
Rencana kepulangan Leon ke Swiss sedikit di undur karna tiba-tiba Erica sakit.suatu kebetulan juga David ingin mengajak caca menjenguknya di rumah sakit bergantian setelah Leon semalam yang menjaga Erica di rumah sakit,kini Caca dan David berinisiatif menggantikan Sera yang sudah ke rumah sakit dari jam 3 subuh setelah Leon kembali ke villa.
"telfon aku jika David meninggalkanmu di tengah jalan......"
"baik....."
'"jangan lupa.....besok pagi aku akan mengajakmu belanja,berjanjilah....kalian kembali sebelum makan siang,biar asistennya yang jagain Erica"
"Yap"
Leon melihat bola mata Caca begitu bersinar,ada cahaya kebahagiaan di sana setiap kali Leon mengijinkannya pergi bersama yang lain.dia sibuk mengikat tali sepatunya tanpa peduli Leon menahan nafas melihat sosoknya yang duduk di atas lantai kamar tanpa dosa.
Leon berjongkok membantu menyimpul tali sepatu biru Caca yang mengangkat wajahnya begitu dekat dengan pipi Leon,hembusan nafasnya semakin menggetarkan pertahanan Leon yang ikut menatap mata gadis cantik di depannya ini,tanpa takut panas ,dia dengan santai memakai pant biru dan t-shirt maroon bergaris hitam.
"aku sudah mengisi tasmu dengan cardigan....dan ada kotak roti panggang juga....makanlah di mobil jika kau masih lapar di perjalanan"Leon sengaja mengalihkan pembicaraan agar matanya tidak fokus memperhatikan setiap lekuk tubuh Caca yang semakin hari semakin terlihat menggiurkan.
"aku pergi dulu....David pasti menungguku di bawah....."
Caca akan meraih gagang pintu saat Leon menahan lengannya dengn lembut,Caca langsung berjinjit mendaratkan ciuman singkat di pipi Leon yang memang selalu memberinya aturan manis setiap hari menyapanya dengan ciuman.niatnya ingin membiarkan Caca pergi ke rumah sakit tanpa dirinya surut saat melihat notifikasi di handphone Caca dari Ali yang mengabarinya akan menjemput caca saat jam makan siang d i rumah sakit,sekarang sudah jam 10:30,Leon mulai berpikir cepat dan berkata pelan di telinga Caca yang akan keluar kamar.
"mana dompetmu"
Caca mencari dompetnya di tas sejenak, yang ternyata ia lupa lettakkan di mana,ini kesempatan Leon mengirim pesan pada David agar pergi saja sendiri karna Leon yang akan mengantarnya nanti.David mengetuk pintu memastikan hal itu bukan drama Leon.
"ca.....mungkin kamu nyusul sj ntar di antar Leon ya,aku duluan saja bareng Damar..."
"yaaahh......kak David...aku loh mau jagain Erica juga."
"tidak usah buru-buru.......nyusul saja kalau dompetmu sudah di temukan"
David melirik Leon yang pura-pura mencari benda itu yang sesungguhnya ada di saku jeket Caca tepat di gantungan lemari.
mendengar mesin mobil David keluar dari pekarangan,Leon langsung naik di atas ranjang merebahkan diri sambil memegang keningnya di awasi Caca.
"kenapa?"
"kepalaku sakit ca.....aku lelah....bisakah kau membiarkan aku tidur sebentar??"
Caca langsung ikut naik ke tempat tidur setelah melepas sepatunya dan dengan cemas ia berusaha membenarkan letak bantal yang di gunakan Leon,sesekali ia melirik mata Leon yang terpejam.
