
Zeyna
Alexa dan Luis Alexander (orangtua biologis Zeyna)
Seperti dugaan Leon,wanita itu baru keluar dari kamar kamar Zeus,lalu pindah di kamar baru Zeyna,menatap kamar anak angkatnya dengan mata berkaca-kaca,tidak lama lagi kamar yang sekarang bernuansa bau bayi dan manis,akan berganti jadi desain kamar anak gadis belia dengan udara segar dan lebih pribadi.
Caca terlalu lama berpikir,hingga lupa bahwa gadis itu sudah mulai bertumbuh lebih besar,lalu Zeus yang akan meninggalkan rumah ,dadanya seperti sesak jika memikirkan kedepannya tidak ada keramaian di rumah megah ini,bukan berarti Deuz tidak memiliki arti dalam kesehariannya,tapi anak bungsu tetaplah anak paling di manjakan,apalagi putranya sangat manis dan penurut,anak yang mewarisi sisi manis dari Leon saat berada di rumah,dan Deuz adalah anak angkuh dalam sisi gelap Leon di dunia luar,persis ayahnya yang berwajah angkuh dan dingin dengan tatapan tidak mau kalah,bukan benci tapi dua karakter itu selalu membuatnya tidak begitu cemas pada si sulung,seperti semalam,anak itu tidak sungkan-sungkan masuk dan tidur di antara mereka demi perasaan kekanak-kanakannya yang terkadang membuat orang lain sebal terutama adik-adiknya merasa si kakak adalah pewaris tunggal dan juga paling cerdas,kurang bergaul dengan lawan jenis kecuali Lea dan Zeyna ,berbeda dengan Zeus selalu hadir dengan versi manja dan juga ributnya memenuhi mension dengan canda tawanya,sekalipun kadang meresahkan,tapi ia pria yang sangat mencintai wanita batin Caca,di tambah lagi mengingat kedekatan Zeus pada putri kembar kakak sepupunya,makin rindulah Caca pada wajah imut putra keduanya.sempat Caca berkeluh kesah pada ibunya dan mertua,lalu ibu mertua juga sudah berusaha menghibur dengan memberikan beberapa ide pemotretan atau mungkin menyarankan Caca untuk membuat sebuah penemuan baru di bidangnya,lalu wanita paruh baya itu pamit ingin berbelanja bersama bessannya mrs.victoria ibu kandung Caca di rumah sebelah danau,bukan baru 2 ibu-ibu sosialita itu habiskan waktu di luar sambil menunggu anak-anak pulang sekolah lalu mereka jemput,jadi Caca dan Leon tidak perlu memikirkan anak-anak jika mereka di kantor,karna nenek-nenek cantik itu akan mengambil alih tugas mereka,apalagi yang mereka cari,jika masalah uang,Leon bukan hanya memiliki uang segudang,tapi ayah mertua dan juga ayahnya telah memberikan apa yang mereka berdua mau,dan keduanya sama-sama seniman yang mempunyai bakat di bidang masing-masing,dunia Caca di kelilingi ibu2 yang cerdas dan juga kaya raya,cuman kadang Caca merasa kehilangan moment kasih kayang dari anak-anaknya ketika sudah sibuk sekolah,tetap saja ia kepikiran.
"Casandra.......mami belum pergi di rumah sebelah?" Caca terkejut merasakan pinggangnya sudah dalam rengkuhan sang suami,tidak seperti biasanya dia bersikap mesra apalagi kembali lebih awal sebelum jam makan siang,dan matanya melotot saat tiba2 mendapat ciuman bertubi-tubi di leher,wanita itu berbalik menatap suaminya agar berhenti.
"hubby.....stop!,maid dan mami bisa melihat kita loh.....,mami masih bersiap-siap,mereka akan pergi berbelanja sambil menunggu anak-anak selesai kelas,hari ini aku ingin menjemput mereka tapi.....hummnn" Caca tidak bisa melarang ibu mertua dan ibunya menjemput anak-anak,jauh-jauh ibu mertua datang dari Italia demi cucu-cucunya,ibunya juga tidak lagi mengurus yoga dan Yuka yang telah beranjak dewasa dan sudah sibuk dengan karir,adik kembarnya saat ini punya jam terbang luar biasa padat,jadi wajar jika ibunya sibuk dengan Deuz,Zeus dan Zeyna,malahan beberapa jam yang lalu ibunya menyuruh Caca untuk mencari tiket liburan agar tidak perlu mengurus anak-anak,tapi bukan Caca namanya jika tetap fokus pada rencana awalnya jadi ibu rumah tangga sekaligus karir,dia punya karyawan sendiri dan juga penghasilan sendiri,memiliki studio bukan hal sepele jika beberapa desainer dan penerbit menawarinya kerjasama,dirinya kaget Leon hari ini tidak kantor malah kembali di rumah,dan bergelayut di punggungnya seperti kurang kerjaan.
"kalau begitu ayo ke rooftop!"
