My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
6.Moci




David si pria cantik


sudah seminggu Caca tidak masuk studio,David sempat mengunjungi tempat tinggal caca dan dia kembali dengan seekor anak kucing,Leon menatap tak percaya pada tingkah pria rupawan itu.


"David......apakah kau penyihir?,mengapa kau mengajak Caca dalam wujud kucing?"


"aku adalah temannya penyihir kejam!,karnamu Caca menghilang,setidaknya aku bertanggung jawab atas perut makluk lucu ini,Caca tidak di rumahnya,dan ini bukan Caca,kau harus bertanggung jawab!"


"jadi kau mengataiku penyihir?,di kota ini hanya akulah temanmu,kemarikan kucing itu!",Leon mendekat sambil menggerutu ingin merebut kucing abu abu dari tangan David yang sengaja mengancungkan kucing itu tepat di depan wajah leon,raut wajah kucing itu langsung kurang ramah dan menyeringai dengan taring kecilnya.


"David,kucing ini galak seperti Caca,lihatlah wajahnya"


"Hanya padamu saja,dari awal aku tiba di rumah Caca,dia begitu berharap aku menggendongnya,ini ambillah"


"tidak,nanti saja....beri dia makan dulu"


Leon mundur dari depan David yang semakin senang mengikutinya dengan si moci gendut.leon menghindar keluar halaman depan dengan membawa kunci motor Kawasaki trailnya.


"David.......,berhenti bermain......ada seseorang di loteng rumah kayuku"


David berhenti mengayun ayunkan kucing gendut itu ke arah Leon,ia merangkul dan mengusap lembut sambil mengawasi gerak gerik Leon memeriksa motor gunungnya.


"siapa?" David bertanya dengan sungguh-sungguh,di jawab dengan senyuman mengejek Leon,pria tinggi melebihi rata rata pria asia itu mendekat kearah kucing Caca,mengusap sebentar dan berguman lembut.


"kau tau nama kucing ini ya,jangan bawa dia pergi.......aku yang membawanya ke sini.......,biar Caca mengambilnya kemari,kau sungguh bodoh Leon,moci.....diamlah,aku akan mengajakmu makan syg"


"kau yang bodoh.....," Leon terkekeh pelan meraih moci dari David sebentar,kucing itu tetap di apit pria Bule kecil itu yang ingin masuk ke dalam rumah.


"kalau kau ingin trackking,pergilah sendiri,jangan membawa kucing ini,dia sudah datang naik mobil mewahhku" Moci langsung di bawa kabur David ke arah dapur,Sera dan seorang ART ikut mengerumuni moci yang menggemaskan,Leon menyugar rambutnya yang lembab karn baru selesai mandi,Damar muncul dari lantai 4 menyerahkan jeket kulit dan ransel kecil pada Leon yang ternyata memang berencana pergi.sebelum itu,ia memeriksa isi tasnya sambil berbicara tegas.


"uruslah moci selama aku tidak ada,dan tolong tangani pekerjaanku seperti biasa,hubungi aku satu kali saja dalam sehari dan itu setelah aku duluan yang menelfonmu dulu"


"baik,hati-hati di jalan Tuan muda"


"David.......jika ada masalah.....tolong kau yang handle dan selesaikan"


"kau akan kemana??!!,,setelah kau membuat masalah besar di studio dan membuat gadis itu menghilang,kau malah jadi pecundang ingin menghilang??!!"


Leon hanya mengangkat bahu dan melambai pergi,tidak peduli semarah apapun sahabatnya yang memang berhati lembut dan perhatian.


Caca mendorong sepedanya masuk garasi dan ia naik tangga ke arah pintu rumah kayunya,sudah seminggu ia matikan handphone dan mengasingkan diri dari kota ke rumah peninggalan kakek Harland,kesehariannya hanya berkeliling Desa ke kerabat dan pulang membawa makanan.



Caca mengenakan T-shirt putih longgar dan pant hitam manikmati jus strowberry sambil menatap sunset dari balkon,satu jam ia berdiri menatap senja sambil sesekali bersiul senang,,saat ia akan menapak tangga,ada sepatu pria yang tak asing di depan pintu masuk,jantungnya langsung berdebar tidak karuan cepat bergegas membuka pintu rumah yang ternyata sudah tidak terkunci.


" Ada maling?!!!"