"Leon.....maafkan aku......mungkin karna aku sering memintamu menemaniku setiap kali mau tidur dan sejak kita di sini aku memang sedikit kesepian dan......merindukan rumah....makanya aku.....selalu membuatmu lelah...padahal kau selalu sibuk.....dan juga.....semalaman seandainya aku ikut menjaga erica.....mungkin kamu tidak akan begadang......"
menyadari Caca bicara tanpa jeda hanya untuk menjelaskan rasa bersalahnya,Leon semakin ingin melihatnya patuh.2 hari setelah para crew film kembali ke tanah air,Caca begitu aktif bersama Ali kemana-mana beserta Erica,dirinya selalu pulang dengan lelah bermain keliling Abu Dhabi. yang tidak di pahami Caca adalah,Leon bukan hanya cemburu dengan kedekatannya bersama Ali,Leon juga sering adu mulut dengan Ali saat syuting,remaja seusia Caca itu bukanlah anak laki-laki yang patuh,profil yang di cari tahu Leon mengatakan bahwa Ali sesungguhnya tidak ingin terlibat kontrak dengan Perusahaan Internasional seperti ini,ia di paksa ayahnya untuk ikut.Ayahnya adalah seorang Milyader sukses ternama Uni Emirat Arab,dan memiliki perusahaan perfilman terbesar,tentu saja ia ingin Ali mewarisi bakat ibunya yang berasal dari Swiss dan sampai saat ini masih merupakan model dan perancang busana. Ali adalah putra tunggal yang pernah menetap di Swiss dan menekuni seni musik.tidak mudah memimpin sebuah proyek besar yang sebenarnya bisa saja ia serahkan ke tangan kanannya,namun kontrak ini adalah milik sang Ayah,tentu saja Leon ingin membuktikan pada orangtuanya tidak sia-sia ia berdiri dan belajar di luar pantauan ayahnya selama 5 tahun.dan hanya beberapa orang saja yang mengetahui identitas Leon.
Leon terjaga dari lamunannya saat Caca mengambil hp,dan membaca pesan2 Ali yang masuk.dengan cepat Caca menelfon teman lamanya itu tanpa menyadari Leon sesungguhnya belum terlelap.
"hallo li.....selamat siang,ummn maaf,aku tidak bisa menemuimu.....pacarku sakit.....aku harus menemaninya"
"pacar?"
"lebih tepatnya tunanganku.....ummnn aku lupa memberitahumu ya he he"
Hening,Ali tidak segera menjawab,tentu saja ia terkejut,karna selama di tempat syuting,tidak ada pria manapun yang mendekati Caca secara khusus,dan itu adalah kesempatan dirinya mendekati Caca lagi setelah 2 tahun berpisah karna Ali pindah ke Negara Arab ini.tepatnya ia menetap di Ibukota Dubai bersama kedua orangtuanya.
"Li.....apakah kau masih mendengarku?"
Leon semakin tersenyum di balik punggung Caca yang ternyata tidak pernah menyadari tatapan Ali saat bertemu pertama kalinya di gurun waktu itu,Leon menyadari remaja itu begitu menyukai Caca,apalagi kini Caca tidak terlalu tamboy lagi berkat pergaulannya dengan Erica Serta sera.gadis itu terlihat anggun dan manis sesuai porsinya sebagai keturunan Jepang Dan New York,tentu Caca mewarisi kecantikan luar biasa,matanya yang indah dengan bibirnya yang begitu kecil sungguh seperti kucing kecil yang sangat patuh,namun sesungguhnya ia memiliki cakar yang begitu tajam menusuk kapanpun jika ia marah.
Leon mendesah lirih setelah mendengar panggilan telfon secara sepihak oleh Ali.
Caca beranjak ke dapur mengambil air putih dan siapkan makan malam untuk Leon yang diam-diam mengawasinya.seperti tebakan Leon,Ali datang ke vila tanpa memberi info pada Caca,dan dia menerobos masuk,Leon mengawasi itu semua lewat monitor cctv.
Tentu saja Caca amat terkejut,dan melihat raut wajah merah padam penuh emosi.
"Alliiiii???!!,,kenapa kau bisa masuk dan kenapa kau tiba-tiba tidak sesopan ini?"
wujud asli Caca yang sangat di siplin membuat Ali sedikit ciut.
"aku hanya ingin pastikan bahwa kata-katamu di telfon tadi hanya alasan omong kosong kan...." Leon diam-diam keluar kamar melihat percakapan macam apa di dapur.
"bohong atau tidaknya,apa hak kamu harus masuk seperti ini dan....."
