
Casandra dan Leonel terlihat sama-sama berdiri cemas di depan meja kerja Mr.Napoleon berserta Mrs.Queen,terutama Caca alias Casandra,bulir airmata siap menetes di sudut matanya,tapi berusaha ia tahan.
" sayang,kemarilah....semua akan baik baik saja....", ibu mertua yang anggun itu merengkuh tubuh Caca hingga akhirnya isakan itu pecah seketika,ini tentang Zeyna,mereka harus menyerahkan gadis kecil itu kepada kedua orangtua kandungnya,ini adalah pertimbangan yang sudah tidak bisa di rubah oleh semua orang dewasa keluarga masing-masing,Luis memohon pada kedua orangtua ini memberi pengertian pada caca dan Leon agar memberikan kepercayaan lagi untuk bersama Putrinya di rumah pribadi mereka,karna Alexa tidak ingin bersama Luis jika tanpa alasan,wanita itu begitu muak pada masalalu yang ia pernah jalani di bawah kendali Luis,hingga dengan terpaksa harus kembali ke rumah demi Zeyna,itupun dengan waktu yang ia tentukan cukup 6 bulan,jika Alexa merasakan keterikatan emosional yang baik pada Zeyna,maka rencana perceraiannya akan batal,Leon awalnya keberatan menyerahkan Zeyna,bukan hanya sudah begitu mencintai anak itu bak anak kandungnya,tapi ia tidak terima jika Zeyna di jadikan alat atau perantara yang hanya di manfaatkan kelicikan Luis,mengingat pria itu begitu serakah akan Alexa dan tidak akan pernah menerima kata perpisahan,sedangkan banyak luka dan kecewa yang ia pernah toreh di hati Alexa .
"apakah Daddy tidak menyarankan kak Luis untuk berusaha dengan keahliannya sendiri untuk mempertahankan Alexa?,Zeyna bukanlah alat atau semacam sesuatu alasan untuk mempertahankan pernikahan mereka.....,jika Alexa ingin cerai,wajar karna sikap Luis dulu....,Zeyna punya hak di cintai Dad....lagipula satu hal lagi...,aku bisa gila dengan berbagai pertanyaan dua kakaknya,Lihatlah bagaimana mereka sudah menerima Zeyna....", Sejak Luis di beri peringatan tidak boleh menyusup diam-diam di kamar Zeyna,Leon memutuskan tidak merespon apapun telfon atau pesan dari kakaknya itu,hingga akhirnya orangtuanyalah yang menjadi sasaran saat ini untuk membujuk Caca dan Leon,apalagi masalah rumah tangga pria jenius itu di ambang kehancuran,Alexa mengajukan perceraian,dan saat ini bukan bersama Luis,wanita itu sedang berada di Dubai melakukan pekerjaan di bawah pengawasan studio Casandra,wanita itu sangat di andalkan beberapa bulan terakhir, tapi menutup diri dari Luis dan Leon untuk masuk dalam urusan pribadinya,jika urusan pekerjaan,ia sangat profesional sekali dan menjaga nama baik Agensi perusahaan Caca,itulah salah satu kelebihan Alexa yang tidak akan bisa di tandingi oleh siapapun,otak cerdasnya membuat Napoleon dan istrinya tidak akan pernah menyepelekan keberadaan wanita itu di dalam keluarga besar mereka,jadi harus Leon dan Caca yang mengalah.
"Ini demi rumah tangga mereka nak....,ayolah...,beri masa percobaan hanya 1 tahun,kalian punya banyak kesempatan untuk menemuinya setiap bulan..." Napoleon menepuk pundak Caca yang menyeka air matanya sambil sesugukan,pasti ia sangat merindukan Zeyna nanti,dan rasa iba itu membuat sang ayah mertua memikirkan solusi lain untuk menghibur Menantu tunggalnya ini.
" Deuz akan kuliah di sini tepatnya di Roma,tidak jauh kan dari kalian,daridapada ke Amerika pastinya bukan di sana saja....,dan di saat dia sibuk menempuh pendidikan,Dad akan memberimu kebebasan memilih laboratorium nya harus berdiri di mana....,dia milik kalian,tapi kecerdasan cucuku adalah warisanku...",
Seorang Napoleon memutuskan membatalkan pendidikan khusus Deuz demi menghibur Caca yang pastinya akan kesepian tanpa Zeyna,ini luar biasa di luar dugaan Leon,ayahnya sebaik ini demi menantu?,padahal dirinya dulu mendapat pendidikan secara khusus keluarga bangsawan di Inggris dan selanjutnya ke Amerika.
