Since You Married Me

Since You Married Me
Masuk Ke Dalam Perangkap Aaron



Mau tak mau Zaya kembali melewati malam bersama Aaron. Meski mereka tidur di kamar yang terpisah, tetap saja dada Zaya bergemuruh dibuatnya. Membayangkan kembali bermalam dibawah atap yang sama dengan Aaron, membuat Zaya diliputi perasaan aneh. Meski disatu sisi, otak Zaya menolak keberadaan Aaron, tapi bagian diri Zaya yang lain seperti memberontak dan menginginkan lelaki itu.


Zaya sendiri menjadi tak mengerti, kenapa saat ia tidur sendiri justru tidak bisa terlelap seperti kemarin malam saat satu ranjang bersama Aaron. Berada didalam pelukan Aaron saat itu nyatanya malah membuatnya nyaman dan tertidur dengan pulasnya.


Zaya mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustasi. Tak henti-hentinya ia merutuki isi didalam kepalanya. Bagaimana bisa ia berpikir tentang tidur seranjang bersama Aaron disaat mereka bukan lagi suami istri.


Pastilah ia sudah gila karena menghadapi keanehan Aaron belakangan ini. Ya, pasti seperti itu. Tidak mungkin ia luluh pada Aaron dengan mudah, kan?


Lalu akhirnya, setelah kegalauan yang tak kunjung berakhir itu, menjelang dini hari Zaya baru bisa memejamkan matanya. Zaya berhasil mengistirahatkan tubuh dan juga pikirannya yang lelah karena Aaron.


Zaya terlelap hingga matanya kembali terbuka saat pagi mulai menjelang.


Setelah sebelumnya menyegarkan diri terlebih dahulu di kamar mandi, Zaya pun kedapur dengan tubuh yang telah segar. Ia berniat menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.


Untuk sejenak, Zaya lupa dengan keberadaan Aaron dirumahnya. Dengan santainya ia mengikat tinggi rambutnya sebelum mulai memasak. Bibirnya juga sedikit bersenandung sambil mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas.


"Astaga!"


Zaya melonjak kaget. Ia sangat terkejut saat berbalik telah mendapati Aaron tengah mengamatinya sambil melipat kedua tangannya didada dan bersandar pada salah satu sisi tembok dapur Zaya.


Seketika Zaya ingat jika saat ini ia tak sendirian didalam rumah.


Zaya pun segera memasang mode waspada. Diamatinya penampilannya sendiri secara impulsif. Lalu ia pun menghela nafas lega saat mendapati penampilannya sekarang cukup sopan.


Aaron yang melihatnya hanya tersenyum tipis. Perlahan dia mendekat pada Zaya dengan duduk disalah satu kursi meja makan.


"Memangnya kau berpikir aku akan melakukan apa padamu?" Tanya Aaron dengan nada menggoda.


Zaya tak menjawab dan langsung melengos kearah lain. Ia heran bagaimana Aaron bisa mengetahui apa yang ada didalam benaknya, layaknya orang yang bisa membaca pikiran.


Zaya benar-benar tidak tahu harus menghadapi Aaron yang sekarang ini dengan sikap yang bagaimana. Ia akhirnya memutuskan untuk mengabaikan lelaki itu dan melanjutkan apa yang hendak dilakukannya tadi.


Melihat Zaya yang acuh padanya, Aaron tak patah arang. Dia bangkit dan mendekati Zaya yang tengah mencuci bahan makanan di wastafel.


"Kau ingin mengabaikanku rupanya." Gumam Aaron.


"Aku ingin lihat apa kau masih bisa mengabaikanku jika seperti ini." Tambah Aaron lagi sambil berdiri persis di belakang Zaya.


Zaya agak terpekik karena kaget.


"Menjauh, Aaron." Sergah Zaya dengan kesal. Ia pun hanya bisa mematung takut tubuhnya menyentuh tubuh Aaron sembarangan.


"Ternyata kau minta diperlakukan seperti ini dulu, baru mau menyapaku." ujar Aaron dengan tak tahu malunya.


"Menjauh dariku. Pulang sana ke rumahmu!" Zaya kembali berusaha berusaha menyuruh Aaron menjauh..


"Baiklah, tapi buatkan juga aku sarapan." Aaron menyahut.


Zaya benar-benar tak habis pikir, bagaimana seorang Aaron Brylee yang terhormat bisa menjelma menjadi sosok tak tahu malu seperti sekarang ini. Entah apakah ada cara untuk menghentikan kekonyolannya ini.


"Baiklah, aku akan membuatkanmu sarapan. Tapi tolong menjauh dariku dulu. Aku tidak bisa memasak jika kamu terus seperti ini." Zaya akhirnya memilih untuk mengalah. Tak ada gunanya berontak sekarang. Sepertinya ia harus sedikit lembut jika ingin lolos dari Aaron saat ini.


Sesuai dugaan Zaya, Aaron pun menjauh dari tubuhnya.


Zaya bisa sedikit lega karena Aaron telah menjauh. Dia jadi berpikir yang tidak-tidak karena jarak mereka yang cukup dekat tadi.


