My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
21.Brokenheart syndrom



"Berikan aku alamat kantor leon sekarang"


Kata-kata datar Caca yang berdiri di hadapan David dengan memegang senjata tajam tentu menakutkan,apalagi mental David adalah anak manis dan. penurut,tanpa menunggu samurai itu keluar dari persembunyiannya,David langsung menyodorkan dompet dan kunci mobil mewahnya kedalam genggaman gadis bermata sayu itu,mata hazelnya masih sesekali menelisik taman depan studio seakan Leon sedang bersembunyi di sekitar taman Studio,,Erica memotret diam-diam sosok Caca dan mengirim fotonya pada Leon dengan emeticon


"kak,habislaah kau,kali ini kakak akan mati terbunuh oleh cinta sejatimu,kudoakan kakak masuk neraka,maafkan kami yang tidak dapat mencegahnya kak"



Caca versi kimono samurai


Dering pesan masuk menggetarkan hati Leon,adik angkatnya yang lumayan lucu si Erica mengirim potret gadisnya.tentu saja Leon langsung menelfon Damar.


"Damar,team kamu akan ku pecat jika Caca bisa tiba di kantorku.....segera giring dia ke mansion utama"


"maafkan aku leoan yang kami cintai.....silakan hadapilah kemarahan nyonya muda kami,jangan lupa berdoa dulu sebelum menunggu ajal" TUuutt.bunyi panggilan telfonnya di matikan sepihak oleh Damar,Leon segera menelfon personalia agar untuk hari ini saja kantor di kosongkan dalam hitungan 15 menit.Leon menelfon seseorang dengan suara bergetar lirih.


"untuk pertama dan yang terakhir kalinya,aku memintamu secara langsung singkirkan Elisabet dari Roma,dengan cara apapun


....dan blokir semua segala akses usaha dan bantuan dari pihak Napoleon,sampaikan pesan ini untuk Presdir Direktur,tolong jangan membua aku mengulangi kata-kataku"


Andrea sebagai tangan kanan keluarga Napoleon siang-siang berlari ke dalam kantor Aurelianus Napoleon yang ikut terjaga dari lamunannya saat ada kabar yang tak terduga bahwa putranya meminta sesuatu hal untuk pertama kalinya dalam 5 tahun setelah pergi dari rumah.Tuan Napoleon langsung bergegas ke kamar pojok Mension dan bersujud di depan wanita yang telah melahirkan putra keras kepalanya untuk bicara dari hati ke hati.


Seorang tukang parkir berlari masuk saat Leon siap2 akan turun ke lantai dasar.


"tuan,ada seorang gadis yang memotong tanaman d lobi dan..."


"telfon keamanan lain untuk berjaga -jaga saja,itu tamuku'"


Leon menarik nafas berat buru-buru masuk lift turun ke lantai dasar,



Rambut Caca telah tergerai berantakan dan peluh membasahi keningnya,matanya menatap Leon dengan tatapan dingin,pria 30 tahun itu tetap melangkah maju tanpa takut dengan hunusan pedang di kedua tangan gadis pemarah itu.


"kau begitu kelelahan......ayo kita pulang dan bicara di rumah..."


"kau seorang bajingan yang tidak pantas bicara apapun,beraninya kau menyentuh hidupku di sini padahal kau sudah memiliki wanita lain????!!!,,kau kira aku wanita Bodoh!!!"


"itu 5tahun yang lalu,aku minta maaf.....,kini dia bukan siapa-siapa....kemarikan pedangmu sayang.....aku berjanji tidak akan me....."


Leon yang juga mempelajari semua bela diri dari kakek Harland hanya dapat menghindar,Caca terlihat sungguh-sungguh ingin melukainya,Leon berusaha terus mundur hingga ke parkiran,semua mata petugas tidak kalah gesit mengawasi,mereka kuatir Leon kewalahan ketika Caca betubi-tubi menyerangnya dan benar!,Leon lengah sedikit,


Dirinya terluka tepat di lengan kanan,darah Leon tercecer mengotori lantai,para team telah menodongkan senjata api kearah Caca sebelum detik-detik ujung samurai Caca menggoresnya,Leon berniat mengangkat tangan kearah anak buahnya untuk tidak menyerang gadis itu,,Leon mundur 3 langkah lebih jauh dan Caca akan maju saat tatapan mereka beradu,caca terkejut dan terpaku saat Leon tiba-berdiri menunduk bergetar .


'"baiklah........,bunuh saja aku,""


Leon jatuh berlutut menunggu ajal,detik kemudian pria itu menengadah dengan mata berkaca-kaca.


