My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
31.Membeku



David mengawasi kamar yang di tempati Ariana di loteng,sedangkan gadis itu selesai makan malah mendengkur di meja makan tempat tinggalnya.memeriksa CCTV yang di pasang Leon ternyata terlihat jelas apa yang dirinya lakukan.berawal dari Dion dan Ali yang mengajaknya ke sebuah party teman dekat mereka,terlalu bahagia bisa bebas satu hari itu tanpa gangguan dari Leon,ia lupa diri,apalagi hatinya sedang sakit menjalani kenyataan pahit bahwa saingan percintaannya adalah adik kandungnya sendiri.dalam keadaan setengah sadar Sopir pribadi Leon mengantar ketiganya pulang,karna kewalahan menghadapi 3 laki-laki pemabuk itu,pak sopir fokus mengangkat Dion yang tidak kuat minum mabuk,mengabaikan David yang bukannya berjalan ke arah rumahnya di belakang rumah Leon,pria itu menaiki tangga samping luar pintu utama,tangga darurat untuk ke balkon atap yang berhubungan dengan pintu keluar dari loteng ,kamar yang di tempati Ariana.gadis itu baru selesai naik dari kamar Riana,dan tiba-tiba di sergap David.tubuh mungilnya cukup kuat melawan,namun karna baru saja selesai mandi dari kamar adik kembarnya,pria itu sempat mendapat pukulan keras dari Ariana di beberapa titik vital dan terkapar pingsan,namun hati siapa yang tak iba melihat pria mabuk di aniaya.dengan hati-hati Ariana ke kamar mandi mengambil air hangat berniat mengompres kening David.saat akan kembali dari dapur,Ariana berpapasan dengan Leon yang baru selesai minum air putih.tapi pria dingin itu hanya senyum mengacak rambut panjangnya ibaratkan seorang kakak yang menyayangi adiknya.karna takut ketahuan membuat David pingsan,Ariana mencoba mengelabui suami dari sepupunya.


"untuk apa itu?kok bawa air panas dan.....handuk?,es batu juga....hmmn..ini loh udah jam 1 mlm RI...."


"itu.....mau ngopres kakiku pegal-pegal karna lari pagi tadi...."


"baiklah,besok minta Caca belikan obat saja di apotik ya,kita punya dokter pribadi juga......,"


"ia,,selamat tidur kak Leon...."


tak ingin lama-lama yang bisa membuatnya ketahuan,Ariana yang biasa di sapa Ari atau Ri itu berlari kecil ke arah tangga.saat itu baru kembali dari rumah pohon menggendong Caca yang ngambek tidur di sana dengan kostum beruang kembali ke kamar mereka d mension.rasa haus membuatnya ke dapur dan kini berdiri di depan komputer ruang kerjanya.jelas sekali perilaku sepupunya di rekaman cctv loteng,Leon pernah memasang cctv tepat di rak buku smping pintu yang mengarah ke tempat tidur untuk mengawasi Caca yang pernah ia hukum belajar fotografi. saat melihat Ariana baru masuk di dalam kamar dan langsung mengompres kening David yang tiba-tiba telah sadar dari pingsannya langsung menindih Ariana di atas ranjang.


karna tak ingin meninggalkan kesan buruk di mata siapapun dan ia percaya David akan mengakui ketidak warasannya esok pagi, Leon mengabaikan monitor cctv dan kembali ke kamar dengan pikiran tenang,daripada harus melihat edegan romantis antara pemabuk dan gadis waras,ia memilih berbaring di samping istrinya yang mendengkur seperti beruang kutub.


Paginya,,Selesai mengecek cctv dan mengambil rekaman itu,David segera beranjak dari sana dengan ingatan semalam dan keyakinan yang sudah matang akan langkah hidupnya ke masa depan.


"David........"


Damar menyapanya saat keluar dari mension akan ke tempat tinggalnya di mana Ariana Masi pulas di sana,posisi Damar kini bukan hanya asisten pribadi Leon,kini ia telah menjabat sebagai wakil direktur tentu David paham akan tugasnya.


