
Luis akan kembali terlelap setelah mengecek jadwalnya untuk besok,tapi sejak 30 menit yang lalu Alexa masih belum keluar kamar,gadis itu sibuk dengan hp dan juga berkaca di depan meja rias yang tak jauh dari tempat tidur Luis.entah sejak kapan dia pandai merias wajah,mengepang rambutnya lalu busana yang dia kenakan berbeda dengan stelan yang sering asisten Luis sediakan.ini kerjaan Erica dan Ariana batin Luis,dua wanita itu suka membawa pulang berbagai jenis busana baru hasil rancangan mereka,apalagi mommy dan ibunda kandung Luis juga suka memberikan perhiasan.gadis itu selfy sebentar lalu melihat hasil dandanannya sendiri tak peduli Luis tak bisa ungkapkan apa yang ada di dalam pikiran pria dewasa itu,hanya bisa pura-pura sibuk dengan labtop dan curi-curi pandang.
Alexa 17 tahun
"sudah selesai.....,saatnya ketemu Yuka dan Given" gadis itu berguman pelan sambil berbalik ke arah Luis yang menahan keterkejutannya,
"Dad...."
"hmmn?"
"minta uang saku...." Alexa menyodorkan tangannya seperti anak kecil mengemis permen,otomatis Luis menarik laci dan menyodorkan kartu atm berwarna goldnya.
"kamu mau beli apa di depan Mension hanya ada minimarket kecil,es krim?,pake uang cash saja baby......,kalau kamu lelah jalan kaki ada tukang kebun atau sopir yang siap ngantarin" Luis menyodorkan juga dompet miliknya yang juga di raih Alexa,tapi gadis itu tidak menjawab.dia hanya menyimpan kedua benda itu di dalam kantong celana pendeknya lalu mengenakan sepatu.
"Kalau keluar ke jalan,jangan sibuk main hp atau main game sambil jalan ya.....,nanti kamu menabrak sesuatu atau kamu yang di tabrak kendaraan,jam segini banyak penduduk lokal kembali dari tempat kerja mereka....." Luis berbicara sambil terus menatap layar laptopnya,tapi dirinya terkejut saat Alexa menjawab dengan santai.
"aku tidak membawa hp dan gadgetku kali ini.....,apakah aku sudah terlihat seperti remaja normal Dad?" Luis ingin sekali menarik dan memeluk gadis berambut blonde ini,dia selalu berganti-ganti warna rambut sesuai kreasi Erica maupun Ariana, sudah satu tahun Luis tidak menjadikan istrinya model untuk produk perusahaan,dan sejak saat itu pula fisik terlihat alami selayaknya remaja lainnya,entah dia mau kemana sore ini,dan suara ketukan pintu membuat Luis akan bangun membuka tapi di dahului Alexa yang berjingkrak-jingkrak membuka di sana sudah ada temannya Yuka dan di susul Yoga lalu Given serta si adik Lea.
"Daddy.....aku pamit jalan-jalan ya..." Blaam,Alexa hanya pamit sebatas itu lalu menutup pintu tanpa menunggu persetujuan dari dirinya,suara gaduh terdengar di balik pintu dengan canda tawa mereka bergegas keluar ke arah parkiran,Luis cepat menyusul dan mengawasi para remaja itu pamit pada Leon dan Daddy ke pusat kota.
"Daddy Napoleon.....,aku ikut Given jalan-jalan...." Alexa menyapa orangtua Leonel dengan sapaan hormat dan orangtua itu mengusap puncak kepala Alexa lalu memberinya selembar voucher,Lea juga ikut dan di gendong langsung pria tua itu ke arah mobil,mengantarnya hingga masuk ke kursi.leon menyodorkan beberapa lembar uang cash pada Yoga dan Yuka serta Given,
"baliknya jangan sampai larut ya.....,jaga adik kalian....." Leon mendapat lambaian saat mobil yang mereka tumpangi pun menjauh dari Mension seiring keresahan Luis yang berdiri lemah di ambang pintu di susul Caca yang menggendong Zeus.
