
Given terus duduk di jembatan kayu tua sejak kembali dari sekolah tadi,sejak tersesat di malam pernikahan bosnya,dan di antar pulang oleh Yoga.Given selalu tak pernah melewatkan dirinya mampir di sebrang danau hanya untuk bermain sebelum kerja part time.
"Hubby.....rumah sangsa kakek tidak terlalu sepi dan dingin sekarang....." Caca mengamati layar laptopnya sambil mengelus perutnya yang mulai membesar,tapi wanita itu masih saja sibuk dengan kerjaannya di depan labtop tak jauh dari sang suami yang baru tiba dengan helikopter pribadi yang mendarat di landasan atas kapal.yaa.....,,Leon terpaksa bekerja secara online dan mengikuti ngidam istrinya yang saat ini berada di sebuah kapal pesiar.Deuz juga sangat antusias dengan liburan ini,walau sering terjadi perdebatan kecil antara ayah dan anak,namun Leon telaten menuntun putranya tetap belajar dan juga bermain dengan jadwal yang telah di atur Sera yang tentu saja tak bisa jauh dari sepasang suami istri ini.
"hubby....apa kau mendengarku?" caca bertanya dengan raut mengerut Karna sejak tiba tadi Leon lebih banyak diam dan duduk dengan malas di kursi panjangnya.
"yaa aku mendengar semuanya,,aku hanya sedikit merasa bersalah pada Yuka .....,,dia ingin ikut...." adik ipar yang suka sekali merajuk dan manja,terlihat tekun mengikuti ujian sekolah dan meminta Leon untuk mengiriminya tiket beberapa Minggu lagi,,tapi bertepatan dengan jadwal Yoga yang tak ingin melewatkan pendakiannya bersama Dion dan Ali,akhirnya papi Harry memutuskan jika Yuka tak bisa kemanapun tanpa Yoga.
"lihatlah ....,aku juga mau dia ikut....jika saja Yoga mau....." Mata bumil itu berbinar terang menunjuk ke arah layar laptop,Leon mendekat dan duduk di sisi istrinya yang ternyata dari awal sedang mengawasi seseorang lewat cctv.
"sekarang kerjaanmu jadi penguntit ya?,
Leon melihat ada sosok gadis kecil berparas Asia duduk tertawa di jembatan tua tak jauh dari rumah peninggalan kakek Harland,dan tak jauh dari sana Yoga sedang menatap dingin padanya.seketika tangan Leon mengusap puncak kepala istrinya yang kini memiliki hobby baru,mengawasi adik-adiknya dari jauh.hati Leon kini tenang melihat sikap Caca semakin hari semakin membaik dalam menyikapi keluarganya,walau kadang dia masih saja sinis tapi tak seperti saat dia belum menikah dan lancang berdebat dengan mami Victoria.
"aku ingin pacaran seperti mereka......" Leon terkekeh dan menutup laptop di depan istrinya lalu menggendong istrinya ala kuola ke arah kamar,tak jauh dari sana, di balik kaca sekat sebelah Deuz sedang mendengkur di sisi Sera yang sibuk di depan labtop juga.
"ingin ikut pacaran seperti siapa?,Yoga belum tentu menyukai gadis itu.....berhenti berasumsi hanya karna melihat....." Leon menurunkan istrinya di tengah kasur lalu menariknya di dalam pelukan.
"gadis itu kerja restoran milik David.....,aku suka gadis mandiri seperti Given...." Leon hanya terdiam sambil mengusap punggung istrinya agar segera terlelap,tak ingin membuka sebuah fakta tentang gadis kecil itu.
di sisi lain,David dan Ariana sedang berada di restoran sekaligus kafe miliknya,mereka di sana bersama seorang wanita seusia mami Victoria yang menunduk segan pada Ariana.