"bisakah kamu membantuku sekali ini saja?"


"katakan saja....."


"bujuklah Nyonya muda segera kembali ke rumah....."


"oke,itu saja?,formal sekali dirimu kini Damar"


"karna ini masalah serius,,Leon sedang tidak sehat,mungkin ada baiknya juga kamu membujuk Leon mencari asisten pribadi untuk Nyonya muda.....,tidak selamanya Mereka bertengkar dan hanya kita yang mengawasi...."


David mengangguk tanpa banyak Omelan,Damar memang pria yang sangat mengutamakan kebahagiaan Leon,tidak heran posisinya kini tak main-main di perusahaan.


David mencari sosok kakak sepupunya yang hanya melampiaskan emosinya pada pelaku penyebar berita di media sosial,kini hanya ada kemarahan di wajah datarnya sejak istrinya menanggapi berita itu dengan menjauh.beberapa bodyguard kepercayaan yang gagal menjalankan misi babak belur sore ini di dalam kantor Leon tepat di lantai 1.saat David masuk ada tatapan menusuk yang nyaris mematikan siapapun,pria yang pernah hidup di dunia kelam gelap tentu mengenalnya,sebelum menemukan titik jenuh dan menata masa depannya dengan menjalankan hobby fotografer dan menerima beberapa pemotretan berkelas,seharusnya kini sisi gelapnya tidak bangkit lagi.



sisi gelap Leon.


Caca begitu gugup dan di serang kepanikan di rumah kakeknya saat David menelfon marah-marah dan mengirim beberapa foto berdarah karna ulah suaminya.


"aku percaya kamu adalah satu-satunya wanita yang telah merubah Leon jadi pria terbaik untuk kita dan orangtuanya,sikap kekakanakanmu yang selalu minggat saat di terpa masalah,bisakah ini yang terakhir kalinya?,jika kamu tidak ingin kembali......maka tunggulah sampai suamimu membuktikan kebenaran dengan menghilangkan nyawa orang lain....5 tahun lalu Leonel bukanlah kakak Leonmu yang sekarang.....dan kamu tahu bukan bahwa di mensionnya ada ruang bawah tanah yang kamupun belum pernah di ijinkan masuk......"


"kak David.........aku sakit hati melihat....majalah itu ada kak Leon bersama....."


"itu editan animasi dari pelaku yang kini jadi korban suamimu di foto2 itu.....apakah kamu belum paham juga?"


"lalu aku harus gimana sekarang?,aku lagi kerja tugas sekarang......"


"ya sudah....selesaikan di mobil,sopir sudah di jalan menjemputmu pulang!!!" Tuuut,David menutup telfon tanpa mendengar alasan lain lagi dari Caca yang segera menelfon suaminya,namun tak ada jawaban apapun.mendengat suara mobil di depan,ia segera berkemas dan berlari terburu-buru masuk mobil jemputan yang kini di kemudikan oleh seorang pria berpakaian lengkap dengan raut serius,namun ia menyapa dengan sangat sopan pada nyonya mudanya yang benar-benar telah membuat tuan mudanya sangat marah hari sampai memanggil mereka dari markas yang tentu saja keberadaan mereka tersembunyi dari dunia luar.bagi mereka suatu kejutan jika saat ini tiba-tiba di panggil untuk menangani masalah,Caca lebih terkejut lagi bahwa tidak seluruh hidup suaminya ia telah ketahui.ia ingin cepat tiba karna kuatir dengan kondisi suaminya yang kabarnya sejak siang tadi tidak ingin makan apapun,sedangak menurut Damar,suaminya sedang sakit.


