My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
111.Maxi lagi



Leon membuka mata setelah beberapa menit menghabiskan malam yang panas bersama istrinya,menatap wajah tidak membosankan,pipi yang merona dalam lelap,bibir kecil yang merekah,dan kulitnya yang tidak tertutup sehelai benang apapun,terlihat seperti bayi peri yang tidak akan rela ia sakiti,pelan-pelan Leon menarik selimut menutup tubuh caca,ibu dari kedua putranya,ibu angkat dari putri kakaknya Luis dan iparnya Alexa,setelah perbincangan hangat dan kejujuran yang tulus,Leon makin mencintai sikap istrinya ini,namun kadang bingung mengapa semua hal tentang hidupnya selalu menjadi lebih baik berkat wanita ini tapi Leon merasa tidak memberikan hadiah yang pantas,mulai dari merangkul keluarga besarnya,menyelesaikan pekerjaan dan juga membawa perubahan banyak di dalam setiap hubungan orang-orang di sekitar.hanya satu yang mungkin Caca tidak lagi bisa rubah,mereka tidak bisa memiliki bayi lagi,selain Deuz dan Zeus,setelah melahirkan bayi nakal Zeus,dokter menyarankan untuk menunda program anak lagi,karna proses persalinan anak bungsu mereka,Caca sempat mengalami penderitaan yang tidak ingin Leon lihat lagi.


"aku mencintaimu Hubby...." Leon terkejut dari lamunannya dan menatap asal suara itu,bibir istrinya berguman pelan,tapi matanya masih tertutup,dia sedang mengingat manis batin Leon.


"dalam mimpi pun kau membuatku selalu berdebar Caca.....,Terima kasih Tuhan.." Leon mengusap pipi wanita itu dan mengecup seluruh wajahnya sebelum beranjak ke teras kamar,meraih hp dan melihat beberapa pesan dari kakaknya Luis.pria bucin itu memberitahu bahwa istrinya sudah di jemput dan cuman mampir sebentar di Mension keluarga lalu meminta kembali kerumah pribadi mereka,Leon memberanikan diri menelfon saat itu juga langsung di angkat Luis.


"ya...,kau beruntung bisa ku jawab telfonku saat ini karna Lexa sedang di dapur..." Luis menjawab dengan ekspresi dingin,mengingat istrinya sejak kembali lebih sering bersikap acuh dan lebih banyak menghindarinya dengan canggung.


"ini sudah jam 1 malam,kau mengirimiku pesan 5 menit yang lalu,makanya aku menelfon.....,bagaimana keadaannya?" Leon bertanya tentang Lexa yang dari awal sejak bangun dari koma memang sering mengalami beberapa perubahan mental.


"sudah di periksa dokter,dia cuman kelelahan setelah perjalanan selebihnya seperti biasa,dia selalu kekanak-kanakan...."


"syukurlah,aku tidak ingin membahas keluhanmu,perbaiki hubungan kalian,kami akan liburan ke Dubai,sekalian melihat situasi perusahaan di sana...,akhir tahun kau akan mendapatkan Zeyna sebagai hadiah Natal....jika Tuhan membuka jalan untuk kalian mengurus seorang anak....,banyak hal yang telah kami rencanakan untuk Zeyna tapi kami harus menerima kenyataan jika memang kalian bersatu atas nama anak,Deuz dan Zeus sudah sangat cukup untukku,tapi mungkin untuk istriku,berilah dia kesempatan....,", Leon memberikan informasi lebih awal agar Luis tidak bermain-main dengan waktu,mengingat pria itu cepat bosan dan jenuh,lalu sering pergi tanpa kabar entah kemana demi menghindari kontak fisik dengan lexa yang terlihat sangat membencinya.


"baiklah,dua bulan ini aku usahakan yang terbaik...,istirahatlah...aku juga sangat mengantuk setelah meminum air jeruk nipis sajian lexa....." Leon terkejut mendengar pernyataan itu,lexa memberikan sesuatu pada Luis?,kemajuan besar tapi jika dia mengeluh mengantuk,sepertinya Lexa merencanakan sesuatu sejak lama.luis berniat menutup pembicaraan saat Leon masih berbicara.


"lexa bukan gadis yang jahat,kau jangan mencurigainya.....inilah yang aku tidak sukai darimu kak Luis....."


"ia aku tau,dia mungkin tidak jahat tapi dia licik,mungkin dia tidak ingin bicara denganku dan memberiku obat tidur....,sebaiknya aku ikuti permainannya...." Luis menutup telfon dan duduk dengan kepala berat,Leon menatap sekitar vila dan mengirim pesan pada orang kepercayaannya untuk tidak lalai akan tugas mereka mengawasi aktivitas Luis,setelah itu Leon pergi ke kamar adiknya,memastikan Zeyna dan Lea tidur pulas,lalu ke kamar Deuz yang masih di depan labtop lalu Zeus masih membaca buku,Leon duduk di kasur melihat dua putranya yang memiliki hobby masing-masing.


"kalian harus tidur.....,besok kita akan siap-siap pulang ke Mension pamit pada Kakek Nenek kalian untuk kembali ke Swiss...,kita akan melakukan perjalanan panjang setelah membereskan beberapa hal di rumah....",Kata-kata Leon membuat Zeus menghentikan bacaannya,dengan patuh berbaring di balik punggung ayahnya,tapi Deuz masih tetap sibuk dengan rumus-rumus kimianya di depan laptop.


"jika anda mau menemani kami tidur di sini,maka aku akan senang....." Deuz membuat mata Leon melotot sejak kecil Deuz mandiri dan tidak suka bermanja-manja kecuali Zeus suka menempel padanya atau merusak moment tidur di tengah tengah antara mommy dan Daddy nya,tapi kenapa kali ini si sulung meminta ayahnya harus di kamar ini? tapi baiklah.....,ia cukup rindu bersama kedua putranya.


"matikan laptopnya dan kemarilah.....," Leon mengalah dan mulai mengambil posisi di tengah kasur,di balik selimut di bawah kakinya ada sesuatu yang bergerak,itu Maxi yang terjaga,jadi kedua anak nakalnya ini mengajak anak harimau itu di kamar.


"Maxi lagi dan lagi....." Leon menggerutu tapi menarik kaki anak bayi harimau itu tidur di pelukannya seperti harapan anak-anak ia harus memaafkan makhluk hidup lain tentunya.


"ini terlihat manis...," itu bisikan Caca dari balik pintu,setelah drama yang panjang menguras perasaan,emosi dan tenaga,akhirnya bisa melihat suaminya terlihat manis natural seperti itu bersama kedua anaknya dan juga peliharaan kesukaannya,Caca mundur ke kamar Lea dan berbaring di sana bersama Zeyna dan adik ipar Lea yang terjaga,lalu bangun menatap Caca.


"Apakah Maxi menjadi pelakor malam ini?,aku tau kalau kak Leon tidak di kamar saat ini...."


"sungguh jenius pertanyaan yang kau jawab sendiri Lea......,Maxi membuat rekor baru....,dia bukan pelakor....."


"membuat rekor?" Lea bertanya kebingungan Sambil meneguk segelas air putih yang di ambil tak jauh dari meja.


"yaaa......,Deuz tidak pernah semanja ini meminta Ayahnya di sana......,mereka tidur satu ranjang....."


"wuuuuuaahhhhh,,aku ingin memotret moment ini kak.....," Lea menatap takjub pada caca yang menepuk nepuk bokong Zeyna agar tetap terlelap saat berguling mencari pelukan,dan Lea bergegas berjingkat dari sana membawa kamera ke arah kamar ponakannya.