My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
29.Dilema



Victoria menatap wajah Ali yang berdiri di hadapannya bersama Dion,ibunda dari Caca itu sedang mengawasi anak sahabat dan juga keponakannya Dion.


"kalian berdua jangan samakan Erica seperti Caca....jika kalian ingin mendaki gunung,jagalah Erica,Riana,Ariana dengan baik....dan....sigap...."


"Bunda....seharusnya mereka tidak ikut....kami ingin mendaki berdua bersama staff laki-laki saja...."


"lalu?"


"mereka ngotot ingin ikut....menyusahkan...."


Victoria menarik nafas berat,bessannya Nyonya besar Queen telah pamit pulang ke Roma karna tugas suaminya yang juga hari ini harus kembali ke tanah air mereka selaku Presdir sebuah Perusahaan tentu tidak dapat berlama-lama meninggalkan tanggung jawab,saat ini keduanya di antar Leon dan Caca ke bandara di mana Jet pribadi mereka sedang menunggu.


Suaminya sudah dari pagi keluar bersama kedua anak kembarnya yang merajuk ingin ke taman bermain.


"Bunda......"


"ia Ali.....kemarilah....aku memang perlu bicara denganmu secara pribadi...."


Victoria menyadari sikap dingin Ali pada Erica,sudah hampir seminggu mereka liburan tapi untuk menyapa Ericapun sungguh suatu mujizat di lakukan sosok remaja keturunan Arab itu.


Di sisi lain,di studio milik Leon,David berubah diam dan tidak melanjutkan liburan saat mendapat telfon dari orangtuanya di Milan yang menyuruhnya bulan depan kembali ke Milan dengan alasan yang sungguh menjengkelkan,dunia sungguh sempit batinnya,adiknya Deviz yang selama setahun menekuni profesinya sebagai dokter muda di sana bertanya tentang sebuah kebenaran yang ia sulit akui,dan yang membuat David gundah gulana adalah, Riana gadis yang ia baru saja ingin dekati adalah kekasih Deviz.ia mengetahui hal itu setelah 3 hari selalu berdebat dengan Ariana yang amat ia benci,Riana selalu melerai dengan bijak dan tenang,David langsung jatuh hati pada Riana yang lemah lembut dan penyayang.cukup 3 hari,David telah melupakan sakit hatinya karna Riana yang selalu jadi tameng di antara Ariana dan dirinya,entah mengapa,Ariana sangat kesal melihat tingkah David.


seperti saat itu,Ketika Caca meminta tolong David menjemputnya dari kampus,ia berinisiatif mengajak Riana agar gadis calon dokter itu bisa jalan-jalan,tapi Ariana selalu masuk di tengah percakapan dengan kata-kata tajamnya.


"Jangan mengajak adikku keluar......nanti paparazi malah membuatnya kesulitan...kamu kan artisss....bisa saja nanti kekasihmu salah paham...."


"hellow,Ana sudah setuju untuk ikut karna sekalian menjemput Caca.....,kalau mau ikut bilang saja,jangan bawel...."


"aduh maaf.....,aku ingin di kamar saja melanjutkan pekerjaanku.....,awas saja jika Dokter Deviz menelfonku nanti ya ...maaf sj aku akan blg kalau kekasihnya sedang berselingkuh...."


saat itu juga David membeku di tempat,jadi Deviz tidak bercanda saat menelfonnya mengatakan bahwa kekasihnya sedang berlibur di Swiss dan mereka sedang bertengkar dan putus komonikasi karna masalah pribadi.ternyata gadis yang ia sukai adalah kekasih adiknya yang amat di manja kedua orangtua kandungnya.


Karna sering kecewa dan patah hati,David memilih mengajak Sera kembali ke studio melanjutkan pekerjaan dan sibuk menjalankan profesinya sebagai model dan juga kreator.


"David....,aku tidak bisa kembali siang ini,bisakah kamu menemani Caca ke Mension untuk di renovasi sesuai keinginannya,istriku sedang menyewakan kastil itu untuk para wisatawan....para maid dan karyawan akan mengurus barang-barang yang perlu caca ambil dari kastil...."


"bukankah kau akan kembali bulan depan ke Milan....buatlah istriku tidak sedih....."