"mereka kemana?kok aku tidak di ajak?" pertanyaan Caca membuat Leon dan Daddy menoleh dan baru sadar kalau Luis di depan pintu dengan raut wajah resah.
"masa remajamu udah habis....he he..." ayah mertunya menjawab sambil menyodorkan selembar voucher juga pada Caca,ia terlihat senang tapi di cibir suaminya.
"huh ...,susah punya istri remaja....,maunya belanja dan main,tapi jadwalmu hari Kamis kan bareng dua kakak kembarmu,Erica dan Sera....." Leon bicara sinis tapi matanya terlihat redup dan mengecup pipi gembul putranya,tak peduli Caca menjawab kesal.
"apaan sih Hubby..,.!,kan yang kasi voucher Daddy..." Caca menhenyakkan tubuhnya di sofa ruang keluarga di ikuti Luis yang masih lesu lalu membela adik iparnya.
"biarkan saja Caca ikut tadi.....,daripada istriku nanti di goda pria hidung belang...."
"ada Yoga....."
"apaan sih Daddy....manjain anak-anak"
"Daddy membagikan voucher belanja,pas juga kan mereka lagi ingin keluar belanja bulanan,ada sopir dan juga bi Mel yang ikut tidak usah cemas...." Leon menjelaskan,ayahnya masih di depan teras sibuk mengecek sepedanya untuk sekedar berkeliling ke rumah orangtua Caca,sejak ayahnya di swiss.mereka memiliki group khusus para orangtua untuk nongkrong,bersepeda atau sekedar memancinglah.
"aku akan ke kantor dulu...." Luis beranjak meraih jeket dan mengenakan sepatu di awasi Leon,pria itu cemas melihat kakaknya yang masih pucat bergegas pergi dengan motor.
"hubby.....kak Luis tidak selemah itu,kurasa dia hanya perlu adaptasi dengan keadaan para remaja yang meresahkan....."Caca menyerahkan Zeus dalam pangkuan Leon yang menyimak,lalu dengan gesit wanita itu bergegas ke dapur meneguk air putih di ikuti Leon sambil menggendong putra kedua mereka,sedangkan Deus si sulung saat ini sedang bersama mami Victoria di rumah keluarga caca,anak itu bermain di sana dalam pengawasan neneknya.
"kurasa kak Luis bukan ke kantor.....tapi mengawasi lexa..." leon bisa menebak apalagi saat bersamaan Erica tiba-tiba sudah berada di meja makan,mencari sesuatu,wanita berambut ikal dan seksi itu terlihat cemberut menikmati sup jagung manis sambil melirik hpnya.
"kak Leon......sudah pulang?,lalu Ali kemana?" pertanyaan Erica membuat Leon dan Caca saling pandang,sepasang suami istri itu ikut duduk di meja makan.
"dia tidak menghubungimu?" Leon bertanya dan hanya di jawab dengan gelengan oleh Erica,Caca tak ingin ikut campur tapi ini sudah berlanjut hingga 5 bulan sejak keduanya bertengkar di kapal,itupun Leon yang menceritakan alasan kerenggangan hubungan pengantin baru ini.
"pergilah ke Restoran David,bawa sup jagung ini masih terlalu banyak,sekalian makan siang untuk Ali juga...." Caca dan Erica sama-sama memandangi raut serius tapi tenang yang di miliki pria tampan itu,dan hanya tatapan hangat untuk adik dan istrinya,sebelum bibirnya tersenyum mengecup puncak kepala Zeus.
"Ali sudah kembali dari kantor jam 12 siang tadi,dia tak ingin masuk ke paviliun,takut kamu marahi.....,sebelum dia mabuk dan sakit karna perutnya kosong dari pagi.....segeralah bawakan makan siang dan sekalian supnya untuk Ariana dan David...." Leon tau di Restoran jelas-jelas Ali tidak akan kelaparan,tapi menu di sana bukan untuk konsumsi gratis,sekalipun David di sana,bukan berarti pria kurus itu paham dengan kehadiran Ali.terkadang David kurang peka di kala ia di sibukkan dengan Bayi dan istrinya.untuk seharian ini Ariana mengajak Bayinya ke Restoran,karna David sedang berada di studio bersama Sera.jam segini tentu David sudah kembali dan mampir di Restoran baru mereka.