"apakah sudah beres dengan dokumen yang aku inginkan?" Ariana bertanya dengan cukup tenang,sekalipun rautnya masih saja kesal mengetahui latar belakang Given Lee adalah gadis keturunan korea Utara yang mengalami kesulitan lumayan rumit,Given kabur dari orangtua angkatnya dan meminta perlindungan pada Claudya yang dulunya salah satu karyawan di kafe,tapi sejak kebun anggur ini berpindah tangan ke David,wanita bernama Claudya itu menghilang entah kemana dan tidak bekerja di kafe,dari bagian Menejer David terpaksa memperkerjakan Given karna anak itu juga mengaku butuh biaya hidup,di saat bibinya menghilang entah kemana,hanya menelfon memberi perhatian,tapi tak bisa di lacak kemana wanita itu menetap,meninggalkan Given di sebuah rumah kecil tak jauh dari perkebunan anggur.
"
Given Lee (16 tahun)
Sejak mengetahui latar belakang Given yang sulit tapi tetap tegar,David dan Ariana diam-diam mengawasi Given,terkadang mereka membicarakan hal itu pada Leon juga.apakah Given di kembalikan saja pada orangtua kandungnya di Korea atau membiarkannya terus di Swiss mencari penghasilan sendirian.
Sejak tadi Leon mengingat cerita hidup Given,dan tak bisa memejamkan mata,diam-diam hatinya sakit mengingat keadaan Caca dulu tak jauh berbeda dengan Given,bersyukurnya Caca masih memiliki kakek kandung dan Leon yang segera kembali ke Swiss,kisah Given lebih tragis,diam-diam Leon meminta Alexa melacak keberadaan orangtua Given saat ini dan kemarin dirinya mendengar fakta bahwa kedua orangtua gadis itu telah tiada,dan kedua orangtua angkat Givenpun telah bercerai sejak ibu angkatnya itu tahu fakta di balik kepergian Given.lalu kini Claudya yang menghilang membuat Given sebatang kara di negara asing.
Di satu sisi,Given terlihat antusias menatap pigura foto yang berjejer indah di dinding rumah papan milik kakek Harland,gadis itu masih dalam pengawasan mata elang Leon yang sudah selesai mandi setelah membuat istrinya terlelap kelelahan.pria itu tidak ingin mengejutkan Caca yang sedang mengandung,dan berpikir keras bagaimana caranya agar Given bisa di bantu oleh keluarga mereka.ketukan pelan dan sosok Damar yang berdiri di depan pintu membuyarkan lamunan Leon,asistennya itu memberi kode agar segera ke ruangan lain karna akan di adakan meeting dadakan oleh David dan Ariana secara online.
"shift mu jam berapa?" Yoga bertanya sambil menyodorkan sepotong daging pada sepasang jaguar yang di beri nama Ciro dan Cira oleh ponakannya yang saat ini ikut berlibur ke kapal pesiar.
" jam 7 kak.....,,30 menit lagi aku akan pulang kok.....,,aku hanya merindukan Mici......" Given masih tersenyum mengelus-ngelus kucing gembul itu,,yang sejak beberapa hari ini suka mengikuti yoga karna Yuka sibuk dengan ujiannya dan juga sedang kesal pada Yoga hingga Papi Harry menyuruh putranya yang mengalah saja.
" sayang.....masuklah di dalam,cuci tanganmu.....dan simpan tasmu.....ada makanan di meja ruang tengah.....,Yoga....temani temanmu makan yaa...." Given terkejut dan grogi,cepat-cepat berlari memberi salam lalu masuk membersihkan tangannya di kamar mandi dengan malu-malu.sedangkan Yoga terlihat bingung mengapa ibunya bisa datang ke rumah sangsa ini.
"mami ingin ikuti Mici,kau tau kan kucing kakakmu itu tidak akur denga moci kucing lama kakekmu"
"mami hanya beralasan saja,bilang saja kepo alias penasaran dengan teman baru Yuka...." Yoga antusias menjawab dengan candaan dan di jawab dengan senyuman lagi oleh mami Victoria.