Leon menatap pelaku yang menyebar gossip di media sosial,lalu beralih pada handphonenya,beberapa panggilan telfon dari Caca ia abaikan,entah mengapa dirinya kali ini benar-benar geram dan tak ingin berbicara kasar pada istrinya,ini kelalaiannya saat menerima kerjasama dari pihak rumah sakit ternama di swiss.ternyata wanita itu bukanlah sosok cantik yang baik,dengan amarah sangat luar biasa ia menatap layar laptopnya yang sedang melakukan live streaming bersama anak buahnya di hotel,di mana mereka membekap biang dari masalah hari ini.


"berikan pengalaman buruk agar wanita itu selalu ingat bahwa aku bukanlah manusia yang suka bermain-main dengannya...."


"baik tuan muda" anak buah menjawab patuh dan berniat melayangkan cambuk pada tubuh seorang wanita yang tak lain model yang di berita itu,namun mereka mendengar suara lengkingan dari layar monitor,di mana terlihat jelas Leon ikut terkejut oleh kedatangan Caca tepat di balik punggungnya,gadis itu melihat semua tindakan kejam yang suaminya.


"Hentikan....!!!!,,apa yang kalian lakukan....Leon.....apaaan ini semua?!!!"


anak buah Leon bukannya terkejut akan teriakan Caca,tapi sikap bos besar mereka yang langsung patuh memberikan isyarat agar mereka hentikan perintah darinya dengan cepat.sosok lain yang juga babak belur di dalam ruangan itupun di seret keluar oleh anak buah Leon yang menarik lengan istrinya dalam pangkuan.



"kenapa kamu marah sayang?,berikan aku ciuman maka aku akan menurutimu"


"hentikan Leon,jangan menyakiti siapapun....baik kita bicarakan nanti di kamar....."


"tidak aku ingin di sini....di tempat ini..."


Caca melihat raut serius dan dingin suaminya,lalu melirik kearah labtop dimana masih terlihat anak buahnya menunggu perintah,dengan sosok wanita yang telah berantakan dan beberapa bekas tamparan di pipi.


"sayang....lihatlah dia pelakunya.....namanya Angel.....namun tidak secantik namanya kan....dia menjijikkan seperti iblis menyedihkan...."


"suamiku......bawa aku ke kamar.....,aku lapar...dan lelah di perjalanan"


Caca sengaja mengusap sudut bibir suaminya yang memberikan respon sensual dan segera beranjak dengan menggendong istrinya yang ternyata membuat para anak buahnya baperan dan segera menjeda perintah atasan berhati iblis itu,kini Leon membawa keluar Caca ke arah kamar mereka dengan kecupan-kecupan di sepanjang perjalanan tak peduli ada Damar dan David di meja bar,Caca yang tidak mengetahui keberadaan mereka malah semakin mengeratkan pelukan di leher dan lingkaran kakinya.sejujurnya ada perasaan cemburu dan kesal dalam pikiran,tapi di salah artikan kedua pria yang meleleh karna adegan romantis itu,sekalipun sosok tuan dan nyonya muda itu telah hilang di balik pintu kamar,keduanya masih mengawasi dengan tubuh tegang dan pipi merona.


"sepertinya aku harus membangunkan Ariana....,,Damar sebelum menemui sera...kau harus segera mengurus masalah yang belum kelar di dalam kantor sana"


David meninggalkan meja bar di tatap horor oleh Damar.


"Leon....aku ingin bertanya....."


"nanti setelah ini...aku merindukan istriku yang liar ini"


"aku baru meninggalkan rumah 5 jam,belum seharian.....jangan berlebihan....."


"saat ini aku tidak ingin berdebat.....nanti kita bicarakan lagi....."


"aku ingin bicara sekarang....kau telah menciumku juga kan....."


"itu kan hak aku sayang....,kalau kamu maksa,aku lebih baik ke ruang kerjaku sekarang...."


Caca menarik tangan Leon agar tetap pada posisinya duduk menggendong tubuhnya,suaminya menatap tajam menusuk,hingga terlihat jelas bahwa laki-laki yang memeluk pinggang ini sedang tak ingin di usik.


