
Dua bulan setelah Caca kembali dari rumah sakit, kondisinya masih tetap dalam pengawasan dokter keluarga Leon,hingga Mrs.Queen mendapatkan pemberitahuan terpercaya bahwa menantunya telah pulih benar barulah memberi ijin untuk olahrga di basement seperti sore ini.Leon yang baru kembali dari Milan tidak mendapati putra dan istrinya di kamar,tentu saja hal ini bukan kebiasaan mereka yang tidak menyambutnya jika pulang dari kerja.saat mencari ke balkon kamar,dan melihat ke arah danau hanya Luis yang sedang sibuk mengawasi tukang kebun membangun 3 gazebo baru berjejer di tepi danau hingga ke arah rumah kaca milik David,kedua pria itu memang bukan saudara kandungnya,tapi bagi sang Ayah,keduanya adalah putra pertama dan ke 3 dalam keluarga Napoleon.di dalam daftar kartu keluarga dan pembagian saham serta aset lainnyapun tidak ada pengecualian termasuk Erica,kini bertambah lagi Caca istrinya Sudah di ikut sertakan juga saat pertemuan pembagian saham.Aurelianus Napoleon(Mrs.Napoleon) tidak membedakan-bedakan kasih sayang pada siapapun yang telah ia anggap keluarga,
Presdir Intertaiment Glamour itu kini terlihat membaca buku di sisi Lea yang sedang tidur di kursi panjang tepi kolam,dan ibunya yang ternyata sedang terlelap juga sambil memeluk Deuz.
"Dad...Caca kemana?" Demi tidak mengusik ke 3 orang yang ia cintai,Leon berbisik di samping ayahnya yang menurunkan kaca matanya lalu menunjuk ke pintu ke arah basement.leon lega dan berjongkok mengecup kening ibunya,lalu adiknya,berakhir pada pipi putranya yang mengeliat menggemaskan.saat ia ingin mencium lagi,ibunya terjaga dan meletakkan jarinya di bibir Leon agar berhenti mengusik istirahat cucunya dan berbisik.
"pergi makan siang dulu....."
Leon tersenyum mundur kearah Basement,nyonya Victoria berniat meneriaki anaknya untuk tidak menganggu olahraga rutin menantunya,tapi Mrs.Napoleon mengusap lengan istrinya sambil berbisik.
"Mom,anak kita merindukan istrinya.....tugas kita mengamankan David yang tidak lama lagi pasti pergi menganggu Leon...."
keduanya sudah menebak akan ada pertengkaran jika David telah muncul,pria rupawan itu memang telah mengawasi Leon dari Danau,karna Ariana yang menjadi pengintai cantik dari ruang tengah bersama Erica yang saat awal Leon tiba tadi,keduanya sedang asyik nonton tv sambil menikmati pijatan dari para maid.
"Mom.....Leon ke bawah ya?"
Itu suara lembut David yang akan menyusul ke Basement,tapi pergelangan tangannya di tarik duduk ke bangku panjang dengan jawaban tegas.
"mommy mau ke kamar mandi,tepuk adikmu Lea dan usap punggung Ponakanmu Ini". David yang dari awal sebelum masuk ke area kolam baru selesai membasuh tangannya, memutar bola matanya gusar segera merapat mengecup wajah baby Deuz lalu sigap menjaga balita tidur itu.Mrs.Napoleon pura-pura tidur pulas di balik buku bacaannya.agar David diam di sebelahnya.
Leon melangkah hati-hati ke arah matras di mana istrinya sedang duduk bersila sambil meneguk air di botol,aroma Vanila mulai membangkitkan gelora dalam tubuh Leon yang langsung memeluk istrinya yang terkejut.
"manis sekali istriku yaa,,tidak menyambut suami pulang kerja,meninggalkan anak tidur sendirian pula"
"aku baru kemari 15 menit yang lalu kok hubby,bikin jantungan aja deh"
"mulai pintar membalas ya sekarang...."
