My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
49.Keluarga



Caca tersentak kaget dari lelapnya saat mendengar suara tangisan seseorang,tentu saja bukan baby Deuz karna suaminya sedang berbaring paling pojok ranjang sambil memeluk sang putra tampannya yang saat ini terlelap di antara mereka,tanpa menunggu lama Caca mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari dapur,itu suara kakak sepupunya Ariana yang berada dalam pangkuan David berusaha menenangkan,Caca ingin bertanya tapi ia mendengar suara Ariana bicara di sela tangisannya.


"perutku sakit bee,sungguh...."


"sebentar lagi Riana datang,kita harus ke kamar sekarang,okey?"


"kenapa lama sekali?,"


"sabaarlaah bee,,Riana kan harus mengambil alat kedokterannya di mobil"


Caca melirik ke arah pintu samping yang terhubung dengan garasi,Riana melangkah terburu- buru bersama Deviz yang saat itu ternyata baru tiba dari makan malam romantis keduanya dan saat pulang malah mendapati adik kembarnya di dapur menangis kesakitan karna sakit perut.


"kak Ariana sakit perut karna apa?" Caca bertanya sambil mengawasi Riana yang memeriksa Ariana,sedangkan David mondar-mandir penuh kecemasan di depan pintu berusaha di hentikan Deviz,hingga terdengar suara Leon dari bawah tangga memanggil Caca karna Deuz terbangun.anak itu tidak menangis,hanya terlihat merengek meminta susu yang langsung di kasih para maid serta ingin mengambil alih saat Caca turun memberitahukan keadaan Ariana sambil meraih putranya lalu ke dapur,Leon bergegas naik tangga lalu menyuruh David mengajak istrinya ke rumah sakit agar di periksa lebih detail.namun Ariana menolak dan memilih meminum obat yang di berikan kembarnya lalu tidur .


"David,beritahu kami jika Ariana butuh bantuan ya,istirahatlah.....kak Leon ayo kita turun" Riana menarik pintu kamar dari luar dan mengajak kedua pria itu ikut ke lantai satu,di mana baby Deuz sedang duduk selonjor di depan tv sambil menikmati susu dotnya,sedangkan sang ibunda mulai terkantuk-kantuk dalam lamunan di awasi Riana yang mengusap puncak kepala caca.


"pergilah tidur,Ariana tidak apa-apa,besok pagi baru kita lihat hasilnya saat ke rumah sakit"


"kak Riana....,,apakah kak Ariana sakit perut karna kepikiran masalahku?" pertanyaan Caca tak segera di jawab Riana,karna itu fakta yang sesungguhnya,Ariana tertekan dan merasa bersalah hingga tak makan dan memilih mencari jalan keluar dari masalah Caca kemarin,namun wanita itu tak menunjukkannya di depan semua orang jika malam-malam Ariana begadang merespon media massa untuk sosok Caca yang jadi model rancangannya.Riana menuntun adik sepupunya dan ponakannya kembali ke kamar saat Deviz memberikan kode bahwa Leon sedang ingin bicara secara pribadi di ruangan kerja,Riana mengganti topik pembicaraan saat di kamar agar Caca tak perlu memikirkan sakit Ariana terlalu jauh,karna Caca juga baru pulih dan harus istirahat.


"kita adalah keluarga,apapun tidak boleh di sembunyikan,mungkin Caca peka akan hal ini" itu suara Leon saat menemui David di ruang kerja pribadinya.setelah memastikan Ariana sudah terlelap Sang suami keluar menemui Leon yang sedang menyiapkan susu hangat untuk Caca di dapur,setelah menitipkan segelah susu pada maid,Leon mengajak David bicara di dalam ruang pribadinya bersama Deviz yang saat ini telah menjadi bagian dari keluarga Leon sebagai salah satu rekan bisnis periklanan untuk wilayah Milan dan juga seorang dokter ternama di Milan,karna sedang bulan madu,maka keduanya menempati Villa milik David yang terletak di belakang halaman mension Leon,tetapi kedua suami istri ini sudah terbiasa dengan keramaian,hingga kadang keduanya tidur di kamar sebelah koridor milik David,jadi di rumah megah Leon kini di tempati 3 pasang suami istri.apalagi leon telah membuka cabang perusahaan baru di Milan dan sedang dalam tahap pengawasan di bawah tanggung jawab orang kepercayaan Leon.


"Maaf David,aku bukan ingin mengekang Caca dan melibatkan perasaan Ariana hingga membuatnya di bawah tekanan seperti hari ini,tapi lihat sendiri kak Luis kewalahan menurunkan anak buahnya mengawasi Alex Nude,di sini negara aman dari kriminal,karna hukum di sini keras tapi media sosial adalah sumber terpercaya bagi Alex Nude jika tahu posisi Caca,di sini aku bingung harus bagaimana"


"Aku dan Deviz berniat kembali ke Milan setelah masalahmu selesai,kamipun sedang berusaha membantumu okey,tidak perlu minta maaf"


David menjawab sambil menepuk bahu Leon yang menekan pilipisnya karna pusing,Deviz pria pendiam,ia simak tapi mengawasi layar monitor komputer di mana mereka bisa melihat seluruh pergerakan penghuni mension pribadi milik Leon selama 24 jam.