"karna aku mencintaimu ca"
"ya,aku sampai saat ini masih mencintaimu......aku....sudah mencoba melupakanmu selama 2 tahun sejak aku pindah kemari,tapi tidak berhasil,aku sampai menyimpan fotomu saat kita masih sama-sama di Festival Jiu jitsu di Jepang bareng Dion juga......karna dia tahu aku menyukaimu"
Prang....!,nampan yang di pegang Caca berisi gelas air dan bubur jatuh di lantai,saking ia begitu terkejut bertubi-tubi melihat airmata Ali di depannya,dan mengingat Dion adalah sepupunya dari Jepang yang kini telah kuliah dokter di New york.mereka satu sekolah saat di Swiss dan hampir setiap hari mereka bersama.
"Caca?,maaf aku......terlalu emosional,,aku akan pergi setelah membereskan ini"
Caca terpaku sekalipun Ali berjongkok memungut serpihan kaca dan nampan ke tempat sampah,Ali menyeka airmatanya dan berniat meraih pergelangan tangan Caca yang cepat mundur.
"aku tidak paham mengapa kamu datang memberitahuku hal ini sekarang.......padahal aku begitu bahagia bertemu sahabat sepertimu di sini,dan maaf saja....dari dulu aku tidak pernah berpikir kau membuatku sekecewa ini"
'"kecewa?"
"maaf Li.......sebaiknya kamu kelur dari sini sekarang...." Ali begitu hancur mendengar kata-kata dingin Caca begitu menusuk,dan lebih hancurnya lagi saat seseorang yang amat di bencinya turun dari tangga dengan tatapan menyeramkan,sahabat papa dan mamanya ini adalah kekasih Caca????!!!,pria dewasa yang telah berusia 30 tahun ini?,tanpa takut resiko besar yang akan dia terima kemudian hari,Ali tiba2 memeluk dan mencium Caca secara tiba-tiba yang membuat gadis itu secara rileks menghadiahinya bogem mentah tepat di hidung dan mulut.gadis itu tidak berhenti sebatas memukul Ali,ia juga membanting tubuh Ali di lantai dan Leon segera mencegah hal itu agar tidak berlanjut.
"sebegini rendahkah caramu mencintai aku Li?,sungguh aku kecewa padamu!!!!!"
"kenapa kamu marah???!!!,,seharusnya aku yang bilang kecewa ca,aku yang sakit ca,,hanya karna kamu memiliki hobby fotografer,sampai kamu menjual dirimu dengan om om mesum seperti dia???,,asaal kau tau saja,dia ini lebih pantas jadi pamanmu!!!!"
"dasar bajing......hhhmmmp"
Leon menahan bibir Caca untuk berhenti mengumpat pada Ali,dengan cara ******* bibir merekah sempat ternoda oleh ciuman Ali tadi,Caca merasakan bibirnya sedikit perih karna pangutan Leon sangat kuat dan pria itu jeda sesaat denga berguman parau menatap Ali.
"aku adalah calon suami sahabatmu,dan aku juga ada kerjasama penting di perusahaan orangtuamu......jika kau ingin jadi pria sejati,jangan menyentuh milikku"
Tubuh Ali bergetar hebat melihat keromantisan itu dan ancaman Leon.hatinya begitu patah dan tidak menerima kenyataan hidupnya harus di tolak Caca dengan cara sekeji ini menurutnya.tanpa sadar sesungguhnya dirinyalah yang melukai hati Caca.
"aku mengenalmu 6 tahun Li,tapi Leon mengenalku 18tahun......dia bukan sugar daddyku.....aku kecewa bukan karna pernyataanmu,tapi karna kau mengacaukan persahabatan kita li,apakah kamu lupa,Dion dan kamu adalah teman terbaikku di sekolah,kalian sudah aku anggap kakak kandungku,terutama kamu Ali"
"ca......."
"jika kau mencintaiku,mengapa dari dulu kau tidak mengatakannya,mengapa harus sekarang,kau pengacau!!!"
"dengar dulu..."
"aku membencimu Ali Quamar Bastian"selesai bicara demikian,Caca melangkah pergi naik tangga ke kamar,Ali mengepalkan tangan menatap Leon yang terlihat santai meneguk air putih dan meletakkan gelas sambil tersenyum.
