
Caca menatap satu persatu isi album di meja,lalu di setiap foto-foto dinding hingga berakhir pada sebuah album,ada potret Leon,Deuz,Zeus dan Juga Zeyna serta dirinya di sana,tanpa terasa anak-anak telah dewasa dalam berpikir,yang dulunya ia lahirkan dan urus sambil berkarir di studio,foto itu di ambil saat Caca menerima penghargaan sebagai pemenang di Amerika,
wanita itu menyalakan lampu sebuah ruangan bersekat kaca,yang di dalamnya terdapat ranjang bigsize dengan ukiran klasik,lalu menempel sebuah potretan besar tepat di sandaran,lalu di depan ranjang itu ada sebuah kursi kayu Cendana panjang,Caca ingat benda itu dulu ada di depan teras kamar Leon,saat mereka menetap di Napoli,tempat sederhana yang beralaskan spon tebal impuk,suaminya sering duduk merokok atau sekedar merenung sambil ngopi sendirian menatap langit atau mandi di kolam depan kamarnya,di sini juga ada kolam ,Leon adalah pria dingin dan pemikir tentang karya-karya atau tentang pertengkaran2 dengan dirinya,lantai ini di lapisi beberapa kaca tebal kedap suara dan tidak lupa akan sentuhan desain estetik karya suaminya.di ruangan paling pinggir Utara,tepat di sudut,ada sebuah ranjang mungil yang di atasnya ada potret yang selama ini di tutup kain putih,Leon melarang siapapun membuka tirai di ruangan itu,Caca juga tidak pernah seberani saat ini untuk mencari udara segar di atap,barang-barang di pojok itu baru 1 tahun lalu di pindahkan dari Italia,,Caca tidak ada waktu buat membuka beberapa bingkai foto karna sibuk di studio dan juga menemani Leon saat berada di luar negeri,entah mengapa sejak mendengar keputusan suaminya tadi,ia ingin sendirian dulu,mengenang masa-masa bersama anak dan pekerjaan sekaligus adalah moment paling ia rindukan,kini mereka telah dewasa dan sudah saatnya mereka hidup mandiri dengan berdiri di atas kaki mereka sendiri,serta pilihan yang ia tidak bisa rubah.
dengan gugup ia menarik kain penutup bingkai besar itu, betapa terkejutnya ia melihat gambar jelas siapa di pigura itu.
Casandra 16 tahun
Caca terkejut hampir histeris,ia menutup mulutnya agar suaranya tidak membangunkan anak-anak atau suaminya,potretan masa remaja dirinya kenapa bisa ada di sana,kenapa bisa ada di rumah ini,,Caca masih ingat moment menyedihkan di foto itu saat ia naik kereta kabur dari rumah orangtuanya yang berpindah-pindah tempat,kembali di rumah kakeknya tepat di tepi danau,saat ini sudah menjadi rumah pribadi kedua orangtua dan adik-adiknya di seberang danau belakang rumah ini,waktu itu musim hujan dan ia baru saja habis menangis kerena kehabisan uang makan,kelaparan di Milan dan ke Switzerland dengan perasaan sakit hati pada ibu dan ayahnya,tidak betah di rumah dan seringkali merasakan perasaan tidak nyaman atas sikap ibunya,Hinga sering mereka bertengkar,bukan tidak di sayang,tentu saja Harry dan Victoria sangat mencintai Caca,tapi mereka terlalu mengatur segala hal kecil yang Caca lakuka,mulai dari harus jadi gadis lemah lembut,berpakaian girly dan juga di paksa belajar balet,Caca berusaha melakukan hal itu,les dan beberapa pendidikan di berikan,hingga akhirnya Caca merasakan bahwa yang ia perbuat bukan impian dan juga dirinya inginkan,berakhir nekat kabur dengan berharap orangtuanya berubah dan di sepanjang perjalanan ia merasakan kesedihan melihat teman seusianya bahagia bersama kedua orangtua mereka,sedangkan ia malah lebih nyaman di desa bersama kakek.
leon tidak pernah bertemu dengannya saat berusia 16 tahun🥺,untuk pertama kalinya Caca yang mencari Leon saat berusia 18 tahun,hal itu yang membuat ia shock,mengapa di keterangan foto itu jelas-jelas ada nama Leon dan foto itu telah memenangkan juara di galery ternama pada masanya.
Sudah jam 10 malam,Caca duduk dengan bimbang,ia baru ingat Leon pernah mendapat surat wasiat atas dirinya yang harus pria itu lindungi dan jaga,tapi tidak terbersit di dalam otak,bahwa Leon telah menyewa seseorang atau mungkin leon sendirilah yang mengawasinya sejak kecil,seketika wanita itu sedikit merinding dan akan berlari keluar tapi bersamaan dengan suara kaki mendekat,seketika Caca berbalik kaget,itu suaminya yang menatap lesu,tapi Caca salah paham dan berpikir bahwa ia sedang di marahi membuka penutup foto itu,sosok gadis lusuh basah kehujanan duduk di balik kaca kereta menatap sendu tak terbaca di luar,hujan deras semakin mewakili aura kesedihan di foto itu.