Caca akan menjawab,tapi tangan suaminya sudah merambat kemana-mana sambil bicara,wanita itu segera beranjak bangun lalu pura-pura sakit perut.
"aduhh perutku mules hubby.... aku ke kamar mandi dulu ya" Basement itu telah di lengkapi kamar mandi dan juga ruangan istirahat,semua perlengkapan olahraga lengkap tertata di sana.Caca membasuh wajahnya dan akan meraih handuk saat tangan kekar Leon telah menariknya keluar dari pintu kamar mandi ke ruangan sebelah,di sana ada ruangan buku khusus untuk tempat Leon belajar dulu ketika masih kuliah,kamar itu tidak pernah di tempati siapapun kecuali maid hanya masuk untuk bersih-bersih setiap hari.
"hubby.....,Mommy dan Daddy pasti mencurigai kita jika......"
"bukan hanya curiga,mereka tahu jika Deuz butuh adik..."
"No....!,jangan......"
"tidak ada penolakan,aku merindukanmu"
"hmmn.....tidak di sini,aku ingin di kamar kita"
"di manapun asal ada kamu sayangku..."
"tidak!,lihat....aku berkeringat..." Leon begitu geram mendengar berbagai alasan Caca,sedangkan adik kecilnya hampir mencuat ingin bebas dari kurungan,aroma keringat istrinya sangat membangkitkan imajinasi liar Leon,apalagi sudah berbulan-bulan sejak kecelakaan itu ia belum menyentuh fisik istrinya yang kini lebih terlihat padat dan berisi terutama di payudara dan bokongnya,mungkin karna selalu dapat nutrisi dan dopingan istirahat,pipinyapun semakin berisi dengan bibirnya yang mengerucut kecil tapi sensual dengan warna merah cerry alami.Namun,ada rasa kesal merasuki Leon hingga ia mulai meninggikan egonya dan menunjukkan kuasanya sebagai pria dewasa yang cenderung dingin.
"baiklah...aku juga lupa kalau punya kesibukan....."
dengan wajah ciri khasnya yang beku,tanpa ekspresi tiba-tiba membetulkan kemejanya dan berdiri dari atas tubuh Caca yang sudah menggantungkan airmatanya di kedua bola mata sayu yang sengaja tak di tatap suaminya sudah menghilang di balik pintu.
"apa apaan sihh beruang kutub itu....!!!,,seharusnya dia sabar dan menungguku selesai mandi kan.....kenapa langsung tersinggung,padahal aku udah capek olahraga demi terlihat memiliki tubuh wanita seksi....!!!!!!,setiap malam tanpa dia tuhh,aku meriang saking......,hiks...saking aku rindu padanya!!"
Leon tertawa dalam hati mendengar kalimat keras istrinya di balik pintu,dia belum beranjak dari sana,karna dirinya tahu watak istri kecilnya itu suka mengerutu sendirian atau bicara sendirian di kamar jika kesal.sekali lagi ia rapatkan telinganya dan mendengar suara kaki kearah pintu,Leon segera menyingkir dan bersembunyi membiarkan istrinya keluar dari Basement dengan langkah lesu dan menyeka airmatanya,pria itu segera meraih handphone dan menghubungi Damar agar beberapa hari ini tidak ingin keluar kota.
saat keluar dari balik pintu Basement,David dan Luis sedang menatap intens padanya,baby Deuz telah di bawa pergi oleh para maid agar melanjutkan tidur siangnya di kamar,kedua orangtuanya telah bergabung duduk dan bercerita di ruang depan bersama Erica,dan Ariana.mereka sedang merencanakan liburan panjang untuk menyambut Valentine Minggu berikutnya.
"puas ya membuat istrimu keluar dari pintu itu dengan mata merah,dasar predator konyol....."