Astaga. Lagi-lagi Zaya merutuki dirinya sendiri yang begitu mudah hilang kewarasan saat berdekatan dengan Aaron. Ia sendiri tak mengerti kenapa bisa dengan mudah tergoda meski otaknya berulangkali memberikan sinyal peringatan untuk tak mudah tergoda pada lelaki itu.


Tidak boleh terjadi lagi! Ia tak boleh lemah kali ini. Aaron tak boleh mendapatkan apapun yang ia inginkan dari diri Zaya. Mereka telah bercerai dan semua hal tentang mereka telah berakhir. Itulah kenyataannya.


"Bisakah kamu menyingkir dulu dari dekat sini Aku akan mulai memasak." Pinta Zaya kemudian. Berusaha untuk membujuk Aaron agar pergi dari hadapannya..


"Baiklah ..." Aaron akhirnya menyingkir dari dapur dan memilih menunggu di ruang makan.


Zaya pun hanya bisa menghela nafasnya dan berusaha untuk tak terganggu dengan kehadiran Aaron di rumahnya. Ia tak mau Aaron semakin bertingkah aneh.


Zaya kembali bisa melanjutkan acara memasaknya. Dan akhirnya dengan sedikit perjuangan, jadilah menu sarapan itu. Dua piring macaroni yang dimasak dengan jamur dan saus keju. Tak lupa, dua gelas susu coklat juga ikut mendampingi sarapan sehat ala Zaya.


Mereka berdua akhirnya menyantap sarapan dengan damai. Zaya bisa sedikit lega ketika melihat Aaron telah kembali pada mode seriusnya saat dimeja makan. Lelaki itu makan dengan elegan tanpa berbicara seperti biasa.


Tapi ternyata kegilaan Aaron belum berakhir. Drama lain terjadi saat Asisten Dean datang membawakan lelaki itu baju ganti.


Aaron meminta Zaya untuk membantu memasangkan dasinya dihadapan Dean. Terang saja Zaya keberatan. Tapi Aaron punya sejuta akal yang membuat Zaya akhirnya mau menuruti keinginannya itu meski dengan sangat terpaksa.


Zaya terkejut dan membeliakkan matanya, begitu pula dengan Dean. Asisten pribadi Aaron itu buru-buru undur diri dari hadapan Aaron dan Zaya. Dia tidak ingin melihat pemandangan yang membuatnya semakin merindukan kekasihnya di pagi buta seperti ini.


Sedangkan Zaya yang sudah semakin kesal dengan tingkah Aaron, cepat-cepat menyelesaikan simpul dasi Aaron dan buru-buru menjauh dari lelaki itu.


"Aku sudah menuruti semua permintaanmu. Sekarang pergilah." Usir Zaya.


Aaron tersenyum sambil kembali mendekati Zaya.


"Baiklah..." Gumamnya.


"Tapi sebelum aku pergi, aku masih punya satu permintaan lagi."


Zaya menoleh dan melotot sebal kearah Aaron.


"Apalagi?" tanya Zaya.


Aaron mencondongkan tubuhnya kearah Zaya dengan senyum aneh yang terlihat agak mengerikan dimata Zaya.


"Buatkan aku makan siang," pinta Aaron.


"Apa?" Zaya menautkan kedua alisnya ke arah Aaron.


"Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa. Tapi aku akan tetap disini dan tidak akan pergi kemana pun sampai waktunya makan siang." Ujar Aaron lagi dengan entengnya.


Zaya semakin kesal dan mulai marah.


"Terserah kamu. Aku tidak mau menuruti keinginanmu lagi. Kalau kamu mau tetap disini, silahkan saja." Jawab Zaya dengan kesal.


"Ya sudah..." Aaron merebahkan dirinya disofa.


"Kalau begitu, aku akan tetap disini sampai kau kembali dari kafe nanti. Mungkin nanti malam aku akan menginap disini lagi." Gumam Aaron.


Zaya terperangah tak percaya. Ia tak mengerti kenapa lelaki dihadapannya kini berubah menjadi sangat menyebalkan. Tentu saja Zaya tidak ingin jika Aaron kembali menginap dirumahnya malam nanti.


"Berhentilah membuatku kesal, Aaron. Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" Desah Zaya dengan frustasi.


"Bukankah sudah aku bilang tadi. Buatkan aku makan siang dan kirimkan ke kantorku," Jawab Aaron tanpa beban.


Zaya menghela nafasnya.


"Ada Asisten Dean disini. Jangan mengada-ada."


Aaron tersenyum.


"Apa itu artinya, jika tidak ada Dean kau mau melakukan apa saja untukku?" Tanya Aaron.


"Haruskah aku menyuruh Dean pergi terlebih dahulu?" Tanya Aaron lagi dengan nada menggoda.


"Baiklah. Aku akan membuatkan makan siang untukmu, tapi janji kau tidak akan menggangguku lagi setelah ini." Pinta Zaya.


Aaron tampak berpikir sebentar.


"Baiklah." Aaron menyetujui.


"Janji?"


"Janji."


Aaron akhirnya pergi dari rumah Zaya sembari tersenyum penuh kemenangan.


Untuk kesekian kalinya Zaya masuk kedalam perangkap lelaki itu dan tak kuasa untuk melepaskan diri.


Bersambung....


Entah udah berapa kali Aaron modusin Zaya😁😁😁


Tetep like, komen dan vote ya...


Happy reading❤❤❤