
Zaya membaca data pribadi Anna dari seseorang yang di sewa Ginna. Disana di sampaikan secara detail riwayat hidup Anna dari ia lahir hingga sekarang.
Anna rupanya berasal dari keluarga yang lumayan berada. Kakek dari pihak ibunya mempunyai beberapa hotel yang tersebar dibeberapa kota, yang sekarang di ambil alih oleh saudara laki-laki tertua sang ibu.
Sampai disitu sudah menimbulkan pertanyaan, kenapa dia lebih memilih untuk bekerja pada orang lain ketimbang bergabung di bisnis keluarga ibunya. Padahal jika melihat dari kecerdasannya, disana sudah pasti dia akan mendapatkan posisi yang penting.
Lagi pula hubungannya dengan keluarga dari pihak ibunya terbilang baik dan tak pernah terjadi perselisihan. Pasti ada alasan yang sangat kuat hingga dia sampai memilih untuk bekerja di tempat lain.
Lalu Zaya juga mendapatkan informasi yang tak diketahui oleh orang lain tentang Anna. Rupanya Anna adalah junior Aaron saat mereka sama-sama kuliah dulu. Aaron pernah menyelamatkan Anna yang nyaris tenggelam saat mereka mengikuti acara kampus bertahun-tahun yang lalu.
Mungkin karena hal itu Anna jadi menyukai Aaron. Dan saat Aaron menggantikan Carlson memimpin perusahaan, Anna mengajukan lamaran kerja ke Brylee Group dan berhasil menjadi sekertaris Aaron hingga saat ini.
Dan yang membuat Zaya agak meringis adalah saat membaca laporan jika Aaron sama sekali tidak mengenali ataupun mengingat Anna sedikit pun ketika mereka bertemu kembali di perusahaan.
Sepertinya Anna tidak meninggalkan kesan apapun pada Aaron selama mereka kuliah dulu. Perjuangan Anna untuk mendekati Aaron sampai menjadi sekertarisnya sejauh ini pun sia-sia saja. Pasalnya Aaron tetap tak tertarik pada Anna, dan malah akhirnya menikahi Zaya.
Zaya tersenyum kecut saat selesai membaca laporan itu. Sebagai sesama perempuan, tentu ia cukup bersimpati. Bertahun-tahun berjuang untuk lelaki yang disukai, tapi tetap tak dilirik, dan justru di tinggal menikah dengan perempuan lain, hal itu pasti sangat menyakitkan dan perlu hati yang besar untuk menerimanya.
Tapi yang membuat Zaya kehilangan simpati, kenapa Anna masih tak menyerah dan malah memilih untuk berencana merusak rumah tangga orang lain, meskipun telah ada anak didalamnya.
Sepertinya perasaan Anna pada Aaron tidak bisa di bilang rasa cinta, tapi lebih ke obsesi.
Dan biasanya orang yang telah terobsesi tidak akan memikirkan dampak baik atau buruk, yang dipedulikannya hanyalah bagaimana keinginannya bisa terwujud, meski didapat dengan cara yang salah sekalipun.
Zaya benar-benar harus segera menemukan cara untuk menyingkirkan perempuan itu dari sisi Aaron.
Tiba-tiba saja ponsel Zaya berdenting, menandakan sebuah pesan masuk. Ternyata Aaron yang mengirim pesan. Suaminya itu mengatakan jika saat ini dia di luar kota dan sedang bersama klien. Mendadak ada perubahan jadwal hingga dia kembali harus keluar kota untuk membahas sebuah proyek penting dengan salah satu kliennya.
Menjelang malam, sebuah pesan kembali masuk ke ponsel Zaya. Kali ini bukan dari Aaron, melainkan dari sekertarisnya, Anna.
Zaya menautkan kedua alisnya sembari membuka pesan tersebut.
'Nyonya, maaf. Sepertinya kami tidak bisa kembali malam ini. Disini sedang terjadi hujan badai. Akan sangat berbahaya jika harus berkendara, sehingga kami terjebak dan tak bisa pulang. Tuan Aaron memutuskan untuk mengajak saya menginap di hotel, jadi kami baru bisa kembali besok.'
Zaya agak tertegun membaca pesan itu. Aaron dan Anna menginap di hotel?
Bukankah tadi siang Zaya melihat Aaron pergi ke luar bertiga bersama Asisten Dean juga? Kenapa sekarang Anna mengirimkannya pesan seolah mereka hanya berdua saja? Lalu dimana Asisten Dean?
Zaya buru-buru mencari nomor kontak Dean di ponselnya dan men-dial nomor itu.
"Ya, Nyonya. Ada apa?" Tanya Asisten Dean dari seberang sana.
"Kamu dimana? Apa tidak ikut Aaron ke luar kota?" Tanya Zaya langsung.
"Saya sedang di rumah sakit, Nyonya. Tadi siang tiba-tiba ibu saya masuk rumah sakit, jadi saya tidak ikut Tuan. Tuan pergi bersama Sekertaris Anna."
"Berdua saja?" Tanya Zaya lagi.
"Bertiga dengan sopir Tuan. Tapi sepertinya tadi saya dengar sopir Tuan minta izin untuk mengunjungi anaknya di asrama setelah dia sudah mengantar Tuan, dan kembali menjemput Tuan jika meeting sudah selesai."
"Ada apa, Nyonya? Apa ada masalah?" Tanya Asisten Dean kemudian.
"Tidak." Zaya menjawab cepat.