"Mici adalah kucing yang ingin ikut kemana-mana,,mami jadinya ikut kepo he he...." Mami Victoria menggoda putranya yang mengangkat bahu pasrah.
"Mami sedang jalan-jalan di jembatan lalu berpapasan dengan Yuka,dia memberitahuku kalau ada temannya di sini bersamamu......akhirnya mami kembali ke rumah menyiapkan makan siang untukmu dan...."
"namanya Given mi.....Yuka meninggalkannya di sini.....kalau aku ikut pergi mengejar Yuka...,Ciro dan Cira bagaimana?," Yoga menjelaskan seakan-akan tertuduh padahal ibunyapun tau jika Given teman Yuka.
"aku akan ke rumah kaca mengantar Cira dan Ciro dulu....." Yoga berniat menghindar tapi ibunya menghadang dan melirik keluar pintu,di sana sudah ada tukang kebun yang siap mengajak dua bayi jaguar itu bermain selagi yoga makan siang.
"mami akan kedepan menelfon kakakmu,temanilah Given makan siang....." Mami Victoria melangkah ke teras depan tetap di ikuti yoga yang berbisik sambil mengecup pipi ibundanya.
"mami jangan membujuk Kakak ipar agar Yuka naik kapal.......,,okey......" mami Victoria memutar bola matanya kesal lalu berniat menjewer telinga yoga yang telah berlari kecil masuk ke dalam dan melihat Given sedang duduk di meja makan dengan raut sedih,dirinya mundur kembali ke depan memberitahu ibunya agar ikut masuk.
"sayang ayo makan....." Mami Victoria berbicara pada Given sambil menelfon Caca dalam panggilan Vidio call,dan meletakkan hpnya di sudut meja hingga Caca yang baru bangun melihat mereka bertiga duduk.
"hai Given,hai.....Yoga......,mami....." Caca melambai di sana sambil bersandar di kursi malas dan mengucak-ngucek mata kantuknya. Given melambai lalu tertunduk sambil mengunyah makan siangnya dengan lahap,Yoga terlihat sibuk berbicara dengan Caca hingga beberapa menit sambil menikmati makan siang,di saat panggilan di matikan mami Victoria menyadari sesuatu sedang terjadi pada Given.gadis itu mengunyah makanannya dengan menahan airmata dan tertunduk.
"Given......hei.....sayang? apakah makanannya buruk atau kamu elergi sesuatu?"
"tidak...mami...aku...." Given terbata-bata menjawab hingga mami Victoria mendekatkan kursinya lalu meraih lengan Given yang menyeka airmatanya lalu mengeleng,lalu tetap mengunyah beberapa saat sebelum mengatakan sesuatu yang membuat Mami Victoria nyaris ikut menangis.
"ini makanan terenak selama hidupku......,aku....sering melihat orang-orang makan di tv ataupun di drama-drama......ternyata senikmat ini makan masakan seorang ibu......" Yoga menghentikan aktifitas makan siangnya cepat menyodorkan air putih dan beranjak ke depan tak ingin melihat moment itu malah membuatnya serba salah.
"mami akan memasakkanmu mulai saat ini......makanlah yang banyak,tidak usah mencemaskan apapun yaa....,kemarilah....." Mami Victoria memeluk Tubuh kurus dan kecil milik Given yang masih tersedu-sedu,lalu kembali merenggangkan pelukan saat Yuka tiba-tiba masuk dengan raut rasa bersalah ikut duduk di sisi ibunya.
"Given...maafkan aku......,,lain kali aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini.....,sini aku suapin....." Yuka menyodorkan sesendok nasi dan lauk di mulut Given yang tak menolak,di saat itu pula Yoga kembali masuk dan menyodorkan kepalanya ke arah Yuka.
"aaa.....aku ingin ikut di suapin....." Yuka terlihat cemberut menyodorkan sesendok nasi dan sayur di mulut kakaknya yang tersenyum lucu pada sikap adik kembarnya yang sejak awal tadi sedang menguping di balik dinding.
Yoga dan Yuka