Since You Married Me

Since You Married Me
Kamu Milikku



Zaya mengantarkan Albern menuju kamarnya setelah mereka selesai makan malam. Ia menemani putranya itu mengerjakan pekerjaan rumah sebelum akhirnya menemaninya juga untuk pergi tidur.


Aaron masih belum pulang. Sore tadi dia sempat mengabari Zaya jika dia akan pulang terlambat. Ada meeting dengan klien di luar kota siang tadi, tapi rencananya dia akan langsung pulang setelah meeting selesai.


Tak berselang lama, Albern telah terlelap memasuki alam mimpi. Bocah itu tidur dengan sangat damai sehingga membuat Zaya tidak bisa untuk tidak tersenyum.


Melihat wajah putranya itu membuatnya semakin membulatkan tekad untuk menyingkirkan segala ancaman yang berpotensi menghancurkan rumah tangganya. Zaya tidak akan menyerah. Ia tak akan kalah dengan para perempuan yang menginginkan Aaron. Mereka semua harus tahu jika Aaron hanyalah miliknya.


Setelah yakin Albern benar-benar telah tidur dengan nyenyak, Zaya pun pergi ke kamarnya sendiri. Kemudian ia merebahkan dirinya ditempat tidur dengan pikiran yang masih melayang kemana-mana.


Hari semakin larut, tapi Aaron masih belum pulang. Zaya menjadi harap-harap cemas. Tidak pernah sebelumnya dia seantusias ini saat menunggu Aaron pulang. Entah kenapa ia jadi merasakan sebuah debaran saat membayangkan mereka berdua akan bertemu. Apakah Zaya gugup karena ada misi penting dari Ginna yang harus dilakukannya? Misi untuk membuat suaminya semakin takluk.


Menjelang dini hari Aaron baru pulang. Dia memasuki kamar dengan wajah yang terlihat lelah. Tapi kemudian dia terlihat agak terkejut karena di dapatinya Zaya belum tidur.


"Honey." Zaya tersenyum pada Aaron.


Aaron agak sedikit terkesiap melihat senyum Zaya itu. Tadinya dia berpikir Zaya masih marah padanya. Tapi melihat senyum Zaya yang tampak sangat manis saat ini, sudah bisa dipastikan jika istrinya itu sudah tidak marah lagi.


"Belum tidur?" Tanya Aaron sembari mendekati Zaya.


Zaya menggeleng.


"Aku tidak bisa tidur sendirian. Aku menunggumu." Jawabnya.


Kemudian saat Aaron telah sampai dihadapannya, Zaya langsung berhambur kedalam pelukan Aaron. Aaron agak terkejut. Tapi sejurus kemudian, dia tersenyum dan membalas pelukan Zaya.


"Kenapa, Sayang? Aku kira tadi kau masih marah padaku?" Tanya Aaron agak sedikit menggoda.


"Aku merindukanmu." Bisik Zaya pelan. Tapi tentu saja suaranya terdengar jelas ditelinga Aaron.


Aaron mengurai pelukannya. Kemudian dia merangkum wajah Zaya dan menatapnya lekat.


Zaya pun menengadahkan wajahnya kearah Aaron. Diamatinya setiap bagian dari wajah suaminya itu. Mulai dari mata, hidung, bibir dan bagian-bagian lainnya.


Kenapa juga wajahnya harus begitu tampan seperti ini. Wajar saja jika banyak perempuan yang jatuh cinta padanya. Suaminya ini adalah sebuah mahakarya dari Tuhan. Setiap hal yang ada pada dirinya nyaris sempurna. Mungkin saja Tuhan sedang tersenyum saat menciptakan dirinya.


"Sayang, aku mandi dulu. Setelah itu kau boleh memandangiku sepuasnya." Suara Aaron membuyarkan pikiran Zaya. Ia sedikit tersipu dan melepaskan dirinya dari pelukan Aaron.


"Biar aku siapkan air hangatnya." Ujar Zaya sambil berlalu ke kamar mandi. Ia agak malu karena ucapan Aaron tadi. Sepertinya ia tertangkap basah sedang mengagumi wajah suaminya itu.


Tak berselang lama, Aaron telah mengenakan baju rumahannya dengan tubuh yang lebih segar. Dia langsung duduk disamping Zaya yang saat ini sedang bersandar di sandaran tempat tidur.


"Masih belum mau tidur?" Tanya Aaron.


Zaya menoleh, lalu menggeser sedikit tubuhnya seakan memberi isyarat agar Aaron mendekat.


Aaron pun beringsut dan merapatkan dirinya pada Zaya. Lalu diraihnya tubuh Zaya untuk kembali masuk kedalam pelukannya.


"Kenapa? Apa ada yang kau pikirkan hingga membuatmu tidak bisa tidur?" Tanya Aaron.


Zaya menggeleng.


"Tidak ada. Aku hanya ingin menunggumu saja." Jawab Zaya sambil kembali mengangkat wajahnya untuk melihat kearah wajah Aaron. Pandangan mereka bertemu. Zaya mengulurkan tangannya untuk menyentuh rahang Aaron dengan lembut. Lalu dikecupnya bibir Aaron sekilas.