"maaf Ali......jangan libatkan masalah pribadi dan persahabatan aku dengan orangtuamu apalagi mengaitkan pula dengan pekerjaan......,aku lebih dulu mencintai Casandra sebelum kau mengenalnya"
Ali terdiam,matanya memerah dan emosinya semakin surut saat mengingat ada kisah yang kakek Harland pernah ungkap pada saat Ali masih di Swiss,kisah mengapa warga negara Jepang sepertinya menetap seumur hidup di Swiss,apakah bangsawan yang di jaga kakek Harland adalah Leon ini?,tentu saja Ali harus tau diri sekarang,ia menunduk berlalu ke luar villa tanpa pamit.patah hati yang mendalam kini merasuk perih di dalam dirinya,Leon meraih telfon rumah dan menghubungi keluarga Bastian yang di jawab 5 menit kemudian setelah sekretarisnya menyambungkan.leon menyampaikan kekuatirannya pada Ali,yaaa,Leon kuatir....biar gimanapun remaja itu masih sahabat baik Caca calon istrinya,dan juga salah satu model paling berpengaruh dalam proyek besarnya 6 bulan ini.selesai berbincang dengan seniornya dulu di Amerika itu,Leon menelfon Damar agar segera kembali ke Swiss jika Erica membaik.ia tidak ingin berlama-lama meninggalkan studionya,dan juga demi cuti kuliah caca juga yang hampir berakhir.
Leon melangkah pelan ke arah balkon kamar,Caca menatap fotonya yang mengenakan kimono merah saat itu di potret Ali ketika mengikuti Festival.
Caca 2 tahun lalu
Ali dan dirinya adalah tetangga rumah di Swiss,dan sering pula menginap di rumahnya jika ibunya kembali ke Arab,dia adalah pianis terbaik di negara indah itu.saat itu Caca masih kelas 2 SMA,tentu saja masih memiliki rambut aslinya yang hitam kelam dan kurus serta berponi,dia anak perempuan yang kesepian jika tanpa Dion dan Ali,Caca tidak memiliki teman perempuan karna hobbinya yang setara dengan Dion,memilih bermain di hutan pinus atau memancing
Leon duduk bersila di lantai samping Caca yang menyadari kehadirannya tapi tetap tenang,
Leon mengusap lembut puncak kepala putri dari kakak2 angkat Victoria dan Harry,Caca bersandar di bahu kekarnya dan bertanya parau.
"apa yang harus aku lakukan?,kami adalah teman baik,aku,Ali,dan 3 orang temanku lainnya yang sekarang ada di Swiss........tapi Dion dan Ali adalah dua teman terbaikku,3 teman cewekku tidak seakrab keduanya"
"jadilah gadis baik,minta maaflah pada Ali.....kamu telah mematahkan hati anak seorang sultan di negara ini,asal kau tau saja,ayahnya sangat berpengaruh di Arab......" Raut wajah Caca yang terlihat sedih pelan-pelan berubah tenang dan kuatir pada Ali,Leon bukan tipe pria yang ia bayangkan akan memarahinya atau makin menekannya juga,ternyata pria itu bersikap netral dan mengesampingkan rasa cemburunya yang ia sembunyikan demi ketenangan Caca menghadapi sahabatnya,mata sayu itu memandang keluar jendela kaca mencari sosok Ali yang sudah keluar dari gerbang villa,Leon paham,mungkin Caca ingin minta maaf pada teman remajanya.
"aku akan mengantarmu jika mau mengejar dia"
"apakah kau tidak patah hati?"
"yaa,tadinya aku patah hati melihatmu di serbu Ali dengan penuh cinta tepat di bibir" serta merta Leon mengusap bibir ranum Caca yang senyum merona,kecupan singkat nan hangat kembali Leon lakukan sebelum melanjutkan bicara.
"patah hati yang buatku sadar.....kalau aku harus berhati-hati menjagamu,mungkin kedepannya kita tidak tahu pria mana lagi yang menyatakan cinta padamu kucing nakal" Leon tidak peduli Caca cemberut,pria itu memeluk ya erat sebelum beranjak berdiri dan mengandeng tangan Caca untuk mengejar Ali.
ππππTEMAN -TEMAN MAAF JIKA CERITA INI KURANG BERKENAN,MOHON KOMENTARNYA AGAR BISA SAYA LANJUTKAN KISAHNYA.ππππππ,TERIMA KASIH UNTUK PEMBACA SETIA CERITA INI