"apa?,laah kok,kemarin udah,semalam di rooftop juga udah kan......"Caca memutar bola mata hazelnya jengah dengan sikap overprotektif Leon yang masa bodoh,pria ini tidak akan pernah berhenti dan tidak ada lelahnya batin si istri yang dari tadi kepikiran jadi gemas ingin menjewer telinga suaminya.
"aku menganggap itu cuman mimpi dan tidak terjadi...." Leon bicara cabul sambil lanjut memplintir aset pribadi istrinya yang mengenakan piyama,makin menggairahkan batin si om om nakal ini,dengan senyum semirik Leon menggendong istrinya naik tangga,berpapasan dengan Mrs .Queen yang akan turun tangga Sambil video call dengan Mr.Napoleon,tidak segan-segan wanita itu membalikkan kamera memperlihatkan sikap predator putranya di siang bolong pada ayahnya.
"kalian ini,.....masih berlagak seperti dunia milik berdua ya.....hummnn!" sapaan Mrs.Queen cuman di respon kekehan Leon,sedangkan Caca malu minta ampun dan memukul bahu suaminya ketika sudah di kamar,ia melirik jam dan cepat-cepat menyilangkan tangan di dada bertanda tidak ingin di sentuh.
"bicaralah apa yang hubby inginkan,jangan sengaja membuatku kelelahan dulu di kasur baru bicara.....!"
"aku inginkan dirimu saat ini"
"hubby,ini masih jam 10 pagi,dan kita harus ke studio jam 2" Caca ada janji dengan Sera,untuk pergi ke pusat kota untuk berbelanja keperluan anak-anak,kami harus menyusul mami dan ibu....."(mami dan ibu adalah ibu mertua dan ibunya) Leon tidak serius dengan hasratnya,ia hanya ingin melihat caca ngomel-ngomel ketimbang diam menangis di pojok memikirkan anak-anak,Leon tersenyum merangkul wanita imut ini dengan gemas,sambil membuka jendela dan melihat maminya telah naik mobil di antar sopir ke rumah mertuanya di sebelah danau.
"mami dan ibu yang punya jadwal urus anak-anak hari ini,jadi jadwalku mengurusmu kan.....?
"bagaimana dengan kantormu,lalu berita itu dan juga aku baik-baik saja hanya sedikit sedih anak-anak sudah lebih penasaran dengan dunia luar sekarang,sedikit tidak ikhlas jika Zeyna sibuk adaptasi dengan teman-temannya lalu sibuk belajar saat pulang di rumah..."
"baiklah.....,jangan sedih dan jangan overthinking ya ...yang ku inginkan kita pergi berdua......,di manapun yang kau inginkan selama ini......,hari ini tidak ada perdebatan,tidak ada bualan,hanya ada aku suamimu,milikmu....Daddy sudah memberiku ijin untuk beberapa Minggu mengurangi aktifitas di kantor,karna kemarin saat ke London bersamamu,ayahku tau bahwa kita tidak ada waktu untuk main-main,kantor di sini bisa di urus Damar,nanti malam dia akan kesini...." Caca mendengar hal itu malah tertunduk melihat kaki suaminya lalu menelusuri tubuh pria itu hingg ke ujung rambut,masuk dalam pelukannya dengan senyum malu-malu berbisik,
"tunggu aku di meja makan,nikmati dulu kopimu,aku akan kesana setelah membawa sesuatu untukmu...,aku telfon Sera dulu sekarang...." Leon mengangguk meninggalkan kamar kembali turun dengan bersiul karena merasakan juga apa yang dirasakan Caca,hening,tidak ada tawa anak-anak di ruang tamu,maid sedang sibuk di luar mansion jam begini,lingkungan rumah Leon terlalu besar dan juga ada beberapa paviliun yang biasa di gunakan sepupu ataupun tamu dari kerabat,biasanya jam begini para anak buahnya sibuk bersih-bersih dan juga pergi ke taman sekedar mengurus tanaman atau peliharaan anak-anaknya,rumah terasa sepi jika semua pada sibuk,ini musim panas,orang-orang suka menikmati udara di bawah pohon,dan mencari udara dan air,Leon memeriksa monitor cctv melihat para bodyguard keluar mengikuti mobil ibunya,yang tersisa orang-orang profesional yang berjaga-jaga di sekitar mansion,Leon kesana sekedar menyapa dan juga mengobrol dengan tukang kebun,tidak lupa memberikan tip,menyuruh bibi moli tidak lupa istirahat sebelum mengantar makan siang ke rumah ayah mertuanya,Leon kembali ke dapur dan mendapati istrinya sedang menaruh kopi di meja bar tempat biasa leon habiskan waktu di rumah,pria itu mendekat memeluknya dari belakang,mencium aroma rambut dan tersenyum berbisik.
"hai tuan putri.....,apa yang harus aku lakukan setelah minum kopi?"