"saudara-saudaraku.....kita kedatangan tamu" Deviz menunjuk ke layar monitor yang mengarah ke sebuah jalanan gang masuk ke kompleks wilayah yang di awasi dengan drone.


keheningan meyelimuti ke 3 pria di dalam ruangan kantor itu sejenak,dan Leon melirik jam dinding,sudah menunjukkan jam 2 subuh.tentu saja mobil itu bukan milik Damar dan Sera yang hari ini sedang tidur di pavilium belakang rumah Leon.


"kalian info ke panjaga dan aku harus menelfon seseorang...."


David dan Deviz segera keluar kamar,David menemui petugas keamanan mension lalu kembali ke kamar mengecek Ariana sambil membuka monitor labtopnya,sedangkan Deviz ke kamar depan di mana istrinya sedang berbincang bersama Caca di kamar sambil menepuk bahu baby Deuz agar kembali tidur.


"Hon....ajak Caca dan Baby Deuz ke lantai dua sekarang" Deviz menyapa Riana dengan sapaan Hon atau honey,Caca yang selalu terjaga mendengar derap langkah di teras depan begitu ramai,itu para pengawal pribadi Leon yang sedang keluar markas mereka untuk siaga,dan tanpa banyak kata Caca mengikuti Riana dan Deviz segera menuju ke kamar lantai dua,tapi saat tiba di sana Caca menitipkan Baby Deuz yang terlelap di samping Ariana,lalu bergegas akan ke arah pintu di cegat David.


"ca....mau kemana?"


"mencari suamiku" Caca menjawab singkat dan serius sambil meraih samurai yang selalu ia sediakan dalam setiap kamar di rumah ini,itu adalah ciri khas dekorasi unik dari istri Leon,sedangkan yang di cari sedang berusaha menelfon seseorang yang di sebrang sana yang menjawab dengan cepat.


"ya,aku melihatnya......,siapkan sambutan yang hangat,itu adalah aktor kesayangan Caca,bukan musuhmu tapi....sainganmu he he"


"lexa jangan bercanda!,bodyguardku sampai keluar berjaga karna mobil itu"


"tenang.....,itu Ali,dia bersama Erica,apakah kamu lupa kemarin Erica bersama David dari Italia mengajak Baby Deuz,tapi saat di bandara Erica terpisah dan tak segera ikut jemputan mobilmu karna harus langsung foto shoot produk barumu dan menginap di studio"


"ahh syukurlah.....aku kira orang jahat karna ini sudah jam 2 subuh"


"kau senang dan puas kan sekarang,sedangkan aku yang di sini terganggu!,anak nakal...!! itu suara Luis yang merampas hp dari tangan istrinya yang dari awal mengangkat telfon Leon sambil mengamati layar monitor komputernya,Leon hanya tersenyum kecut lalu mendengar ocehan kakaknya yang dari awal hanya mendengkur di atas pangkuan istrinya yang duduk main game.


"aku adikmu,kita keluarga,jangan ngamuk-ngamuk seakan-akan aku minta info gratis" Leon berusaha membela dirinya yang memang selalu menelfon sosok mungil yang selalu berhadapan dengan komputer saat ini,Luis berdehem lalu menjawab kesal.


"istriku bukan peretas pribadimu"


"baiklah jika kak Luis mengekang lexa bicara denganku,dan akupun bukan adikmu yang di jadikan bonekamu,aku akan batalkan peluncuran iklan produk sabun terbarumu"


"jangan melibatkan pekerjaan,bisakah kau tidak selalu emosional?!! aku hanya bercanda,dan anak ini masih tetap kakak iparmu"


"bisakah kau jangan memarahiku Leon?,salahkan otakku.....yang selalu mengeluarkan ide-ide terbaik untuk...."


"ide untuk membuatku mati kelelahan??!!"


"ohh my.....jangan marah terus"


"tentu saja aku marah jika kak Luis selalu menunda penyerahan posisi Presdir untuk dirimu itu,cobalah jadi aku yang harus sibuk jadi....."


"stop!!,i love you brother" TUUUTT. Luis menutup pembicaraan setelah mengucapkan kata cintanya pada sang adik yang ketus di Swiss sana,Luis selalu hilang kata-kata jika sudah membahas posisi Presiden Direktur untuk dirinya yang sampai saat ini menolak dan membebankan pada Leon semata,sang istri yang terbiasa akan hal itu malah mendengkur di sandaran sofa dengan stik game di jemari kecilnya. sedangkan Leon di awasi Caca di ambang pintu sambil memeluk samurainya di depan dada membuat suaminya kaget saat berbalik dari layar labtopnya.


"akhh....kau membuatku kaget baby...." Leon segera melangkah dari meja kerjanya ke arah pintu lalu meraih samurai berbahaya itu untuk di letakkan di atas lemari buku,menuntun sang istri duduk dan menekan tombol telepon rumah ke nomor kamar David yang d angkat Riana.


"hallo kak Leon....."