"humnn,kau sudah melihatnya ya...." Leon tidak kaget,pria itu malah melangkah duduk di atas dipan kayu yang tadi Caca ingat adalah kursi kebanggaan Leon saat di Itali,posisi pria itu duduk menghadap pigura foto yang di buka Caca tadi,dan diam-diam melirik istrinya yang terpaku tidak mengerti selama hampir 21 tahun menikah,banyak hal yang ia belum tau dari suaminya ini.
"kemarilah......" pria itu menyodorkan lengan untuk menggapai pinggul istrinya agar duduk di atas pangkuannya menatap foto itu,detak jantung Caca tidak karuan saat pria itu memeluknya dari belakang dan memainkan ujung-ujung rambut Caca.
"mengapa bisa......" sulit di percaya caca,suaminya telah lebih duluan mencintai dalam diam,jelas-jelas ia terharu dan juga merasa bersalah selama ini terlalu banyak merajuk dan suka marah-marah.
" apa yang tidak bisa?"
"bagaimana bisa aku tidak menyadarimu saat itu?,kau seperti penguntit......"
"humnn bukan penguntit namanya jika harus ketahuan ,tapi akhirnya sekarang aku ketahuan juga ya he he....." Leon tertawa pelan Sambil makin mengeratkan pelukannya.
"i love you so much hubby....,bolehkan foto itu di kamar kita?"
"kita harus turun,jika Deuz mencari kita di sini bagaimana?"
"dia bukan anak kecil.....,aku suka dress ini honey"Leon berbisik sambil mengecup ringan leher Caca,hembusan nafas yang familiar lalu tangan yang menggerayangi setiap lekuk tubuh membuat wanita itu mengerang,apalgi suaminya berbisik nakal di telinga.
"aku sudah cukup menahan diri semalaman,padahal aku nyaris di cabuli olehmu......"
"ugh.....maksudmu?"
"apakah kau lupa penisku kau jadikan tongkat bisbol semalam,dan juga bajuku.....kau.....ugh!" Leon tidak dapat berkata-kata saat wanita nya ini mengecup dadanya lalu beralih berbisik penuh makna.
"maaf aku selalu mabuk dengan aroma ini.....humnnn"
"berhenti bermain-main sayang....!"leon selalu tidak bisa menahan diri jika kulitnya di sentuh bibir mungil satu ini,tongkat ajaib itu langsung tegak membuat pinggul Caca naik turun tidak nyaman,Leon meraih sebuah remot di laci sambil membawa istrinya di atas ranjang tepat di pojok,menekan tombol mengunci kunci pintu dan juga menurunkan pelindung ruangan dan atap,tangan kirinya melepas tali gaun hitam si wanita yang terus melingkarkan kedua kakinya di pinggul Leon.
******* Caca menggema di dalam ruangan yang untungnya kedap suara,otaknya tidak dapat berpikir jernih jika kepala suaminya sudah di bawah sana,lalu naik ke tempat paling favorit pria itu,bermain,memilin dan menggigit kecil gemas seperti sedang melahap buah persik,pria ini kembali agresif setiap kali mereka melewati beberapa masalah,dengan tatapan lembut mata sayu itu membuat tubuh caca bergetar hebat setiap benda tumbul kokoh itu memaksa masuk,Leon takjub dengan surgawi milik istrinya,selalu ketat dan juga hangat,membuat ia tidak ingin melepaskan diri dari jepitan demi jepitan yang berubah jadi gesekan paling ternikmat.
Di kamar tidur yang lain,sosok wanita sudah paruh baya sedang duduk menatap layar laptop,bukan lain Mrs.Queen, beliau sedang menetap di rumah besannya orangtua dari menantunya caca,saat ini dia sedang mengerjakan beberapa laporan penjualan galery miliknya,tanpa sadar ia merindukan Luis tapi ia harus menatap mata sabar,dirinya tidak mau lagi terlalu membela,ia harus berdiam di sini sampai suaminya memberi kabar jika Luis lulus dari sanksi yang ia jalani,anak angkatnya itu mendapat hukuman tidak bisa mengakses dunia luar dan berdua saling introspeksi diri di sebuah rumah sepi penduduk.
"sudah berhenti.....,....." Caca memotret suaminya sejak tadi bak model,selesai berolahraga di kasur dan mandi air hangat,keduanya menikmati suasana dingin di balkon dengan membaca beberapa buku buku karya kakek Harlan dulu,Leon masih menyimpan beberapa karya beliau di rak rak lemari pribadi,,Caca merasakan pinggangnya encok setelah meladeni suaminya hingga 4 jam berlalu,tapi merasa terusik dengan gaya sang suami membaca di depannya.
"apakah kau akan belajar menjadi penguntit istriku? Hummnn ? Aku sedang membaca okey"
"yaaa...aku penasaran dengan kau yang selalu menyusup di dalam setiap langkahku tanpa aku tau sama sekali...!tetap di sana dengan gaya itu hubby,kau seksi sekali.......hummn" bidikan kamera Caca tepat di saat suaminya menatap kearahnya,hingga perasaan wanita itu seperti Dejavu,dan tiba-tiba ia terpaku dalam diam,tatapan dan pose itu seakan-akan pernah familiar di kepalanya,mungkin ia pernah memotret Leon di masa muda?