"ada apa denganmu Leon....sejak kau jadi suami Caca,jadi seperti bapak-bapak cerewet dan sok sibuk"


"aku kini harus tanggung jawab terhadap beribu karyawan dan istriku,makanya segerlah menikah!,sudah ya...aku lagi di jalan untuk menjemput Caca ke studio...."


Leon menutup telfon dan melajukan mobil ke arah rumah keluarga Caca...gadis itu sedang kesana pagi-pagi sekedar melihat persiapan Sepupunya yang akan mendaki gunung.saat tiba,Caca tidak berada di tengah kesibukan Erica dan kedua kembar Ariana dan Riana yang menyapa sopan.


"pagi kak Leon.....Caca lagi di rumah kayunya...."


Leon hanya mengangguk,ketiga gadis itu langsung saling akrab dan sibuk berbincang di ruang tengah,Dion dan Ali sedang berbincang bersama mertuanya yang hanya melambaikan tangan menawarkan sarapan,Leon melangkah panjang ke arah rumah kayu di sebelah rumah orgtuanya,Leon mengetuk pintu yang tidak di kunci oleh sosok Caca yang sedang duduk menghadap keluar jendela,salju sudah reda 2 hari terakhir ini.


"hey....selamat pagi honey...."


Leon berniat duduk di samping gadis itu yang tiba-tiba beranjak kearah dapur peninggalan kakeknya,dan saat itulah Leon menyadari ada sisa airmata di kedua bola mata wanitanya itu sedang menangis sepagi ini.


"hey......ada apa,kenapa kamu menangis?"


"kamu masih bertanya?,hah....."



Caca mengusap airmatanya dan kembali menarik nafas kesal.semalam ia menginap di kastil sendirian,ia pagi-pagi Bagun berharap suaminya telah kembali dan berbaring di sampingnya,namun sampai jam 7 pagipun ia sarapan sendirian dan jam 8 baru Leon menelfon bahwa semalaman ia di kantor dan baru pagi ini bisa pulang ke rumah,ia memutuskan memasang iklan di media sosial,bahwa kastilnya akan menerima jasa sewa atau kontrak untuk wisatawan yang berniat mendaki gunung,karna kebetulan kastil itu terletak dekat di bawah kaki gunung.setelah itu ia menyuruh para maid pindah ke mension keluarga Leon hanya sepasang suami istri yang penduduk asli di desa itu akan menjadi pengurus kastil.caca berkemas dengan tenang tanpa kecurigaan Leon kalau istrinya sedang kecewa itu memilih bertamu di rumah kedua orangtuanya dan mengurung diri di rumah peninggalan kakek Harland.


Leon meninggalkan istrinya tenang dulu di kamar,ia memutuskan sarapan di rumah kaca dengan mengunci pintu kamar Caca diam-diam.semalam ia lembur dan telah menyelesaikan penyerahan tanggung jawab perusahaan pada orang kepercayaannya sebagai Menejer,menahan lapar dan kerinduan untuk memeluk istrinya.leon belum sempat menjelaskan karna terlalu sibuk dan handphonenya kehabisan baterai.selesai sarapan,ia sempatkan diri menyapa Dion dan Ali pamit mendaki gunung bersama 3 orang gadis serta 1 orang staff yang memandu mereka.


suasana rumah sepi karna kedua orangtua Caca pamit mengajak adik kecil Caca berkeliling kota.


Leon kembali ke kamar dengan nampan berisi sarapan,ia membuka pintu kamar dan melihat gadis itu telah tertidur dengan airmata membekas,tak ingin istrinya kelaparan,Leon memapah sosok lemahnya yang terjaga dan terbangun dengan wajah sedih.


"maafkan aku.....hpku kehabisan baterai,aku sudah menyelesaikan rapat tahunan dan sekalian menyerahkan posisi Menejer pada orang yang tepat.....aku lakukan semua ini bukan tidak ingin kembali ke rumah....,aku melakukan ini demi bersamamu ke Napoli,kita akan menetap di manapun kamu inginkan.....lihatlah bajuku masih yang kemarin....mandipun belum...aku kelaparan tapi...Ya Tuhaaan....."


Tangisan rasa bersalah terdengar membuat Leon memeluk istrinya yang kali ini berubah posesif berbalik padanya.ini suatu dilema besar batin leon.