"Maaf sudah menganggu, Asisiten Dean. Saya tidak tahu kalau ibumu sedang sakit. Semoga beliau cepat sembuh." Zaya berusaha untuk berbicara senormal mungkin, lalu mengakhiri panggilannya.
Kemudian Zaya terdiam dalam waktu yang agak lama. Ia tampak berpikir. Dari yang Asisten Dean katakan tadi, kemungkinan besar saat ini Aaron sedang berdua saja dengan Anna.
Tiba-tiba Zaya merasa gelisah dan kesal. Ia jadi membayangkan hal yang tidak-tidak. Bagaimana jika saat ini Aaron masuk kedalam perangkap Anna?
Zaya paham jika Anna sengaja mengiriminya pesan untuk memancing emosinya. Jika saja Zaya belum mendapat pencerahan dari Ginna, mungkin saat ini Zaya sudah cemburu dan membabi buta. Zaya pasti sudah menuduh Aaron selingkuh dan berakhir dengan mereka saling bertengkar.
Anna juga sengaja membuat pesannya seolah sedang meminta izin Zaya agar terlihat santun, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai bukti jika dia sedang memprovokasi.
Zaya tidak bisa mengatakan pada Aaron jika Anna sedang merencanakan sesuatu, karena sudah bisa di pastikan jika Aaron tidak akan percaya. Yang ada malah Aaron akan salah paham pada Zaya.
Zaya berpikir bagaimana caranya untuk memastikan jika saat ini Aaron tidak masuk ke dalam perangkap Anna.
Kemudian sebuah ide datang di benak Zaya.
Ia berusaha untuk membuat panggilan video untuk Aaron. Tak menunggu lama, Aaron menerima panggilan itu. Tampaklah wajah tampannya terpampang di layar ponsel Zaya.
"Honey." Zaya menyapa Aaron dengan senyum manisnya.
"Aku baru saja mau menelfon." Jawab Aaron. Rambutnya terlihat basah. Dia tampak baru saja mandi.
Zaya benar-benar harus menahan diri untuk tidak bertanya yang aneh-aneh.
"Apa kamu tidak pulang?" Tanya Zaya.
"Maaf, Sayang. Disini sedang terjadi badai. Jadi aku tidak bisa pulang." Jawab Aaron.
"Sekarang aku sedang di hotel." ujarnya lagi.
"Baiklah, tidak apa-apa. Yang penting kamu baik-baik saja."
"Ngomong-ngomong, apa nama hotel tempat kamu menginap, Honey. Desain interiornya bagus sekali." Ujar Zaya kemudian.
Aaron menautkan kedua alisnya.
"Benarkah?" Gumamnya
"Iya. Mungkin bagus kalau kamar kita di ubah menjadi seperti itu." Ujar Zaya bersemangat.
Aaron agak sedikit bingung dan heran. Menurutnya tak ada yang istimewa dengan desain interior kamar hotelnya. Kenapa Zaya bilang bagus? Apa ini karena hormon kehamilan juga?
"Honey, ayo hadapkan layar ponselmu ke sekeliling kamar, aku ingin melihat bagian lain, apa sudut lain juga terlihat bagus." Pinta Zaya.
Aaron pun menurut, dan menghadapkan layar ponselnya ke sekeliling ruangan agar Zaya bisa melihat.
"Bagaimana?" Tanya Aaron.
"Bagus, aku suka. Aku boleh mengubah kamar kita seperti itu, kan?" Tanya Zaya.
Aaron menghela nafas.
"Apapun yang kau inginkan, Sayang. Lakukan saja selama itu bisa membuatmu senang." Jawab Aaron. Ekspresinya terlihat pasrah.
Zaya terkekeh.
"Toiletnya juga, Honey. Biar satu paket." Pinta Zaya dengan nada manja.
"Toiletnya juga?"
"Iya. Ayolah...aku bosan dengan toilet kita yang sekarang. Harus diubah juga."
Aaron tampak kembali menghela nafasnya.
"Oke, baiklah." Ujar Aaron kemudian sambil beranjak menuju toilet. Dihadapkannya juga layar ponselnya ke sekeliling toilet.
Zaya tersenyum senang. Tak ada siapapun dikamar Aaron selain Aaron sendiri. Itu artinya Aaron aman saat ini.
"Toiletnya juga bagus, Honey. Aku juga ingin yang seperti itu." Ujar Zaya lagi masih dengan nada manja.
"Tentu saja. Apapun untuk istriku." Jawab Aaron sambil tersenyum.
Mereka berdua saling pandang lewat layar ponsel untuk beberapa saat.
"Honey..." Panggil Zaya.
"Hm..."
"Apa kamu mau menemaniku mengobrol sepanjang malam?" Tanya Zaya.
"Aku tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu disini." Tambah Zaya lagi.
Aaron tersenyum sambil menyentuh layar ponsel seakan sedang membelai wajah Zaya.
"Oke." Jawabnya kemudian.
Zaya tersenyum semakin lebar dan cerah.
'Berusahalah, Anna. Tapi aku pastikan jika aku akan menggagalkan usahamu. Waktumu hanya sampai aku menemukan bukti rencana jahatmu. setelah itu, Aaron sendiri yang akan mendepakmu nanti.'
Bersambung...
Makasih buat kk reader yang udah ngasih emak othor tip koin. Cium dulu😙😙😙
Tetap like, komen dan vote ya
Happy reading❤❤❤