"lihatlah tongkatnya masih belum puas Dik...",Luis menimpali sambil menatap area di bawah pinggul Leon yang ikut menunduk melihat apa yang di maksud kedua saudaranya,lalu senyum sinis sambil menaruh kedua tangannya di depan dada seakan tuduhan itu benar telah terjadi.
"puas?,tentu saja belum.....dan itu karna kalian mengawasiku seakan kalian ayahnya!"
"dasar bajingan tengik! istrimu baru selesai olahraga....waahh jangan lupa dia menyebutmu pengasuhnya,kasihani dirinya Leon beruang kutub....,ya kau benar,Pak Harry selaku ayah kandungnya menitipkan Caca padaku agar menjaga istrimu"
"hmmnnn,selaku pengasuhnya,saatnya sekarang jadwal my swetty mandi....minggir kalian para om om kesepian....!,taunya hanya cerewet saja,jangan mengarang indah tentang Ayah mertuaku,dia percaya padaku,makanya segera kembali ke new York lebih awal....."
Leon menerobos kedua saudaranya yang menyeringai nakal ikut berlalu ke arah ruang depan,tak lagi melanjutkan aksi usil mereka menggurui Leon yang telah menghilang di ujung tangga ke lantai dua mengecek baby Deuz yang masih tetap terlelap dalam mimpi indahnya.
Wanita berusia 35 tahun itu adalah pengasuh Lea dan kepercayaan ibunya sejak lama,tentu saja ia mengenal watak tuan mudanya yang sedang ingin berdua dengan nyonya mudanya yang memang terbilang sangat cantik dan tak bisa di sia siakan sendirian mandi di kamar mereka.
"nak Leon tidak usah kuatir,Nona muda telah menyiapkan beberapa botol pasokan ASI untuk baby Deuz....,dan juga....baby Deuz sudah selesai ASI tadi sebelum tidur....tenang saja,serahkan padaku...."
"bibi Mel memang kesayangan kami"
Sejak Leon Kembali di keluarga Napoleon,sejak saat itupula bibi Mel mengurus anak-anak keluarga Napoleon tanpa terkecuali,ia terbilang sangat di andalkan di rumah itu sekalipun banyak maid.
Bunyi gemercik air telah berhenti terdengar di kamar mandi,dan Leon pura-pura membuka lemari pakian untuk mencari jas saat Caca keluar dengan kimono handuknya yang terlihat tidak muat untuk menyembunyikan belahan dadanya yang mengintip.
"hubby akan bersiap dan pergi lagi?"
"begitulah.....minggu depan atau dua bulan lagi aku akan kembali...." tak ada sahutan,Leon tak perlu melihat atau berbalik melihat raut wajah istrinya,karna di depan Leon ada kaca kecil yang bisa memperlihatkan pantulan keseluruhan tubuh indah Caca yang telah menjatuhkan kimononya di depan meja rias dan sibuk mengusap pahanya dengan body cream.
"bisakah kau cepat berpakaian agar kita bicarakan kepergian ku di bawah bersama Daddy dan Mommy...."
"biar aku yang sampaikan pada mereka semua di bawah nanti,jika mau pergi ya pergi saja....." Leon menahan tawanya yang hampir meledak melihat kelakuan istrinya yang menggosok body cream di lengannya dengan gusar dan sedikit kasar,Leon berbalik melangkah pelan hingga berdiri di balik punggung Caca yang masih menunduk mengaplikasikan krim ke betisnya dan tiba-tiba terkejut merasakan sapuan lembut tangan besar suaminy di punggung lalu menyusuri tulang belakangnya yang nyaris bergetar karna sentuhan seperti bulu,kecupannya mendarat di tengkuk Caca yang tanpa sadar mendesah lalu rileks berbalik menarik kimononya,tapi busana itu tertahan sampai di pinggul saja karna jemari Leon lebih cepat meraih tubuhnya terangkat ke atas sebentar lalu di dudukkan di atas meja rias membelakangi kaca besar yang memantulkan keseluruhan punggung indah Caca.