"tapi jika Deuz ingin ke Mongolia,itu adalah keinginan pribadinya....", Senyum Caca berubah cemburut tidak peduli ayah mertuanya terus mengawasi ekspresi wanita itu,yah hanya Caca dan Alexa yang dapat merubah beberapa aturan tertulis di rumah ini,tapi Erica dan Lea masih belum bisa membuat perlawanan hingga saat ini kedua perempuan itu memilih patuh akan aturan dan menjalan perusahan dengan tanpa banyak komentar.
"baiklah,aku akan memikirkan dan memberitahu Ayah jika sudah memutuskan mana yang terbaik,saat ini aku harus bicara dengan Zeus tentang adiknya yang akan pindah rumah selama 6 bulan.tanpa komen,tanpa kelanjutan,apalagi alasan,cukup 6 bulan.....!",Selesai berkata tegas namun lembut terdengar di telinga Luis yang sesungguhnya berada di ruang sebelah,di ruang baca dan jelas alisnya menukik tidak terima dengan keputusan akhir Caca sambil pergi dari ruangan kerja pribadi mertuanya dengan membanting pintu.
Disisakan Leon dan kedua orangtuanya di dalam sana,saling pandang lalu sama-sama hembuskan nafas lega,setidaknya Caca memberikan ijin.
"Luis apakah kau dengar itu?,Mommy yakin kau sedang memasang telingamu dengan baik anak licik...,cucuku bukan alat untukmu berbuat semaunya sama seperti yang kau perbuat pada Alexa dulu...." itu suara Mommy Queen yang berbicara agak keras,ia menyadari keberadaan Luis di ruangan baca,setelah berkata demikian,ia pun ikut pergi dari sana dengan membanting pintu,lalu mengikuti kemana Caca pergi.luis keluar dari persembunyiannya dengan tatapan nanar pada Leon yang ikut membuang muka dan mundur akan keluar juga dari pintu,tapi suara Luis membuat langkahnya berhenti.
"Terima kasih adikku....",Luis tulus menuturkan ucapan itu,tapi Leon menjawab tanpa berbalik,tangannya menggenggam kuat gagang pintu itu menyalurkan emosinya di benda tak bersalah itu.
"ucapanmu sebagai janji seorang Ayah,jika Zeyna tergores sedikit saja di saat bersama kalian,aku tidak akan pernah memaafkanmu tidak peduli kau adalah kakakku ataupun kau sebagai laki-laki gila yang sulit di lawan....,,ingatlah ucapanku ini baik-baik...!,aku akan mengawasimu!!!" BRUAAKKK!!!!, ucapan tegas penuh intimidasi itu berakhir dengan dentuman pintu yang di banting Leon setelah keluar dari sana,secara biologis Luis punya hak memiliki Zeyna,tapi beberapa hal mencurigakan mulai terjadi beberap bulan lalu pada anak itu,dan sampai saat ini Leon masih diam saja menunggu pengakuan Luis sendiri.pria itu tidak ingin memutuskan segala sesuatu di saat masih emosi,karna ia tidak ingin kehilangan banyak hal jika salah ambil keputusan.
ia tidak peduli ayahnya kaget dengan sikap kasar tadi,pintu itu adalah saksi bisu dari semua amarah Leon,gagang yang terlepas dan pintu itu tidak serapat saat awal masuk,Mr.Napoleon mengusap dadanya berusaha tenang,lalu menelfon menejer pribadi untuk menyuruh seseorang datang mengganti pintu kerjanya.di saat menejer bertanya mengapa pintu kokoh itu bisa rusak,pria tua tapi masih awet itu hanya bisa menjawab jujur.
"Aku tidak bisa memaksa Lexa sama seperti dia masih gadis dan tidak tau asalnya,aku hanya ingin dia kembali menerimaku dengan wajar dan melalui proses yang normal,tapi lihat ini,dia berani mengirimiku surat perceraian dengan melibatkan seorang pengacara di luar keluarga kita .....!", Luis menyodorkan sebuah dokumen yang di kirimkan Alexa,di sana sudah jelas bahwa ini tidak mudah,sekalipun Luis miliki segalanya,Alexa berani mendatangkan seorang pengacara ternama yang diam-diam memiliki niat busuk di balik bantuan pria rupawan berwarga negara Rusia,selain tampan,pria itu diam-diam telah menyukai Alexa tidak peduli siapa pemilik wanita cantik itu.