"Riana,tolong info David dan Deviz bahwa yang datang adalah Ali dan Erica......semua aman"


"ohh syukurlah kak,baik saya sampaikan....."


"titip baby Deuz ya Ri,aku ada keperluan dengan Caca di ruang kerja"


"ia kak,baby Deuz sudah di pindahkan tidur di kamarnya bersama bibi Mel"


"oke terima kasih"


Saat Leon menutup telepon,Caca telah berpindah duduk di kursi kerja Leon sambil menatap cctv di layar labtop sambil bicara formal.


"lexa selalu profesional ya,tak ku sangka gadis sekecil itu adalah pengintai"


"itu khusus untuk kita keluarga saja dan dia juga memiliki team khusus untuk perusahaan"


"oleh karna itu dia tidak bisa menemui kita ya?,padahal dia adalah bagian dari keluarga"


Leon mulai menjelaskan siapa sosok lexa dan pekerjaannya itu di mulai sejak kak Leon meninggalkannya 5 tahun lalu,di dorong oleh rasa penasaran perginya luis entah kemana dan dia di fasilitasi komputer canggih untuk sekolah online serta main game,Daddy dan Papi Luizifer mengetahui IQ lexa di atas rata-rata tapi selalu di kurung oleh pengawasan Luis,kedua orangtua itu sepakat memberinya kebebasan melewati batas di dunia teknologi.hingga akhirnya tanpa Luis sadari malah ruang geraknya sendiri yang selalu di awasi lexa karna gadis itu adalah pengintai atau peretas terbaik yang di miliki perusahaan besar Napoleon Company.


" kak David.....Maaf kami tiba di jam seperti ini,aku merindukan Baby Deuz" Erica menjelaskan dengan raut memelas membuat David menarik nafas lega lalu melirik Ali yang sejak awal langsung rebah di atas sofa karna kelelahan dalam perjalanan dari pusat kota,pria itu langsung ingin tidur tak peduli mata Riana terus menatapnya intens karna ia tahu pemuda tampan itu adalah saingan Leon dalam hal asmaranya dengan Caca dulu.tatapannya teralihkan oleh bisikan sang suami yang pendiam tapi sangat peka.


"honey....apakah aku kurang tampan?" Riana berdecak pelan mengajak Deviz kembali ke pavilium untuk tidur,ia begitu mengantuk setelah seharian jalan-jalan dan mengurusi kembarannya yang sakit perut tadi.


"Erica,aku balik ke pavilium ya,para maid telah menyediakan kamar untuk kamu istirahat....,kak Leon dan Caca sedang di ruang kerja membahas beberapa hal pribadi"


"baiklah......ummnn aku akan tidur di kamar baby Deuz saja.....Ali biarlah tidur di sofa saja karna kasian kalau di ganggu lagi kalau udah tidur seperti itu"


Erica menjawab sambil meraih selimut dari tangan seorang maid,lalu menyelimuti Ali yang telah mendengkur,David hanya mengangkat bahu mengusap puncak kepala adik angkatnya yang semakin hari semakin cerdas menjaga perilaku di hadapan keluarga.


"sana istirahat,besok baru kamu bebas berbincang dengan kak Leonmu,selamat tidur"


Erica mengangguk patuh dengan perintah David,mereka seumuran namun sejak kecil ia sangat menghormati kedua kakaknya itu,dan di tambah satu kakak lagi sekarang,yaitu Luis yang telah menerimanya,jadi ia tak ingi main-main dalam hal asmaranya dengan Ali sejak menyadari bahwa keluarga Napoleon sangat mengutamakan martabat dan kehormatan wanita.jadi,demi menjaga pemikiran kakaknya,ia memilih larut malam mengajak Ali ke rumah kakaknya Leon,daripda menemani Ali tidur di penginapan ataupun di luar rumah keluarganya.karna tiba-tiba Ali menemuinya sejak beberapa bulan menghilang kembali ke Dubai tanpa kabar.Sekarang Erica mulai sadar jika perilakunya yang dulu sangatlah manja dan memiliki apartemen pribadi di Itali serta bergaul dengan bebas,malah membuatnya kesulitan sendiri berada di luar rumah.


"Hubby,ini sudah setengah 3 pagi,ayo kita ke kamar saja"


"tidurlah di sini....ada keluargaku yang menjaga bayi kita sayang"


"ini tidak lucu,aku ingin menyambut kak Erica"


"besok saja dan tidurlah,ini perintah!"


Selesai bicara tegas Leon menarik selimut menutupi kaki dan tubuh istrinya di sebuah kasur king size yang terletak di balik lemari buku ruang kerja Leon,ternyata ruang pribadi suaminya itu ada kamar tersembunyi yang lengkap dengan kamar mandi dan dapur mini,Caca tak bisa membantah dan memilih memejamkan mata di saat Leon masih duduk di sisi ranjang menyelesaikan pekerjaannya di depan labtop.hati dan pikirannya mulai lega karna dirinya di kelilingi orang-orang hebat yang mengutamakan rasa kekeluargaan,walau hati kecilnya begitu ingin mengajak sosok mata-mata cerdas itu menjadi teman dan bagian dari kebahagiaannya sekarang.