"katanya.......mau pergi lagi...."
Leon tak menghentikan belaiannya malah menunduk tepat di sisi kepala Caca dan berbisik parau tepat di telinga kanan istrinya yang nyaris memekik.
"katamu tadi meriang karna saking merindukan aku....mana yang sakit???,hmmnn.....di sini?"
tanpa menunggu jawaban,Leon mengecup telinga Caca yang sudah memerah,turun ke lehernya,bermain dengan lidahnya di sana lalu kembali menegakkan tubuh menatap mata wanitanya yang mengigit bibir merona.
"jawab aku sayang......"
"si siapa yang bilang......aku...."
"meriang.....merindukan kasih sayang kan...."
"aku bukan penyanyi dangdut hubby....katamu akan pergi......yaa pergi aja sekarang...."
"katakan lebih jelas..!"
Caca mengatupkan bibirnya akan menunduk,tapi jemari Leon meraih dagunya dan mulai mencium setiap inci wajah istrinya yang mulai gelisah,apalagi tatapan suaminya itu sungguh membuatnya tanpa sadar mengalungkan kedua lengannya di leher Leon dan lebih terkejut lagi sebuah kalimat vulgar terucap malu malu.
"pergi saja dan aku tidak akan memberikan diriku lagi.....seperti saat ini...!"
"kau memang tak pandai merayuku ya...."
"tunggu....aku punya hadiah....,aku janji tidak akan kemana-mana,dan hubby juga jangan pergi dulu"
"kecupan?"
Caca mengeleng,gadis itu beranikan diri turun dari meja rias dan menarik sebuah laci sambil menyuruh Leon berbalik sebentar entah apa lagi yang gadis itu lakukan.bebera menit kemudia Leon di suruh berbalik hingga matanya yang tadi redup,kini bersinar liar setelah melihat wanita di depan itu mengenakan sebuah dress yang membuat pria itu tak ingin bicara banyak lagi.tanpa memastikan pintu kamar mereka tertutup rapat,dan tanpa takut ada yang mendengar desahan percintaan mereka,Leon benar-benar selalu lupa diri jika istri kecilnya itu sedikit saja memberi respon.hingga tanpa mereka sadari sosok David yang tadinya berniat mengecek ponakannya malah tak sengaja mendengar suara erangan di balik pintu yang awalnya tak tertutup rapat,pelan-pelan ia menarik pintu itu dan memberikan kode pada seorang maid untuk melarang siapapun jangan masuk kesana.sebagai pria normal tentu saja David segera mencari istrinya yang tak tahu menahu hingga di ajak ke kamar dengan alasan mencari handphone David.
"bee.....handphonenya hilang di kamar ya?"
"ya ..coba cek di atas kasur,aku akan cek di balik pintu...mungkin ketinggalan di jasku tadi siang"
Ariana naik ke tempat tidur serius mencari handphone suaminya yang mendorong pintu lalu menguncinya dari dalam,serta dengan santainya naik ke ranjang menindih tubuh Ariana yang terkejut sesaat dan tak menunggu lama memahami trik kecil suaminya.
"kenapa bee?"
"bee....aku meriang.....peluk aku....huummnn...!"
Arian memutar bola matanya jengah dan kembali tersenyum lembut,segera menarik selimut dan berpindah posisi berada di atas tubuh suaminya yang makin tak sabaran langsung menarik dengan paksa dress istrinya agar melorot.
Tinggalah Luis di ruang kerjanya yang lebih sibuk dengan mengintai seseorang lewat cctv,seseorang yang berada di dalam sebuah ruangan tanpa jendela dan pintu baja.pria rupawan itu lebih tertarik mengamati eksperimennya yang mulai gelisah di balik layar itu.
siapakah sosok itu?
SILAKAN LIKE DAN KOMEN,DEMI MEMBANTU PENULIS LEBIH SEMANGAT🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼❤️❤️❤️❤️❤️❤️