"jadi ceritanya....,kau kini memiliki saingan...." Napoleon berbicara parau membaca detail siapa sosok pengacara yang di balik surat gugatan perceraian Alexa,diam-diam hati pria paruh baya itu ikut kuatir,beberapa bukti komonikasi,foto-foto kedekatan Alexa terlihat jelas,jadi ada sosok yang memprovokasi putri Mesir itu,seorang pria cukup terpandang dari Rusia yang baru saja naik daun sebagai pengacara tampan dan juga sangat di kenal publik.di saat tuan besar Napoleon sibuk membaca dokumen itu,terdengar keributan di balik pintu,seharusnya tidak akan terdengar karena ruangan ini di lengkapi fasilitas peredam,namun sayangnya pintu itu rusak dan kali malah roboh dan menimbulkan bunyi lebih keras karna daun pintu itu di dorong Zeus yang sudah berusaha di cegat Caca dan Deuz,anak remaja itu tidak peduli dengan tatapan kaget Kakeknya,sejak awal ia dan Kakaknya Deuz telah melihat Paman Luis mereka masuk diam-diam di ruangan ini tadi pagi,,tapi mereka tidak pernah menyangka jika ini tentang adik mereka.Zeyna saat ini sedang mengikuti kelas online,jadi anak itu sedang dalam pengawasan ketat orang suruhan Leon,suasana pagi ini terlihat mencekam di mata para bawahan,karna beberapa menit yang lalu,setelah Caca keluar dari ruangan ini,dan bicara dengan Deuz serta Zeus,dua anak itu tidak kompak untuk menerima kepindahan Zeyna ke rumah paman dan bibi mereka( Luis dan Alexa).
"Hei pria licik.....!sungguh tidak adil, mengambil adikku dengan cara seperti ini,,",
Entah keberanian darimana sikap ini terlahir dari mulut Leon tentunya,dan pria itu hanya bersandar di pembatas tangga tepat di luar depan pintu mengarah pada posisi Luis yang berdiri menghalau beberapa tinju keponakannya yang tidak main-main,ya Leon yang memprovokasi anak keduanya tadi,mengatakan jika Zeyna bukan pindah rumah tapi akan di bawa pergi oleh paman mereka ke rumah hutan,faktanya tidak seperti itu,Leon hanya ingin menghukum Luis dengan cara berhadapan dengan kedua monster kecilnya,Caca di sana juga,namun ia hanya berkata dengan cukup keras menegur dan Zeus agar sopan.
"jangan kasar nak,dia pamanmu!,,sopanlah!"
dan perkataan itu tidak akan mampan pada seorang remaja seperti Zeus,dia ingin bertarung dengan pamannya,untungnya sang kakek cepat menengahi menahan lengan Zeus bersama Deuz,sang kakak cukup tenang tapi dari tatapannya ia sungguh kecewa dengan cara pamannya.
"Tidak bisa Mom...!,Zeus sudah berjanji pada kakek Harry kalau dua hari lagi akan kembali di Swiss bersama Zeyna,biar aku yang bicara pada Zio Luis,ini tidak bisa!!!!" Nafas Zeus naik turun tidak bisa menahan kesal,dia sungguh marah,dan kecewa.
" Zeus dengarkan Zio Luis dulu ....,Zeyna hanya sementara bersamaku,setiap akhir bulan kalian akan....." Luis tidak bisa membalas sikap ini,mereka adalah keponakan kesayangannya,apalagi ia tau siapa dalang dari ini semua,pria penuh tatapan tajam di ambang pintu yang hancur itu adalah saksi bisu dari semua drama di ruangan ini.dia di tekan secara mental dan juga fisik oleh adiknya sendiri,ya,pelaku provokasi ini adalah Leon adik tercintanya.
Mrs.Queen hanya bisa menutup mulut dari kejauhan sambil merekam moment itu lalu mengirimkan hasilnya pada Lea,Erica dan besannya Mrs.Victoria,lalu mereka bertiga sama-sama membalas chat beliau dengan kalimat hampir sama yaitu.
"saksi bisunya adalah pintu yang tidak bersalah😱😱😱" tidak lupa dengan emoticon horor mereka,dari rasa cemas dan kaget,di ganti dengan rasa konyol dari wanita paruh baya itu,dari awal ia sudah siap menerima situasi ini,karna yang paling dekat dengan Alexa adalah Zeus dan Deuz,mereka memang mencintai adik mereka dengan cara yang berbeda,tapi tetap saja mereka tidak bisa menerima jika sosok Zeyna akan pergi dengan cara seperti ini.
sekali lagi Zeus menendang pintu itu dengan cukup keras lalu pergi dari sana ke arah ruangan adiknya,Luis mendesah frustasi di pojok ruangan nyaris menangis,tapi ia tahan,ada ibu dan adik iparnya di sini,dia harus pura-pura mengangkat tinggi wajahnya ke langit-langit plafon,menatap nanar di sana,menengadah tak tau arah,demi harga diri yang sudah hancur di depan anak-anak yang sejak kecil amat menghormatinya.
"belum puaskah Leon?" satu pertanyaan Luis yang di jawab Leon dengan senyum semirik lalu meraih pinggang Caca untuk pergi dari sana.di dalam hati kecil Leon,tidak setega itu melihat raut sedih penuh tekanan kakaknya,tapi apa boleh buat,cara pria dewasa membuat hari ini tidak akan terlupakan adalah dengan moment pintu jadi saksi kemarahan mereka.