguhkan. Kadang ia terlihat marah, kadang ia tersenyum dan bahkan tertawa. Lalu tak lama kemudian, saat drama itu menyajikan adegan yang mengharukan, Zaya terisak.


Aaron sedikit membulatkan matanya saat melihat istrinya itu menangis dengan sangat sedih hanya karena menonton sebuah drama.


Sekali lagi Aaron menghela nafasnya sembari memijat pangkal hidungnya. Mau menyuruh Zaya berhenti menonton juga tidak ada gunanya, sudah kepalang tanggung. Toh, dia bilang juga jika ini adalah episode terakhir.


Sepertinya setelah ini Aaron harus lebih banyak meluangkan waktu untuk istrinya, agar ia tidak terlalu sering menonton drama seperti ini.


Zaya semakin tenggelam kedalam alur drama yang sedang berlangsung. Tiba-tiba ia tersenyum. Aaron kembali melihat kearah televisi. Ternyata pasangan suami istri itu telah berhasil bersama tanpa ada penghalang lagi.


Bagaimana nasib pacar sang suami, Aaron tidak tahu. Dia terlalu asyik mengamati ekspresi Zaya sehingga tidak terlalu mengikuti jalan ceritanya.


Zaya menatap pasangan di televisi itu dengan tatapan haru. Tampaknya ia benar-benar di buat terhanyut dengan alur drama tersebut, terlebih saat kini pasangan dalam drama itu kembali menyuguhkan adegan romantis.


Aaron tersenyum melihat pipi Zaya yang merona. Kemudian ia tergelitik untuk meniru adegan yang sedang ditampilkan di televisi saat ini. Sang istri sedang membaringkan kepalanya di pangkuan suaminya.


Aaron meraih tubuh Zaya dan membaringkan Zaya dengan posisi kepala berada dipangkuan Aaron, persis seperti suami istri dalam drama yang mereka tonton.


Zaya menatap kearah Aaron dengan tersenyum cerah, lalu ia kembali melihat kearah televisi.


"Honey." Panggilnya kemudian.


"Hm..." Aaron melihat kearah Zaya.


"Terima kasih telah menemaniku menonton walaupun kamu tidak menyukainya." Ujar Zaya sembari meraih tengkuk Aaron agar menunduk dan mendekat kewajahnya.


"Lain kali aku hanya akan menonton jika kamu punya waktu menemaniku saja. Lebih menyenangkan menonton bersamamu." Ujar Zaya lagi. Kali ini ia sedikit mengangkat kepalanya dan mengecup bibir Aaron.


Aaron semakin menundukkan kepalanya, lalu memagut bibir Zaya dengan lembut. Mereka berciuman bersamaan dengan suami istri didalam drama tadi yang juga tengah berciuman. Drama itu berakhir, tapi apa yang dilakukan Aaron dan Zaya masih terus berlanjut hingga malam semakin larut.


Bersambung...


Tetap like, komen dan vote


Happy reading❤❤❤