"Maafkan kata-kataku kemarin malam. " Ujarnya lirih.


"Aku pasti telah membuatmu susah karena menambah beban pikiranmu. Maafkan aku." Ujar Zaya lagi.


Tatapan Aaron menjadi semakin dalam saat mendengar kata-kata Zaya.


"Harusnya aku yang minta maaf padamu." Ujarnya sambil membelai rambut Zaya lembut.


"Aku telah banyak menyakitimu dan membuatmu menangis. Maafkan aku karena belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Mulai saat ini aku akan belajar untuk lebih bisa menjaga perasaanmu." Ujar Aaron lagi sambil mencium kening Zaya dengan penuh perasaan.


"Aku hanya takut kehilanganmu. Kamu milikku, Aaron. Aku tidak mau sampai kamu berpaling." Ujarnya posesif.


Aaron tersenyum dan mengurai pelukan Zaya. Lalu dipandangnya kembali wajah Zaya dengan tatapan yang semakin menghanyutkan.


"Iya, Sayang, aku milikmu. Semua yang ada pada diriku adalah milikmu. Jadi kau tidak perlu khawatir. Aku hanya akan menjadi milikmu saja selamanya."


Mereka berdua saling menatap dengan penuh perasaan sebelum akhirnya tenggelam dalam sebuah permainan yang hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri.


Zaya tampak lebih agresif dari biasanya. Ia begitu mendominasi hingga Aaron hanya mengikuti arah permainannya saja. Ia tampaknya ingin menegaskan jika Aaron adalah miliknya seorang. Tak ada yang bisa merebut Aaron darinya.


___________________________________________


Zaya memasuki Gedung perusahaan Brylee Group dengan membawa dua kotak makan siang ditangannya. Dengan mengenakan gaun selutut berwarna lembut dan dipadukan flatshoes warna senada, Zaya terlihat sangat cantik meski dengan perut yang mulai membesar.


Zaya naik kelantai tempat ruangan Aaron berada dengan menggunakan lift khusus direktur. Ia sengaja datang membawakan makan siang untuk Aaron. Sekaligus ia ingin memperhatikan secara langsung bagaimana Anna berinteraksi dengan suaminya itu.


Zaya mengetuk pintu beberapa kali sebelum kemudian masuk kedalam ruang kerja Aaron. Tampak suaminya itu sedang bersiap untuk pergi bersama Asisten Dean, dan tentu saja sekertarisnya, Anna.


Hati Zaya agak bereaksi saat melihat perempuan itu, tapi ia berusaha untuk menampilkan senyum terbaiknya.


"Sayang?" Aaron terlihat agak terkejut melihat kedatangan Zaya.


"Apa kamu mau pergi?" Tanya Zaya sambil mendekat kearah Aaron.


"Iya, aku ada janji makan siang dengan seorang klien." Jawab Aaron.


"Apa yang kau bawa itu?" Tanya Aaron kemudian saat melihat food bag yang Zaya jinjing.


"Ini? " Zaya mengangkat foodbag yang dibawanya.


"Tadinya aku mau makan siang bersamamu, tapi sepertinya siang ini kamu tidak bisa." Ujarnya kemudian.


Aaron tampak menunjukkan raut menyesal.


"Maaf, Sayang. Lain kali saja kita lakukan itu. Siang ini aku sudah ada janji."


"Tuan Aaron ada meeting dengan seorang klien, Nyonya. Dan klien yang akan ditemui Tuan cukup penting. Jadi Tuan tidak bisa membatalkannya." Tiba-tiba suara Anna menginterupsi.


Zaya menoleh pada perempuan itu sambil tersenyum. Benar apa yang dikatakan Ginna jika dia sekarang lebih modis dan lebih pandai berdandan dari yang sebelum-sebelumnya.


Anna tampak tak mencurigakan, hingga Zaya tergelitik untuk melihat ekspresinya jika Zaya sedikit menunjukkan kemesraannya pada Aaron.


"Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa menemaniku siang ini, lain kali kita masih bisa makan siang bersama." Ujar Zaya pada Aaron sambil tersenyum. Lalu ia semakin merapatkan tubuhnya dan mencium pipi Aaron sekilas.


Zaya melirik Anna. Dapat ia lihat kilatan wajah marah dan tak suka dari Anna, meski hal itu berlangsung cepat dan tak disadari orang lain. Pasalnya Anna langsung bisa mengendalikan ekspresi wajahnya agar terlihat biasa saja hanya dalam hitungan detik.


Zaya pun menjadi semakin yakin jika Anna menyukai Aaron dan tengah berencana untuk mendekati suaminya itu.


Zaya tersenyum.


'Tidak akan aku biarkan kau mendekati suamiku, Anna. Tunggu saja, tidak lama lagi Aaron akan tahu niatmu yang sebenarnya.'


Bersambung...


Santuy gaesss.... Aaron cuma cinta sm Zaya seorang, jadi Anna ga bakal punya kesempatan buat jadi pelakor.


Kalaupun sebutannya tetap pelakor, berarti Anna adalah pelakor yang hanya numpang lewat, atau pelakor yang tak sempat beraksi😅😅😅


kalo mau tambah, vote dulu😂😂😂


Happy reading❤❤❤