"Oh my....kepalaku jadi pusing....." Leon menekan keningnya,selama ini perang dingin terjadi di sekitar hubungan keluarganya,dan Leon dan Caca hanya bisa pasrah jika sudah seperti ini.caca melirik Baby Zeus yang kembali terlelap setelah menyusu,wanita itu kembali ke arah kamar menidurkan bayinya yang di ikuti Leon.
"pergilah tidur....,katanya pusing....." Caca menepuk-nepuk bokong Zeus yang setelah di baringkan di tempat tidur mininya,lalu bibi Mel datang dengan sopan.
"biar bibi saja yang lanjutin jagain baby Zeus.....,ada telfon dari rumah kaca...." Caca dan Leon saling pandang lalu sama-sama bergegas keluar kamar ke meja telfon rumah yang terletak di ruang tengah.rumah kaca maksud bibi Mel ya,rumah keluarga Harland atau rumah orangtua Caca,karna rumah di sana dominan kaca dan papan.
"hallo mami ada apa?" Leon yang lebih dulu mengangkat telfon,yang sudah di tunggu sang ibu mertua.
"Leon....,tadi bibi Mel sudah bawakan makan malam untuk kalian.....,anak-anak dan adik-adikmu semua akan menginap di sini,karna mami dan Deuz sedang bermain tenda tendaan di rumah kaca.....,jadi untuk malam ini,bibi Mel yang temani kalian dulu yah....." sementara Leon menjawab di telfon rumah,Caca mengecek hpnya di sana sudah banyak chat dari kedua adiknya sedang meminta ijin untuk mengajak Alexa nginap di rumah bersama Lea pula,lalu chat dari ibu mertua juga yang mengirim foto Erica di tenda bersama Lea.
Rumah mewah Leon terdengar sepi sore itu,Caca kembali ke kamar Zeus dan mendapati bibi Mel yang malah sudah ikut terlelap bersama Zeus,kasian juga batinnya karna bibi Mel pasti lelah bantu maminya masak seharian,Caca pelan-pelan menyelimuti tubuh wanita paruh baya itu sebelum keluar kamar,para maid sibuk menyiapkan makan malam saat sebuah telfon masuk di hp leon.itu Luis kakaknya,
"ya kak....."
"aku mungkin akan pulang telat.....,aku temani Ali minum saja di bar...."
"ya .. jangan sampai terlalu teler besok hari Sabtu....,jadwal para wanita keluar....tugas kita menjaga rumah....." Leon hanya bisa mendesah lalu menutup pembicaraan tanpa banyak bicara,dirinya ke kamar lalu mencari Caca yang ternyata ikut pusing dan memilih berendam air hangat.
"aku bisa ikut kan....." Leon sudah berdiri di depan pintu kamar mandi membuat Caca merona merah dan mengeleng pasrah.
"ada yang ingin aku bicarakan...." Leon tak menunggu persetujuan langsung masuk dan duduk di balik punggung istrinya,meraih pergelangan tangan istrinya lalu mengecup setiap jemari sang wanita mungil itu.
"hubby mau bicara apa,aku pusing sekali memikirkan masalah Erica,Ali lalu Kak Luis dan Alexa...." Caca bersandar di dada suaminya yang juga mengangguk paham,di Mension ini bukan hanya tentang rumah tangga mereka.ada dua kepala keluarga lagi yang menetap bersamanya untuk sementara waktu,kecuali rumah tangga Riana dan Ariana sejak awal tak pernah menyusahkan siapapun,malahan kedua wanita kembar dan suami mereka cenderung lebih banyak membuat Leon dan Caca tertolong dalam segala hal.