"setelah masuk dua bulan kita menikah,apakah kamu tidak ingin anak?,aku......sepertinya positif mengandung anakmu,bisakah sebelum anak kita lahir,kamu tidak menyembunyikan sisi iblismu dariku?,jika tidak....aku akan pergi bersama anak kita"


Hening,Leon menatap wajah oval Caca yang ikut menatap dengan mata sayu hazelnya,serta menyodorkan handphone,dimana terlihat potretan Selfi Caca bersama testpack berlatarkan kamar mandi rumah orangtua istrinya tadi siang.pria itu membeku,diam sampai Caca mengusap pipinya yang di balas dengan kecupan di setiap jari-jari mungil istrinya yang tiba2 di angkat keluar kamar.saat itu Damar yang baru saja keluar dari ruang kerjanya di ingin bergabung duduk bersama Sera dan Ariana yang tidak membaca situasi.


"kak Leon.....Caca masih punya kakinya,bisakah kalian sadar rumah ini bukan kalian saja yang tempatin??"


"Damar.....mana kunci mobil...kita harus ke rumah sakit....."


"Leon tenanglah.....,hey....aku baik-baik saja...."


Leon tidak pedulikan kata-kata istrinya,Damar menatap majikannya yang terlihat panik.


"aku harus memastikan kandungan Caca baik-baik saja,ayolah Damar.....,lihatlah istriku seharian ini di jalanan.....ke rumah kakek sendirian...kembalipun sendirian....aduuhh..."


Sera yang mulai paham,cepat menghadang langkah Leon yang masih menggendong Caca yang ikut bingung.


"Leon....jika kau sepanik ini,Caca akan pusing....tenanglah.....tadi Dion dan Diana telah memastikan kandungan Caca...dia baik-baik saja....kita kan punya dokter pribadi juga...."


"loh?kapan kalian memeriksa istriku tanpa sepengetahuan aku??!!!!!!!"


amarah Leon meledak,tapi semua yang ada di ruangan itu malah tertawa meledeknya.


"maafkan kami Leon,tadi pagi saat keluar belanja,sekalian kami ke dokter....dan sempt mampir di rumah orangtua Caca,di sana kami berniat kompak memberimu kejutan dengan memanggil Ali dan Erica....,selamat ya....bos kita telah jadi Ayah sekarang...."


KEJUTAN!!!!,masalah yang menerpa.tentu saja Leon shock,ia terduduk di sofa sambil memeluk istrinya yang begitu manis tersenyum menggodanya.


"bisakah kamu tidak membeku?"


Wajah datar dan diam Leon di sebut membeku oleh istrinya yang bergeser turun dari atas pangkuannya tapi tetap di tahan leon.dengan erat pria itu memeluk Caca dan mengecup keningnya dengan suara parau penuh haru.


"maafkan aku sayang......dan terima kasih semuanya yang ada di sini,karna kalian membuatku sadar bahwa memiliki kalian adalah hal paling membahagiakan untuk aku.....David kemarilah..."


David segera melangkah dan di sambut rangkulan oleh sepupu yang ia telah anggap adik kandungnya.caca segera turun dari sisi Leon dan melebarkan lengannya agar Dion dan Ali masuk dalam pelukannya.tapi tentu saja tidak akan kesampain,Leon sudah maju dan malah tubuhnya yang di rangkul Ali dan Dion yang terbahak- bahak.


"suamimu sungguh serakah ya ca...."


"tapi gossip itu bukan aku pelakunya,itu memang real masalah dalam kantormu,dan aku tidak akan terkecoh....."


"ya.....aku kesal jika istriku ini tidak percaya padaku,dan juga...dari sudut pandang orang idiotlah yang bisa bilang foto itu asli.....itu semua adalah editan..."


"dan aku tidak idiot!!!"


"ssstttt.....wanita hamil tidak boleh kencang-kencang kalau marah....kecuali di atas ranjang"


"ohh my.....kalian tidak sendirian di sini!!!" David menimpali dengan ketus dan berlalu