"sebegini tidak percayanya kamu ya Casandra.......ayolah.....jika kau puas,wanita itu adalah kekasihku dulu,dia juga kekasih ayahku......makanya aku di sini sekarang......karna aku belum temukan jawaban untuk pertanyaan ibuku yang paling terluka oleh kami anak dan juga suami yang telah melukainya,yaaa bunuhlah aku,ini yang pantas aku dapatkan,aku pecundang bukan?!!"


Caca diam dengan suara nafas memburu,melihat penyerahan diri Leon dengan suara sesalnya membuat pikiran gadis itu kalut,merasa bersalah,sakit hati dan tiba-tiba pusing menyerangnya.


Detik berikutnya terdengar dentuman tubuh dan dentingan samurai jatuh ke lantai menggoyahkan hati Leon yang sigap berlari mempah tubuh gadis itu lari ke mobil,di ikuti team Damar yang juga sudah tiba di sana,namun hanya mengawasi,gadis itu terkulai lemas karna lelah seharian mendapat masalah,dari pagi gadis itu belum makan apa-apa.Damar akan mengemudikan mobil ke arah rumah sakit saat Leon berguman lembut sambil mengecup telapak tangan gadis yang tadi menyerangnya secara brutal.


Dokter pribadinya telah menunggu dengan sigap saat Leon tiba bersama Damar,Caca langsung di tangani dan 15 menit kemudian dr.pricil yang seusia ibunya itu membalut luka di lengan Leon yang tetap tidak menjauh dari sisi tempat tidur,dan terus mengenggam tangan caca.dokter pribadi Leon itu mengucapkan fakta yang membuat mata pemuda bermata tajam itu langsung berkaca-kaca,tangan kanan yang di genggam Leon,dr.pricill mengenggam tangan kiri gadis itu sesaat lalu membuka perlahan telapak tangan Caca hingga terlihat kulit kasar yang mengeras dan juga ada memar lama.


"kepalanya terbentur cukup keras di lantai,,mungkin nnti malam dia akan sadar,saat ini aku sudah menyuntikkan obat agar dia tenang dulu,nanti aku datang lagi memeriksa mentalnya....aku merasakan gadis ini bisa saja terkena brokenheart syndrom jika terlalu lama kamu menekan psikologisnya....lihatlah telapak tangannya,anak ini pernah terluka terlalu dalam di usia muda,tubuhnya yang kuat dapat memendam semua itu dengan membuatnya terus berlatih,lihat memar- memar ini,dia telah berjuang sendiri membunuh rasa sakitnya.....mungkin yang kau lihat saat ini bhwa dia hanya kelelahan......tapi aku memeriksa pacu jantungnya....."


Leon terjaga hingga malam,kedua orangtua Caca ikut hadir di mension di temani Erica dan Sera,mereka juga bertemu dr.Pricill yang memberikan saran secara khusus pada Harry dan juga Victoria yang menunduk menangis.


"jangan menekannya terus menerus......aku percaya dia tidak akan menderita syndrom itu jika kalian dan orang-orang sekelilingnya menunjukkan betapa kalian mencintainya,ini belum terlambat,dan hanya baru perkiraan saja"


Setelah jam menunjukkan pukul 12 malam,Victoria menutup buku bacaanya dan mengecup kening Caca yang masih belum sadarkan diri,Harry ikut mengecup pipi putrinya dan mengecup kening istrinya lalu berbisik.


"kita harus kembali ke rumah,anak kita di sana pasti belum bisa tidur tenang....."


Victoria mengangguk paham,ia bergegas ke pintu ruangan sebelah yang tetap terbuka,Leon sedang duduk di ruangan kerjanya bersama Damar yang segera keluar ruangan.Harry ikut masuk dan mengucapkan pernyataan yang telah di sepakati keduanya.


"bawalah Caca ke Dubai,ajaklah dia kemana kau mau yang intinya dia bahagia.....,bahagiakan putriku.....dan.....hanya kau yang pantas melakukannya....dia melukaimu karna marah dan cemburu,dia....pura-pura kuat dan bringas...sesungguhnya dia anak yang lemah.....dia terluka saat dulu kau pergi darinya....maafkan kami yang sekali lagi telah berniat memisahkan kalian"


Leon hanya mengangguk lirih,dirinyapun merasa ikut bersalah dan hanya bisa mengangguk sebelum membahas hal lain.


"besok atau kapanpun.....Ayah dan ibu mertua bisa menginap di sini,ajaklah Yuka dan Yuga.....atau jika kalian keberatan.....biar aku pindahkan tempat perawatan caca di manapun yang kalian mau.....aku akan menanggungnya"


Harry mengeleng dan menepuk pelan punggung calon menantunya.