"belum lagi adik-adik kita,remaja rusuh itu kini berpengaruh sekali dengan pergaulan Alexa.....,apakah keputusan kita salah mengajak mereka tinggal di sini ya?" Caca bertanya pada suaminya yang merapatkan pelukan lalu menjawab.
"kurasa.....tidak ada yang salah...,selagi Ali dan Luis bisa menyelesaikan masalah rumah tangga mereka nanti,kamu dan aku simak dan belajar dari mereka harus sabar dan hadapi apapun masalah yang terjadi.....",
"Hubby juga harus sabar hadapi aku ya....karna saat ini aku akan lebih fokus sama Zeus....,maaf kalau kadang aku sedikit ketus atau lupa menyiapkan sarapan dan keperluanmu setiap hari...." Caca menengadah di sambut kecupan lembut di seluruh wajah basah istrinya yang merasa geli.
"ya....Terima kasih juga sudah memberikan aku anak tampan kita Deuz dan Zeus ....,dan...." Leon tidak melanjutkan kata-katanya Karna mengecup bibir istrinya yang terlihat malu.
"dan apa hubby?,aku mau bilas badan dulu....." Caca akan beranjak tapi Leon menahan pinggang Caca yang menoleh di sambut dengan sebuah ciuman panas dan sedikit penuh tuntutan.
"sudah 4 bulan aku puasa honney...,semua kesabaranku saat itu boleh kan aku minta bayarannya sekarang?,apalagi ada bibi Mel yang menjaga Baby Zeus...."mulai lagi deh batin Caca,
"hubby bilang tadi pusing....."
"ya ialah aku bakalan makin sakit kepala bukan hanya pusing saja kalau remaja rusuh nambah satu lagi.....tidak mau patuh" Leon menyentil ujung hidung Caca yang tertawa memukul ringan air di depannya hingga air bercipratan ke wajahnya dan juga wajah Leon yang terkekeh mengangkatnya ke arah shower dan melanjutkan rayuan mautnya di bawah guyuran air hangat.
Ali dan Luis duduk berhadapan dengan David di atap bangunan Bar berlantai 3 tepat di tengah perkebunan Anggur,di sana saat ini sudah berdiri sebuah bar dan juga restoran yang saling bersebelahan dengan pemukiman warga lokal,Ariana dan Riana sedang berada di Restoran bersama Devis dan Dion mereka masih berlanjut membicarakan klinik yang akan di buka Dion di wilayah perbatasan antara pusat kota dan pemukiman Desa di Mana mereka menetap saat ini yaitu di bawah kaki gunung Alpen.
"Proyek yang di bicarakan Dion dan dua saudari kembarnya belum selesai,jadi aku cukup mengawasi kalian saja yang mabuk seperti tidak ada beban......" David berbicara apa adanya,dirinya tidak suka menyentuh minuman beralkohol,sekalipun dirinya memiliki Bar,tapi di sana dia memiliki Barista profesional dan juga staff yang sangat di percaya,apalagi saat ini istrinya sedang menyusui tentu dia tidak akan mau pulang di rumah dalam keadaan setengah sadar.sekalipun Ariana berbadan kecil dan bibirnya juga sangat kecil tapi kata-kata dan tatapan sipitnya tak seramah penampilan.
"apakah kita pergi di tenda atau balik tidur di Mension Leon?" Ali bertanya pada Luis yang masih meneguk segelas wine dan hanya mengangkat bahu.
"aku awalnya ingin pulang di Mension tapi sepertinya aku pantang pulang di rumah tanpa istriku"
"apa kau akan ke rumah Keluarga Harland dengan keadaan mabuk?!!,jangan permalukan dirimu kak luisioner terhormat.....aku keberatan...." David menatap kakak sulungnya yang begitu konyol jika mabuk seperti ini,
"aku akan menemui Remaja rusuh itu setelah sikat gigi....." Luis menatap tajam Ali lalu David bergantian sebelum bangun dari sana dan ke kamar mandi di ikuti David,tentu saja Suami dari Ariana itu menghubungi Dion agar siap-siap membantunya nanti jika Ali dan Luis berbuat ulah.