"aku ingin memotretmu,apakah aku serakah hari ini saja?" Caca terlihat ragu-ragu penuh harap ingin memotret suaminya dalam model yang sudah ada di pikirannya sejak lama,Leon melihat tatapan itu lalu sedikit senyum,hampir lupa bahwa istrinya seorang fotografer profesional di bawah didikannya dulu,hingga saat ini menjadi owner yang tidak bisa di ragukan lagi,tapi Leon tidak mengira di usianya yang saat ini terbilang jauh terpaut untuk sosok kriteria model,Caca meminta dirinya jadi model.
"hubby....sudah selesai halunya?" Caca menegur pria itu karna merasakan genggaman jemari Leon di setiap lekuk tubuhnya makin kuat,wanita ini paling tau ada apa di otak pria yang daritadi memeluknya dari belakang,dengan deru nafas mencium lehernya kuat-kuat sambil menutup mata,Leon sejak dulu selalu gemas dan lupa kontrol diri jika Caca tidak menegurnya,lalu Caca berbalik bersandar dalam dada bidang suaminya,menutup mata dengan perasaan lega,beberapa banyak cinta Leon padanya tidak dapat Caca hitung,mungkin ia hanya bisa melakukan sesuatu yang membuat pria itu merasakan sberarti apa hidupnya di nafas Caca.
"apa benar kata orang terdahulu,nafas istri adalah milik suami?" pertanyaan konyol Caca di jawab dengan kecupan di kening oleh Leon,perasaannya sedikit tenang mendengar deru nafas Caca yang saat ini mulai normal,tidak seperti tadi kurang teratur dengan mata berkaca-kaca.
Leon dan Caca
"syukurlah jika pondasi hidupmu tetap percaya dengan nasehat orang terdahulu he he....,hari ini kau bisa meminta apapun,aku di sini dan tidak usah lagi memikirkan hal yang belum tentu terjadi.....anak-anak cuman pergi sebentar di sekolah,saat ini semua sudah terkontrol dengan baik dan benar......"
"Terima kasih yang mulia he he.....,,bolehkan aku merekrutmu hari ini yang mulia? dan tanpa syarat?" mata Caca berbinar menunggu jawaban yang di jawab dengan anggukan dan pelukan erat lagi dari pria itu,sikap ini adalah yang paling candu untuk Caca,ia paling suka saat suaminya memeluknya erat-erat,tapi juga agak takut jika tulangnya remuk.
"gajiku di bayar nanti malam hanya itu syaratnya....,humnn?"
" baiklah...,berapa juta?"
"berjuta-ribu kali sayangkuu " Caca terkejut dengan maksud Leon,ia mendesah ketus merasa di bodohi,tapi tak apalah pekerjaan Leon hari ini akan membuatnya lelah,wanita itu tidak bisa meluapkan rasa senangnya saat Leon setuju saja,ia tertawa lebar melepaskan diri dari pelukan si suami yang ikut tersenyum tapi agak curiga.
"ha ha...baiklah yang mulia.....!aku paling serakah jika itu hubby.....he he" wanita itu terkekeh gemas berlari kecil ke arah tempat brankasnya,mata Leon terbelalak melihat busana-busana dan peralatan yang Caca keluarkan dari sana.
"jadilah penurut Hari ini,aku akan meminta tolong maid dan mommy mengurus anak-anak jika kita belum selesai.....kenakan itu dan tunggu aku di sini ya....." Caca menelfon ke telepon bibi moli untuk segera menyuruh seseorang maid ke dapur membawa beberapa keperluan lain yang ia sudah siapkan di suatu tempat.
"baiklah.....,kopimu harus di habiskan dulu....he he...." Leon sedikit merinding saat melihat senyum licik dari wajah polos istrinya sekarang,dia bukan lugu,cuman di berkahi wajah polos tapi otak unik dan cerdik batin Leon mau tidak mau menerima job tanpa syarat hari ini🤣.
leon versi visual asia timur
Hari ini Damar berkunjung di sore hari untuk mengantar beberapa laporan dari kantor,ia terpana melihat ada 2 orang kru dari studio Casandra alias Caca,dan mereka sedang membantu Caca memotret seseorang berambut panjang di dalam kolam,siapa lagi KL bukan bosnya Leonel Napoleon Bonaparte,sudah sekian tahun berlalu,pria itu dulu salah satu model berambut gondrong yang menapaki tangga rating paling astetik,dan bayaran sangat tinggi.
"Good Job....👍" Damar mengancungi jempol dan berbisik pada Caca sebelum pergi,ia tau moment ini amat sulit di lakukan Leon,dia pria keras kepala dan jual mahal soal modeling,ganteng tapi jual mahal itu adalah Leon sejak dulu.
leon kelelahan
Caca tidak berhenti memotret beberapa momen Leon bersantai sejenak sekalipun ia liput,sudah sejak lama ia ingin membalas perbuatan Leon padanya,dulu saat ia masih kecil,potret fotografi paling populer di galery ternama Eropa,adalah foto anak kecil menangis yaitu Caca,dan karya itu mendapat peringkat pertama pada jaman leon masih menjadi fotografer muda.