"kami orangtuanya......,tapi yang menjaga dia dari kecil adalah kau dan ayah......,kami selalu di luar negeri....kau hanya berpisah dengannya 5 tahun,tapi dia terluka selama 18 tahun karna merindukanmu.....,ayah selalu mengajariku kondisinya yang jarang ke sekolah....,dan lumayan bandel,kami baru menyadari sekarang.....jauh di bawah alam sadarnya dia terpukul akan kehilangan kakeknya dan kamu...."


Sekali lagi Leon hanya mengangguk sedih,Victoria menyodorkan buku harian Caca sebelum wanita itu pamit untuk ke rumah menjaga kedua adik Caca.leon membaca lembar demi lembar catatan harian Caca dan berhenti pada satu lembaran terakhir tertanggal 1 Minggu sebelum Leon menemui dan membujuknya di desa.


"Hallo keseharianku yang menyedihkan.....terima kasih pada diriku sendiri,terima kasih pada tubuh kuat ini yang menjaga jantungku tetap sehat dan hatiku tetap lemah akan tatapan pria brengsek itu,My Nanny,ooh my future: saat melihtnya sebulan ini,aku menyadari bahwa aku telah kehilangan masa-masa kecilku yang bahagia bersamanya,kini aku telah mendekati usia 19tahun,dua bulan lagi,semoga aku mengingatnya dengan perasaan bahagia....karna sampai saat ini aku selalu merasakan jantungku sakit jika melihatnya bersama wanita lain,sedangkan dia mengakui bahwa dulu dia mengenal dan mengurusku dari kecil...entah apa yang aku alami hingga aku selalu merasakan sesak nafas jika melihatnya sibuk dengan model lain dan juga marah-marah padaku,,aku ingin dia menjadi jawaban atas segala doaku dan dia paham akan surat wasiat kakek,tapi kenapa dia begitu kejam???!!!!,padahal aku selalu menurutinya.....??saat ini aku hanya bisa berlatih berlatih di sanggar kakek agar aku tidak kesepian.



Leon mengecup tangan caca


Caca membuka mata perlahan,aroma terapi masuk ke hidungnya,dan sekujur tubuhnya sakit terutama kepala di bagian belakangnya.caca terjaga dan melihat sekitar,hatinya sedih mengingat apa yang telah tangan dan tubuhnya lakukan di kantor leon,apalgi melukai leon.ia beranjak duduk saat di sisi kiri tubuhnya merasakan keberadaan Leon,pria itu mengecup berulang-ulang telapak tangannya dan menatap matanya,mata pria itu basah dan masih berkaca-kaca.


ia masih mengecup jari-jari gadis itu sambil menyodorkan gelas air putih yang di raih Caca dan meneguknya habis lalu bertanya dengan polos.


"apakah kau baik-baik saja?,,aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan...sungguh maafkan aku......"


Leon hanya mengangguk dan berpindah dari tempat duduk ke pembaringan.


"Leon bagaimana lenganmu?,aku baik2 saja....dan...." Caca berhenti bicara saat Leon mengecup seluruh wajahnya berakhir ******* pelan bibirnya dan memeluk erat tubuh Caca yang awalnya terasa sakit dan dingin kini hangat dan nyaman,Leon berbisik pelan.


"apakah kau lapar?,biar aku pesankan makanan,jangan memikirkan apapun,istirahatlah.....,aku akan di sini,tidak akan kemana-mana",rasa sakit di hati Caca mendadak lenyap hilang entah kemana,ia menutup mata tenang menghirup aroma maskulin Leon dan membalas pelukannya sambil berbisik parau.


"aku ingin di suapi sup kentang dan......"


"dan isi telur puyuh....." Caca mengangguk cepat dengan tanggapan Leon yang memang telah mengetahui selera dan menu favorit caca.ia mengambil handphone mengetik pesan singkat di sana sambil membenamkan diri dalam selimut bersama Caca yang meringkuk mencari kehangatan dalam pelukannya.


Satu Minggu setelah Caca pulih,Leon kembali ke Itali meminta ibunya datang ke Swiss melamar Caca,niatnya sekaligus ia nikahi tapi Caca menolak karna ingin selesaikan kuliah dan proyek pekerjaan ke Dubai.leon cukup bersyukur sekalipun hanya tunangan,intinya Caca telah menjadi kekasihnya.


Hallo Pembaca Tersayang,maaf kemarin2 saya tamatkan novel ini karna kepentingan pribadi.mohon di maafkan yaπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ,,semoga suka kelanjutannya ya❀️❀️❀️❀️